Selaksa Rindu di Cangkir Senja

Oleh Neneng Hendriyani

    Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat

    Lintingan daun teh menari di secangkir tanah liat

    Menggeliat, meronta, mencumbu mesra

    Menguar pekat memeluk renta

    Linting demi linting berubah warna

    Menyesap sepi di antara rongga

    Nyanyikan kidung tak bernama

    Sejauh netra memandang kelam

    Lintingan daun teh kian memucat

    Diseduh luruh dalam cinta

    Mengayun lirih di dasar cangkir tua

    Jauh di kaki senja dalam imajinasiku yang buta

    Ya! inilah lintingan teh terakhir kita

    Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat

    Menggeliat, meronta, mencumbu mesra

    Menyulam pusaran menguar pekat peluk jiwa

    Hingga sisa satu kata: kau aku kita!

    (Bogor, 13 Mei 2025)