ATMA YANG TERSESAT

Oleh Neneng Hendriyani

Dalam perjalanan ini atmaku nyasar
Tersesat di antara riuhnya gelombang dan kepakan elang
Nyanyian jiwa makin pelan tak terdengar
Terdampar di antara bebatuan karang hilang tenggelam

Ah, siapa yang pantas disalahkan?
Dia telah beri segala yang Ia miliki tanpa pamrih
Sementara itu atmaku masih jua nyasar meski kidung pujian kulantunkan tiap pagi dan petang
Hilir mudik atmaku tak keruan
Mencari jalan pulang di antara gelapnya persimpangan
Hutan belantara, bukit dan gunung, lembah dan lautan menjadi tempat pelarian
Samsara tak jua berhenti menghadang
Atmaku hilang di telan keraguan

Nun jauh di sana
Pemilik atma masih berdiri
Merentangkan tangan berharap atma datang dalam peluk kedamaian
Sementara itu atmaku masih jua nyasar
Meski kidung pujian kulantunkan tiap pagi dan petang

( Bogor, 4 Maret 2020; 08.53 WIB)


Puisi ini berhasil masuk ke dalam antologi puisi “SEMESTA JIWA (ANTOLOGI PUISI BERTEMA SPIRITUALITAS)” halaman 96, terbit Mei 2020 dengan ISBN 978-623-92348-4-4.

REINKARNASI

Oleh Neneng Hendriyani

REINKARNASI
Oleh: Neneng Hendriyani

Berjalan menyusuri lorong waktu
tatap tajam setiap persinggahan
Mengingat dalam kelam, memandang dalam diam
Jauh di hati, beban kian hilang
Sementara cerita-cerita lama masih beredar dalam biduk kenangan
Meminta haknya tidak dilupakan
Meski tubuh telah berganti, jiwa tetaplah abadi bersama
seluruh cerita di dalamnya

Dalam setiap satu dasawarsa
Terlahir kembali dalam nama yang berbeda
Tubuh yang tak lagi sama dengan jiwa yang serupa
Kembali untuk menapaki lagi jalan-jalan yang pernah
dilalui
Menyempurnakan segala hal yang masih tersisa di kehidupan sebelumnya
Mengubah yang bisa diubah, mencuci yang bisa dicuci
Agar damai semesta, damai juga jiwa

Kembali mengingat dalam kelam, memandang dalam diam
Jauh, nun jauh di hati, beban kian hilang
Sementara cerita-cerita lama masih beredar dalam biduk
kenangan
Meminta haknya ditunaikan
Meski tubuh telah berganti, jiwa tetaplah abadi
Dalam lingkaran reinkarnasi

(Bogor, 4 Maret 2020; 08.43 WIB)


Ini adalah puisi yang berhasil lolos kurasi untuk lomba menulis puisi dengan tema spiritualitas yang diselenggarakan oleh Rumah Semesta (W. Mustika) pada Mei 2020. Judul buku antologi ini adalah SEMESTA JIWA (ANTOLOGI PUISI BERTEMA SPIRITUALITAS)
. ISBN 978-623-92348-4-4. Puisi ini terdapat pada halaman 95.