Perbedaan itu akan selalu ada. Laksana siang dan malam ia berpasangan. Bahkan manis dan pahit pun menjadi kawan seiring jalan kehidupan manusia. Jadi, mengapa risau dengan perbedaan yang ada?

(Koleksi Pribadi)
Bila ingin kita tak sama dengan orang lain, jangan lah marah. Lantas mengirimkan kata yang tidak menyenangkan orang tersebut. Itu bukan tindakan yang baik apalagi buat orang dewasa. Jangan pula memutuskan hubungan dengannya karena itu tak akan menghilangkan rasa yang hadir akibat perbedaan tersebut.
Bila kita menaruh rasa ego demikian tinggi bahkan lebih tinggi dari mega yang menggantung di sudut lancip Pangrango, bersiaplah untuk kecewa. Setidaknya rasa itu lah yang akan menemani sisa kehidupan yang dijalani selanjutnya. Mengapa begitu?
Manusia adalah makhluk yang unik. Ia dinamis. Ia belajar cepat dari pengalaman buruk dan indah yang menghiasi hari-harinya. Dari semua rajutan kisah yang dilakoninya ia tahu bagaimana seharusnya ia bersikap. Bagaimana ia menunjukkan inginnya dengan lebih bermartabat. Bagaimana ia meyakini orang lain akan buncahan rasa di jiwanya.
Dari pengalaman hidup itulah ia belajar untuk menghindari air mata dan kecewa untuk kesekian kalinya. Mengapa begitu?
Manusia adalah makhluk yang rentan. Tidak ada satupun yang siap untuk kecewa berkali-kali dalam periode kehidupannya. Ia tidak akan pernah siap menangis lagi di kesempatan berikutnya oleh siapa pun termasuk oleh orang yang baru dikenalnya. Hati dan jiwanya sangat rapuh. Meskipun orang lain melihatnya tegar dan kuat tapi sesungguhnya ia hancur. Perlu puluhan jam untuknya sendiri terlibat aktif dalam mengobati luka yang terbentuk. Perlu puluhan ribu usaha yang intensif dilakukannya untuk mengembalikan semua keceriaan dan semangat hidupnya. Itu jelas tidak mudah.
Itulah sebabnya ia akan lebih memilih menjauhi hal yang kiranya akan membuat dirinya terluka. Sedapat mungkin ia akan berusaha sangat keras untuk mendapatkan hasil dari usahanya tersebut. Simple, bukan?
Jadi masihkah engkau mendewakan perbedaan dan egomu? Bila kau ingin hidup panjang dalam kasih sayang baiknya kau letakkan egomu lebih rendah dari alas kakimu sendiri sejak sekarang. Itu jauh lebih baik bagimu. Percayalah.
(Kamis, 4 Juli 2019; 11.47am)