DUA PULUH TAHUN LALU

DUA PULUH TAHUN LALU oleh Neneng Hendriyani Di jalan yang sama dua puluh tahun lalu Anyelir semarak mekar mewangi menyambutku Turuni kereta kencana kala jingga menyapa Laksana Ratu di sisimu Selayang pandang mata kita bertemu Di pupil hitam terlukis wajahku Merah merona seketika Bak Anyelir di taman istana Hari-hariku mekar bersama sepoi angin Bawa biji…

HUJAN TERAKHIR DI BUMI BORNEO

HUJAN TERAKHIR DI BUMI BORNEO Oleh: Neneng Hendriyani Langit kian gelap Gemuruh kian terdengar memekakkan gendang telinga Menyebar aroma ketakutan Menghisap seluruh harapan Cemas, takut, bingung, marah?! Ya! Ingin marah, tapi pada siapa? Lihat! Hutan yang gundul, sungai yang kering, udara yang panas Air yang keruh Tak bisa hilangkan hausku Tak bisa hilangkan laparku Tak…

HUJAN TAK DERAS LAGI

HUJAN TAK DERAS LAGI Oleh: Neneng Hendriyani Hujan itu tak deras lagi Sejak mesin-mesin berlomba masuk hutan Beberapa tahun silam Nyanyian dedaunan, gemerisik angin petang diiringi tetabuhan suara hewan, gemulai tarian dahan panggil hujan tinggal kenangan Sejak hutan dirudapaksa Ribuan batang pohon rebah terkapar menyerah kalah Tak bisa cegah rumah burung jatuh dari pelukan, Tak…

HUJAN DI MATA AYU

HUJAN DI MATA AYU Oleh: Neneng Hendriyani Tiap hujan turun ia gembira Di bawah payung hitam ia lari ke taman kota Berdiri menanti ‘tuk ke sekian masa Seseorang yang entah ada di mana Tiap hujan turun jantungnya berdansa Menari di antara kelopak teratai Lompat sejauh ia bisa ke tepi kolam Berdiri menyambut seseorang yang entah…