Nilai Game, Yuk

Oleh: Neneng Hendriyani

Nilai game, yuk Seringnya kita bermain game membuat kita kecanduan. Tak ada waktu sedikit pun yang tidak dilewatkan dengan bermain game. Tak peduli orang dewasa di sekitar kita sudah menaikkan sevelah alisnya atau mengeluarkan biji matanya lantaran kesal terhadap kita. Kita sih tetap saja cuek menatap layar handphone. Asyik memainkan jari jemari di antara tuts-tuts keyboard.

Tanpa disadari hal itu membuat kita akhirnya menjadi makhluk yang baru. Yang sering kali menjadi apatis terhadap sosial. Nah ini nih yang sering banget dikhawatirkan oleh orang-orang dewasa tersebut. Yakni, kita berubah menjadi Zombie.

Untuk mencegah hal tersebut ada baiknya mulai sekarang kita sendiri aktif menilai game yang kita mainkan. Caranya gimana? Gampang aja, gaes. Nilai game, yuk dengan menggunakan skor 1-10.

Rentang nilai 1-5
Bila kamu bermain game dengan fitur yang jelek, animasi yang begitu-begitu saja dan grafik yang tidak sesuai harapan maka kamu pasti enggan berlama-lama memainkan game tersebut. Bahkan game yang ada di handphone pun pasti langsung di delete.

Nah, untuk game jenis ini kamu bisa melakukan nilai game, yuk sebesar 1 sampai 5. Semakin rendah poin yang kamu berikan, maka kamu semakin tidak menyukainya. Kabarkan soal penilaianmu ini dengan disertai alasan yang logis ke teman-teman dekatmu. Dengan begitu kaku sudah membantu mereka menghabiskan waktu luang mereka yang berharga untuk bermain game yang tidak menyenangkan.

Rentang nilai 6-8
Untuk game yang kamu beri poin antara 6 sampai 8 ini mengandung arti bahwa sebenarnya game tersebut masih bisa dikatakan layak untuk dimainkan. Namun perlu ditingkatkan oleh pembuat gamenya. Bisa jadi yang kurang di dalam game tersebut adalah fitur-fitur yang membantu kamu sebagai pemain dalam meraih poin, misalnya. Atau bisa jadi animasi yang dipakai oleh pembuat game masih terlihat jadul. Mungkin pula dukungan suara musik yang menjadi latar belakang game tersebut memang “payah”. Tidak sesuai dengan misi game. Who knows. Tugasmu adalah ayo jangan ragu nilai game, yuk bersama-sama.

Seperti sebelumnya, kabarkan hasil penilaianmu tersebut ke kawan-kawan dekatmu. Katakan dengan jelas nama game, kekurangan dan kelebihan game yang telah kamu nilai tersebut. Dengan begitu kamu sudah berkontribusi membantu mereka menyelamatkan kuota berharga mereka untuk mengunduh game sejenis.

Rentang nilai 9-10
Nah, inilah dia
game yang memang paling kamu sukai. Selamat, ya kamu sudah menemukan game yang sesuai dengan keinginanmu.

Katakan kepada teman-teman dekatmu kelebihan game-game tersebut. Ceritakan kelebihan animasi, grafik, tata suara dan misi game yang telah kamu beri nilai 9 sampai 10 tersebut. Ceritakan pula nilai-nilai positif yang dimiliki oleh game-game tersebut.

Ingatlah selalu bahwa dengan melakukan gerakan nilai game, yuk kamu sudah membantu teman-temanmu dalam menggunakan waktu, kuota, dan kemampuannya untuk bermain game dengan lebih bijaksana dan bertanggung jawab.

(Senin, 17 Juni 2019, 16:41 pm)

Mascara

By Neneng Hendriyani

Mascara – Women are always synonymous with beauty. It seems that if it’s not pretty, it’s not the woman’s name. Therefore do not be surprised and astonished by the things you see and find on a woman’s pouch in her bag. Her pouch must be full of various cosmetic tools of various types, brands and price. It is normal. This is not a problem, of course. All returned to their own hobbies and also the use of these cosmetic tools.

One of cosmetics tools that woman have on her Pouch is mascara. Nowadays it is easy to find Mascara with many forms and functions. You do not have to buy foreign products of Mascara if you want to look elegant only. Now, there are a lot of mascara which are domestic products. Aside from the competitive end result of similar products from abroad, domestic products are also famous for argan oil content and their ability to withstand the changes in weather and atmosphere. There are also lots of waterproof ones. The price and quality are quite competitive. So don’t be confused when choosing the right mascara for you. Just have fun with the activity. Mascara itself is a cosmetic tool that generally contains natural colors such as brown and black. Its function is nothing but to reinforce the shape of the eye according to the wishes of the owner. You do this by affixing these colors in the furs.

For facial makeup matters, for example, a woman does not only need one type of powder. She also needs various types of powder with various textures that it has. That’s just a matter of powder. Not a matter of eye makeup. To beautify the face, a woman does not only focus on the appearance of blushing cheeks and sensual lips. But also on the look of a fantastic eye.For the sake of getting a bigger, narrower eye look, it is usually cool for women not to hesitate to buy mascara. By using mascara, the appearance of both eyes will be more beautiful. In addition, the lashes will be more dense, long and supple.

Today mascara is easy to find. Do not have to buy foreign products if you want to look elegant by using mascara. Now there are a lot of mascara which are domestic products. Aside from the competitive end result of similar products from abroad, domestic products are also famous for argan oil content and their ability to withstand the changes in weather and atmosphere.

Obat Bete? Ya, Menulis

Oleh: Neneng Hendriyani

Seringkali rasa bete itu datang di saat kita seharusnya fokus menghadapi sesuatu. Entah apakah itu hal yang sangat penting atau urgent, atau hanya sekedar mengerjakan tugas sehari-hari. Bete itu seperti musuh dalam selimut. Kehadirannya tidak pernah bisa diprediksi. Seperti halimun di atas gunung.

Bete atau bosan itu adalah rasa psikologis yang dialami akibat jenuh menghadapi hal yang sama dalam waktu yang cukup lama. Bete ini menyerang sel-sel saraf di kepala secara simultan dan berakibat fatal terhadap kesehatan tubuh.

Bagi yang tidak dapat mengelola rasa bete yang dialaminya maka akan tampak jelas dalam raut mukanya. Tampangnya akan terlihat lelah, kucel, kumel, dan sangat serius. Bila ditanya, ia hanya akan menggelengkan kepalanya atau sekadar menolehkan kepalanya saja. Jangan harap ia akan mengeluarkan jawaban secara lisan.

Selain raut wajah yang terlihat tidak enak dipandang, efek lainnya adalah yang bersangkutan akan merasa lekas lelah, capek, letih, dan tidak bersemangat. Dalam jangka panjang, rasa lelah yang dipicu oleh bete ini bisa berakibat gangguan kesehatan. Seperti, pusing, leher kaku, insomnia, vertigo, dan sakit pinggang.

Nah, setelah mengetahui efek negatif dari rasa bete ini lantas bagaimana upaya kita agar bisa mengatasinya?

Setiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengatasi bete yang datang menyerang. Diantaranya, pergi menonton, makan bakso, karaoke, melukis, dan menulis.

Menulis adalah salah satu cara yang ampuh untuk mengatasi bete. Coba deh kamu rasakan sendiri. Saat kamu sedang mengikuti kegiatan workshop misalnya, tiba-tiba kamu merasa bete dengan materi yang dipaparkan lantas kamu kehilangan fokus untuk menyimak materi tersebut. Dengan menulis resume sebagian materi yang dipaparkan pemateri maka rasa bete dapat dikurangi. Andaikan kamu tetap tidak bisa menulis resume materi yang dipaparkan, kamu masih bisa menulis apapun yang sesuai dengan minatmu.

Bila kamu memiliki hobi menulis puisi, maka tulislah. Dengan menulis puisi di saat kamu bete maka puisi yang kamu hasilkan akan memiliki ruh dan jiwa yang unik. Puisi tersebut akan berbeda rasanya bila kamu menulis dalam keadaan normal.

Begitu pula bila kamu suka menulis cerpen. Tulislah cerpen yang terilhami rasa bete yang kamu alami. Dengan begitu kamu bisa menuangkan seluruh faktor bete yang menyerang mu. Ini akan membuat sel-sel saraf lebih rileks dari sebelumnya. Sehingga kamu akan terhindar dari bahaya sakit kepala yang cukup mengganggu.

Lalu bagaimana bila kamu tidak bisa menulis puisi dan cerpen? Betenya tetap ada, dong?

Jangan khawatir, gerakkan saja alat tulismu. Cobalah menuliskan apa saja yang ada di benakmu. Dengan begitu tekanan psikologis yang membuatmu bete akan berkurang.

(Tulisan di sela-sela workshop review dan Revisi KTSP 2019 tentang Meningkatkan Kompetensi Literasi Digital Guru dan TAS Dalam Menyongsong Era Revolusi 4.0, Rabu, 12 Juni 2019, 15.30 wib).

Untuk Seorang Kawan

Jangan pernah bertanya mengapa aku datang ke tempatmu dan meninggalkan istana yang membesarkanku sekian lama. Ketahuilah, itu tidak baik.

Jangan pernah pula bertanya mengapa aku tak seloyal yang kau mau. Ketahuilah, itu tidak tepat.

Tanyalah saja apa yang bisa aku berikan untukmu. Itu baru tepat.

.

Aku hanya seorang pengembara yang singgah sementara di tempatmu, kawan. Sekian waktu kemudian aku akan pergi. Entah dengan membawa sekuntum mawar seperti saat aku pergi dari istanaku yang lama ataukah dengan membawa Raflesia Arnoldi darimu. Aku tak tahu, kawan. Yang pasti, aku pasti membawa sesuatu. Itu pun berkaitan dengan mu. Maka itu, perhatikanlah apa yang akan kau beri padaku. Jangan menyesal nanti.

Aku hanya lah pengembara yang mengumpulkan bahan dan segudang makanan. Semuanya akan kuberikan lagi di tempat yang baru. Semua, sebagai hadiah perjalanan.

Semoga engkau paham, kawan.

(Karadenan, 3 Juni 2019. 2 hari menjelang Idul Fitri 1440H)