Our Field Trip Stories

Mendorong siswa menuliskan pengalamannya bukanlah tugas yang mudah. Memberikan dorongan, contoh, bimbingan, dan tugas perlu dilakukan secara simultan. Inilah hasil dari semua kerja keras tersebut. Sebuah buku antologi yang ditulis oleh siswa perwaliannya di kelas X Multimedia SMK NEGERI 1 Cibinong pada tahun pelajaran 2017-2018.

Tertarik? Yuk klik di sini:

Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa Berbicara Bahasa Inggris

Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris
Penulis: Neneng Hendriyani
ISBN 978-602-6707-97-0
Editor: Nining Suryaningsih
Penata Letak: Handoko
Desain Sampul: @kholidsenyum
Copyright © Pustaka Media Guru, 2017
viii, 58 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan Pertama, Juli 2017
Diterbitkan oleh
CV. Cipta Media Edukasi
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya
Website: www.mediaguru.id

Buku ini ditulis berdasarkan thesis yang disusun penulis dengan judul CODE SWITCHING AND CODE MIXING IN
STUDENTS LANGUAGE LEARNING IN ENGLISH AT SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIBINONG BOGOR Pada Program Pascasarjana UHAMKA Jakarta tahun 2013.

Buku ALIH KODE DAN CAMPUR KODE: STRATEGI SISWA DALAM BERBICARA DALAM BAHASA INGGRIS ini ditujukan untuk para Guru bahasa Inggris agar dapat mengenali faktor penghambat dan pendukung keberhasilan berbicara siswa dalam bahasa Inggris. Sehingga diharapkan setelah membacanya guru dapat semakin mendorong siswa untuk menguasai kemampuan berbicara (speaking) siswa terutama di SMK.

Buku Alih Kode dan Campur Kode ini membahas tentang berbagai jenis Alih Kode (code switching) dan Campur Kode (code mixing) yang kerap kali mempengaruhi siswa dalam belajar speaking di kelas Bahasa Inggris.

Dengan mengetahui berbagai jenis peralihan ini guru dapat mengatasi berbagai kesulitan yang dihadapi di kelasnya. Terutama speaking class.

Daftar Isi
Kata Sambutan iv
Kata Pengantar vi
Daftar Isi viii
Bab I Kondisi Perkembangan Bahasa Inggris Di SMK 1
Bab II Strategi Siswa Belajar Bahasa Inggris 9
Bab III Alih Kode Dan Campur Kode 15
Bab IV Peran Alih Kode Dan Campur Kode dalam Kemampuan Berbicara Siswa SMK 35
BAB V Solusi Guru 41
Daftar Pustaka 47
Profil Penulis 56

Pada dasarnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) atau vokasi setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan paket C baik umum maupun kejuruan. Yang membedakannya adalah SMK merupakan lembaga pendidikan yang menitikberatkan pada pendidikan kejuruan yang berbasis kebutuhan dunia usaha dan industri. Hal ini dikarenakan lulusan SMK ditujukan sebagai tenaga siap kerja pada berbagai bidang usaha dan industri baik yang berbasis teknologi industri, bisnis manajemen, perikanan, kelautan, kecantikan dan lain sebagainya.

Untuk mendukung tujuan tersebut maka pembelajaran di SMK difokuskan pada keahlian kompetensi yang harus dikuasai siswa dengan baik. Contohnya, siswa yang belajar pada kompetensi keahlian teknik gambar bangunan harus menguasai kompetensi simulasi digital, mekanika teknik, ilmu ukur tanah, desain interior, desain eksterior, menggambar
dengan perangkat lunak, gambar teknik, rencana anggaran biaya, dan lain-lain. Begitu juga dengan siswa yang belajar
pada kompetensi keahlian teknik otomasi industri harus menguasai kompetensi merakit listrik, panel listrik erancang program scada, dan lain sebagainya. Hal yang sama dapat ditemukan pada siswa jurusan kompetensi keahlian teknik konstruksi kayu yang juga dituntut menguasai dasar-dasar pengamplasan yang baik, mengenal beragam model furniture dan cara membuatnya, membuat kuda-kuda rumah, memasang keramik, membangun rumah, dan lain sebagainya. Hal di atas diperlukan agar saat siswa lulus dari SMK mereka benar-benar dapat bekerja baik secara mandiri dengan membuka lapangan pekerjaan sendiri atau menjadi tenaga kerja siap pakai pada perusahaan, perkebunan, perkantoran, dan industri yang membutuhkan.

Untuk mendukung hal itu fokus pembelajaran bahasa Inggris sebelum kurikulum 2013 adalah mempelajari language
fokus. Di sini siswa dilatih menggunakan berbagai ekspresi atau ungkapan yang digunakan untuk menyapa orang baik
formal maupun informal, meminta dan memberi bantuan, menawarkan dan meminta jasa, memberikan pendapat, dan
lain-lain.

Setelah kurikulum 2013 diterapkan kompetensi lulusan siswa SMK menjadi semakin kompleks dengan diwajibkannya
memiliki sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang sama dengan siswa SMK sederajat, yaitu Sekolah Menengah Atas,
Sekolah Menengah Atas Luar Biasa, Madrasah Aliyah, Madrasah Aliyah Kejuruan, dan Paket C.

Untuk dimensi sikap, lulusan SMK harus memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia,
berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Untuk dimensi pengetahuan, mereka
dituntut memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Pada dimensi keterampilan, kompetensi lulusan SMK adalah memiliki kemampuan pikir dan tindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri.

Melihat tingginya tingkat pencapaian kompetensi SMK yanga rata-rata berada pada tingkat lima dan enam, serta mempertimbangkan standar kelulusan SMK di atas maka sudah sewajarnyalah jika siswa SMK mampu menguasai bahasa asing dengan baik dan lancar sebagai bahasa kedua mereka disamping bahasa ibu dan bahasa nasional.

Bahasa ibu menurut para ahli adalah bahasa daerah di mana seseorang lahir dan dibesarkan. Menurut Holmes, ,
bahasa daerah (vernacular language) adalah bahasa yang digunakan untuk interaksi sehari-hari, tanpa menyiratkan
bahwa itu adalah satu-satunya bahasa yang hanya tepat dan dapat digunakan secara informal untuk menunjukkan
solidaritas dan identitasnya. Sehingga bahasa daerah digunakan juga untuk komunikasi di rumah dan dengan teman-teman dekat. Sementara Bahasa Nasional adalah bahasa yang resmi digunakan di sebuah negara dan ditetapkan melalui undang-undang dasar.

Bagi kita masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa nasional dan bahasa pemersatu bangsa sekaligus sebagai bahasa pertama. Bahasa daerah seperti basa sunda, jawa, betawi, batak dan padang adalah vernacular language. Bahasa asing di antaranya bahasa perancis, Mandarin, Jepang, dan Inggris yang marak diajarkan
di bangku-bangku sekolah SMK adalah bahasa kedua.

Bahasa pertama wajib diajarkan di bangku sekolah sejak tingkat taman kanak-kanak hingga universitas. Ia dikenal
dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Untuk bahasa daerah, pemerintah memasukkannya ke dalam kurikulum
sebagai muatan lokal dimana bahasa yang diajarkan di sesuaikan dengan lokasi sekolah tersebut berada; sekolahsekolah di jawa barat mengajarkan basa sunda sebagai mata pelajaran muatan lokal wajib sejak bangku SD hingga SMK sederajat. Sementara bahasa asing diajarkan di bangku sekolah mulai dari perkenalan kosa kata sejak di TK hingga universitas.

Seperti yang telah diketahui bersama, bahasa asing yang salah satunya adalah bahasa Inggris adalah lingua franca saat ini. Seluruh masyarakat dunia menggunakan bahasa ini tak hanya dalam bentuk tulisan namun juga lisan dalam bentuk komunikasi sehari-hari melalui email, blog, surat bisnis, dan lain sebagainya. Negara-negara yang bukan pengguna bahasa tersebut berbondong-bondong memaksa warga negaranya untuk mempelajari bahasa itu di lembaga-lembaga
pendidikan yang dibangun di wilayahnya.

Untuk pembelian klik disini:

Setangkup Rindu Dari Masa Lalu

Setangkup rindu dari masa lalu Neneng Hendriyani CV Situseni 978-602-5434-34-1

Setangkup Rindu Dari Masa Lalu adalah kumpulan buku antologi puisi pertamaku. Tema puisi di buku ini adalah kisah cinta antar Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka.
Cinta yang hadir di antara kepentingan politik dan hidup bernegara selalu menimbulkan lara yang dalam.
Tiada yang lebih berarti selain kesetiaan kepada negara dan tanah air. Untuk hal yang satu ini, terpaksa cinta dikorbankan.

Cinta yang suci, berbalut kehormatan adalah napas dari isi puisi dalam buku ini. Cinta yang tak selamanya harus dimiliki dalam satu perjalanan hidup anak manusia. Cinta yang selalu membutuhkan pengorbanan, juga harapan yang membentang. Cinta yang ceritanya tak akan mudah terlupakan.

Seluruh puisi yang ditulis dalam waktu singkat ini seluruhnya berisi kisah tentang Hayam Wuruh – Dyah Pitaloka. Sebuah kisah klasik yang jarang disentuh para penyair, sarat dengan nilai sejarah dan hikmah.

Mau pesan? Klik di sini ya

Bogor: Peninggalan Sejarah Dari Masa Ke Masa

Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa
ISBN 978-602-5434-07-5
Penulis: Neneng Hedriyani, M.Pd.
Penyunting: Ésép M Zaini
Tata Sampul:
Tata Isi: Ésép M Zaini
Pracetak:
Cetakan Pertama: Agustus 2017
Penerbit
Hendriyani, Neneng
Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa/ Neneng
Hedriyani, M.Pd.; editor, Ésép M Zaini -cet. 1-, 2017
ukuran: 14.8 x 21
jumlah halaman: xii + 236

Mengunjungi Bogor di musim liburan sekolah ini adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang memiliki anak-anak masih sekolah. Selain Kebun Raya Bogor, anda juga perlu membawa anak-anak ke seluruh musim yang ada di kota Bogor ini. Sebut saja, Musium Perjuangan, Musium Zoologi dan Musium PETA.

Buku ini pun dapat diakses di National Library of Australia

Ayo ajak anak-anak Anda belajar sejarah langsung ke lokasinya.

Untuk pembelian klik disini ya:

Janji Firly

Janji Firly
Penulis: Neneng Hendriyani, M.Pd.
Penyunting: Y. Nugraha
Tata Sampul: Sulthan
Pracetak: Tim SKB Graphic
Cetakan Pertama: Oktober 2017
Penerbit
SituSeni
Jalan Peta – Jalan Sukamulya
Kp. Sukamulya Dalam II No.21
RT. 06/09, Kel. Sukaasih
Kec. Bojongloa Kaler
Bandung 40233
Telepon: 089530021438
Surel: situseni.net@gmail.com
Website: situseni.com

Di novel Janji Firly ini, jatuh cinta tak selamanya indah. Juga tak selamanya bermandi air mata. Jatuh cinta adalah hal yang lumrah terjadi. Kesannya tak akan pernah hilang meskipun kisahnya tak lagi berulang. Sebagai orang tua janganlah bersikap egois saat anak tercinta baru mengalaminya. Biarkan ia mengalaminya. Biarkan berjalan apa adanya. Toh, takdir dan jodoh tak ada yang bisa mengendalikan selain Tuhan.

Kisah ini ditulis sebagai upaya sadar yang dilakukan penulis dalam rangka menyampaikan perasaannya tentang cinta yang tak sampai. Kegagalan si tokoh utama dalam cerita ini adalah pelajaran yang sangat berharga yang dapat dipetik oleh seluruh orang, terutama orang tua.

Bagaimana campur tangan orang tua dalam mendidik, membesarkan dan menentukan jodoh anaknya adalah hal yang perlu dikritisi pada zaman sekarang ini. Bukan tidak mustahil seluruh pengalaman buruk yang mereka alami sebelumnya secara tidak sadar dijadikan alasan dalam mengambil keputusan yang tidak bijaksana. Hubungan yang harmonis antara anak dan orang tua hanya bisa dicapai apabila ada keselarasan cara berpikir dan cara pandang terhadap hal yang sama. Apabila terdapat perbedaan dalam memandang sesuatu hal yang dianggap penting, kesediaan kedua belah pihak untuk mendiskusikannya adalah langkah tepat yang perlu dan harus diambil demi menyelamatkan hubungan yang harmonis tersebut.

Anak manusia seringkali diibaratkan sebagai anak panah. Kemana ia akan melesat tergantung kepada
busur yang melepaskannya. Maka, menjadi orang tua yang bijak adalah sebuah hal yang sejatinya harus
dimiliki siapapun yang bertitel orang tua.

Untuk pembelian klik disini:

Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas

Penulis: Neneng Hendriyani
ISBN 978-602-50509-4-7
Editor: Khoen Eka Anthy
Penata Letak: @timsenyum
Desain Sampul: @kholidsenyum
Copyright © Pustaka Media Guru, 2017
viii, 64 hlm, 14,8 x 21 cm
Cetakan Pertama, Agustus 2017
Diterbitkan oleh
CV. Cipta Media Edukasi
Jl. Dharmawangsa 7/14 Surabaya
Website: www.mediaguru.id
Dicetak dan Didistribusikan oleh
Pustaka Media Guru

Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis sendiri saat melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas pada tahun 2014 dan 2017 guna mengikuti Lomba Guru Berprestasi tingkat Kabupaten Bogor.

Buku Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas ini ditujukan untuk para guru yang akan melaksanakan PTK guna memenuhi persyaratan kenaikan pangkat dan lainnya.

Daftar Isi
Kata Pengantar
Daftar Isi
Daftar Tabel
Daftar Gambar
Bagian 1 Pendahuluan
Bagian 2 Persiapan Awal
Bagian 3 Menyusun Proposal PTK
Bagian 4 Menyusun Laporan Hasil PTK
Daftar Pustaka
Tentang Penulis

Untuk pembelian klik:

Hukum Bermain Judi Online

Oleh: Neneng Hendriyani

Hukum bermain judi online! Siapapun pasti tergiur menjadi kaya dengan mudah. Apalagi tidak perlu bekerja keras. Cukup klik sana sini, uang pun berdatangan dengan lancar. Sayangnya pengetahuan masyarakat awam mengenai bahaya mendapatkan segala sesuatu dengan mudah ini masih lah rendah.

Iming-iming hadiah yang besar telah membuat mereka enggan berpikir panjang mengenai hukum halal dan haramnya. Inilah tantangan buat sebagian dari mereka yang mengetahuinya untuk menyebarluaskannya. Hal ini didorong oleh adanya perintah untuk menyampaikan kebaikan dan ilmu yang bermanfaat meskipun satu ayat kepada sesama muslim atau pun non-muslim.

Upaya masyarakat untuk mendapatkan kekayaan dengan jalan judi dewasa ini semakin marak terjadi. Tak lagi terbatas kepada judi togel, sabung ayam, bermain remi, dan bermain kartu secara offline saja. Tetapi juga sudah merambah online. Dengan semakin luasnya jaringan internet yang dapat dinikmati oleh semua masyarakat di indonesia maka semakin berkembang pula berbagai situs yang menawarkan judi. Hadiah yang ditawarkan banyak yang sangat menggoda iman. Tidak lagi berkisar antara ratusan ribu tetapi juga puluhan juta rupiah sekali putaran.

Salah satunya adalah Dominoqq. Dominoqq adalah sebuah game online yang sedang booming dewasa ini. Game ini dapat dimainkan oleh berbagai kalangan dan usia. Hal ini dikarenakan cara memainkannya begitu mudah ditambah jumlah depositnya yang juga sangat murah dan terjangkau yaitu Rp10.000 menyebabkan game ini semakin digandrungi oleh semua orang.

Sayangnya mereka semua tidak paham mengenai hukum bermain judi. Apapun itu namanya baik online maupun offline hukum bermain judi dalam agama islam adalah haram. Tak terkecuali Dominoqq.

Mengapa dikatakan haram? Karena dalam permainan judi sangat kental aroma pengundian nasibnya. Baik menggunakan anak panah maupun tidak semuanya sama-sama mengundi nasib. Bila nasib sedang beruntung maka ia menang dan mendapatkan banyak uang. Namun bila nasib tidak beruntung maka semua depositnya ludes begitu saja. Ini merugikan. Uang deposit yang seharusnya bisa digunakan untuk berbagai hal yang berguna habis begitu saja di meja judi. Ini perbuatan yang sia-sia. Segala perbuatannya yang sia-sia dalam Islam bernilai dosa. Sudah selayaknya sebagai umat Islam kita menghindari perbuatan dosa. Karena bila tetap mengerjakan perbuatan dosa itu sama artinya dengan menambahkan catatan keburukan diri sendiri. Meninggalkan perbuatan dosa membuat kita mendapatkan pahala dan keberkahan.

Allah SWT pun menggolongkan judi dengan khamr alias minuman keras. Semua orang yang meminum minuman keras itu berdosa. Akibatnya Khamr dan judi haram. Hal ini dinyatakan dalam QS. Al Maidah: 90.
Dalam ayat tersebut Allah telah menegaskan bahwa mengundi nasib dengan panah itu termasuk perbuatan setan. Sudah sepantasnya sebagai orang yang beriman untuk menjauhi segala macam perbuatan setan. Karena setan adalah musuh nyata bagi semua orang beriman. Setan tidak akan berhenti menggoda dan menjerumuskan orang ke dalam kesusahan. Baik kesusahan hidup di dunia maupun di akhirat.

Selain itu judi pun tergolong berbahaya dan najis. Segala yang mengandung bahaya dan najis harus dihindari oleh umat Islam. Hal ini dikatakan oleh Allah dalam QS. Al Mudatsir: 5 dan Al Hajj: 10. Mengapa harus dihindari? Karena najis itu adalah kotoran. Siapa pun tidak akan mau menyentuh kotoran bukan? Semua yang kotor itu disebut najis.

Selain berbahaya dan najis, judi juga tergolong sebagai perbuatan syetan di mana seluruh perbuatan syetan dikategorikan haram. Orang-orang yang mengikuti syetan adalah orang-orang yang berdosa. Hal ini terdapat dalam Al-Qur’an surat Al Fatir:6, Al A’raf:21 dan 27. Hal ini senada dengan apa yang disampaikan pada paragraf enam di atas. Bahwasanya semua orang harus waspada terhadap bujuk rayunya setan. Setan tidak ingin membantu manusia. Suara besar bila ia ingin membantu. Ia hanya menjanjikan hal-hal yang tidak mungkin terjadi saja. Apabila ia berjanji sesungguhnya ia hanya menjebak saja. Hanya mencari kawan saja untuk menemaninya di neraka.

Nah sudah jelaskan di atas bagaimana Hukum bermain judi online. Seluruh permainan judi apapun bentuknya baik online maupun offline semuanya haram dan harus ditinggalkan. Semoga bermanfaat.

(Bogor, 21 Desember 2018)

UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN INTEGRITAS SISWA SMK

UPAYA MENUMBUHKEMBANGKAN INTEGRITAS SISWA SMK
OLEH NENENG HENDRIYANI, M.Pd
GURU SMK NEGERI 1 CIBINONG

Berbicara tentang SMK berarti berbicara tentang segala hal yang terdapat dalam Sekolah Menengah Kejuruan; baik bidang teknologi industri maupun bidang manajemen perkantoran. Sebuah pembicaraan yang sangat luas dan heterogen tentunya. Tak dapat dibahas hanya dalam waktu sekejap saja. Butuh banyak pihak untuk terlibat di dalam pembicaraannya mengingat kompleksnya masalah yang ada di tubuh SMK itu sendiri. Oleh karena itu, penulis membatasi tulisannya kali ini dengan hanya membahas tentang bagaimana integritas dapat diajarkan di dunia SMK. Mengapa memilih integritas? Mengapa memilih SMK? Hal ini tidak lain karena penulis memandang persoalan tentang integritas sangatlah mendesak untuk dibahas. Selain itu pula, SMK adalah ujung tombak yang disiapkan oleh pemerintah dalam mencetak generasi muda yang mampu terjun langsung ke dunia usaha dan industri. Sesuai dengan jargonnya, SMK BISA! Nah, bagaimana seorang lulusan SMK bisa terserap di dunia usaha dan industri bila ia tidak memiliki integritas? Karena pastilah sulit menerima seorang lulusan SMK yang integritasnya diragukan. Iya kan Berangkat dari pemikiran itulah maka integritas perlu ditumbuhkembangkan pada siswa SMK. Hal ini bertujuan agar seluruh lulusan SMK dapat memiliki integritas tinggi yang pada akhirnya membantu mereka dalam bekerja dan berwirausaha.

Secara sederhana integritas terdiri atas beberapa huruf yang bermakna Ikrar, Niat, Tabiat, Emosional, Guna, Rasional, Ihsan, Tawakal, Amanah, dan Sabar. Berdasarkan makna huruf-huruf ini maka integritas berkaitan erat dengan niat seseorang dalam menjaga keselarasan antara pikiran, perkataan, dan perbuatannya dengan cara yang rasional, dan penuh kesabaran. Orang yang memiliki integritas adalah orang yang berani memikul amanah dengan baik. Ia cenderung mampu mengelola emosinya dengan baik dan tetap bertawakal kepada sang pencipta (Allah SWT) apabila menemui kesulitan. Tabiatnya yang jauh dari kesombongan dan sifat munafik membuat siapa pun dapat mengenalinya sebagai orang yang berintegritas.

Integritas bukan semata-mata mengenai keselarasan pikiran, ucapan, dan perbuatan seseorang. Keselarasan tersebut hanyalah bersifat kongruensi saja. Menurut Stephen R. Coffey, integritas ditandai oleh empat nilai dasar yang wajib dimiliki seseorang. Yaitu, kejujuran, kerendahan hati, keselarasan antara pikiran ucapan dan perbuatan, serta keberanian untuk menyatakan kebenaran. Keempat hal tersebut mengandung enam nilai utama; kejujuran, keadilan, akuntabilitas, profesionalisme, tanggung jawab, dan anti KKN. Seseorang yang sudah memiliki nilai-nilai ini dapatlah dikategorikan sebagai orang yang memiliki integritas.
Menurut KBBI V, integritas adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Nilai integritas ini ternyata memiliki kedudukan yang tinggi pula di sisi agama. Seperti yang ditegaskan oleh Al Quran dalam QS. As Saff ayat 3: “ Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan”. Seseorang yang tidak memiliki integritas di dalam islam disebut munafik. Munafik yaitu orang yang suka (selalu) mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan perbuatannya; bermuka dua (KBBI V). Semakin tinggi tingkat spiritualitas seseorang maka integritasnya semakin tinggi. Hal ini karena ada sinergitas antara sifat religius dengan keenam nilai utama di atas.

Menurut Lawrence Kohlberrg dalam teorinya tentang stages of moral development, ada tiga tahapan perkembangan moral manusia berkaitan dengan integritas. Yaitu tahapan prakonvensional, tahapan konvensional, dan tahapan post konvensional. Tahapan pertama atau tahap prakonvensional sering disebut dengan tahapan moralitas anak-anak. Mengingat seluruh ciri khas yang terdapat dalam tahapan ini lebih banyak ditemui pada usia anak-anak. Pada tahapan ini orientasi seseorang masih terletak pada kepatuhan akan adanya ancaman dan hukuman. Artinya, seseorang berbuat atau tidak berbuat sesuatu karena alasan ada dan tiadanya hukuman yang menyertainya. Kedua, orientasinya masih terletak pada hitungan untung dan rugi. Mau berbuat sesuatu karena semata-mata mengharapkan keuntungan atau menghindari kerugian. Singkatnya, tahapan ini tergantung pada ada tidaknya rewards and punishment.

Tahapan kedua adalah tahap konvensional. Pada tahapan ini seseorang berbuat sesuatu karena adanya alasan orientasi keserasian interpersonal dan konformitas dengan sekelilingnya. Bahasa mudahnya adalah saya berbuat baik agar sesuai dengan tuntutan orang lain. Orang lain di sekitar saya menginginkan saya baik, maka saya pun baik. Alasan berikutnya adalah orientasi pada otoritas dan pemeliharaan aturan sosial. Di sini saya berbuat baik karena memang sudah seharusnya saya begitu (tetap berbuat baik) agar tatanan sosial di mana saya berada tetap terjaga dan tidak rusak.
Tahapan ketiga adalah tahapan post konvensional. Pada tahapan ini seseorang berbuat baik karena adanya orientasi kontrak sosial dan orientasi prinsip-prinsip etika universal. Pada orientasi kontrak sosial seseorang berbuat baik karena hal tersebut merupakan komitmen yang dimilikinya sendiri sebagai bagian dari masyarakat di mana ia tinggal. Sementara pada orientasi prinsip-prinsip etika universal seseorang berbuat baik karena memang itulah nilai universal yang dimiliki dan dipegang olehnya seumur hidupnya. Pada tahapan ini ia menyadari betul resiko yang akan ia hadapi akibat dari nilai universal yang diyakininya tersebut dan ia pun tidak takut menghadapinya.

Nah, ketiga tahapan tersebut sejatinya tidak serta merta memudahkan siapa pun mengukur perkembangan moralitas seseorang. Namun setidaknya, memudahkan siapapun termasuk siswa bahwa untuk mencapai integritas perlu mencapai tahap ketiga, yaitu post konvensional. Pada tahap ini siapa pun berbuat baik bukan karena apapun lagi. Tidak ada alasan maupun motif eksternal lagi yang mendorong seseorang berbuat baik. Ia berbuat baik karena memang ia menyadari sepenuhnya akan pentingnya berbuat baik bagi dirinya sendiri dan lingkungan sekitarnya. Maka, seseorang dikatakan berintegritas tinggi bila pribadi orang itu utuh sehingga dapat dipercaya. Ia memiliki kesatuan dari beberapa aspek kemanusiaan, yaitu aspek kognitif, afektif, moral, spiritual, sosial dan emosi. Ketiga intelegensinya berkembang dengan pesat dan saling mendukung: IQ, EQ, SQ. Keadaan diri orang itu luar dalamnya sama. Antara hati, ucapan, dan perbuatannya sama.

Menurut Atosoki Gea, ciri-ciri integritas secara umum mencakup tiga dimensi yaitu dimensi fisik, psikis, dan sosial. Pada dimensi fisik, integritas terlihat dari bagaimana ia menjaga badannya. Hal ini dikarenakan kemampuan integritasnya menyangkut soal kesehatan, makan, minum, kebugaran dll yang dapat dengan mudah terlihat oleh orang lain. Orang yang memiliki integritas otomatis tubuhnya sehat dan bugar. Hal ini disebabkan ia paham betul apa hak dan kewajibannya terhadap tubuhnya. Pada dimensi psikis/jiwa, integritas terlihat dari pemikiran, intelegensi, emosi, serta keadaan batiniah seseorang. Cara mengukurnya dengan menggunakan alat ukur kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual; yaitu IQ, EQ, SQ. Sementara pada dimensi social, integrasinya terlihat dari bagaimana seseorang berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain.

Maka integritas dapatlah disimpulkan sebagai kesatuan semua aspek hidup manusia; fisik, kognitif, afektif, emosi, spiritual, moral, sosial, dan adanya kesatuan badan, jiwa dan roh dalam seorang individu sehingga seluruh sikap berikut ini nampak pada sifat dan sikap orang tersebut:
– Jujur pada siapa pun, tanpa main topeng, dan menutup-nutupi
– Bertanggungjawab terhadap tugas, kewajiban, serta apa yang dikatakan
– Konsekuen terhadap apa yang dikatakan
– Menepati janji
– Konsisten; bila memang setuju ya setuju. Tidak ya tidak. Tetap pada pendiriannya yang benar dan tidak mudah goyah
– Dapat dipercaya, setia
– Berani mengakui kesalahan
– Berkualitas
– Disiplin diri, melakukan apa yang harus dilakukan
– Memiliki komitmen dan loyalitas
– Ada kesamaan antara yang nampak di luar dengan yang di dalam
– Ada kesatuan antara ucapan dan tindakan
– Ada kesamaan antara yang diyakini dengan yang dilakukan di luar

Mengingat dahsyatnya makna integritas tersebut di atas, maka perlu kiranya para guru di SMK untuk mulai bergandengan tangan bekerja sama menumbuhkembangkan budaya integritas ini dalam pembelajaran yang dilakukannya setiap hari. Upaya mulia ini tidak hanya dilakukan oleh guru semata tapi juga oleh seluruh stakeholder SMK. Di antaranya unsur pimpinan sekolah, tenaga kependidikan, tenaga pendidik (guru), orang tua, dan dunia usaha/industri.
Untuk menumbuhkembangkan nilai integritas ini pada siswa SMK mau tidak mau guru sebagai agent of change haruslah menjadi sosok yang lebih dahulu memiliki integritas. Selain itu juga harus diawali dari komitmen seluruh warga sekolah. Dimulai dari hal-hal yang terkecil namun konsisten dilakukan setiap waktu. Hal-hal terkecil ini haruslah dimulai dari lingkungan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari.

Tindakan tumbuh kembang integritas ini haruslah dibagi menjadi beberapa titik tujuan. Seluruhnya bisa dilakukan melalui pembiasaan. Titik-titik tujuan tersebut diantaranya:

a. Penanaman integritas dimensi fisik
Pada dimensi ini, seluruh stake holder SMK harus bahu membahu membangun kesadaran diri dan orang lain yang ada di sekitarnya untuk memfokuskan diri kepada kesehatan fisik tubuh dan bangunan sekolah. Yang dimaksud dengan tubuh di sini adalah tubuh seluruh civitas sekolah; dari kepala sekolah, guru, siswa, tata usaha, hingga satpam. Bila seluruhnya sehat, maka seluruh kegiatan belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik. Yang dimaksud dengan kesehatan fisik bangunan adalah kebersihan lingkungan sekolah. Tiadanya sampah yang menumpuk di kolong meja siswa dan guru adalah salah satu indikator kebersihan kelas. Begitu pula sekolah yang bersih adalah sekolah yang sehat. Sekolah yang sehat adalah sekolah yang berintegritas.

b. Penanaman integritas dimensi psikis
Pada penanaman dimensi ini, peran guru sangatlah besar. Guru harus menjadi model utama yang dapat diteladani oleh seluruh siswanya. Kecakapan dan keterampilan yang dimiliki seorang guru dalam mengajar dan mendidik siswanya adalah bekal yang paling penting bagi seorang guru dalam mencetak siswa yang berintegritas. Guru yang tidak cakap dalam arti tidak mampu menyampaikan materi pelajarannya dengan baik akan memberi ruang penilaian yang buruk bagi siswa. Siswa tidak lagi mengaguminya dan enggan mendengarkan semua ucapannya. Hal ini didorong dari berkurangnya rasa percaya siswa terhadap guru.
Ketegasan guru dalam menjalankan kedisiplinan di kelas yang dipegangnya juga menjadikannya tokoh penting dalam mendidik kedisiplinan siswa. Untuk bagian ini sangatlah tidak wajar bila tugas kedisiplinan hanya dipegang oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan dan jajarannya saja. Hal ini dikarenakan tanggung jawab keberhasilan pendidikan seorang siswa adalah tanggung jawab seluruh guru yang ada di sekolah tersebut. Masih adanya rasa tidak nyaman bagi sebagian pembina siswa yang melihat guru lain ikut membina siswa yang “nakal” merupakan indikator masih rendahnya integritas yang dimiliki sekolah tersebut. Begitu pula sebaliknya. Cueknya sikap guru non pembina siswa terhadap siswa yang melanggar aturan kedisiplinan sekolah juga menjadi indikator rendahnya integritas guru di sekolah tersebut. Oleh sebab itulah, kebijaksanaan seorang kepala sekolah sangat diperlukan di sini. Dengan arahan dan bimbingannya ia dapat mengajak semua guru untuk bahu membahu mendidik siswa mereka menjadi siswa yang pintar, cerdas, dan disiplin.

c. Penanaman integritas dimensi sosial
Pada bidang dimensi social, sekolah harus bekerja sama dengan unsur lain yang ada di lingkungan sekolah. Yaitu, unsur MUSPIKA, orang tua, dan dunia usaha/industri. Setiap siswa membawa nilai-nilai sosial yang dipelajarinya di rumah dari kedua orang tuanya. Dari mereka inilah nilai-nilai tersebut diwariskan. Apabila nilai yang diwariskan ini baik, siswa tersebut akan tumbuh semakin baik. Namun bila sebaliknya, maka pihak sekolah dalam hal ini bimbingan konseling dan penyuluhan bekerja sama dengan guru dan orang tua haruslah bekerja sama dalam mengembalikan sikap dan sifat siswa yang tidak sesuai dengan harapan sekolah dan masyarakat. Begitu pula pihak dunia usaha/industri tidak bisa berpangku tangan membiarkan SMK sibuk sendiri mendidik siswanya. Mereka harus ikut terjun langsung membina para siswa SMK melalui program job training di instansi atau pun perusahaan yang mereka miliki. Dengan membawa siswa langsung ke lapangan untuk mempraktikkan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya di bangku sekolah merupakan langkah nyata yang diambil perusahaan dalam menumbuhkembangkan nilai-nilai integritas pada diri siswa tersebut.

RESIKO CLICKBAIT

Oleh: Neneng Hendriyani

Resiko Clickbait! bagi penulis pemula ternyata banyak loh. Meskipun iming-iming yang ditawarkan oleh berbagai penyedia jasa untuknya tinggi bila berhasil menulis di blognya atau YouTube nya dengan clickbait ternyata resikonya juga tinggi. Buat yang tidak mau menanggung resikonya lebih baik mengurungkan niat menulis sesuatu dengan clickbait.

Apa sih bahayanya melakukan clickbait sampai-sampai penulis tidak merekomendasikan penulis pemula melakukannya? Yuk, cermati penjelasan singkat berikut ini.

Buat siapa pun yang terbiasa menulis berita hoax, menulis dengan menggunakan clickbait pastilah mudah. Kecenderungan yang dimilikinya untuk menulis dengan jujur itu sangat jauh panggang dari api. Ini sudah karakter bawaan sejak lahir rupanya. Ini sangat buruk bagi pribadi orang tersebut.
Orang yang seperti ini hanya memikirkan keuntungan pribadinya saja. Tak sedikitpun ia memikirkan akibat dari perbuatannya. Apalagi sampai memikirkan nasib para pembaca tulisannya. Sudah pasti ia tak peduli. Padahal segala kejengkelan, kekesalan, dan perasaan tidak menyenangkan yang diperoleh pembaca adalah akibat dari berita bohong atau clickbait yang dilakukannya.

Mungkin satu atau dua kali orang masih banyak membaca tulisannya. Namun mereka pasti mempelajari style tulisan orang tersebut. Bila sudah seperti ini maka kemungkinan besar orang tidak akan langsung meng-klik tulisan dia di webnya pasti tidak akan pernah terjadi lagi. Orang sudah kapok dengan kebohongan yang ia ciptakan pada tulisan-tulisan sebelumnya. Bila itu terjadi maka pundi-pundi uang yang awalnya menggelontor ke rekeningnya akan surut. Habis. Kepercayaan pembaca yang seharusnya menjadikan ia semakin kaya hanya tinggal harapan palsu saja.

Kehilangan uang adalah salah satu resiko yang harus ditanggung penulis pemula yang kecanduan menulis dengan menggunakan clickbait. Ini adalah resiko yang sangat besar tentunya. Setiap penulis selain menginginkan diterimanya ide yang ia tulis kepada pembaca juga menginginkan limpahan materi dari apa yang ia tulis. Kehilangan sumber penghasilan karena clickbait itu sungguh sangat tidak menyenangkan.

Berikutnya adalah kehilangan kepercayaan. Seperti yang kita ketahui bersama, hal yang paling berharga di dunia ini selain uang adalah kepercayaan. Nilainya jauh melebihi emas sekontainer loh. Dengan kepercayaan yang dimiliki, siapa pun dapat melakukan apa pun dengan aman, nyaman, dan senang. Tidak takut dengan berbagai hal yang dapat membahayakan keselamatan fisik dan rohaninya.

Nah, penulis pemula yang suka clickbait pasti mengalami penurunan bahkan kehilangan kepercayaan dari berbagai pihak. Salah satunya dari pembaca. Bila pembaca sudah tidak mempercayainya maka redaksi koran maupun media online tidak akan berani menerima naskahnya lagi. Sebab hal itu akan sangat merugikan media yang mereka kelola. Reputasi dan nama baik sebuah media sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pembacanya. Semakin tinggi tingkat kepercayaan pembaca maka semakin banyak orang yang membaca tulisan di media tersebut. Maka semakin banyak pula pendapatan yang akan masuk ke kas pengelola media tersebut. Begitu pula sebaliknya. Semakin rendah kepercayaan pembaca, semakin rendah pula penghasilan media tersebut. Bila mereka mempertahankan penulis jenis ini maka kebangkrutan usahanya di bidang penulisan semakin nyata.

Dibenci adalah resiko berikutnya yang harus diterima oleh penulis clickbait. Rasa marah karena ditipu oleh judul tulisan yang bombastis akan serta merta membuat pembaca merasa kesal dan marah kepada penulisnya. Bila satu dua kali ditipu mereka masih bisa memaklumi. Namun bila keseringan ditipu mereka pasti benci. Bila sudah benci maka habislah karier kepenulisan penulis tersebut.

Nah, masih mau clickbait?
(Bogor, 18 Desember 2018)