Sekotak Karya Untuk Negeri

Alhamdulillah, dapat kembali berkiprah di bidang yang paling kuminati, tepat di akhir masa penantian sebelum dilantik menjadi pendamping sekolah alias pengawas, sungguh membahagiakan. Ini adalah sumbangsih pemikiran yang bisa kuberikan untuk tanah air tercinta.
Semoga karya-karya sederhana dalam bentuk buku cetak maupun buku elektronik ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Waskitaningtyas, K., dan Heny Marwati. Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi). Ilustrasi oleh Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024. PDF. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/8987.

Juhri Al Banjary, Darmawati Paruki, Isbedy Stiawan ZS, Kumala Dewi Rimu, Neneng Hendriyani, et al. Jejak Seni dan Dakwah dalam Langkah Sang Pendiri AG. H. Abdurrahman Ambo Delle: Antologi Puisi. Disunting oleh Tri Astoto Kodarie. Sleman: Interlude, 2024. https://penerbitinterlude.id/2024/11/19/jejak-seni-dan-dakwah-dalam-langkah-sang-pendiri-ag-h-abdurrahman-ambo-delle/.

Hendriyani, Neneng, dan Adim Goekid, ed. Implementasi Prinsip Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Administrasi Sarana dan Prasarana [sumber elektronis]. Seri Administrasi Sarana dan Prasarana. Jakarta Timur: PT Duta Pustaka Indonesia, 2024. PDF. https://www.dutapustakaindonesia.com/product/efisiensi-dan-keberlanjutan/.

Aulia, Fadillah Tri, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan, K. Waskitaningtyas, dan Heny Marwati. Bahasa Indonesia. Ilustrasi oleh Khairin Nisa, R. Habibullah Ahmad, Ramdhan Hafidin, dan Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Muhammad Kodim dan Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-374-3.

———. Bahasa Indonesia [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-376-7. Diakses 15 Mei 2025. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/4727.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap) [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-375-0.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap). Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-373-6.

Hendriyani, Neneng. English for Future. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-347-3.

———. English for Future (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-346-6.

Ardianti, Dina, dan Neneng Hendriyani. Mahir Berbahasa Indonesia. Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-308-4.

———. Mahir Berbahasa Indonesia (edisi lengkap). Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-307-7.

Hendriyani, Neneng. Let’s Learn English for Life: English Textbook. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-296-4.

———. Let’s Learn English for Life: English Textbook (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-295-7.

Kridalaksana, I Made. Si Hijau: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-47-6.

Nuraini. Magrib di Ujung Kota: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-46-9.

Nuraeni. Jangan Menyerah: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-45-2.

Hendriyani, Neneng, ed. Writing Descriptive Text Using Sensory Words and Mind Mapping. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Pendampingan Berkelanjutan Sukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Sukses Pembelajaran Guru dengan Aplikasi Beesmart V 3.0: Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Nuraini et al. Kisah-kisah Motivasi Penyemangat Hidup. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Tirabidah. Sugesti dan Model Pembelajaran PBL dalam Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Teks Deskriptif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Rahayuningsih, Taty. Catatan Harian Seorang Pengawas. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suharno. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 3. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 2. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 1. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Panduan Membuat Materi Belajar Bahasa Inggris dengan Aplikasi Noncoding Geyser. Disunting oleh A. Mellyora. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. IPA dalam Puisi Toge: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. Matahari di Ujung Sumatera. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Felicia, Iing, dkk. Cerita Kita di Batas Kota. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Jafar, Sri Wahyuni, dkk. Tanah Kelahiranku: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Supriatni, Euis Ani. Bias Asa Kerinduan EAS: Puisi Dwi Bahasa. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Alawiyah, Tuti. Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Wirawan, I Kadek Widya, dkk. Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Mukmini, Sri, dkk. Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM: Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Dorand, Pietra, dkk. English Text Materials and Their Exercises: Narrative, Recount, Procedure and Report. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Lentera untuk Negeri: Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suwarso, Iso, dkk. Warna Warni PJJ Tanah Air: Antologi Pembelajaran Jarak Jauh. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Di Sepanjang Rel Kereta. Bogor: CV Kreatif Publishing, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Senyumnya Wanita: Kumpulan Catatan Kecilku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan yang Efektif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Alfitriyani, Nia, Indarini Dwi Pursitasari, dan Surti Kurniasih. Bioteknologi Berbasis Socioscientific Issues (SSI) untuk SMP/MTs. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng dan Sri Hartati Mulya. Kumpulan Soal Ulhar, UTS, UAS Bahasa Inggris Kelas XI SMA. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja [Sumber Elektronis]: Konsep dan Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja di Sekolah. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021. PDF.

Hendriyani, Neneng, dkk. 52 Kisah Dongeng Fabel Menginspirasi Buah Hati. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: CV Situseni, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Bukan Senyum Terakhir [sumber elektronis]. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020. PDF.

Komara, Kokom, dkk. Fajar di Penghujung Tahun: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Tiraswati, Dina Martha, Meita Tjumiatini, dan Deri Yustin Wulandari. Terpaut Rindu di Takamatsu. Disunting oleh Neneng Hendriyani. [Tanpa tempat terbit]: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng. Smafour in Students English Writing: Mendongkrak Motivasi dan Kemampuan Siswa Menulis Berbagai Teks Bahasa Inggris. Disunting oleh Cecep S. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

The Students of XI MIPA 8. The History of Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng, dkk. Untuk Anakku. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: Yayasan Guneman, 2019.

The Students of X MIPA 3 SMAN 4 Cibinong. Our Beloved Teachers in Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X IPA 2. Smafour Teachers Biographies. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 7 SMAN 4 Cibinong. Exculs in SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 2 SMAN 4 Cibinong. The Compulsory Rules of SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPS 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Characters Building through Good Habits Every Day. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 4 SMAN 4 Cibinong. Smafour in Events. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Our Beautiful Memories on Holiday. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Daerah Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Entrepreneurships. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Ujang Lukman. Pengawas Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Taty Rahayuningsih. Di Bawah Langit Pattaya. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fitriani, Khoirunisa. Sticky Note. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Hendriyani, Neneng. Albatros. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fahri. Bayang-Bayang Sang Guru. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Queen Mard. Be Hidden (Saat Cinta Menjadi Dilema). Disunting oleh Muhamad Budi Wahyu dan Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Yamini, Sri, et al. Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Enrichment Book for XI SMK Based on Curriculum 2013 Revision. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Mulyana, Yuliati. Fun Science: Bahan Ajar IPA SMP. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.
Jilid 1: ISBN 978-602-52072-4-2
Jilid 2: ISBN 978-602-52072-5-9
Jilid 3: ISBN 978-602-52072-6-6
Tanpa jilid: ISBN 978-602-52072-3-5

Irawan, Mamat. Hati yang Berbisik: Kumpulan Sajak. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. How Do Texts Work?: Social Function, Generic Structure and Language Features. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Janji Firly. Bogor: CV Situseni, 2017.

Sugiastuti, Sri, dan Neneng Hendriyani. Let’s Learn English Together. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1819. Our Best Friends in X Multimedia 1819. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1 SMKN 1 Cibinong. Our Field Trip Stories. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Komara, Kokom. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Sekolah Dasar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Perlukah Kita Jujur? Disunting oleh Boedy Why. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. Practical Guide to Develop HOTS in Language Learning and Assessment: Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Pratama, Galih Cahya. Sahabat Mirip Arwana. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Hendriyani, Neneng. Setangkup Rindu dari Masa Lalu. Bogor: CV Situseni, 2017.

Maluku Belajar. Syair yang Berbisik: Antologi Puisi Guru Pembelajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Disunting oleh Khoen Eka Anthy. Yogyakarta: CV Pustaka Mediaguru, 2017.

Andriany, Reny. 30 HBC: Kisahku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Antara Dusta, Kecewa, dan Maaf: Refleksi Menuju Idul Fitri

Oleh: Neneng Hendriyani

 

Sebagai manusia biasa, kita tak pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan. Ada kalanya kita berbuat salah dan khilaf sehingga menyakiti sesama, dan ada kalanya kita yang disakiti, baik sengaja maupun tidak sengaja. Rasa sakit dan kecewa akibat terjadinya kesalahan dan kekhilafan sering kali meninggalkan bekas yang bertahan lama; bisa satu hari, satu bulan, satu tahun, bahkan satu windu. Bekas ini muncul begitu saja tanpa basa basi sebagai tanda bahwa kita makhluk fana yang memiliki rasa dan ego. Ketika rasa dan ego bertabrakan dengan kondisi riil, tentu tak mudah bagi kita mengelak dan meniadakan rasa sakit dan kecewa yang timbul dari kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Menjelang Idulfitri, kita kembali dihadapkan pada momentum suci yang bukan hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga ajang refleksi diri, introspeksi, dan rekonsiliasi dengan sesama. Memaknai Idulfitri sebagai hari kemenangan atas perang terhadap nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan membantu kita menengok lebih dalam kondisi rasa dan ego yang kita miliki. Kita tidak hanya perlu memikirkan kembali kesalahan dan kekhilafan yang telah kita lakukan terhadap sesama, namun juga terhadap diri sendiri. Berapa banyak akibat yang terjadi dari kesalahan dan kekhilafan tersebut memengaruhi kualitas kehidupan sosial kita? Berapa banyak tindakan menarik diri yang telah kita lakukan akibat kecewa menahun yang tersimpan dalam hati kita selama ini? Berapa banyak rasa kasih terhadap sesama hilang dari jiwa? Berapa banyak kita terluka? Semua pertanyaan ini bisa menjadi alasan untuk menemukan kembali makna sesungguhnya dari Idulfitri sebagai hari kemenangan terhadap nafsu melalui refleksi yang jujur.

Rerata penyebab kecewa yang muncul akibat kesalahan dan kekhilafan ditimbulkan oleh dusta. Menurut ajaran Islam, dusta adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Allah SWT telah memperingatkan dampak buruk dusta dalam Q.S. An-Nahl: 105:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” Sekecil apapun dusta yang dilakukan tetap saja mampu menimbulkan hilangnya kepercayaan dan keharmonisan dalam ruang sosial interaksi kita dengan sesama baik dalam keluarga, persahabatan, maupun masyarakat.

Dalam konteks refleksi menuju Idulfitri, mari kita renungkan kembali sejauh mana kejujuran telah menjadi bagian dari diri kita. Apakah kita pernah berdusta demi keuntungan pribadi, baik secara finansial maupun lainnya? Ataukah kita telah berlaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari? Jika iya, mari kita bersihkan hati dari sifat dusta dan menggantinya dengan keterbukaan serta kejujuran.

Dari dusta yang telah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja, sekecil apa pun pastilah menimbulkan kekecewaan. Nah, kekecewaan ini  bisa menjadi pintu masuk bagi hadirnya amarah dan kebencian. Meskipun kekecewaan tidak selalu berdampak negatif karena nyatanya kekecewaan dapat menjadi pelajaran berharga yang menguatkan jiwa, kita tetap didorong untuk mengolahnya dengan bijak. Islam mengajarkan kita untuk menerima bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita telah dinasihati oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya: “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani). Jadi, walaupun kita merasa kecewa bukan berarti kita boleh marah dan benci. Untuk itulah, menjelang Idulfitri ini mari kita ingat kembali pernahkah kita membuat orang lain marah? Jika ya, jangan ragu untuk meminta maaf dengan tulus.

Sejatinya kata maaf menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ungkapan permintaan ampun atau penyesalan, yang mampu membawa pembebasan seseorang dari hukuman karena suatu kesalahan. Dengan kata maaf, kita telah mengakui kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan. Dengan kata maaf, kita telah membebaskan diri kita dan orang yang kita sakiti dari rasa kecewa dan luka. Dengan kata maaf, kita melakukan rekonsiliasi terhadap diri sendiri dan orang lain. Dalam Islam, memaafkan dipandang sebagai amalan yang sangat mulia. Allah SWT dalam Q.S. An-Nur: 22 berfirman: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22).

Memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan dan kebesaran hati. Mengapa demikian? Karena orang-orang yang memaafkan telah melewati banyak sekali perasaan tidak nyaman ketika disakiti, dan dikecewakan. Tak mudah bagi mereka yang disakiti dan dikecewakan memaafkan pelakunya. Rasa ingin membalas perbuatan tersebut sedikit banyak pasti muncul di dalam dirinya, namun mereka meredamnya sedemikian rupa agar tidak dilaksanakan karena tahu bahwa membalas perbuatan salah dan khilaf bukanlah solusi terbaik. Perbuatan tersebut justeru akan membawanya pada rasa sakit yang lebih dalam. Maka, memaafkan dan melepaskan rasa sakit menjadi pilihan yang paling bijak baginya. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki pribadi yang baik, dewasa, dan berjiwa ksatria. Dengan memaafkan, mereka telah membuka pintu ketenangan jiwa untuk dirinya sendiri dan juga pelakunya. Dengan tindakan tersebut mereka membebaskan pelaku dari rasa bersalah dan membebaskan dirinya dari dendam dan kecewa yang memberatkan hati.

Untuk itulah, menjelang Idulfitri mari kita berefleksi bersama merenungkan perbuatan kita selama ini. Mari memperbaiki kesalahan yang ada dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Mari kita jadikan momen Idulfitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri sendiri agar lebih baik, lebih jujur, lebih ikhlas, dan lebih pemaaf baik kepada diri sendiri maupun sesama. Pada akhirnya, kita semua akan meraih pembebasan dan kedamaian jiwa yang hanya bisa diperoleh dari jiwa yang merdeka dari praktik dusta, kecewa, dan dendam.

(Bogor, 30 Maret 2025, 07:44 WIB)

Ditulis ulang dari karyaku yang telah diterbitkan di kolom KAJI BERITADISDIK https://beritadisdik.com/news/kaji/antara-dusta–kecewa–dan-maaf–refleksi-menuju-idulfitri 

 

 

Antara Bijih Emas dan Kamu

Oleh Neneng Hendriyani

Ada banyak hal yang belum dan mungkin tidak dipahami oleh banyak orang termasuk penulis. Mereka ingin karyanya langsung terbit dengan cepat, mudah, dan sesuai harapan dalam waktu singkat. Ibarat emas mereka ingin langsung berkilau tanpa mau menjalani setiap prosesnya.

Emas yang berbentuk indah dan menghiasi pergelangan tangan, leher, dan beragam aksesoris lainnya berasal dari sebuah tambang yang kotor dan dekil. Mereka diangkut dari sana dengan berbagai cara dan upaya yang tak kenal letih dan juga jumlah waktu yang dihabiskan.

Laki-laki perkasa yang sudah mengambilnya dengan mengorbankan keselamatan dirinya adalah pelaku utama yang membuat bijih emas itu bisa sampai di permukaan tanah. Dengan menggunakan teknik dan cairan kimia dia dilebur dan dipisahkan dari material lain yang terkandung di dalamnya.

Setelah melewati tahap pertama itu barulah bijih emas itu dilebur dan dibentuk sesuai pesanan. Ada yang 24, 21, dan 18 karat. Jelas sekali semakin rendah karatnya semakin rendah pula kualitas bahan emasnya. Pun sebaliknya.

Emas yang telah dibentuk itu lalu dihias dengan sedikit berlian, mutiara, atau Swarovski untuk menambah kilau keindahannya. Baru lah dia siap dipasarkan.

Semakin indah dan unik desainnya harganya pun semakin mahal. Semakin umum dan biasa rancangannya maka rendah pula harga jualnya. Ini adalah hukum alam yang tidak bisa diubah.

Begitulah emas sampai ke para pemakainya.

Sampai sini pernahkah kita berpikir bahwa karya kita laksana bijih emas? Dia akan bersinar dan mahal ketika kita telah melewati serangkaian tahap yang tidak enak dan menjemukan persis ketika bijih emas diangkut dari tambang dan diolah oleh para pengrajin. Apakah hasilnya akan sama antara emas muda yang memiliki karat rendah dengan emas mulia yang berkarat tinggi? Tentu tidak!

Penulis baru yang baru saja menulis kerapkali merasa tinggi hati dan terlalu percaya diri. Tanpa melihat kanan kiri, depan belakang, langsung mengirimkan naskahnya ke penerbit dengan kecongkakan yang membuat langit pun seketika mendung. Dia tak pernah berpikir apakah karyanya layak diterbitkan. Bahkan dia tak pernah berpikir apakah orang (pembaca) memahami isi karyanya dengan baik. Yang dia tahu, dia menulis, mengirim, dan harus diterbitkan dalam waktu secepatnya. Persis cerita fantasi Cinderella.

Dia tak pernah memikirkan naskahnya laksana produk yang belum melewati QC (quality control). Ada sisa benang yang harus dipotong dan dirapikan. Ini jelas memakan waktu yang tidak sedikit.

Carut marutnya naskah yang dikirim seringkali membuat editor terpaksa menenggak berpuluh-puluh obat sakit kepala saking naskahnya tidak masuk akal dan sulit dipahami. Penggunaan kalimat sederhana, majemuk bertingkat, tanda baca dan lain sebagainya jelas bukan perkara sepele dalam hal ini. Perlu kecermatan, kesabaran, dan dedikasi untuk merapikannya.

Namun bagaimana bila di sela-sela pelaksanaannya penulis justru menginterupsi dengan banyak hal yang remeh temeh? Merasa jumawa padahal naskah banyak yang kena unsur plagiat. Di sini haruskah bijih emas langsung menjadi emas batangan atau perhiasan?

Kita tidak sedang berbicara tentang pandai emas apalagi penambang liar. Kita sedang bicara tentang analogi dari sebuah proses kreatif.

Di setiap karya yang indah selalu ada tangan-tangan terampil yang penuh keikhlasan, keuletan, dan kesabaran memprosesnya agar bisa tampil seperti yang diharapkan.

Jadi, sebagai seorang teman, editor, dan juga penulis aku hanya ingin menyarankan satu hal. Pikirkanlah bila kamu berada di posisi si penambang atau pandai emas tersebut! Apakah kamu tahan dengan panasnya matahari yang membakar kulitmu saat mengayak pasir demi sebutir bijih emas? Apakah kamu tahan dengan haus dan lapar yang mendera saat tubuhmu basah bermandi lumpur dan mercury? Apakah kamu masih bisa bertahan ketika mata dan jari jemarimu ikut panas saat mulai melebur bijih itu dan membentuknya sesuai keinginan pemesannya? Apakah kamu sanggup melihat perhiasan yang kamu hasilkan lalu diakui sebagai karya orang lain tanpa menengok ke belakang? Bila tidak bisa, cukup diam dan bersabarlah. Tunggu hingga pandai emas itu mengabarimu berita gembira.

(Bogor, 28 Februari 2021;12.33 WIB)

Mengenal Indie Publishing

Oleh Neneng Hendriyani

Buku yang sering bapak dan ibu gunakan di sekolah adalah hasil panjang dari sebuah proses.

Umumnya penulis membutuhkan waktu 1 bulan – 1 tahun untuk menulis 1 buku sebelum menyerahkan ke pihak penerbit.

Penerbit bertugas menerbitkan naskah buku yang diserahkan penulis.

Ada dua macam penerbit. Penerbit mayor dan indie publishing. Penerbit mayor adalah penerbit yang mencetak naskah penulis dengan cara membeli naskah tersebut untuk jangka waktu tertentu. Umumnya lima tahun. Penulis tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mencetak naskahnya di penerbit ini. Penerbit justeru memberikan royalti (bagi hasil) kepada penulis. Umumnya bagi hasil yang diberikan sebesar 5-10% per eksemplar.

Sementara itu indie publishing tidak membeli naskah penulis. Penulislah yang mengirimkan dan meminta indie publishing untuk mencetak naskahnya. Baik penerbit mayor maupun indie publishing sama-sama mencetak naskah dan mengurus ISBN untuk buku yang diterbitkannya.

Yang membedakannya hanya pada letak marketingnya saja. Di indie publishing, penulis lah yang menjual bukunya secara langsung kepada masyarakat. Tidak ada bagi hasil atau royalti penjualan. Namun demikian, laba yang diperoleh penulis umumnya lebih besar daripada yang diperoleh apabila naskah diterbitkan di penerbit mayor.

Mengapa demikian? Hal ini karena penulis bebas menentukan harga jual. Dia tidak perlu memikirkan memberi laba kepada pihak penerbit.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah apabila ingin mencetak naskah buku di indie publishing penulis harus menyiapkan sejumlah uang untuk mengurus beberapa hal sebagai berikut. Yaitu, ISBN, lay out, editing, desain cover, cetak cover, dan cetak isi. Selain itu penulis pun harus membangun brand dan jejaring marketing sendiri.

Lalu keuntungannya selain bisa menjual semau penulis adalah penulis bebas memilih desain cover. Biasanya pihak indie publishing memberikan minimal dua pilihan cover. Penulis memilih yang paling disukainya. Selain itu apa pun genre tulisan dan kualitas tulisan tidak mempengaruhi keputusan pihak penerbit. Karena di indie publishing semua naskah bisa diterbitkan. Tidak ada kata penolakan seperti di penerbit mayor.

Nah, kalau Bapak dan Ibu mau mencetak naskah buku di penerbit mayor Bapak dan Ibu harus melakukan sejumlah langkah yang lumayan bikin kepala pusing. Pertama, analisis pasar. Pelajari jenis tulisan (genre) Yang sedang booming. Tulislah tentang genre yang booming tersebut. Kedua, pastikan naskah yang ditulis sudah sesuai dengan visi misi pihak penerbit. Jangan sampai salah kirim naskah. Ketiga, pelajari gaya selingkung penerbit. Sebagus apa pun naskah yang dimiliki bila tidak memenuhi gaya selingkung penerbit maka dipastikan naskah tersebut tidak layak cetak. Tidak layak cetak berarti tidak layak terbit. Keempat, pastikan tulisan Bapak dan Ibu sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bila tidak, maka mimpi menerbitkan buku di penerbit mayor bisa kandas. Kelima, perbanyak kesabaran. Biasanya waktu menunggu keputusan editor mengenai layak tidaknya, diterima tidaknya naskah Bapak dan Ibu bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Nah, sudah ada gambaran mau menerbitkan buku di mana?

(Bogor, 9 Januari 2021)
(#9Januari_AISEIWritingChallenge)