Selaksa Rindu di Cangkir Senja

Oleh Neneng Hendriyani

    Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat

    Lintingan daun teh menari di secangkir tanah liat

    Menggeliat, meronta, mencumbu mesra

    Menguar pekat memeluk renta

    Linting demi linting berubah warna

    Menyesap sepi di antara rongga

    Nyanyikan kidung tak bernama

    Sejauh netra memandang kelam

    Lintingan daun teh kian memucat

    Diseduh luruh dalam cinta

    Mengayun lirih di dasar cangkir tua

    Jauh di kaki senja dalam imajinasiku yang buta

    Ya! inilah lintingan teh terakhir kita

    Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat

    Menggeliat, meronta, mencumbu mesra

    Menyulam pusaran menguar pekat peluk jiwa

    Hingga sisa satu kata: kau aku kita!

    (Bogor, 13 Mei 2025)

    Sepekan 1 Buku: Gerakan Membaca yang Bukan Sekadar Wacana!

    Halo, sahabat literasi!
    Pernah nggak sih kamu berpikir: kenapa membaca itu penting, sih? Jawabannya mungkin klise, tapi tetap benar: karena membaca membuka dunia. Dengan membaca, kita dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan pemahaman mengenai banyak hal tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    Sejak 2024 Perpustakaan Nasional RI mengajak kita semua—khususnya siswa SMP dan SMA sederajat—untuk membiasakan diri membaca dan menulis dengan cara yang seru dan menantang. Namanya: Program Sepekan 1 Buku.

    🌟 Apa Itu Program Sepekan 1 Buku?

    Ini adalah program kampanye nasional yang menantang siswa membaca 1 buku dalam waktu 1 minggu, lalu membuat resensi (ulasan) berupa tulisan atau video. Resensi tersebut bisa diunggah ke media sosial dan website resmi Gerakan Indonesia Membaca.

    Jadi, ini bukan hanya tentang membaca saja, tapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis, berbicara, bahkan berkompetisi!

    🎯 Tujuan Program

    Program ini punya misi besar:

    1. Menumbuhkan kesadaran literasi di kalangan siswa.
    2. Membiasakan membaca secara rutin dan menyenangkan.
    3. Meningkatkan keterampilan meresensi dan menyampaikan opini.
    4. Mendorong pemanfaatan bahan bacaan berkualitas dari berbagai sumber.
    5. Membangun ekosistem berbagi buku dan diskusi literasi.
    6. Mengubah literasi jadi hal yang kekinian, partisipatif, dan bikin nagih!

    👥 Siapa yang Bisa Ikut?

    Ada dua kelompok:

    • Peserta: siswa SMP/MTS dan SMA/SMK/MA sederajat.
    • Fasilitator: guru, pustakawan, tim literasi sekolah, staf perpustakaan dan dinas pendidikan.

    Para fasilitator ini bertugas mendampingi siswa, memverifikasi jurnal membaca, dan memotivasi mereka ikut lomba resensi.

    Untuk membiasakan diri membaca dan menulis dalam waktu 1 pekan, tahap yang dilakukan adalah sebagai berikut:

    • Siswa membaca buku selama 1 minggu (15 menit/hari)
    • Catat di jurnal harian membaca
    • Buat resensi tulisan/video
    • Unggah ke indonesiamembaca.perpusnas.go.id
    • Sebarkan di media sosial!

    Untuk membuat Resensi Buku kamu dapat memilih salah satu format berikut:

    A. Tulisan

    Strukturnya:

    1. Identitas buku (tuliskan dengan lengkap judul buku, penulis, editor, penerbit,  jumlah halaman buku, tahun terbit)
    2. Pendahuluan
    3. Sinopsis
    4. Analisis
    5. Evaluasi
    6. Penutup

    Gunakan gaya bahasa deskriptif, objektif, dan boleh disisipkan kutipan. Resensi harus orisinal, bukan copy-paste ya!

    B. Video

    Strukturnya sama, tapi ditampilkan dalam bentuk visual. Pastikan:

    • Ada wajah kamu
    • Menampilkan buku yang diulas
    • Durasi 2–7 menit (tergantung jenjang)
    • Unggah ke medsos dengan tagar #Sepekan1Buku #GerakanIndonesiaMembaca

    Secara umum ada penilaian yang dilakukan oleh penyelenggara dalam hal ini Perpusnas RI terkait resensi yang telah diunggah di Gerakan Indonesia Membaca. Kategori yang dinilai antara lain tulisan populer, tulisan terbaik, video populer, video terbaik, peserta teraktif, dan sekolah teraktif.

    Penilaian berdasarkan: pembahasan buku (40%), kebahasaan (20%), dan kreativitas (40%)

    📱 Promosi di Media Sosial

    Program ini juga aktif di medsos. Kamu bisa:

    • Posting di Instagram, TikTok, atau YouTube
    • Gunakan template instastory dari akun @gemarmembaca.id
    • Sertakan tagar resmi
    • Ikuti tantangan dan kuis

    Promosi yang konsisten dan kreatif bisa bantu sekolah kamu jadi Sekolah Teraktif!

    📚 Akses Buku Gratis? Bisa Banget!

    Siswa bisa membaca buku dari mana saja:

    • Perpustakaan sekolah/daerah
    • Layanan digital seperti:

    Pastikan bukunya sesuai jenjang dan memiliki minimal 49 halaman.

    📍 Kesimpulan

    Program Sepekan 1 Buku bukan sekadar kampanye, tapi sebuah gerakan literasi nasional yang konkret, inklusif, dan bisa dijalankan langsung di sekolah. Melalui kebiasaan membaca dan menulis, siswa bukan cuma jadi pembelajar yang cerdas, tapi juga warga literat yang siap menghadapi dunia masa depan.

    📢 Jadi, tunggu apa lagi?
    Yuk, ajak teman-teman, guru, dan pustakawan untuk ikut meramaikan Gerakan Indonesia Membaca lewat Sepekan 1 Buku. Karena membaca bukan sekadar kegiatan, tapi kebiasaan yang membentuk peradaban.

    📬 Info lengkap: indonesiamembaca.perpusnas.go.id

    Undangan Jambore Sastra Asia Tenggara 2024

    Undangan Jambore Sastra Asia Tenggara 2024 lagi-lagi digelar di Kota Banyuwangi. Ini kali kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Blambangan akan dimulai pada tanggal 24 – 26 Oktober 2024. Pesertanya berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

    Dilansir dari lampiran surat undangan JSAT 2024 Nomor : 235/DKB/VIII/2024 tanggal 31 Agustus 2024 , berikut ini adalah nama para penyair empat negara yang berhasil lolos kurasi dan berhak menghadiri puncak acara Jambore Sastra Asia Tenggara 2024:

    1. Abd. Sarno Arbara (Magetan Jatim)- Rindu Tanah, Batu dan Airmu
    2. Abdillah Danny (Mojokerto)- Muhriyono
    3. Abdul Halim (Kab Bangkalan)- Cinta Segi Empat Kaldera
    4. Achmad Nadzir (Banyuwangi)- Dalam Kekapan Belerang Purba
    5. Adziah Abd Aziz (Perak Malaysia)- Ijen Purba: Tanah, Air dan Batu
    6. Aguk Wahyu Nuryadi (Banyuwangi)- Banyu 7 Sumber
    7. Agus Takariyanto (Banyuwangi)- Membaca Batu – Mengigau Batu
    8. Agus Widiey (Yogyakarta)- Di Puncak Ijen
    9. Ahmad Zuawii (Melaka, Malaysia)- Orang Kecil di Kaki Ijen
    10. Akmal Rahman Hanif (Banyuwangi)- Anatomi Tubuh Purba
    11. Ali Satriefendi (Bekasi)- Ijen, Lewat Tengah Malam
    12. Alif Firdaus Rosyidin (Banyuwangi)- Rinonce Kaldera Ijen Purba
    13. Alif Raung Fidaus (Bondowoso)- Apa Kabar Ijen?
    14. Alina Sukesi (Madiun)- Ijen Purba
    15. Ameliyah Shafa (Sumenep)- Di Sela Kabut Purba
    16. Aminatul Hasanah (Sumenep)- Indahnya Menyelimuti Kata
    17. Aminuddin S Gadi (Sumba, Nusa Tenggara Timur)- Ziarah Rindu di Tanah Gandrung
    18. Ananda Fairus D.L (Jember)- Sebongkah Tawa Ijen Mengiringi Seranting
      Nyawa
    19. Anindyabarata (Yogyakarta)- Ijen Purba
    20. Antariksawan Jusuf (Tangerang Selatan)- Katakanlah Hai Ijen
    21. Anto Narasoma (Palembang)- Cintaku Pada Kaldera Kosong,
    22. April Artison (Klungkung Bali)- Di Kaki Gunung Ijen Jejakku Abadi
    23. Arfian Rizky Pratama (Kediri)- Kenangan Kemah Sastra
    24. Ari Basuki (Daerah Istimewa Yogyakarta)- Kawah Ijen Dini Hari
    25. Arif Haiqal Roslan (Selangor, Malaysia)- Izinkan Aku Tuhan
    26. Arif W (Gunung Kidul Yogyakarta)- Di Stasiun Kalisetail
    27. Azizah Mds (Kedah Malaysia)- Banyuwangi
    28. Bagus Likurnianto (Banjarnegara, Jawa Tengah)- Kawah Ijen, Biru Api
    29. Cinta Menyala di Dada Mereka
    30. Baharuddin Amir (Barru, Sulawesi Selatan)- Riwayat Tanah
    31. Bambang Kariyawan Ys (Riau)- Cerita-cerita Edelweis
    32. Bambang Widiatmoko (Bekasi)- Gandrung Kawah Ijen
    33. Barupawati Utamaju Baharum (Kuala Lumpur-Malaysia)- Bicara Sukma Lembah Ijen
    34. Budi Setiawan (Buset) (Purworejo)- Ijen yang Tekun Sendiri
    35. Chiesetiawati (Kuningan, Jawa Barat)- Doa dari Rongga Dada
    36. Chris Triwarseno (Semarang)- Sebuah Pertanyaan Purba
    37. Christiya Dewi Eka (Bekasi)- Janji pada Pukul Waktu Ijen
    38. Citra Sasmita (Bali)- Menyusur Garis Leluhur
    39. Cura Lara_Erli Norafiza Abu Hafiz (Johor Malaysia)- Manusia, Cinta, dan Kawah Ijen
    40. Daviatul Umam (Sumenep)- Melankolia Idjen Purba
    41. Dayangku Mastura (Sabah, Malaysia)- Gunung, Tanah
    42. Denok Ayu Uni Aisandi (Bekasi)- Kawah Ijen: Jiwa Kokoh, Cantik dan
      Tabah
    43. Denting Kemuning (Surabaya)- Lelaki Pemanggul Beban di Lembah Ijen
    44. Devika Nur Baity (Banyuwangi)- Garis Waktu Biru
    45. Dicky Firmanzah (Surabaya)- Tanah, Air, Batu dan Kamu
    46. Dr Muhammad Khairuddin Lim Tanjong (Malim Malaysia)- Setia dan
      Berani
    47. Dr. Dil Froz Jan (Selangor Malaysia)- Kota Tepi Sungai
    48. Dr. Roziah Ramli (Malaysia)- Aku Tidak Mahu Bermimpi Lagi
    49. Dwi S Wibowo (Bali)- Ijen Batukaru
    50. Dwi Tirta (Bondowoso)- Pemandangan Tak Terlupakan
    51. Dyah Dhomi Eko Wulandari (Banyuwangi)- Lontar Ijen Purba
    52. Edi S Febri (Batang, Jawa Tengah)- Kawah Ijen Melukis Kenangan
    53. Eko Wahyu Pratama (Banyuwangi)- Wisarga
    54. Elsa Fatimatus (Jember)- Memori ijen
    55. Emi Suy (Jakarta)- Perjalanan Menempuh Ijen Purba
    56. Endut Ahadiat (Padang)- Kawah Ijen dan Topeng Konah
    57. Erna Winarsih Wiyono (Bogor)- Kidung Ijen
    58. Estu Puji Handayani (Bondowoso Jawa Timur)- Tanah-Mu, Air-Mu, dan
      Batu-Mu
    59. Faidi Rizal Alief (Sumenep)- Tanah, Air, Batu, dan Puisi yang Baru
      Tumbuh
    60. Fatah Yasin Noor (Banyuwangi)- Senja Itu, Paltuding
    61. Ferdi Afrar (Sidoarjo, Jawa Timur)- Kopi dan Kaldera, Wengi Geni
    62. Fileski Walidha Tanjung (Madiun)- Larung Luka
    63. Firman Wally (Ambon)- Menjejaki Purba
    64. Gatot Hariyanto (Banyuwangi)- Ijen Purba Menggugat
    65. Gimien Artekjursi (Banyuwangi)- Pesona Ijen: Sampai Kapan Bertahan?
    66. Gurit Asmara Ruci (Tulungagung)- Menafsir Ulang Isyarat Purba Ijen
    67. Hairul Izuan Mohd Bidin (Kuala Lumpur)- Menggenggam Sekepal
      Belerang
    68. Hanifah Dwi Hermawati (Bondowoso)- Hamparan Sajadah Kaldera Ije
    69. Hanom Ibrahim Lubis- Silir Angin dan Deru Ijen Banyuwangi
    70. Hardjani, S.S. (Banyuwangi, Jatim)- Ijen
    71. Haryatie AB Rahman (Kelantan Malaysia)- Tanah yang Indah
    72. Helmy Khan (Sumenep, Madura)- Tubuh Penambang Lembah Ijen
    73. Herny Nilawati (Banyuwangi)- Singgasana Barong Ider Bumi
    74. I Nyoman Wirata (Denpasar)- Edelweiss Api Biru di Mata Kameramu
    75. Ibna Asnawi (Sumenep)- Telaga Ijen
    76. Ika Permata Hati (Temanggung)- Penambang Belerang dari Tanah
      Blambangan
    77. Ilhamdi Sulaiman (Medan)- Bunga-bunga Api
    78. Imam Akhbar (Medan)- Ijen Purba Mengurai Kisah
    79. Imam Budiman (Jakarta)- Membaca Manakib Ijen Purba
    80. Ina Herdiyana (Sumenep)- Menuju Kawahmu
    81. Indrayanto (Medan)- Kontemplasi di Puncak Ijen Purba
    82. Indri Yuswandari (Blitar Jatim)- Tanah Napas, Batu Jiwa
    83. Irawan Sandhya Wiraatmaja (Tangerang)- Di Sungai Kalipahit
    84. Irna Novia Damayanti (Purbalingga)- Memotret Kawah Ijen
    85. Isbedy Stiawan Zs (Lampung)- Cahaya Candi
    86. Ita Puspita Sari (Sumenep, Madura)- Neurotisme
    87. Izzatul Hikmah (Sumenep)- Ijen dan Sepertiga Malam dalam Diksiku
    88. Jesika Putri Dwiandini (DKI Jakarta)- Amarah Sang Ijen Purba
    89. Juli Prasetya (Banyumas)- Membaca Abad Kekosongan Ijen Purba
    90. Kasdi Kelanis (Sragen)- Kata Temanku
    91. Kasmawati Yakub (Jeneponto, Sulsel)- Hutan Cadas Hitam
    92. Kathirina Susanna Tati (Malaysia)- Keagungan Pencipta Langit dan Bumi, Keindahan Abadi, Harmoni yang Sempurna
    93. Khairul Umam (Sumenep)- Ijen dan Misteri yang Terus Berdengung
    94. Khalil Satta Èlman (Yogyakarta)- Kaldera
    95. Khurin In Noviarani (Gresik, Jawa Timur)- Tak Lekang Waktu
    96. Kurnia Effendi (Jakarta)- Amsal Kesendirian
    97. Lailah Nurdiana (Yogyakarta)- Kaldera Ijen Purba
    98. Leenda Madya (Semarang)- Menggali Harapan di Kawah Sunyi
    99. Litalia Putri (Banyuwangi)- Litani Puan Blambangan
    100. Lutpi Aulia (Sukabumi)- Tanah Jejak Erupsi
    101. M Anton Sulistyo (Jakarta)- Kawah Wurung, Pemandu Wisata
    102. M Firdaus Rahmatullah (Jombang)- Patokan
    103. M. Syahrul Shobirin (Banyuwangi)- Bebatuan Bercerita
    104. Mahendra (Bali)- Blues Ijen, Batu Gunung
    105. Masriyah Misni (Selangor)- Sekras Batu Jalanan
    106. Matroni Muserang (Madura)- Ijen, Tanah Kekasih
    107. Merawati May (Mukomuko, Bengkulu)- Surat Cintamu, Ijen, Ddi Atas Black
      Lava Ijen
    108. Mh. Dzulkarnain (Sumenep, Madura)- Montase Tubuh Ijen
    109. Michael Djayadi (Yogyakarta)- Hikayat Plalangan
    110. Moh. Ghufron Cholid (Sampang)- Subuh di Ijen
    111. Mohamad Saleeh Rahamad (Perak Malaysia)- Lelaki-lelaki Perkasa
      Banyuwangi
    112. Mohammad Saroni (Mojokerto)- Serpihan Surga
    113. Mohd Rosli Bakir (Pontian, Johor, Malaysia)- Lembah Ijen: Tanah, Air dan
      Batu
    114. Momo (Banyuwangi)- Kau yang Berdiri Di saana
    115. Muda Wijaya (Karangasem)- Lelaki Tuna Rungu dan Aku yang Menari di Kawah Ijen
      115. Muhammad Lutfi (Pati)- Wajah Ijen
      116. Muhammad Sheva (Yogyakarta)- Blues untuk Orang-orang Tambang
      117. Muhammad Syamsa (Boyolali)- Biru Purba
      118. Muhsyanur (Wajo, Sulsel)- Refleksi Ijen: Dialektika Eksistensi
      119. Mulyadi J. Amalik (Kota Surabaya)- Ijen dan Gusti Mahacinta
      120. Mundzir (Madura)- Semua tentang Dirimu
      121. Mustain Romli (Probolinggo)- Ijen dan Sejarah Cinta
      122. Muzayyana (Bondowoso)- Misteri Kehidupan di Puncak Ijen Purba
      123. Nabilatul Mu’tabarah (Sumenep, Jatim)- Kehangatan Surga di Ijen
      124. Nanang Suryana (Bogor)- Anatomi Ijen
      125. Nani Asiani (Banyuwangi)- Batu dan Para Nestapa
      126. Neneng Hendriyani (Bogor)- Di Lereng Ijen Aku Berdiri
      127. Neng Lilis Nuraeni (Subang, Jawa Barat)- Ijen dan Kenangan di Saku
      Bajumu
      128. Nor Faizah (Sumenep)- Deskripsi Virtual Lewat Mata
      129. Norasmah Binti Mounojij Noor (Negeri Sembilan)- Keranjang Usang
      130. Nuhbatul Fakhiroh Maulidia (Banyuwangi)- Kaldera
      131. Nunung Noer El (Banyuwangi)- Tapak Tangan Bumi Osing
      132. Nur Komar (Jepara)- Jejak-Jejak Tanah Tua
      133. JOni Hendri Tapung (Kampar, Riau)- Batu-batu yang Timpa Air
      134. Othman Bin Suhot (Singapura)- “Ijen Purba” Tanah, Air, Angin
      135. Qudwatul Imamah (Sumenep)- Kawah Ijen dan Segala Cintanya
      136. Ratih Ayu Puspitasari (Surakarta, Jawa Tengah)- Hikayat Alam Kasmaran
      137. Rayhanun Jannah (Aceh Utara)- Ijen: Si Lanang Desa
      138. Rezqie M. A. Atmanegara (Hulu Sungai Tengah, Kalteng)- Api Biru di
      Belahan Dada Ijen
      139. Riami (Malang)- Lagu Mars Ojek Troli Kawah Ijen
      140. Ridwan (Sukabumi)- Sesajen Ijen
      141. Rini Intama (Tangerang)- Ijen
      142. Rissa Churria (Banyuwangi)- Bumi Osing Tanah Kelahiran
      143. Romi Sastra (Jakarta)- Perjalanan ke Kaldera Purba
      144. Roslina (Sumatera Barat)- Ijen Purba Cinta dan Takdir
      145. Roso Titi Sarkoro (Temanggung)- Membaca Banyuwangi
      146. Rouzil Armiza (Negeri Sembilan Malaysia)- Gunung Ijen: Pesona Api Biru
      147. Rusdi El Umar (Sumenep)- Ijen Berkelopak Rindu
      DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN
      (DKB)
      Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 78 Banyuwangi, JawaTimur 68416
      │banyuwangidkb@gmail.com│ www.dkb.or.id
      148. Safiratul Khairoh (Sumenep)- Paras Ijen
      149. Sahar Bin Misron (Kualalumpur)- Kawah
      150. Sahbuddin dg. Palabbi (Jakarta)- Penggali Asa di Tanah Nirwana
      151. Saiful Bahri (Sumenep, Madura, Jawa Timur)- Kabut Waktu
      152. Salimah binti Shamsuddin (Lenggeng, Negeri Sembilan, Malaysia)-
      Impikan Hangat dan Pesona Alam Kaldera Ijen Purba
      153. Salamet Wahedi (Sumenep)- Jendela Hujan
      154. Samsudin Adlawi (Banyuwangi)- Api Surga
      155. Ibnu Din Assingkiri (Pulau Pinang Malaysia)- Aturan yang Sangat Indah
      156. Sapta Arif (Ponorogo)- Perkabungan Kencana Wungu
      157. Sausan Al Ward (Riau)- Batu Tertegun
      158. Selendang Sulaiman (Jakarta)- Setetes Air Pemecah Batu
      159. Setiyo Bardono (Depok)- Setinggi Apapun Mendaki
      160. Shield Sahran (Malaysia)- Sebagian Dariku
      161. Sindah Laili Nurjanah (Kediri)- Puisiku Letupan Ijen Purba
      162. Siti Khalifatur Rahma (Sumenep)- Riwayat Api Bermata Biru
      163. Soekosoroeeee (Purworejo)- Menerka Makna Api Biru
      164. Sri Lestari (Banyuwangi)- Menyisir Laku Tanah Ijen
      165. Sri Utami (Jember)- Tekad
      166. St Muanifah (Banyuwangi)- Sudut Kecil Kawah Ijen
      167. Sugik Muhammad Sahar (Pamekasan, Madura)- Napak Tilas di
      Semenanjung Blambangan
      168. Suhandayana (Surabaya)- Diorama Niskala Ijen Purba
      169. Sukardi Wahyudi (Kukar Kaltim)- Bumi Ibu kepada Air
      170. Sukron Hidayat (Bondowoso)- Kalipait: Bongkahan Cinta Nenek Moyang
      171. Sultan Musa (Samarinda)- Sempuri Ijen Purba
      172. Sunyoto Sutyono (Jember)- Silhuet Kehidupan di Ijen
      173. Supali Kasim (Indramayu)- Di Puncak Pendakian
      174. Sus S. Hardjono (Sragen)- Kawah Ijen Menyala
      175. Suyitno Ethex (Mojokerto)- Puncak Ijen Dini Hari
      176. Syafaat (Banyuwangi)- Pendar Lembah Ijen
      177. Syafaruddin Marpaung (Tanjungbalai)- Langkah di Tanah Belerang Ijen
      178. Syafia Asy Syafaqoh P.S (Bondowoso)- Simfoni Magis Api Biru
      179. Tata Irawati (Kutai Kartanegara)- Sang Giri Ijen nan Elok
      180. Tatan Daniel (Jakarta)- Di Jalan Menuju Ijen
      181. Tengsoe Tjahjono (Malang)- Dolmen
      182. Tirta Baiti (Banyuwangi)- Bencana Berujung Pesona
      183. Tjahjono Widarmanto (Ngawi)- Rahasia Batu
      184. Tri Wulaning Purnami (Sidoarjo Jawa Timur)- Bianglala Ijen Purba, Derap
      Ijen Purba
      185. Tria Achiria (Banten)- Di Ceruk-Ceruk Dinding Kaldera Ijen Purba
      186. Tutut Kismiati (Sidoarjo)- Sebagai Batu
      187. Udi Utama (Depok)- Banyuwangi Memanggil
      DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN
      (DKB)
      Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 78 Banyuwangi, JawaTimur 68416
      │banyuwangidkb@gmail.com│ www.dkb.or.id
      188. Uleceny (Sumbawa)- Debu dan Gerimis, Api pada Senjaku
      189. Umie Maisarah (Selangor, Malaysia)- Warisan Dunia
      190. Uswatun Hasanah (Banyuwangi)- Lembah Ijen, Harga Tetes Peluh
      Penambang
      191. Vironika Sri Wahyuningsih (Tangerang, Banten)- Kaldera dan Ibu Bumi
      192. Vito Prasetyo (Malang)- Lanskap Ijen Purba
      193. Wahyu Rizki Kurnaini (Banyuwangi)- Kemuning Berpijar Biru
      194. Warits Rovi (Sumenep)- Ijen yang Tiada Dua
      195. Willy Ana (Depok)- Kabut Ijen
      196. Yeti Chotimah, M.Arts (Banyuwangi)- Hikayat Kelahiran
      197. Yuliani Kumudaswari (Yogyakarta)- Abadi, Kaldera Bercerabut
      198. Zabidi Yakub (Lampung)- Saat Angin Sedang Birahi
      199. Zahwa Jihan Soraya (Banyuwangi)- Surat Tirtaganda
      200. Zickyn Chan (Mojokerto)- Gunung Ijen Purba

    Adapun rundown acaranya adalah sebagai berikut:

    surat undangan, lampiran dan rundown JSAT 2024 di Banyuwangi 24-26 Oktober 2024

    Melejitkan Potensi Diri Sebagai Guru Penulis

    Kegiatan ini berlangsung dalam tajuk Webinar Guru Belajar Indramayu Series 80 pada tanggal 7 Mei 2024, pukul 19.30 – 21.30 WIB. Kegiatan ini disiarkan langsung di YouTube https://www.youtube.com/@wisependidikanindonesia berkat kerjasama dengan Pengurus IGI Indramayu, Disdikbud Kab. Indramayu, Wise Pendidikan Indonesia, dan Kombel Samiaji.

    Seperti biasa, saya dihubungi oleh admin sekaligus pengurus IGI Indramayu, Haryono, melalui pesan singkat WhatsApp pada tanggal 28 April 2024 untuk mengisi webinar pada tanggal tersebut.

    Berbekal pengalaman dan sedikit ilmu hasil comot sana sini, maka pada malam Rabu tepat pukul 19.30 WIB saya pun berbagi praktik baik menjadi Guru Penulis. Kegiatan yang seharusnya ditutup pukul 21.30 WIB pun molor karena antusiasnya peserta dalam sesi tanya jawab seputar penulisan buku.

    Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sangat mengesankan.

     

    Hai Perempuan Perkasa

    Hai Perempuan Perkasa
    Oleh: Neneng Hendriyani

    Abad berganti, musim berlalu
    Laksana angin setia menembus waktu
    Bawa serta mimpi, juga asa masa mudamu
    Merajut menata binar jiwa dalam senyum kilau dunia
    Lihatlah ke muka!
    Berjalanlah bersama
    Sibakkan ego juga ambisi
    Raihlah hangatnya mentari
    Tiupkan gelora yang tak bisa mati
    Obati jiwa, berikan cinta
    Demi rumah dan waktu yang belum tiba
    Di mana kilau dunia menjadi milik kita: perempuan-perempuan perkasa!
    (Bogor, 8 Februari 2024)

    O Mighty Woman
    by Neneng Hendriyani

    Centuries turn, seasons pass,
    Like the faithful wind piercing through time,
    Carrying dreams and the hopes of your youth,
    Weaving and shaping the spark of the soul in the radiant smile of the world. Look forward!
    Walk together,
    Cast aside ego and ambition,
    Embrace the warmth of the sun,
    Breathe life into an unquenchable spirit,
    Heal the soul, give love,
    For the home and the time yet to come,
    Where the world’s brilliance belongs to us: mighty women!

    (Bogor, February 8, 2024)

     

    Puisi ini telah kutulis dan kirimkan ke email resmi Embassy of Ireland, Jakarta, pada tanggal 08 Februari 2024 lalu dalam rangka mengikuti Kompetisi Puisi Untuk Merayakan St. Brigid “Masa Depan Perempuan”.

    Tidak mudah memang menulis sebuah puisi dengan tema yang sudah ditentukan panitia. Namun demikian ini adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang kreativitasku. Semoga di kesempatan berikutnya bisa berjaya lagi seperti tahun 2018 memenangkan sayembara penulisan puisi internasional untuk para penyair ASEAN.

    #nenenghendriyani #poem #puisi #irlandia #ASEAN #poet #poem #bogor #woman #future #stbrigit

    Barbie Pink Shoes : Cerita seorang Ballerina

    Judul: Barbie Pink Shoes

    Penulis: Alisonn Taylor

    Editor/penyunting: Ulkutay Design Group

    Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

    ISBN: 978-979-22-9373-9

    Genre: Fiksi

    Jumlah Halaman : 35 halaman

    Kristyn adalah seseorang yang menginginkan menjadi Ballerina di dalam hidupnya. Di sana ia melihat Tara adalah penari paling hebat di sekolah Balet itu. Ia menjadi pameran utama dalam sebuah pertunjukan.

    Suatu ketika Kristin mendapatkan giliran untuk menari. Ia mengikuti langkah tariannya. Namun, Kristyn merasa sedih.

    Bersama Hailey, sahabatnya, ia pergi ke toko kostum untuk mendapatkan sepatu baru berwarna merah jambu. Kristyn menggunakan sepatu itu lalu kemudian ajaib ia berada di sebuah Dunia Lain yang membawanya ke dunia balet yang ajaib.

    Kristyn bersembunyi ketika ratu salju datang dan ia menjadi ratu angsa. Seorang penyihir jahat ingin membunuh Kristyn dan mengubah Kristyn menjadi angsa namun Kristin dapat mematahkannya dengan menari balet dan melawan Ratu dengan tarian balet yang indah sehingga ia dapat kembali ke dunia nyata.

    Cerita pada buku “Barbie Pink Shoes”  ini sangat dikenal di dunia bahkan pernah beberapa kali ditayangkan di TV nasional.

    Buku “Barbie Pink Shoes” ini mengajarkan kesabaran, ketekunan, kejujuran, dan tanggung jawab. Buku ini sangat recommended untuk dibaca oleh semua kalangan.

    Dear Olivia: Semesta Mendukung

    Judul:  Dear Olivia

    Penulis: Osceola Anthony

    Editor/penyunting: Opie Meilana

    Penerbit: Metagraf

    ISBN: 978-602-6328-25-0

    Genre: Fiksi

    Jumlah Halaman : 130

    Buku yang nggak tergolong tebal-tebal banget ini berisi cerita yang asyik punya, loh.

    Buku berjudul “Dear Olivia” ini berisi nasihat buat kita semua bahwa akan ada saat di mana ketika kita menginginkan sesuatu, semua hal menjadi seperti kebetulan-kebetulan beruntun, yang memudahkan kita untuk mendapatkannya.

    Mungkin karena itu, Paulo Coelho berkata, What you want something, all the universe conspires to help you to achieve it.

    Bahasa gampangnya, semesta mendukung kita untuk mewujudkannya dengan mudah dan indah.

    Namun, kita juga harus selalu ingat bahwa tidak semua apa yang diimpikan berkemungkinan menjadi nyata. Sebab tanpa sadar apa yang kita inginkan seringkali bukan apa yang kita butuhkan. Tak perlulah terlalu memusingkan konspirasi semesta, yang perlu dipikirkan adalah bermimpi tinggi dan berusaha mewujudkannya.

    Begitulah kita diberi pilihan, be a dreamer and a doer atau hanya be a dreamer saja.

    Buku ini menurut saya sangat menarik dan sangat recommended untuk dibaca remaja. Tahu mengapa?  karena selain berisi cerita karangan dari si penulis, buku  berjudul “Dear Olivia”  ini memiliki motivasi-motivasi untuk kehidupan sehari-hari, selain itu buku ini memiliki desain sampul yang sangat unik.

    Tuhan Ijinkan Aku Pacaran: Buku yang Asyik Untuk Dibaca

    Judul: Tuhan izinkan aku pacaran

    Penulis: Fikri Habibullah

    Editor/penyunting: Jumi Haryani

    Penerbit: Gema Insani

    ISBN: 978-979-077-231-1

    Genre : Nonfiksi

    Jumlah Halaman: 224

     

    Buku bergenre nonfiksi ini dengan judul agak nyeleneh,  “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat relate sekali dengan kehidupan remaja SMA zaman sekarang, di mana banyak anak SMA yang sudah mulai merasakan yang namanya cinta kepada lawan jenis dan gandrung berpacaran. Akan tetapi bagi umat Islam apabila kita mencintai lawan jenis kita tidak boleh melampiaskan melalui perzinaan, contohnya berpacaran, dan dianjurkan untuk menikah .

    Judul “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini terbilang agak nyeleneh karena meminta kepada Allah SWT hal yang sudah jelas dilarang.

    Namun, percayalah teman-teman. Isi buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi tentang pengajaran-pengajaran bagaimana cara kita menyalurkan rasa cinta kita kepada lawan jenis namun dengan cara yang lebih syariah dan sesuai dengan kaidah-kaidah ketentuan ajaran agama islam. Tidak ada pembahasan bagaimana berpacaran secara Islam.

    Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi potongan-potongan ayat-ayat Al Quran yang membahas tentang cinta. Mungkin penulis bermaksud mengajak kita semua agar dapat mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan kemudian berpisah juga karena Allah SWT.

    Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat bagus untuk dikonsumsi oleh remaja SMA di mana pun berada.

    Asya Story: Novel Remaja Yang Mengajarkan Tanggung Jawab

    Judul: Asya Story

    Penulis: Sabrina Febrianti

    Editor/penyunting: Akmalia

    Penerbit: Rain Book

    ISBN: 978-623-90376-4-2

    Genre: Fiksi

    Jumlah Halaman:360

    Novel setebal 360 halaman ini menceritakan seorang gadis bernama. Keluarganya sering memanggilnya dengan panggilan sayang Syasya. Teman-temannya memanggilnya Asya. Asya baru menginjak kelas 11 SMA. Ia termasuk gadis pendiam yang tidak terlalu menyukai keramaian atau bahkan obrolan, hobi yang pantas untuknya hanyalah membaca buku.

    sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, bisa dibilang Asya sedikit berbeda dari adik-adiknya. Bukan karena ia terlahir dengankondisi cacat fisik atau mempunyai kekurangan, melainkan karena sejak lahir ia diperlakukan berbeda. Bahkan saat adik-adiknya lahir pun ia tetap mendapatkan perlakuan yang berbeda.

    Adik-adiknya selalu mendapat kasih sayang lebih, sedangkan ia? Untuk mendapat sapaan lembut dari kedua orang tua saja jarang. Terakhir, ia mendengarnya ketika adik-adiknya belum terlahir di dunia.
    Dan, berbagai masalah pun hadir. Masalah yang mungkin tidak akan pernah dimaafkan oleh kedua orang tua mana pun di dunia. Asya hamil di luar nikah.

    Novel “Asya Story” yang ditulis oleh Sabrina Febrianti ini memiliki sejumlah kelebihan. Pertama, novel ini mengangkat isu kekerasan seksual remaja yang mana bisa menjadi edukasi bagi para remaja supaya bisa lebih menjaga diri lagi dan menghindari pergaulan bebas. Kedua, mengajarkan kita tentang tanggung jawab, karena apa pun yang telah kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya. Ketiga, alur cerita yang sangat menarik, karena mampu membuat pembaca campur aduk dengan kisahnya

    Kekurangan novel ini adalah adanya beberapa kata yang dinilai terlalu kasar yang diucapkan oleh tokoh. Ini kurang baik secara edukatif.

    Novel ini cukup bagus untuk direkomendasikan kepada siapa pun.