LAMPU MINYAK DARI PAMEKASAN (UNTUK KIAI AS’AD SYAMSUL ARIFIN)
Oleh: Neneng Hendriyani
Lampu minyak itu menyala
Terang melebihi petromaks pada zamannya
Cahayanya benderang
Telanjangi malam hingga terlihat atap suraunya
Dari Mekkah terpancar tinggi ilmunya
Terlindung dari jelaga
Lampu minyak yang menyala
Terang melebihi petromaks pada zamannya
Berjuang lawan gelap menggulita
Senjata diarahnya ke muka
Penjajah penjarah pertiwi
Indonesia!
Bagai lampu minyak ia menyala
Bagi terang tak seperti lilin malang
Terang melebihi petromaks pada zamannya
(Bogor, 19 Mei 2018)
OIL LAMP FROM PAMEKASAN (FOR KIAI AS’AD SYAMSUL ARIFIN) by Neneng Hendriyani
The oil lamp burns,
Its light brighter than the petromax of its time,
Its glow radiant,
Stripping the night bare until the mosque’s roof is seen.
From Mecca, his knowledge shines high,
Shielded from soot.
The oil lamp burns,
Its light brighter than the petromax of its time.
Fighting against engulfing darkness,
His weapon aimed forward,
Against the colonial plunderers of the motherland, Indonesia!
Like an oil lamp, he burns,
Giving light, unlike a hapless candle,
Its glow brighter than the petromax of its time.
(Bogor, May 19, 2018)
#lampu #petromaks #pamekasan #madura #nenenghendriyani #puisi #poem #poet #kiaiasadsamsularifin
puisi ini diikutsertakan dalam lomba menulis puisi yang diselenggarakan oleh Pesantren NU dengan Tema Puisi Pahlawan Nasional Kiai As’ad: Riwayat Hidup dan Perjuangan (Pesantren NU dan NKRI) pada bulan Mei 2018. Hingga hari ini saya postkan di sini, saya belum menerima jawaban dari panitia lomba. Entah menang, entah tidak.