Resensi Buku

Hai, gaes. Apa kabar? Sudahkah membaca hari ini? Buku apa yang biasa menemani awal hari Anda? Buku komik, cerita pendek, sejarah, biografi, kesehatan, IPTEK, budaya, ataukah resep masakan? Yuk, berbagi. Mulai pagi ini saya akan menulis resensi buku yang sudah pernah saya baca sehari sebelumnya. Harapannya sih sederhana. Semoga dari resensi yang saya tulis, Anda…

Benci dan Cinta: Alasanku Memilih Menjadi Guru (2)

Oleh: Neneng Hendriyani Menjalani hari yang baru di sekolah baru tidaklah semudah seperti memandang matahari. Banyak onak dan duri menyakiti tiap hari. Sebagai anak baik dan patuh aku selalu menurut kepada kedua orang tua. Pun, saat mereka memutuskan untuk mengirimku ke sekolah menengah pertama yang cukup jauh dari rumah dengan alasan aman di perjalanan. Padahal…

Laut, laut dan laut

Oleh: Neneng Hendriyani Laut, laut dan laut Di tepi rumah yang sama aku memandang Tiada yang hilang meski nyiur sebatang Gelombang tipis mencuci kakiku Berkecipak penuh rindu Nun di sana wajah yang sama Baju yang sama memandang penuh pesona hingga aku terjaga Tak jua kutemukan rahasia siapa dia Laut, laut dan laut Di tepi rumah…

Setangkai Bunga Bangkai

Oleh: Neneng Hendriyani Cantik, menarik Pulasan lipstik merona apik Mata bulat full maskara Tambah bulat bila sedang angkara Ah, sepatu hak tinggi terdengar menjerit tiap kali mendekat Hati tercekat semoga bukan hantu yang lewat Dua jam pelajaran bak dua tahun di neraka Tiada pernah dihargai cuma dapat caci maki Oalah… bodoh bukan bawaan lahir Datang…

Benci dan Cinta: Alasanku Memilih Menjadi Guru (1)

Oleh: Neneng Hendriyani Setiap kali aku ditanya apa sih alasanku memilih menjadi guru bukan menjadi seorang wirausaha atau pegawai di perusahaan multinasional aku selalu menjawab: semua karena dua alasan. Yaitu benci dan cinta. Ya, dua perasaan dasar inilah yang mendorongku sedemikian kuat menjadi seorang guru hingga hari ini. Dua alasan yang begitu kuat menjerat alam…

Catatan Istimewa

Oleh: Neneng Hendriyani Kita seringkali tidak tahu apa yang membuat sesuatu itu istimewa dalam pandangan mata kita sendiri. Seringkali kita merasa bahwa apa yang kita pegang, lihat, dan rasa biasa-biasa saja. Sementara bagi orang lain, semua itu tampak begitu istimewa. Mengapa demikian? Istimewa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Jilid V (KBBI V, Offline) adalah lain…

Sudahkah Kita Merdeka?

Sudahkah kita merdeka? Kala dalam tidur pun kita dijajah tetek bengeknya permasalahan Hingar bingar pergulatan hidup Sekadar tuk bisa tenang bahwa besok kita masih makan dengan kenyang Sudahkah kita merdeka? Kala baju pun harus diseragamkan Seolah individu tak lagi punya hak memilih Atas rasa, karsa dan ciptanya sendiri Sehingga maut pun sering diterjang agar semua…

Kenangan Manis

Menjadi bagian dari semua buku ini adalah kebahagiaan tak terhingga untukku. Lewat sastra kusuarakan perihnya hidup. Keinginan yang tak mati untuk tetap menyala. Meskipun kau bilang namaku tak boleh disebut dan dianggap tiada. Lewat sastra kuhibur diriku sendiri. Berteman sepi dan air mata. Kubasuh embun di hutan Pinus Banjarbaru. Kurendam raga di Subayang yang jernih….

Nasihat Untuk Sahabat

Perbedaan itu akan selalu ada. Laksana siang dan malam ia berpasangan. Bahkan manis dan pahit pun menjadi kawan seiring jalan kehidupan manusia. Jadi, mengapa risau dengan perbedaan yang ada? (Koleksi Pribadi) Bila ingin kita tak sama dengan orang lain, jangan lah marah. Lantas mengirimkan kata yang tidak menyenangkan orang tersebut. Itu bukan tindakan yang baik…

Nilai Game, Yuk

Oleh: Neneng Hendriyani Nilai game, yuk Seringnya kita bermain game membuat kita kecanduan. Tak ada waktu sedikit pun yang tidak dilewatkan dengan bermain game. Tak peduli orang dewasa di sekitar kita sudah menaikkan sevelah alisnya atau mengeluarkan biji matanya lantaran kesal terhadap kita. Kita sih tetap saja cuek menatap layar handphone. Asyik memainkan jari jemari…