HUJAN TERAKHIR DI BUMI BORNEO
Oleh: Neneng Hendriyani
Langit kian gelap
Gemuruh kian terdengar memekakkan gendang telinga
Menyebar aroma ketakutan
Menghisap seluruh harapan
Cemas, takut, bingung, marah?!
Ya! Ingin marah, tapi pada siapa?
Lihat! Hutan yang gundul, sungai yang kering, udara yang panas
Air yang keruh
Tak bisa hilangkan hausku
Tak bisa hilangkan laparku
Tak bisa lindungi kulitku
Kini,
Langit kian gelap
Gemuruh kian terdengar memekakkan gendang telinga
Menyebar aroma ketakutan
Menghisap seluruh harapan
Menertawakan dengkul-dengkul koclak lari kesetanan
Dalam amarah yang tertahan
Hujan turun tak terbendung
Kilat temani sambar menyambar
Tak hanya sentuh pohon kenari
Tapi juga pondok-pondok pembalak liar
Gelegar!
Terbakar!
Hanyut!
Banjir bandang!
Menggulung!
Hancur!
Tak ada sisa
Semua lenyap seketika
Dibawa hujan terakhir di Borneo
(Bogor, 17 Agustus 2018)
—