Sekotak Karya Untuk Negeri

Alhamdulillah, dapat kembali berkiprah di bidang yang paling kuminati, tepat di akhir masa penantian sebelum dilantik menjadi pendamping sekolah alias pengawas, sungguh membahagiakan. Ini adalah sumbangsih pemikiran yang bisa kuberikan untuk tanah air tercinta.
Semoga karya-karya sederhana dalam bentuk buku cetak maupun buku elektronik ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Waskitaningtyas, K., dan Heny Marwati. Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi). Ilustrasi oleh Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024. PDF. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/8987.

Juhri Al Banjary, Darmawati Paruki, Isbedy Stiawan ZS, Kumala Dewi Rimu, Neneng Hendriyani, et al. Jejak Seni dan Dakwah dalam Langkah Sang Pendiri AG. H. Abdurrahman Ambo Delle: Antologi Puisi. Disunting oleh Tri Astoto Kodarie. Sleman: Interlude, 2024. https://penerbitinterlude.id/2024/11/19/jejak-seni-dan-dakwah-dalam-langkah-sang-pendiri-ag-h-abdurrahman-ambo-delle/.

Hendriyani, Neneng, dan Adim Goekid, ed. Implementasi Prinsip Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Administrasi Sarana dan Prasarana [sumber elektronis]. Seri Administrasi Sarana dan Prasarana. Jakarta Timur: PT Duta Pustaka Indonesia, 2024. PDF. https://www.dutapustakaindonesia.com/product/efisiensi-dan-keberlanjutan/.

Aulia, Fadillah Tri, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan, K. Waskitaningtyas, dan Heny Marwati. Bahasa Indonesia. Ilustrasi oleh Khairin Nisa, R. Habibullah Ahmad, Ramdhan Hafidin, dan Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Muhammad Kodim dan Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-374-3.

———. Bahasa Indonesia [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-376-7. Diakses 15 Mei 2025. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/4727.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap) [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-375-0.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap). Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-373-6.

Hendriyani, Neneng. English for Future. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-347-3.

———. English for Future (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-346-6.

Ardianti, Dina, dan Neneng Hendriyani. Mahir Berbahasa Indonesia. Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-308-4.

———. Mahir Berbahasa Indonesia (edisi lengkap). Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-307-7.

Hendriyani, Neneng. Let’s Learn English for Life: English Textbook. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-296-4.

———. Let’s Learn English for Life: English Textbook (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-295-7.

Kridalaksana, I Made. Si Hijau: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-47-6.

Nuraini. Magrib di Ujung Kota: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-46-9.

Nuraeni. Jangan Menyerah: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-45-2.

Hendriyani, Neneng, ed. Writing Descriptive Text Using Sensory Words and Mind Mapping. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Pendampingan Berkelanjutan Sukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Sukses Pembelajaran Guru dengan Aplikasi Beesmart V 3.0: Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Nuraini et al. Kisah-kisah Motivasi Penyemangat Hidup. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Tirabidah. Sugesti dan Model Pembelajaran PBL dalam Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Teks Deskriptif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Rahayuningsih, Taty. Catatan Harian Seorang Pengawas. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suharno. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 3. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 2. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 1. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Panduan Membuat Materi Belajar Bahasa Inggris dengan Aplikasi Noncoding Geyser. Disunting oleh A. Mellyora. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. IPA dalam Puisi Toge: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. Matahari di Ujung Sumatera. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Felicia, Iing, dkk. Cerita Kita di Batas Kota. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Jafar, Sri Wahyuni, dkk. Tanah Kelahiranku: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Supriatni, Euis Ani. Bias Asa Kerinduan EAS: Puisi Dwi Bahasa. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Alawiyah, Tuti. Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Wirawan, I Kadek Widya, dkk. Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Mukmini, Sri, dkk. Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM: Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Dorand, Pietra, dkk. English Text Materials and Their Exercises: Narrative, Recount, Procedure and Report. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Lentera untuk Negeri: Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suwarso, Iso, dkk. Warna Warni PJJ Tanah Air: Antologi Pembelajaran Jarak Jauh. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Di Sepanjang Rel Kereta. Bogor: CV Kreatif Publishing, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Senyumnya Wanita: Kumpulan Catatan Kecilku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan yang Efektif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Alfitriyani, Nia, Indarini Dwi Pursitasari, dan Surti Kurniasih. Bioteknologi Berbasis Socioscientific Issues (SSI) untuk SMP/MTs. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng dan Sri Hartati Mulya. Kumpulan Soal Ulhar, UTS, UAS Bahasa Inggris Kelas XI SMA. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja [Sumber Elektronis]: Konsep dan Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja di Sekolah. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021. PDF.

Hendriyani, Neneng, dkk. 52 Kisah Dongeng Fabel Menginspirasi Buah Hati. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: CV Situseni, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Bukan Senyum Terakhir [sumber elektronis]. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020. PDF.

Komara, Kokom, dkk. Fajar di Penghujung Tahun: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Tiraswati, Dina Martha, Meita Tjumiatini, dan Deri Yustin Wulandari. Terpaut Rindu di Takamatsu. Disunting oleh Neneng Hendriyani. [Tanpa tempat terbit]: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng. Smafour in Students English Writing: Mendongkrak Motivasi dan Kemampuan Siswa Menulis Berbagai Teks Bahasa Inggris. Disunting oleh Cecep S. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

The Students of XI MIPA 8. The History of Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng, dkk. Untuk Anakku. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: Yayasan Guneman, 2019.

The Students of X MIPA 3 SMAN 4 Cibinong. Our Beloved Teachers in Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X IPA 2. Smafour Teachers Biographies. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 7 SMAN 4 Cibinong. Exculs in SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 2 SMAN 4 Cibinong. The Compulsory Rules of SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPS 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Characters Building through Good Habits Every Day. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 4 SMAN 4 Cibinong. Smafour in Events. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Our Beautiful Memories on Holiday. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Daerah Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Entrepreneurships. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Ujang Lukman. Pengawas Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Taty Rahayuningsih. Di Bawah Langit Pattaya. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fitriani, Khoirunisa. Sticky Note. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Hendriyani, Neneng. Albatros. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fahri. Bayang-Bayang Sang Guru. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Queen Mard. Be Hidden (Saat Cinta Menjadi Dilema). Disunting oleh Muhamad Budi Wahyu dan Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Yamini, Sri, et al. Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Enrichment Book for XI SMK Based on Curriculum 2013 Revision. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Mulyana, Yuliati. Fun Science: Bahan Ajar IPA SMP. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.
Jilid 1: ISBN 978-602-52072-4-2
Jilid 2: ISBN 978-602-52072-5-9
Jilid 3: ISBN 978-602-52072-6-6
Tanpa jilid: ISBN 978-602-52072-3-5

Irawan, Mamat. Hati yang Berbisik: Kumpulan Sajak. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. How Do Texts Work?: Social Function, Generic Structure and Language Features. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Janji Firly. Bogor: CV Situseni, 2017.

Sugiastuti, Sri, dan Neneng Hendriyani. Let’s Learn English Together. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1819. Our Best Friends in X Multimedia 1819. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1 SMKN 1 Cibinong. Our Field Trip Stories. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Komara, Kokom. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Sekolah Dasar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Perlukah Kita Jujur? Disunting oleh Boedy Why. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. Practical Guide to Develop HOTS in Language Learning and Assessment: Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Pratama, Galih Cahya. Sahabat Mirip Arwana. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Hendriyani, Neneng. Setangkup Rindu dari Masa Lalu. Bogor: CV Situseni, 2017.

Maluku Belajar. Syair yang Berbisik: Antologi Puisi Guru Pembelajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Disunting oleh Khoen Eka Anthy. Yogyakarta: CV Pustaka Mediaguru, 2017.

Andriany, Reny. 30 HBC: Kisahku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Credential Pertamaku di Tahun 2024: St Brigid’s Poem

Mendapatkan sebuah credential dari sebuah instansi pemerintah adalah hal yang sangat membanggakan bagiku pribadi. Ini adalah sebuah pengakuan atas kreativitas yang kulakukan dan ini adalah bukti sebuah aktualisasi diri di bidang sastra. Memang hasilnya tidak sebaik yang pernah kuraih di tahun 2018, 2018, dan 2019 lalu. Namun, ini adalah bukti bahwa aku hanyalah manusia yang pernah mengalami banyak kejutan dalam hidup bahkan pernah merasakan roller coasternya kehidupan.

 

Menulis puisi dengan tema “The Future of Women” memang lumayan berat. Dari kaca mata sastra tidak  bisa seseorang menulis dalam waktu sekejap. Setidaknya ia memerlukan waktu untuk berkontemplasi dalam waktu yang cukup lama. Bagaimana ia mengartikan wanita itu sendiri dalam sudut pandangnya mempengaruhi bait puisi yang ditulisnya. Bagaimana ia merasakan denyut harapan wanita dan menggelorakannya dalam sebuah puisi juga merupakan tantangan yang luar biasa. Untuk itu salut dan hormat kepada pemenang kompetisi puisi yang diadakan oleh Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN.

Anda berhak dapat bintang!

Menggali Penyebab Trauma, Kunci Kesembuhan Total Penderita Trauma

Seringkali kita tidak sadar ketika kita menjadi penderita trauma. Banyak sekali kejadian yang tidak mengenakkan terjadi dalam kurun waktu tertentu di masa lalu ternyata membuat kita berubah sedemikian rupa. Kita yang awalnya ceria tiba-tiba menjadi pemurung, menarik diri dari kehidupan sosial, dan cenderung apatis.

Kita bahkan tidak sadar ketika merasa bahwa kita sakit kepala karena kurang tidur, banyak pekerjaan, hingga akhirnya rajin meminum obat-obatan pereda rasa sakit untuk waktu yang cukup lama namun sayangnya sakit kepala itu tidak juga kunjung sembuh. Sampailah akhirnya kita mengalami ketergantungan terhadap merk tertentu dengan dosis yang semakin tinggi demi menyembuhkan rasa sakit yang lumayan mengganggu tersebut. Atau, kita yang tiba-tiba kehilangan rasa kantuk sementara jarum jam terus saja bergerak ke kanan dan baru menyadarinya bahwa siaran terakhir dari stasiun televisi favorit telah berakhir sejam yang lalu. atau, kita yang biasanya rutin pup setiap bangun tidur dan tiba-tiba tidak lagi pup sebelum dua  minggu berlalu.

Ya, mayoritas dari kita tidak menyadarinya bahwa ternyata semua hal yang terjadi di atas adalah gejala-gejala traumatis yang sedang kita hadapi akibat sebuah peristiwa buruk yang terjadi di salah satu fase kehidupan yang kita jalani.

Trauma adalah reaksi terhadap peristiwa atau pengalaman yang sangat menakutkan atau menyakitkan, baik secara fisik maupun mental. Kejadian traumatis ini bisa berupa pengalaman langsung, menyaksikan kejadian tersebut terjadi pada orang lain, bahkan mendengar cerita tentang kejadian tersebut.

Peristiwa yang dapat mengakibatkan peristiwa trauma di antaranya adalah pernah mengalami (1) kekerasan fisik, seperti pukulan, tendangan, penganiayaan, pelecehan seksual, (2) Kekerasan emosional, seperti dihina, dicemooh, diancam, diintimidasi, (3) Kehilangan, seperti kehilangan akibat meninggalnya orang yang dicintai, perceraian, atau bencana alam, (4) Kecelakaan, seperti kecelakaan kendaraan, atau kebakaran, dan (5) Ketidakamanan, seperti perang, pencurian, kerusuhan.

Semua orang bisa mengalami trauma, tak terkecuali anak-anak. Mereka adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap trauma, di samping para dewasa akhir. Gejala traumatis yang mereka alami rerata sama. Yaitu:

  1. Gangguan emosional: Mengalami kilas balik atau gambaran yang jelas tentang kejadian traumatis secara berulang-ulang, sering mengalami mimpi yang menakutkan terkait kejadian traumatis, mudah merasa was-was, gelisah, cemas, dan sulit rileks, susah fokus (konsentrasi) dan mudah lupa, hilang ingatan, cenderung menghindari tempat, orang, atau hal-hal yang terkait dengan kejadian traumatis, mudah marah, sedih, atau apatis, menjadi lebih tertutup, menarik diri, atau melakukan tindakan destruktif.
  2. Gangguan fisik: mudah mengalami kelelahan, cepat mengalami sakit kepala, gangguan pencernaan, jantung berdebar, dan tubuh mengeluarkan keringat berlebih dari biasanya.

Gejala traumatis di atas dapat muncul segera setelah peristiwa traumatis terjadi, atau bertahun-tahun kemudian. Gejala-gejala ini dapat berlangsung sebentar atau berkepanjangan, tergantung pada tingkat keparahan trauma dan dukungan yang diterima oleh orang tersebut.

Sebenarnya tidak mudah untuk sembuh dari trauma. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab sulitnya para penderita ini sembuh total dan mampu menerima semua kejadian pahit tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Seringkali kita jumpai bahwa proses pemulihan dari trauma bisa menjadi hal yang sulit dan memakan waktu. Ada beberapa faktor yang dapat mempersulit pemulihan dari trauma, yaitu:
  1. Keparahan trauma: Trauma yang lebih parah dapat menyebabkan gejala yang lebih berat dan lebih sulit diatasi.
  2. Usia saat mengalami trauma: Anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terhadap trauma dan lebih sulit untuk pulih.
  3. Faktor genetik: Ada bukti bahwa faktor genetik dapat berperan dalam kerentanan terhadap trauma dan pemulihan dari trauma.
  4. Faktor lingkungan: Orang yang hidup dalam lingkungan yang tidak aman atau tidak stabil lebih rentan mengalami trauma dan lebih sulit untuk pulih.
  5. Riwayat trauma: Orang yang pernah mengalami trauma di masa lalu lebih rentan mengalami trauma lagi dan lebih sulit untuk pulih.
  6. Dukungan sosial: Dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu seseorang merasa lebih kuat dan didukung, sehingga dapat mempermudah pemulihan dari trauma.
  7. Kesediaan untuk menghadapi trauma: Untuk pulih dari trauma, seseorang perlu bersedia untuk menghadapi trauma dan memprosesnya. Ini bisa menjadi hal yang sulit dan menakutkan, tetapi penting untuk dilakukan untuk dapat move on dari trauma.

Bagi penderita yang ingin pulih dari trauma cobalah beberapa tips di bawah ini:

  1. Dapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Bicaralah dengan teman, keluarga, atau orang yang Anda percayai tentang apa yang Anda alami. Dukungan mereka dapat membantu Anda merasa lebih kuat dan didukung. Hindari keinginan untuk berusaha tetap tegar, tersenyum dan menyembunyikan semua luka batin penyebab trauma tersebut. Alih-alih sembuh, hal tersebut justru dapat memperparah gejala traumatis yang akan dihadapi.
  2. Cari bantuan profesional. Terapi psikoterapi dapat membantu Anda memahami trauma dan mengembangkan mekanisme koping yang sehat. Obat-obatan juga dapat membantu mengurangi gejala trauma, seperti kecemasan dan depresi. Pastikan untuk mengonsumsi obat yang benar dalam jumlah yang tepat di bawah pengawasan profesional.
  3. Berikan diri Anda waktu. Proses pemulihan dari trauma bisa memakan waktu. Jangan berharap untuk pulih dalam semalam karena itu tetaplah untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan bahagia. Buang semua kecemasan karena kecemasan tidak dapat membantu masa depanmu, dan penyesalan tidak dapat mengubah masa lalumu.
  4. Bersabar dan jujurlah dengan diri sendiri. Berikan diri Anda kesempatan untuk belajar, jujur, dan tumbuh dari pengalaman ini karena semua hal buruk sejatinya dapat membuat pribadi menjadi lebih dewasa, kuat, dan bertanggung jawab.*)

The Imperative Pursuit of Clean and Affordable Energy: A Call to Action

In the face of a rapidly changing climate and a burgeoning global population, the pursuit of clean and affordable energy has become a necessity. The continued reliance on fossil fuels, the primary drivers of greenhouse gas emissions, is no longer sustainable. The environmental, social, and economic consequences of climate change demand a paradigm shift towards renewable energy sources.

The Environmental Imperative

The scientific consensus is unequivocal: human activities, primarily the burning of fossil fuels, are causing the Earth’s climate to change at an unprecedented rate. This change is manifesting in extreme weather events, rising sea levels, and disruptions to ecosystems. The consequences of climate change threaten human health, food security, and the stability of societies.

The Social Imperative

The reliance on fossil fuels has exacerbated existing social inequalities. Energy poverty, the lack of access to modern energy services, disproportionately affects the world’s poorest communities. This lack of access hinders development, limits opportunities, and perpetuates a cycle of poverty.

The Economic Imperative

The transition to clean energy is not just an environmental necessity; it also presents a significant economic opportunity. Investing in clean energy technologies creates new jobs, stimulates economic growth, and reduces reliance on volatile fossil fuel markets.

The Path to Clean and Affordable Energy

The transition to clean and affordable energy requires a concerted global effort.

Governments can incentivize the development and deployment of renewable energy technologies through policies such as renewable energy targets, subsidies, and research and development funding.

Businesses can reduce their carbon footprint by investing in renewable energy sources, improving energy efficiency, and adopting sustainable practices.

Individuals can make a difference by adopting energy-efficient practices in their homes, choosing renewable energy providers, and supporting environmentally conscious businesses.

Conclusion

The pursuit of clean and affordable energy is not just a choice; it is a necessity. It is a path towards a sustainable future, a future where we can protect the environment, ensure equitable access to energy, and foster economic prosperity. The time for action is now. Let us rise to the challenge and embrace a cleaner, more sustainable energy future.

(Neneng Hendriyani, December 8, 2023)

 

Wordwall, Kuis Keren Untuk Pembelajaran Bahasa Inggris

Hai, fellows.

Apa kabar semuanya? Lama tidak berjumpa, ya. Mohon maaf dan maklum karena saya sedang asyik belajar hal baru nih.

Oh ya pada kesempatan ini saya ingin memperkenalkan sebuah kuis yang asyik dan menyenangkan dan tentunya memudahkan bagi guru dalam memberikan evaluasi menyenangkan untuk murid-muridnya di kelas. Dengan hanya bermodalkan gadget yang terkoneksi internet, murid dapat mengakses dan mengerjakan serangkaian evaluasi terkait topik pembelajaran yang sedang dipelajari di kelas.

Sebelumnya, yuk dicoba tes atau kuis berikut ini. Tuliskan pengalamanmu dalam mengerjakannya, ya.

Selamat mencoba.

Sakit adalah Rahmat, Tips Sehat Ala Desi Anwar

 

Oleh Neneng Hendriyani

Sumber berita: goodreads.com

Untuk tetap menjaga dan merawat tubuh agar tetap sehat dan bugar maka kita perlu menanamkan mindset positif dalam otak kita. Semakin sering kita berpikir bahwa semuanya baik dan positif bagi kita maka kita akan semakin sehat dan bugar. Kita tidak akan merasakan sesuatu yang buruk terjadi kepada tubuh dan diri kita sendiri.

Begitu pula saat kita sedang sakit. Pikiran bawah sadar kita lah yang diperlukan untuk menjaga tubuh dan jiwa kita agar tetap sehat dan bugar.

Kita tidak boleh memandang penyakit yang sedang kita derita tersebut sebagai sebuah kutukan. Karena bila kita berpikir demikian maka kita akan semakin sulit untuk sembuh.

Kita harus berpikir bahwa penyakit yang sedang kita derita adalah sebuah berkah yang diberikan sang pencipta kepada kita. Lewat penyakit tersebut kita tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan diri dan tubuh kita sendiri. Kita jadi sadar bahwa apa yang selama ini kita lakukan mungkin salah. Maka itu kita perlu memperbaiki segala sesuatunya yang menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh kita.

Dampak negatif yang dialami oleh tubuh biasanya adalah gejala-gejala yang menunjukkan bahwa tubuh kurang sehat dan kurang bugar. Selain itu, bila penyebab datangnya penyakit itu berat maka dampak negatif yang diterima dan dikirimkan oleh tubuh kepada kita adalah berupa penyakit. Berat ringannya penyakit ini tergantung kepada masalah yang kita hadapi sehari-hari. Semakin berat masalah yang dihadapi maka semakin berat penyakit yang diderita. Semakin ringan yang menimpa diri dan tubuh maka semakin ringan pula penyakit yang diderita.

Anggaplah penyakit tersebut sebagai hikmah. Dengan adanya penyakit tersebut maka tubuh mengirim sinyal agar kita berhenti sejenak dari aktivitas berat yang sedang dilakukan. Kita bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Otak dan pikiran kita kembali rileks. Anggota tubuh lainnya pun kembali tenang tanpa beban. Semua organ dalam pun beristirahat. Semua sibuk memperbaiki diri dari dalam dengan nyaman dan tanpa cemas mengalami gangguan. Dengan cara ini ketika masa pemulihan selesai kita akan mendapati tubuh baru yang lebih fresh, sehat dan bugar. Sebuah tubuh yang siap diajak bekerja sama mencapai semua tujuan kita dengan kondisi yang betul-betul prima.

Kita harus mengurangi kesibukan dan merawat tubuh dengan baik. Dengan begitu tubuh akan kembali pulih, sehat, dan bugar.

Memang pada awalnya menanamkan semua ini dalam benak pikiran kita sulit luar biasa. Namun bila kita melakukannya dengan penuh kesadaran maka semua ini akan mudah diterima. Percayalah, tidak ada yang sia-sia dari semua kejadian yang dialami oleh tubuh kita, walaupun itu hanya sebuah penyakit. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Percaya, dan bertawakallah kepada Allah SWT.

Praktik Menulis Procedural Text Dengan Memasukkan P5 Dalam Bentuk Infografis

pdf_20220923_181405_0000

 

Mengajar bahasa Inggris terutama untuk procedural text sebenarnya sangat mudah sekali. Guru hanya perlu menjelaskan generic structure dari procedural text, language features yang digunakan dalam menyusun procedural teks, dan juga memberikan contoh prosedural text untuk manual, tips, resep masakan, dan lain sebagainya. Setelah itu barulah siswa dikelompokkan kira-kira 5 sampai 6 untuk mengerjakan Project yang berkaitan dengan P5 ( Project profil pengenalan pelajar Pancasila). Berikanlah tema yang berkaitan dengan P5 untuk membuat procedural text secara kelompok. Tema gaya hidup berkelanjutan adalah contoh tema yang bisa dipilih untuk mengerjakan tugas kelompok procedural text. Guru hanya perlu memberikan aturan bagaimana membuat procedural text yang baik dan benar dan memberikan instruksi yang jelas mengenai produk apa yang akan dibuat dan dari jenis bahan apa saja.

Sebagai contoh, untuk tema gaya hidup berkelanjutan siswa dapat diberikan tugas membuat produk kerajinan tangan (dekorasi ruang kelas dekorasi meja, dekorasi pintu dekorasi ruang belajar, dekorasi ruang makan, dan lain-lain) berikan batasan yang jelas kepada siswa bahwa seluruh produk kerajinan tangan tersebut dibuat dengan memanfaatkan bahan-bahan atau barang bekas yang ada di sekitarnya. Hal ini selain sebagai praktik nyata menjaga lingkungan hidup juga untuk menanamkan pengalaman berharga dan pembelajaran bermakna bahwa siswa dapat menciptakan suatu produk yang memiliki nilai seni sekaligus nilai jual yang tinggi.

Untuk mendapatkan hasil maksimal guru perlu memberikan waktu yang cukup agar siswa dapat berdiskusi dengan anggota kelompoknya, mengumpulkan bahan dan alat yang dibutuhkan, dan membuat produk yang mereka putuskan bersama dengan baik. Seluruh rangkaian pekerjaan tersebut didokumentasikan dengan baik dalam bentuk laporan tertulis. Selain itu penilaian pun bisa diambil dalam bentuk presentasi kelompok di mana siswa mempresentasikan cara membuat produk tersebut dengan menggunakan procedural text.

Presentasi kelompok tersebut dapat menggunakan infografis Mengapa harus dalam bentuk infografis? Karena procedural text lebih mudah dibuat dalam bentuk infografis. Selain itu dengan menggunakan template infografis siswa juga dapat menuangkan ide-ide kreatifnya mengenai produk yang dibuat dan dikerjakannya bersama-sama. Dengan demikian hasil yang diperoleh menjadi lebih menarik.

Membuat infografis untuk procedural text juga memungkinkan siswa untuk belajar tidak hanya bahasa Inggris saja. Namun juga mereka dapat mempraktekkan pelajaran lain seperti misalnya seni. Sehingga mereka menjadi lebih tertarik dan tertantang untuk melaksanakan dan mengerjakan tugas tersebut dengan baik.

 

 

(Bogor 27 September 2022)

BAGAIMANA MENJADI AYAH YANG MAMPU MENGEMBANGKAN KEDEKATAN DENGAN BAYINYA AGAR BISA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN EMOSIONALNYA?

Oleh Neneng Hendriyani

Menjalin kedekatan dengan seorang bayi yang baru lahir sampai ia menjadi kanak-kanak tidak hanya menjadi tugas seorang ibu tetapi juga tugas seorang ayah.

Mengapa kedekatan dengan seorang bayi perlu dilakukan oleh ayah? Hal ini dikarenakan ayah adalah figur yang tidak bisa hilang dari kehidupan awal bayi. Kehadiran ayah baik secara fisik maupun nonfisik tetap diperlukan baik dalam perkembangan kepribadiannya  maupun emosionalnya. Oleh sebab itu maka seorang ayah perlu menunjukkan perasaan dan juga memberikan perhatian kepada bayinya demi tumbung kembang sang buah hati.

Anggapan dimana perhatian dan sentuhan yang diberikan kepada bayi hanyalah tugas seorang ibu merupakan anggapan yang sudah usang pada saat ini. Untuk memberikan kesan positif sekaligus mengembangkan kemampuan emosional bayi yang baik maka ayah perlu membuka dirinya dan menunjukkan perasaannya kepada sang bayi melalui sentuhan.

Dilansir dari bidan_sahabatku ada 4 titik utama pada tubuh bayi yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari sang ayah dalam rangka membangun kedekatan dan mengembangkan kepribadiannya. Keempat titik utama tersebut adalah ubun-ubun, dahi punggung tangan, dan kedua pipi bayi.

Seorang ayah dapat menunjukkan rasa cinta dan bangganya dengan sering mengecup ubun-ubun kepala bayi. Mengapa bagian ini menjadi penting untuk disentuh dan dicium oleh ayah alasannya sangat sederhana yaitu untuk menunjukkan bahwa ayah sangat peduli kepada perkembangan bayinya terutama dalam mengembangkan kemampuan menentukan keputusan mengenai baik dan benar dalam perjalanan hidup bayi hingga ia menjadi dewasa.

Titik berikutnya yang dapat disentuh ayah pada bayinya adalah dahi bayi. Bagian ini perlu mendapatkan perhatian dengan cara dikecup mesra. Perasaan sayang, perasaan diperhatikan, sekaligus perasaan dikagumi dapat dirasakan oleh sang bayi secara langsung ketika sang ayah mencium dahinya.

Bayi pada dasarnya sudah mengetahui orang-orang yang benar-benar menyayanginya dari sentuhan yang ia terima pada bagian tubuhnya. Oleh karena itu ia pasti memberikan respon terhadap sentuhan yang diberikan oleh ayahnya tersebut dengan mengerjap-ngerjapkan matanya atau tersenyum sumringah saat disentuh atau dicium.

Titik ketiga pada tubuh bayi yang perlu mendapatkan sentuhan dari ayah adalah punggung tangan bayi. Bagian ini adalah bagian yang menunjukkan bahwa ayah menghargai apa yang dilakukan sang bayi. Ia bangga dengan pencapaian keterampilan motorik bayinya.

Titik terakhir yang perlu mendapatkan perhatian khusus lainnya dari ayah adalah kedua pipi bayi. Kedua pipi bayi menunjukkan rasa sayang dan bangga kepada sang bayi.

Apabila Ayah senantiasa menyentuh keempat titik pada tubuh bayi seperti yang diuraikan di atas maka bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang halus, lembut, penuh kasih sayang, dan mampu memiliki rasa empati kepada orang lain di sekitarnya. Dengan kata lain, kemampuan emosionalnya berkembang baik seiring kemampuan motoriknya.

Sebab itu, marilah para ayah rajin-rajinlah menyentuh keempat titik istimewa pada bayi anda.***

WOW, TERNYATA IBU BISA MEWARISKAN LUKA BATINNYA KE ANAKNYA

Oleh Neneng Hendriyani

Siapa bilang trauma, depresi, luka batin hanyalah milik kita pribadi dan tidak memengaruhi hubungan antara kita dengan anggota keluarga?

Orang tua yang kini menjadi orang tua kita dahulunya adalah anak yang juga diasuh, dididik oleh orang tuanya. Pola asuh yang dialaminya ini tanpa disadari memengaruhi pola asuh yang diterapkannya kepada anak-anaknya sekarang. Di antara pola asuh itu ada yang diterimanya dengan perasaan positif dan tidak sedikit menimbulkan perasaan negatif pada dirinya. Seluruh pengalaman baik dan buruk yang dijalaninya selama pola asuh itu memengaruhi karakter dirinya. Karakter inilah yang kemudian tanpa sadar ikut memengaruhi pola asuh yang diterapkannya kepada anak-anaknya, yaitu kita.

Ada beberapa ciri di mana anak mendapatkan warisan luka batin dari sang ibu. Yuk, kita cek apakah kita memilikinya dengan menyimak ulasan berikut ini.

Pertama, apabila kita hanya memiliki ibu yang hanya hadir secara fisik dan tidak secara emosional maka sudah pasti kita mendapatkan warisan luka batin sang ibu.

Kedua, umumnya ketika seorang anak terluka, kecewa, atau sedih ia akan mencari sosok yang bisa memberikannya rasa aman dan tenang. Sosok ini biasanya adalah ibunya sendiri. Namun, ketika kita ternyata tidak merasa aman, nyaman, dan tenang berbicara tentang masalah kita kepada ibu kita maka itu tanda atau ciri bahwa kita tidak memiliki ibu secara emosional.

Ibu tidak hadir di saat-saat kita terpuruk, sedih, dan kecewa. Bisa jadi ia sendiri sedang sibuk mengelola batinnya akibat luka yang diterima saat ia kecil dahulu.

Ciri berikutnya adalah kita merasa kurang diapresiasi oleh ibu atas semua prestasi yang kita peroleh. Akibatnya kita menjadi mudah marah, urign-uringan, dan cenderung perfeksionis. Hal ini karena kita berusaha mendapatkan pengakuan, validasi, dan perhatian darinya. Kita berpikir bila kita sempurna maka ibu akan menyayangi dan mengapresiasi kita.

Keempat, normalnya seorang anak akan merasa senang bila berada di dekat sang ibu. Ini bisa dipahami mengingat sebuas-buasnya induk hewan buas ia tidak akan pernah memakan anaknya sendiri. Sayangnya, bagi anak yang memiliki ibu penderita luka batin justeru merasa cemas dan takut bila berdekatan secara fisik dengan sang ibu.

Ciri kelima adalah apabila kita memiliki ibu yang to the point mengatakan bahwa kita harus menanggungnya secara emosional dan finansial. Mungkin pada awalnya kita menganggap bahwa apa yang dikatakannya adalah candaan. Namun, karena seringnya ia mengatakan hal demikian terutama saat emosi maka itu adalah ciri bahwa sang ibu memiliki luka batin serius.

Akibat dari warisan luka batin sang ibu pada umumnya kita sebagai anak tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa rendah diri, kurang layak, kurang kesadaran emosional, tidak mampu menenangkan diri sendiri, merasa tidak mungkin menjangkau relasi yang hangat dan penuh cinta, serta memiliki kesulitan mempercayai orang lain.

Apabila kita memiliki semua atau sebagian dari ciri-ciri di atas mari kita menyembuhkandiri dari warisan luka batin sang ibu yang kita terima. Caranya dengan berusaha sungguh-sungguh menjadi orang tua bagi diri sendiri. Hal ini bisa kita tempuh dengan memanjakan diri kita sendiri dengan keinginan yang kita miliki saat kita masih kecil. Misalnya, membeli hadiah berupa buku, novel, atau sekadar  menonton di bioskop.

Kita memang dihadapkan pada pilihan yang rumit dan sulit. Menyelesaikan masalah dan luka batin ini sebenarnya menjadi tanggung jawab kita sendiri agar kita tidak ikut pula mewariskannya kepada anak-anak kita. Oleh karena itu, solusinya ada di tangan kita apakah kita ingin lari dari kenyataan bahwa kita tidak memiliki ibu secara utuh baik fisik maupun emosional, ataukah menghadapinya dengan berani mengatakan bahwa kita punya ibu namun ibu tidak hadir bersama kita.

Cara berikutnya yaitu dengan menemui psikolog yang bisa membantu kita meluapkan emosi negatif. Hal ini bisa kita tempuh bila ibu sudah tiada atau sulit ditemui.

Cara lainnya yang bisa ditempuh adalah dengan berusaha empati terhadap luka batin yang dihadapi sang ibu. Memaafkan dirinya dapat menenangkan diri juga.

Nah, apabila semua cara di atas sudah dilakukan namun masih juga merasa cemas dan takut maka sebaiknya menghindar demi tetap menjadi pribadi yang waras. Karena akan sangat sulit  berinteraksi dengan ibu yang toxic dan abusive. Percayalah bahwa di luar sana masih banyak orang yang bisa menjadi ibu bagi kita; mau mendengarkan dan memberikan kita solusi dari masalah yang kita hadapi.

Nah, apakah anda termasuk salah satu anak yang mendapatkan warisan luka batin dari ibu? Semoga setelah membaca ulasan di atas anda dapat mengatasinya dengan baik. Selamat mencoba.***