Oleh: Neneng Hendriyani
Kita seringkali tidak tahu apa yang membuat sesuatu itu istimewa dalam pandangan mata kita sendiri. Seringkali kita merasa bahwa apa yang kita pegang, lihat, dan rasa biasa-biasa saja. Sementara bagi orang lain, semua itu tampak begitu istimewa. Mengapa demikian?
Istimewa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Jilid V (KBBI V, Offline) adalah lain daripada yang lain, luar biasa. Nah itulah sebabnya mengapa yang lain daripada yang lain ini disebut istimewa dan dipandang begitu berharga oleh siapapun.
Sayangnya, di dalam hidup yang fana ini ukuran istimewa tidaklah stabil. Ia sangat relatif. Sesuatu yang relatif ini bersifat tidak mutlak dan nisbi. Sesuatu akhirnya dinilai istimewa oleh orang yang tidak memilikinya atau sangat mengharapkannya.
Berbagai hal yang bisa dinilai istimewa diantaranya adalah berbentuk barang dan non barang. Yang termasuk ke dalam barang diantaranya adalah segala sesuatu yang memiliki wujud, bentuk, rupa atau jasad. Sementara non barang berupa benda yang tidak berwujud. Ia bisa berupa jasa dan rasa.
Nah, untuk barang atau benda yang berwujud sangatlah mudah dikategorikan sebagai barang atau benda istimewa atau tidak. Selama keberadaannya diinginkan, diharapkan, dan dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari maka barang atau benda tersebut masuk ke dalam kategori istimewa. Sebab bila barang tersebut tidak ada, maka orang tidak bisa mengambil manfaatnya. Akibatnya, kehidupannya akan terganggu. Sebagai contoh, pulpen adalah barang atau benda istimewa bagi para pekerja kantoran. Tanpa pulpen mereka tidak bisa bekerja dengan baik.
Yang termasuk ke dalam non barang atau benda istimewa adalah jasa yang diterima atau jasa yang diberikan. Termasuk di dalamnya rasa yang ditimbulkan akibat perbuatan dari jasa tersebut. Misalnya, rasa haru, bahagia, penghargaan dan lain sebagainya.
Semua orang akan merasa bahagia tiap kali menerima kebahagiaan baik dari lingkungan terdekatnya maupun lingkungan yang tidak dikenalnya. Sebagai contoh sederhana, cobalah tengok wajah-wajah yang lalu lalang di jalan raya. Mereka tidak mengenal satu sama lain. Namun, mereka seringkali melemparkan senyum manisnya ke sesama pengguna jalan apabila mereka mendapatkan apa yang dibutuhkan. Seperti, bantuan singkat berupa dipersilakan jalan lebih awal, atau mendapatkan informasi yang diperlukan.
Bagi mereka yang jarang atau bahkan tidak pernah merayakan hari istimewa dalam hidupnya, bisa jadi akan sangat terharu dan bahagia bila dirayakan oleh teman-temannya atau keluarganya. Kenangan manis saat dirayakan itu akan menjadi sesuatu yang dianggapnya begitu istimewa. Sehingga kenangan itu menjadi salah satu kenangan yang tidak terlupakan. Kenangan sederhana bagi orang lain itu masuk secara tidak sadar ke dalam jaringan long term memory nya di kepala. Selanjutnya akan tersimpan dalam jangka waktu yang sangat lama. Bahkan kenangan itu bisa jadi menjadi alasannya di kemudian hari untuk tetap bertahan menjalani sisa hidupnya. Itulah gambaran istimewa bagi orang-orang yang tidak mengalami hal tersebut setiap tahun.
Pun, dengan catatan ini. Catatan ini menjadi catatan yang begitu istimewa bagi penulis. Hal ini dikarenakan catatan ini adalah penanda akan sebuah fase kehidupan yang harus dijalani penulis. Bertambahnya bilangan usia bagi setiap orang akan ditandai nya dengan cara masing-masing. Cara ini menjadi begitu unik. Karena cara tersebut bisa jadi menjadi ciri khasnya yang membedakannya dengan orang lain.
Bagi penulis sendiri, pertambahan usia bukanlah sesuatu yang perlu dirayakan atau diagung-agungkan sedemikian rupa dengan cara mentraktir teman, jalan bersama teman dan kolega atau berpesta. Fase ini adalah sebuah fase tahunan yang selalu dihadapi oleh semua orang dan diperingati dengan cara yang mungkin saja akan selalu berbeda dari tahun ke tahun.
Usia yang bertambah menandakan perubahan yang cukup signifikan.
Pertama, perubahan bentuk tubuh. Sebagai seorang wanita, bentuk tubuh ideal adalah hal yang normal dan nyata diidam-idamkan. Namun, seiring perkembangan zaman dan penambahan usia maka bentuk tubuh pun akan terus berubah secara dinamis. Perubahannya sejalan dengan hobi, pola hidup dan ritme kerja yang dijalani. Bisa jadi perubahan bentuk tubuh ini tidak akan sama antara manusia yang satu dengan yang lainnya sekalipun usia mereka sama. Maka itu tidak bisa dijadikan patokan umum bahwa seseorang yang sudah menginjak usia sekian maka tubuhnya akan begini begitu. Tidak semua wanita yang berusia lima puluh tahun bentuk tubuhnya tidak menarik lagi. Banyak yang masih tampil fresh dan prima di usia setengah abad.
Kedua, perubahan pola pikir. Dalam hal ini penulis menyadari dengan semakin luasnya pertemanan yang terjalin dalam tahun-tahun terakhir dimana pertemanan itu dijalin lintas ras, suku, agama, budaya dan profesi memberikan sumbangsih yang luar biasa dalam membentuk diri penulis yang baru.
Sejak bergaul dengan mereka, penulis tidak lagi bisa spontan menilai seseorang itu negatif hanya dari cara bicara, diskusi, kerja, atau candanya. Ada banyak hal yang membuat seseorang tampil seperti itu saat itu. Orang yang bijak adalah yang tidak langsung menganggapnya salah dan harus dinasehati dengan serta merta.
Masih banyak lagi perubahan yang ada. Namun cukup kiranya penulis paparkan hanya hal-hal tersebut di atas. Bila ada kesempatan dan waktu luang, insya Allah akan disambung kembali dalam tulisan berikutnya.
(Kota Hujan, 9 Agustus 2019)