Di Rumah Adat Melayu
Mengunjungi Negeri Lipat Kain, melewati titik equator, melihat indahnya panorama negeri Melayu, mencoba kuliner setempat, dan bersilaturahim dengan seluruh pegiat sastra di Riau adalah agenda HPI Riau 2018.
Mengunjungi Negeri Lipat Kain, melewati titik equator, melihat indahnya panorama negeri Melayu, mencoba kuliner setempat, dan bersilaturahim dengan seluruh pegiat sastra di Riau adalah agenda HPI Riau 2018.
Kebahagiaan itu adalah ketika karya sederhana ku masuk ke dalam kumpulan buku ini.
Menjadi salah satu peserta sastra di Hari Puisi Indonesia Riau 2018.
DINDA Oleh: Neneng Hendriyani Ijinkan aku kembali, Dinda Kala bulan telah purnama Kala mega telah hilang di angkasa Kala camar telah kembali ke sarangnya Ijinkan aku kembali Telah jauh aku berjalan Telah kulewati banyak tegalan Tak ada satupun yang aku pegang Sebagai jawaban Aku mulai lelah, Dinda Tulangku mulai rapuh Tubuhku kian bungkuk Kakiku kian…
Oleh: Neneng Hendriyani Di Bubat cintaku tertambat Bukan pada tahta apalagi wanita; Esa hilang dua terbilang Kumpulkan pamor juga digdaya Di Bubat cintaku teriak Di ujung senjata semua jadi cerita; Kala mati jadi awal, hidup jadi akhir, Musnah tak termakan usia lenyap bersama karma Dalam kepundan doa kekal semua rasa Menjulang…
Oleh: Neneng Hendriyani Kata hanyalah kumpulan napas yang diberi ruang dan makna bergerak lincah laksana Sriwedari tegas, kuat, lembut, bersahaja mainkan rasa mengocok isi jiwa menipu fisik emosi semata tanpa peduli lolongan nurani terkoyak, pedih, perih mati ia tak bernyali tiada punya hati meski lahir dari hati sendiri (Bogor, 16 Juli 2018)…
Oleh: Neneng Hendriyani Wahai putriku Kenalkah kau padaku? Aku lahir di Cicalengka, 4 Desember 1884 lalu Jauh sebelum Kartini ada Jauh sebelum negeri ini merdeka Bahkan jauh sebelum kau punya nama Tahukah kau siapa aku? Aku anak bupati yang ternama Ayahku Raden Rangga Somanagara Ibuku R.A. Rajapermas Ayahku di buang Belanda Ibuku ikut…
Sejumput Cinta di Kawah Ijen Oleh Neneng Hendriyani Sinar perak menembus pelan Menyapa mesra ribuan dedaunan Berlari berlomba bersama embun Mengecup hangat tinggalkan kenangan Dalam genggaman ku susuri lembah perawan Laut yang membentang Biru yang terhampar Berlomba menarik isi jiwaku bersama hijaunya sutra alam Menghias kawah Ijen yang malu-malu tertutup kabut Dari waktu ke waktu…
LAMPU MINYAK DARI PAMEKASAN (UNTUK KIAI AS’AD SYAMSUL ARIFIN) Oleh: Neneng Hendriyani Lampu minyak itu menyala Terang melebihi petromaks pada zamannya Cahayanya benderang Telanjangi malam hingga terlihat atap suraunya Dari Mekkah terpancar tinggi ilmunya Terlindung dari jelaga Lampu minyak yang menyala Terang melebihi petromaks pada zamannya Berjuang lawan gelap menggulita Senjata diarahnya ke muka Penjajah…
DI BALIK KEPULAN ASAP Oleh: Neneng Hendriyani BAB 1 Rasanya lama sekali waktu berjalan. Sebenarnya matanya sudah mengantuk sejak magrib tadi. Sejak awal kedatangannya kerumah ini beberapa jam yang lalu. Namun keinginannya yang kuat untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi memaksanya begadang malam itu dan meninggalkan anak-anaknya dirumah sendiri. Ah, apa boleh buat, bisik batinnya….