Oleh: Neneng Hendriyani
Kata hanyalah kumpulan napas yang diberi ruang dan makna
bergerak lincah laksana Sriwedari
tegas, kuat, lembut, bersahaja
mainkan rasa mengocok isi jiwa
menipu fisik emosi semata
tanpa peduli lolongan nurani
terkoyak, pedih, perih
mati ia tak bernyali
tiada punya hati
meski lahir
dari hati
sendiri
(Bogor, 16 Juli 2018)
—
Puisi ini telah dikirimkan ke panitia lomba Sayembara Bunga Tunjung Biru 2018. Senangnya telah berbagi kebahagiaan meskipun hasilnya belum terlalu memuaskan.
semangat 🙂