Sepekan 1 Buku: Gerakan Membaca yang Bukan Sekadar Wacana!

Halo, sahabat literasi!
Pernah nggak sih kamu berpikir: kenapa membaca itu penting, sih? Jawabannya mungkin klise, tapi tetap benar: karena membaca membuka dunia. Dengan membaca, kita dapat menambah ilmu pengetahuan, wawasan, dan pemahaman mengenai banyak hal tanpa dibatasi ruang dan waktu.

Sejak 2024 Perpustakaan Nasional RI mengajak kita semua—khususnya siswa SMP dan SMA sederajat—untuk membiasakan diri membaca dan menulis dengan cara yang seru dan menantang. Namanya: Program Sepekan 1 Buku.

🌟 Apa Itu Program Sepekan 1 Buku?

Ini adalah program kampanye nasional yang menantang siswa membaca 1 buku dalam waktu 1 minggu, lalu membuat resensi (ulasan) berupa tulisan atau video. Resensi tersebut bisa diunggah ke media sosial dan website resmi Gerakan Indonesia Membaca.

Jadi, ini bukan hanya tentang membaca saja, tapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, menulis, berbicara, bahkan berkompetisi!

🎯 Tujuan Program

Program ini punya misi besar:

  1. Menumbuhkan kesadaran literasi di kalangan siswa.
  2. Membiasakan membaca secara rutin dan menyenangkan.
  3. Meningkatkan keterampilan meresensi dan menyampaikan opini.
  4. Mendorong pemanfaatan bahan bacaan berkualitas dari berbagai sumber.
  5. Membangun ekosistem berbagi buku dan diskusi literasi.
  6. Mengubah literasi jadi hal yang kekinian, partisipatif, dan bikin nagih!

👥 Siapa yang Bisa Ikut?

Ada dua kelompok:

  • Peserta: siswa SMP/MTS dan SMA/SMK/MA sederajat.
  • Fasilitator: guru, pustakawan, tim literasi sekolah, staf perpustakaan dan dinas pendidikan.

Para fasilitator ini bertugas mendampingi siswa, memverifikasi jurnal membaca, dan memotivasi mereka ikut lomba resensi.

Untuk membiasakan diri membaca dan menulis dalam waktu 1 pekan, tahap yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Siswa membaca buku selama 1 minggu (15 menit/hari)
  • Catat di jurnal harian membaca
  • Buat resensi tulisan/video
  • Unggah ke indonesiamembaca.perpusnas.go.id
  • Sebarkan di media sosial!

Untuk membuat Resensi Buku kamu dapat memilih salah satu format berikut:

A. Tulisan

Strukturnya:

  1. Identitas buku (tuliskan dengan lengkap judul buku, penulis, editor, penerbit,  jumlah halaman buku, tahun terbit)
  2. Pendahuluan
  3. Sinopsis
  4. Analisis
  5. Evaluasi
  6. Penutup

Gunakan gaya bahasa deskriptif, objektif, dan boleh disisipkan kutipan. Resensi harus orisinal, bukan copy-paste ya!

B. Video

Strukturnya sama, tapi ditampilkan dalam bentuk visual. Pastikan:

  • Ada wajah kamu
  • Menampilkan buku yang diulas
  • Durasi 2–7 menit (tergantung jenjang)
  • Unggah ke medsos dengan tagar #Sepekan1Buku #GerakanIndonesiaMembaca

Secara umum ada penilaian yang dilakukan oleh penyelenggara dalam hal ini Perpusnas RI terkait resensi yang telah diunggah di Gerakan Indonesia Membaca. Kategori yang dinilai antara lain tulisan populer, tulisan terbaik, video populer, video terbaik, peserta teraktif, dan sekolah teraktif.

Penilaian berdasarkan: pembahasan buku (40%), kebahasaan (20%), dan kreativitas (40%)

📱 Promosi di Media Sosial

Program ini juga aktif di medsos. Kamu bisa:

  • Posting di Instagram, TikTok, atau YouTube
  • Gunakan template instastory dari akun @gemarmembaca.id
  • Sertakan tagar resmi
  • Ikuti tantangan dan kuis

Promosi yang konsisten dan kreatif bisa bantu sekolah kamu jadi Sekolah Teraktif!

📚 Akses Buku Gratis? Bisa Banget!

Siswa bisa membaca buku dari mana saja:

  • Perpustakaan sekolah/daerah
  • Layanan digital seperti:

Pastikan bukunya sesuai jenjang dan memiliki minimal 49 halaman.

📍 Kesimpulan

Program Sepekan 1 Buku bukan sekadar kampanye, tapi sebuah gerakan literasi nasional yang konkret, inklusif, dan bisa dijalankan langsung di sekolah. Melalui kebiasaan membaca dan menulis, siswa bukan cuma jadi pembelajar yang cerdas, tapi juga warga literat yang siap menghadapi dunia masa depan.

📢 Jadi, tunggu apa lagi?
Yuk, ajak teman-teman, guru, dan pustakawan untuk ikut meramaikan Gerakan Indonesia Membaca lewat Sepekan 1 Buku. Karena membaca bukan sekadar kegiatan, tapi kebiasaan yang membentuk peradaban.

📬 Info lengkap: indonesiamembaca.perpusnas.go.id

MEMANFAATKAN LIBURAN DENGAN MEMBACA MELALUI BINGO

MEMANFAATKAN LIBURAN DENGAN MEMBACA MELALUI BINGO
Oleh: Neneng Hendriyani

Setelah pemberian Laporan Hasil Pembelajaran semester ganjil dan genap seluruh siswa belajar di rumah (baca: liburan). Saat-saat itulah mereka bebas dan merdeka melakukan apa pun yang mereka sukai, kapan pun dan di mana pun. Berbagai hal tersebut mereka lakukan sendiri dan bersama keluarga. Selain mengunjungi tempat wisata, mereka pun mengunjungi sanak saudara yang tinggal di luar kota. Pendek kata mayoritas dari mereka mengisi liburannya dengan kegiatan rekreatif. Hanya sedikit yang bersifat edukatif. Nah di sinilah guru sebenarnya dapat mengambil peran edukatif dengan cara yang menyenangkan. Yaitu memberikan tugas membaca dengan memberikan tantangan Bingo.

Bingo adalah sebuah permainan peluang yang terkenal di Amerika Serikat. Di sana permainan ini dimainkan oleh lebih dari satu orang. Setiap pemain diberikan tantangan tertentu sesuai dengan angka yang dipilihnya. Bila ia berhasil menyusun sejumlah angka yang berderet secara horizontal, vertikal ataupun diagonal maka ia berteriak “BINGO”.

Dengan mengadopsi dan mengembangkan permainan Bingo dalam memberikan tugas membaca kepada siswa maka siswa dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan senang hati tanpa adanya rasa dibebani. Hal ini disebabkan model yang digunakan adalah permainan. Di dalam permainan ini mereka dapat memilih sendiri jenis bacaan apa yang akan mereka baca pada hari pertama, kedua, dan seterusnya. Guru hanya perlu membuat sebuah papan sederhana yang berisi kotak-kotak angka 1 hingga 14. Di setiap kotak diisi jenis bacaan yang harus dibaca siswa di waktu liburan. Jenis bacaan yang ditulis di dalam kotak disusun sedemikian rupa agar menantang siswa. Jenis bacaan tersebut di antaranya adalah membaca buku biografi, sejarah, puisi, majalah remaja, surat kabar daerah, surat kabar nasional, novel remaja, novel petualangan, cerpen, cerbung, majalah wanita, majalah kesehatan, majalah film, dan majalah musik. Untuk menjaga mood siswa dan semangatnya ada baiknya guru menyisipkan hadiah kecil di dalam salah satu kotak angka. Hadiahnya bisa berupa jeda membaca untuk satu hari.

Dari pengalaman penulis, untuk mendapatkan hasil yang maksimal maka guru harus memberikan kebebasan kepada siswa untuk membaca apa pun yang mereka sukai dari jenis bacaan yang telah ditentukan di dalam kotak-kotak angka. Dengan memberikan kebebasan ini mereka akan belajar menyukai kegiatan edukatif ini. Mereka bisa bersenang-senang sambil mendapatkan ilmu pengetahuan yang bisa menambah wawasan dan cakrawala berpikir mereka. Dengan membaca salah satu artikel di majalah kesehatan misalnya mereka jadi sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu mereka pun mengetahui bagaimana mencegah sekaligus mengobati penyakit yang dibacanya. Dengan membaca cerpen dan cerbung mereka belajar tentang berbagai hal yang membangun cerita tersebut. Tanpa disadari mereka belajar perbedaan keduanya. Membaca novel remaja dan petualangan dapat membuat mereka mengembangkan fantasi dan kemampuan bahasanya. Pendek kata, mereka mendapatkan banyak hal yang sangat bermanfaat bagi diri mereka sendiri dengan membaca berbagai jenis bacaan yang berbeda-beda setiap harinya.
Untuk mengecek keaktifan mereka dalam memainkan permainan Bingo ini guru dapat meminta siswa membuat laporan sederhana yang berbentuk resume. Seluruh bacaan yang mereka baca pada hari pertama hingga hari keempat belas ditulis dalam lembar resume terpisah. Resume-resume ini berisi tentang identitas bacaan dan isinya. Mintalah mereka menuliskan juga mengenai perasaan dan pendapat mereka setelah membacanya. Ini penting sekali untuk mewaspadai kecurangan yang mungkin dilakukan oleh siswa yang kurang disiplin dan bertanggung jawab dalam melakukannya. Dengan demikian mereka pun belajar disiplin, jujur dan bertanggung jawab.

Esai di atas adalah karyaku yang dimuat di buku antologi “1001 CARA MEMBUAT GURU-SISWA SUKA BACA” (ISBN 978-602-53933-5-8) pada halaman 99-105. Buku ini lahir berkat usaha nyata dari seluruh anggota SGSI Kelas Menulis Antologi Pendidikan yang diselenggarakan melalui Telegram pada tahun 2019.