Di Lereng Ijen Aku Berdiri
Oleh Neneng Hendriyani

Berdiri aku di lereng Ijen
Ketika air embun memeluk pasrah tubuh-tubuh pinus
Mencoba mendengar nyanyian purba
Tentang kamu, dia, dan mereka
Kematian adalah sejarah
Melingkari cincin waktu demi kata cinta
Menari di sela bebatuan
Mengecup mimpi dalam setiap tetesnya
Lewat reinkarnasi, aku melihat kau, dia, dan mereka
Di lereng asam, batu-batu terjal,
Tanah bersembunyi
Hawa panas
Cinta pun menggilas
Berdiri aku di lereng Ijen
Ketika air embun memeluk pasrah tubuh-tubuh pinus
Jiwaku meronta,
Gagal moksa
(Bogor, 07 Juni 2024)
Puisi ini lolos kurasi untuk kegiatan Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) 2024 di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia yang diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2024.
Terjemahan dalam bahasa Inggris:
On the Slopes of Ijen, I Stand
by Neneng Hendriyani
I stand on the slopes of Ijen,
When the dew’s water embraces the yielding bodies of pines,
Trying to hear the ancient song
About you, him, and them.
Death is history,
Encircling the ring of time with words of love,
Dancing among the rocks,
Kissing dreams in every drop.
Through reincarnation,
I see you, him, and them,
On the acidic slopes, among rugged stones,
The earth hides,
The air is hot,
Love crushes all.
I stand on the slopes of Ijen,
When the dew’s water embraces the yielding bodies of pines,
My soul writhes,
Failing to attain liberation.
(Bogor, June 7, 2024)
#ijen #kawahijen #banyuwangi #jamboresastra #nenenghendriyani #moksa #reinkarnasi

