Cara Bisnis Pomade Laris Manis

Oleh: Neneng Hendriyani

Cara bisnis Pomade Laris Manis. Ada begitu banyak jenis usaha yang saat ini sedang booming di tengah masyarakat. Dari yang berasal dari bahan alami hingga yang berbau kimia. Dari yang dipasarkan secara terbuka hingga yang samar-samar dan tertutup. Semuanya diproduksi dan dipasarkan di tengah-tengah kehidupan masyarakat dengan bebas.

Sejak beberapa tahun lalu seperti yang kita ketahui bersama bahwa bisnis kosmetik terus menggeliat menunjukkan perkembangan ke arah yang positif. Di tengah kehidupan modern yang serba canggih dan cepat manusia dituntut untuk selalu tampil prima, cantik, manis, dan elegan di setiap kesempatan. Ini menjadi peluang bisnis bagi mereka yang jeli membaca pasar. Mereka berlomba menciptakan berbagai produk yang bisa menunjang penampilan semua orang. Berbagai riset pun dilakukan. Berbagai survey dilaksanakan guna mencari terobosan baru dalam pengadaan produk yang diidam-idamkan. Salah satunya adalah produsen kosmetik yang bergerak di bidang minyak rambut khusus bagi kaum Adam.

Minyak rambut yang dimaksud adalah Pomade. Minyak rambut Pomade ini sangat tenar di kalangan anak muda masa kini yang tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan Yogyakarta.

Minyak rambut ini sangat diminati lantaran bisa membantu anak muda tampil klimis, menarik dan tambah gaya. Dengan kata lain, dengan semakin sering menggunakan minyak ini maka rasa percaya diri si pemakai juga semakin tinggi. Setidaknya begitulah komentar para penggunanya.

Minyak Pomade ini sangat mudah ditemui di mana pun dan kapan pun. Ia dijual bebas di seluruh toko kosmetik di Indonesia. Bila pun di daerah Anda ternyata tidak ada yang menjualnya, Anda tidak perlu cemas. Jangan pula beralih ke merk dagang lainnya. Cukup ketikkan saja kata Pomade di mesin pencari browser pilihan Anda. Di situ akan tampil ratusan akun media sosial yang menawarkan minyak rambut ini. Harganya tidak mahal bahkan cukup bervariasi. Ada yang mematok harga Rp.4. 000,00 hingga Rp. 110.000,00 per produk. Intinya, masih terjangkau lah untuk semua kalangan. Yah, Anda tinggal menyesuaikan saja dengan kemampuan budget yang dimiliki. Karena Pomade diproduksi dalam berbagai ukuran berat.

Oh ya selain minyak rambut, ternyata Pomade pun merupakan merk dagang buat sejumlah sisir rambut yang digunakan untuk mengaplikasikan minyak tersebut di kepala. Bentuknya,ya minimalis begitulah. Masyarakat lazim menyebutnya sisir saku. Ukurannya memang hanya sepanjang saku kemeja. Harganya pun cukup terjangkau. Anda bisa memperolehnya dengan harga mulai dari sepuluh ribu hingga dua puluh ribu per sisir.

Buat Anda yang belum tahu apa itu Pomade, yuk simak deh artikel ini baik-baik dari awal hingga akhir. Dijamin Anda pasti akan semakin tertarik mengenal Pomade.

Pomade itu disimpan di wadah khusus yang berbentuk lingkaran dan terbuat dari kaleng. Pada umumnya begitulah tampilan produk ini di masyarakat. Ia berasal dari 100% bahan alami yang aman bagi tubuh manusia.

Mengingat tingginya permintaan terhadap produk kosmetik ini maka tidak mustahil bagi siapa pun tertarik untuk ikut serta mengembangkan usaha di bidang ini. Buat Anda yang tertarik untuk terjun ke usaha penjualan Pomade jangan ragu ikuti langkah-langkah berikut ini.

Cara bisnis pomade laris manis bisa dipelajari oleh siapapun yang memang benar-benar tertarik. Caranya sangat mudah. Nggak percaya? Ayo, buktikan.

Pertama, Anda harus percaya bahwa produk ini banyak dicari dan tidak akan pernah berhenti dicari selama yang namanya lelaki masih ada di dunia ini. He he he. Bukan apa-apa sih, gaes. Laki-laki juga kan makhluk sosial. Mereka butuh tempat untuk mengeluarkan ekspresi dan kompetensinya dengan baik dan tepat. Nah, seringkali saat dibutuhkan untuk tampil prima saat mempresentasikan kemampuannya mereka kurang percaya diri. Seperti kaum hawa yang sering kali merasa kurang percaya diri bila tidak memakai lipstik, seperti itulah yang dirasakan oleh kaum Adam juga. Mereka baru merasa pas, siap dan gres bila sudah yakin dengan penampilannya dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Betul, nggak.

Kedua, karena saat ini mayoritas kaum laki-laki bekerja di luar rumah dan butuh tampil trendi maka dapat dipastikan mereka akan sangat membutuhkan Pomade sebagai salah satu penunjang kebutuhannya. Jadi jangan takut bangkrut ya, gaes lantaran nggak ada yang beli.

Ketiga, Anda bisa menggunakan berbagai media sosial untuk memasarkan produk Pomade ini. Caranya cukup mudah. Tinggal upload gambar Pomade, beri keterangan sedikit dan jangan lupa tentukan harganya di berbagai akun media sosial milikmu. Langkah selanjutnya tinggal tunggu deh komentar atau pesanan dari kawan-kawan media sosialmu.

Oh ya bila langkah ketiga dirasa kurang memuaskan, Anda bisa kasih sedikit testimoni mengenai manfaat pemakaian Pomade. Anda tinggal minta kesediaan para pembeli sebelumnya untuk memberikan testimoni mengenai produk tersebut. Lalu, upload deh. Beres, kan.

Dengan adanya testimoni ini biasanya dapat mengusir rasa penasaran dan ketidakpercayaan calon pembeli lainnya. Dengan membaca dan melihatnya calon pembeli akan mudah diyakinkan untuk menggunakan produk ini sesegera mungkin.

Cara berikutnya bisa juga ditawarkan secara langsung. Alias door to door. Ini kalau sudah kepepet ya, gaes. Artinya Anda beli dalam jumlah banyak tapi yang tertarik membeli via akun media sosial hanya sedikit. Yah nggak ada salahnya bila Anda menawarkan langsung ke rekan-rekan kerja, sanak keluarga, atau handai taulan yang dekat. Berikan pengertian mengenai manfaat yang bisa dicapai dengan pemakaian Pomade dalam aktivitas sehari-hari.

Biasanya langkah pamungkas ini paling jitu dan benar-benar memberikan hasil positif sesuai harapan. Hanya saja untuk cara di atas, Anda harus cuek, tidak grogi, dan harus siap pasang muka tebal. He he he. Masalahnya penolakan pasti akan Anda terima. Yah, namanya juga usaha. Yang pasti Anda harus tetap menjaga sikap. Jangan marah dan kecewa bila hal tersebut terjadi. Jadikan itu sebagai sebuah pelecut semangat bekerja. Yakin dan percaya di kesempatan lain orang yang menolak tawaran tadi akan menghubungi Anda guna membeli Pomade dari tangan Anda langsung suatu hari nanti.

Bila Anda tipe pemalu tapi tetap ingin mendapatkan pemasukan yang cukup lumayan banyak sepertinya cara berikut ini lebih tepat dan efektif. Yaitu membuka toko online di beberapa aplikasi yang menyediakannya. Sebut saja Tokopedia, Shopee, Bukalapak dan lain-lain. Daftarkan diri Anda di sana. Ikuti petunjuk, persyaratan dan ketentuan yang berlaku. Upload semua hal yang berkaitan dengan produk Pomade yang Anda pasarkan. Berikan keterangan yang cukup jelas di bawah gambar Pomade. Sertakan juga informasi penting mengenai harga, harga diskon, jasa pengiriman dan besar ongkos kirimnya. Bila perlu sertakan juga informasi mengenai hadiah atau apalah yang bisa menarik minat calon pembeli.

Itulah cara bisnis pomade laris manis. Semoga bermanfaat.

Penyair?

Oleh: Neneng Hendriyani

Aku hanya pencari makna di antara ribuan kata
Tiada pantas disebut penyair
Namun bila ada kesempatan tuk bertutur lewat syair yang penuh rindu
Atau asmara yang terpendam
Bolehlah ku ikut serta
Ku wartakan tentang kita
Sepasang bangau di tepi telaga
Yang galau merana
Tamannya rusak binasa

(Bogor, 22 September 2019)

Cinta Yang Buta

Oleh: Neneng Hendriyani

Entah setan mana yang membuatku marah, meradang dan kesal. Yang pasti, aku merasa sangat kecewa. Tubuhku lemas. Nafasku memburu. Kakiku lemah. Ingin sekali teriak. Tapi tak mampu. Hanya air mata mengalir deras.

Malam kian larut. Bintang pun telah bersinar. Sayang kedua mataku enggan menutup. Lelah batinku. Lagi, air mata kembali mengalir diam-diam. Aku tak bisa berkata lagi. Kupandangi wajahnya. Polos dan lugu.

Duh, Tuhan. Mengapa ini harus terjadi. Tak pernah ku memohon kepada makhluknya. Di depannya tadi pagi aku memohon. Terisak-isak. Pilu. Tapi ia acuh. Aku pasrah. Tak berdaya. Ia diam seribu bahasa. Sementara isakanku makin keras dan lepas.

Tak ada lagi yang bisa kulakukan. Aku tak bisa mengubahnya. Dalam diam dan tangis yang tertahan, batinku berbisik. Ya Allah, lindungi ia. Jangan biarkan air mataku jatuh lagi karenanya. Aku sangat mencintainya. Lagi-lagi tanpa syarat.

(Bogor, 20 September 2019; 07.35 wib)

99 CARA SUPER LEJITKAN KARIER VIA SOCIAL MEDIA

    Oleh: Neneng Hendriyani

    Judul: 99 Cara Super Lejitkan Karier via Social Media
    Penulis: Politwika
    Editor: Mira R.
    Penata lsi: Deni Ahmad
    Desain cover: Deni Ahmad
    Diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia, anggota IKAPI
    Jakarta 2015.

    "Media sosial adalah tentang sosiologi dan psikologi, lebih dari sekadar teknologi."
    (Brain Solis)

    Berangkat dari fakta bahwa sekitar 7,2 miliar warga dunia, setengahnya adalah pengguna internet. Tercatat ada 2 miliar lebih akun media sosial berseliweran di dunia maya saat ini dan 1,6 miliar di antaranya merupakan akun media
    sosial yang aktif secara mobile. Setidaknya demikian menurut agensi We Are Social yang dikutip Techinasia.com pada 2015 penulis menyadari dampak positif dari penggunaan social media bagi karier seseorang.

    Dengan segala kemudahan yang dihadirkan Facebook, Twitter, Instagram, dan banyak aplikasi media sosial lain, banyak orang yang terbantu untuk melejitkan kariernya. Mencari informasi pekerjaan dan membangun personal branding di media sosial, bisa dilakukan dengan beberapa sentuhan jari di layar gadget.

    Itulah sebabnya buku ini hadir sebagai usaha nyata penulis dalam memberi pencerahan, bahwa media sosial jika dioptimalkan dengan baik
    bisa membantu kita melejitkan karier. Bagaimana caranya? Ada 99 cara ampuh untuk mewujudkannya.

    Berikut ini adalah 99 cara ampuh dalam melejitkan karier via social media:

    1. Jangan Remehkan Media Sosial
    2. Manfaatkan Azas Kesetaraan Media Sosial
    3. Aktifkan Media Sosialmu
    4. Terkoneksi dengan Orang-Orang yang Pas
    5. Terlibat Topik-Topik Menarik
    6. Berbagilah!
    7. Selalu Check dan Re-Check
    8. Pilih Layanan Paling Sesuai
    9. Kicaukan Lewat Twitter
    10. Nama Akun yang Unik
    11. Avatar yang Representatif
    12. Bio yang Meyakinkan
    13. Membangun Following yang Oke
    14. Kicauan yang Menunjang Karier
    15. Jadi Diri Sendiri
    16. Jangan Murahan
    17. Hindari Sifat Sok Populer
    18. Jangan Berbohong
    19. Waspadai Interaksimu
    20. Jaga Privasi
    21. Kicaukan Hal-Hal Berguna
    22. Berani Berinteraksi
    23. Membangun Jaringan Seluasnya
    24. Gunakan Aplikasi Pendukung
    26. Lanjutkan dengan latap Muka
    26. Manfaatkan Linkedin
    21. Lengkapi CV Online-mu
    28. Terhubung ke Industri yang Pas
    29. Dapatkan Rekomendasi dan Endorsement
    30. Bersikap Ramah
    31. Rajin Update
    32. Mencari Info Lowongan Melalui Linkedin
    33. Efektifkan Waktu untuk Mengamati
    34. If You're Not on Facebook, You dont Exist
    35. ldentitasmu Adalah Jati Dirimu
    36. Profile Picture Cermin Kepribadianmu
    37. Jual Dirimu' Melalui Profile Page & Fan Page
    38. Hidupkan Facebook-mu
    39. Selalu Cari Circle Baru
    40. Jangan Malu-Malu
    41. Populerkan Dirimu di Facebook
    42. Set URL-mu
    43. Cek Privacy Setting
    44. Mengenal Branchout?
    5. Percantik Facebookmu dengan Blog RSS
    46. Pikirkan Postinganmu
    47. Batasi Main Game
    48. Maksimalkan Facebook Events
    49. Konsistenlah
    50. Ayo nge-Blog
    51. Kenapa Harus Blog?
    52. Lejitkan Karier Melalui Blog
    53. 1entuUkan lujuan dalam Blogging
    54. Atur Jadwal Blogging
    55. Jadwalkan Komentar
    56. Diskusi dengan Pakarnya
    57. Visualisasikan Blogmu
    58. Kualitas vs Kuantitas
    59. Bagikan Pengalaman Nyatamu
    60. Lakukan Proofreading
    61. Integrasikan Blog dengan Media Sosialmu
    62. Menghasilkan Uang dari Blog
    63. Pilih Desain yang tepat
    64. Sukses nge-Blog Ala Marischka Prudence
    65. Percaya Diri & Strateg-strategi Lain
    66. Membangun Konten Positif
    67. Ayo Kita Berkarier Melalui Instagram
    68. Kenali Pengguna Instagram
    69. Ikuti Jejak Mereka
    70. Mengenal Fitur-Fitur di instagram
    71. Manfaatkan Fitur Edit Photo
    72. Mantaatkan Fitur Hashtag
    73. Mantaatkan Fitur Share
    74. Kenali Aplikasi Pendukung
    75. Kenali Waktu Potensial
    76. Pelajari Foto-Foto yang Populer
    77. Pelajari Video Populer
    78. Pelajari Hal-Hal Kecil Tapi Penting
    79. Pelajari Para Selebgram
    80. Jangan Khawatir Dengan Jumlah Follower
    81. Segera Tentukan Jenis Postinganmu
    82. Jangan Pernah Berhenti Berkarya-129
    83. Berkarier Melalui YouTube? Kenapa Tidak?
    84. Kenapa Harus You Tube?
    85. Kenali Para Pengguna YouTube
    86. Siapkan Amunisi Dasar
    87. Pelajari Hal Sederhana Dalam Membuat Vic
    88. Cari Tahu Tipe-Tipe Video Tenar di You Tube
    89. Video Berdurasi Panjang atau Pendek?
    90. Penting Mana, Subscribers atau View?
    91. Inilah Cara Meningkatkan Subscriber
    92. Inilah Cara Meningkatkan View
    93. Rapikan Channel YouTube-mu
    94. Tips Membuat Video Hiburan
    95. Tips Membuat Video Genre Review
    96. Tips Membuat Video "How To
    97. Tips Membuat Video Edukasi
    98. Belajar dari Notaslimboy TV
    99. Optimalkan YouTube-mu

    Kelebihan buku ini adalah bahasa yang digunakan oleh penulis sangat mudah dipahami ditambah gambar-gambar menarik yang bisa diikuti oleh orang awam yang sama sekali buta akan social media. Banyak sekali quote dari orang terkenal yang dikutip oleh penulis dan ini menjadi trigger bagi pengguna pasif social media yang ingin berubah menjadi pengguna aktif social media.

    Singkatnya, buku ini bagus sekali dibaca bagi semua kalangan yang ingin memanfaatkan akun social medianya dalam melejitkan potensi, mimpi, dan kariernya di masa depan.

    (Bogor, 18 September 2019)

Kun Anta

Oleh: Neneng Hendriyani

Pemasaran:
Kawah Media
JI. Moh. Kahfi lI No. 12, Cipedak,
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
Telp. (021) 7888 1000o
Faks. (021) 7888 2000
E-mail: kawahmedia@gmail.com
Website: www.kawahdistributor.com
Penulis: (@NegeriAkhirat
Penyunting: Radindra Rahman
(@radindrarahman)
Penyelaras Akhir: Seno Teguh Pribadi
(@senotepe)
Pendesain Sampul: Adam S. Muhsinin
Komikus: Angga Priatna
Penata Letak: Tri Indah Marty R
Penerbit: Wahyu Qolbu
Redaksi:
Jl. Moh. Kahfi lI No. 12, Cipedak
Jagakarsa, Jakarta Selatan 12630
Cetakan ke-5, Mei 2016
Hak cipta dilindungi
Telp. (021) 7888 1000
Faks. (021) 7888 2000
E-mail: wahyuqolbu@gmail.com
Twitter: @WahyuQolbu
Fanpage: Wahyu Qolbu
Instagram: wahyuqolbu
Website: www.wahyugolbu.com

Buku ini ditulis oleh sebuah tim penulis yang terdiri atas enam orang muslimah gaul yang cerdas. Mereka memilih menggunakan nama pena @NegeriAkhirat ketimbang nama-namanya sendiri karena satu dan lain hal.

Buku ini sangat banyak mendapatkan testimoni dari berbagai kalangan. Diantaranya ZEE ZEE SHAHAB:AKTRIS &PRESENTER “BERITA ISLAMI MASA KINI”, TERRY PUTRI: EX-PRESENTER “ONE STOP FOOTBALL”, -@ressarere: PEMERAN UTAMA FILM TAUSIYAH CINTA, HANUM SALSABIELA RAIS: PENULIS “BULAN TERBELAH DILANGIT AMERIKA” & “FAITH AND THE CITY”, HIDAYATUR RAHME FINALIS WORLD MUSLIMAH 2013.

Mereka menggarisbawahi bahwa cantik menurut versi penulis sama dengan versi mereka. Cantik berasal dari rasa percaya diri dan berusaha menjadi diri sendiri dan mensyukuri nikmat pemberian Allah.

Buku ini memfokuskan diri dalam membahas arti cantik. Ada banyak definisi untuk kata cantik. Para penulis sepakat memilih definisi cantik versi mereka yaitu cantik dari hati cantik jadi diri sendiri menurut ajaran Islam.

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula
menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu.”
(HR. MUSLIM)

Buku ini membahas secara detail apa yang disebut dengan muslimah yang cantik. Muslimah adalah panggilan bagi setiap wanita muslim (Islam) yang diiringi pakaian takwa, akhlak yang Karimah, dan beriman kepada Allah SWT.

Kisah-kisah inspiratif yang terdapat di bagian ini adalah kisah Ghumaisha’ binti Mahlan, Khadijah binti Khuwailid, Asiyah binti Muzahim.

Buku ini disertai tips sederhana untuk menjadi cantik. Tips tersebut berupa amalan shalih yang bisa diterapkan oleh siapa pun dan kapan pun. Yaitu, shalat tepat waktu, shalat sunah, menjaga wudhu dan amalan yang bisa dilakukan saat haid.

Selain itu juga ada amalan lain. Yaitu membaca Al-Quran, puasa sunah, menjaga lisan, menjaga kehormatan, berbusana sesuai syariat, dll.

Buku ini asik banget buat dibaca oleh semua kalangan terutama anak-anak muda. Gaya bahasanya yang mengalir, terkesan tidak menggurui adalah nilai tambah buku ini. Selain itu cuplikan kisah inspiratif yang ada di sekitar pembaca juga merupakan salah satu daya tarik bagi siapapun untuk membaca dan meresapinya.

Singkatnya, setelah membaca buku ini maka definisi cantik pun akhirnya bisa berubah 180 derajat.

(Bogor, 17 September 2019)

Metode Mnemonik Untuk Menulis Cerpen Buku Keren Buat Penulis Pemula

Oleh: Neneng Hendriyani

Metode Mnemonik Untuk Menulis Cerpen
Penulis: Arif Irfan Fauzi
@copyright 2019
Jumlah: viil+126 hlm.
Ukuran : 15.5 x 23Cm
ISBN:978-623-7291-44-2
Penerbit: CV Beta Aksara

Bagi pemula, menulis cerita pendek (cerpen) bukanlah pekerjaan yang mudah. Menentukan unsur-unsur intrinsik yang akan ditulis ke dalam cerita, membutuhkan keterampilan dan pengetahuan.

Buku ini berisi penggunaan metode mnemonik untuk menulis cerpen. Buku ini akan membantu memahami, mengingat dan mempermudah menulis cerita pendek.

Metode Mnemonik adalah suatu cara yang disusun untuk mempermudah mengingat suatu konsep dalam ingatan jangka panjang. Dengan mengingat informasi, maka siswa maupun penulis cerpen pemula akan lebih mudah menentukan unsur-unsur
yang harus dipenuhi dalam menulis cerita pendek. Kelengkapan,kebenaran, dan keindahan unsur pembangun cerita akan menjadi cerita pendek yang ditulis semakin indah.

Buku ini layak dimiliki oleh guru, siswa maupun kalangan umum. langkah-langkah menulis cerita disusun berdasarkan alur berpikir yang sederhana diharapkan dapat diikuti dengan mudah.

Bagi guru, buku ini juga dilengkapi dengan silabus, RPP, dan evaluasi kegiatan pembelajaran. Buku ini dapat digunakan sebagai buku tambahan/pengayaan/suplemen dari buku yang ada. Keberadaan buku ini dapat mempermudah guru mengajarkan cara menulis cerita pendek dengan benar.

Buku yang ditulis oleh Arif Irfan Fauzi ini sejatinya merupakan hasil karya ilmiahnya saat menempuh pendidikan S2 di U Negeri Malang. Karena sudah diujikan di universitas tersebut dan divalidasi oleh Tim Ahli Buku Bahan Ajar Menulis, maka buku ini sangat direkomendasikan sebagai bahan ajar bagi guru dalam mengajar khususnya kompetensi menulis cerita pendek. Selain itu, melalui buku ini siswa dapat lebih memahami dan menulis cerita pendek dengan baik.

Adapun isi buku ini memuat secara singkat definisi metode Mnemonik dan metode Mnemonik Untuk Menulis Cerpen. Layaknya buku panduan tentang menulis sebuah cerpen maka buku ini pun berisi tentang berbagai unsur pembangun cerpen. Diantaranya adalah amanat, tokoh dan penokohan, alur, plot, gaya bahasa, sudut pandang dll.

Bagi guru, buku ini berisi silabus pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran di bab 3. Bab 4 berisi tentang tahap menulis cerpen yang terdiri atas kegiatan pramenulis, menulis dan pascamenulis cerita pendek.

Pada bagian menulis cerita pendek, pembaca semuanya akan dibimbing secara tidak langsung tentang bagaimana membuat tema, judul, tokoh dan karakter, latar, alur dan plot, amanat, sudut pandang dan gaya bahasa yang terdapat di cerpen.

Bagi guru bahasa Indonesia bab 5 adalah bab yang sangat berarti. Maksudnya, di bab inilah guru dapat mengadopsi berbagai bentuk lembar kerja siswa baik individu maupun kelompok yang bisa digunakan untuk mempraktikkan materi menulis cerpen pada setiap pertemuan. Pada bab ini pun dilengkapi dengan refleksi kegiatan belajar yang sudah dilaksanakan.

Pada bagian akhir buku ini pembaca akan mendapatkan suguhan berbagai cerpen karya siswa dan beberapa orang lainnya yang cukup menarik untuk dipelajari bersama.

Beberapa judul cerpen yang ada di buku ini adalah Malaikat Kecil Tak Bersayap, Pahlawan Nakal, Legenda Wongasu, Janji, Man Blandhong, Daging, dan Ibu Pergi ke Laut

(Bogor, 17 September 2019)

Resensi Buku

Hai, gaes. Apa kabar? Sudahkah membaca hari ini? Buku apa yang biasa menemani awal hari Anda? Buku komik, cerita pendek, sejarah, biografi, kesehatan, IPTEK, budaya, ataukah resep masakan? Yuk, berbagi.

Mulai pagi ini saya akan menulis resensi buku yang sudah pernah saya baca sehari sebelumnya. Harapannya sih sederhana. Semoga dari resensi yang saya tulis, Anda tertarik untuk membacanya juga.

Oh ya, buat yang mau dibuatkan resensi untuk buku-bukunya sila hubungi saya ya di http://bit.ly/2lZmrKf.

Selamat beraktivitas.
Neneng Hendriyani

Benci dan Cinta: Alasanku Memilih Menjadi Guru (2)

Oleh: Neneng Hendriyani

Menjalani hari yang baru di sekolah baru tidaklah semudah seperti memandang matahari. Banyak onak dan duri menyakiti tiap hari.

Sebagai anak baik dan patuh aku selalu menurut kepada kedua orang tua. Pun, saat mereka memutuskan untuk mengirimku ke sekolah menengah pertama yang cukup jauh dari rumah dengan alasan aman di perjalanan. Padahal setelah aku menjalani, jangankan aman, dekat saja tidak. Hanya ada beberapa angkutan umum yang melintasi sekolah tersebut. Belum lagi siswanya yang sangat banyak tidak sebanding dengan jumlah armada angkot yang tersedia menambah catatan tersendiri di buku harian ku.

Di penghujung tahun itu sekolah menerima tujuh kelas yang terdiri atas 36 siswa per kelasnya. Kelasku kebagian shift sore. Alhasil jam 12 siang sudah harus berdiri di depan gang demi mendapatkan angkot 08 yang akan membawaku ke sekolah. Di sekolah aku belajar dari jam 1 hingga jam 5 sore. Jangan ditanya apa yang dipelajari olehku dan kawan-kawan dalam jangka waktu yang begitu singkat tersebut. Hanya 4 jam saja.

Beruntung sekali bila guru-guru yang hadir di kelas itu benar-benar asyik mengajarnya dan langsung masuk ke otak. Sialnya, kalau guru yang hadir itu tidak memberikan apapun yang diharapkan. Aih, pengen kabur deh.

Dari semua guru yang kukenal dan mengajar di kelasku sejak kelas 1 hingga kelas 3 ada yang masuk ke dalam memoriku. Banyak juga sih yang tidak masuk ke dalam memori bahkan buku harian. Bukan apa-apa, bukan tidak menghormati atau apalah namanya, yang pasti begitulah adanya.

Hingga hari ini aku masih bisa mengingat nama, kebiasaan, dan ciri khas beberapa guru tersebut. Mereka adalah orang-orang yang memberikan warna yang berbeda dalam kisahku selama di SMP.

Sebut saja Pak Hisyam. Lelaki klimis yang murah senyum itu adalah guru Pramukaku. Gaya jalan, gaya bicaranya di depan kelas masih terbayang jelas di pelupuk mata. Senyum manisnya selalu terpampang manakala ada siswa yang nyeleneh. Ia tak pernah menaikkan alis bahkan suaranya. Cukup senyum saja.

Ibu Sulastri, seorang guru Bahasa Indonesia yang mengajar di kelas 1 dan 2 adalah guru yang modis. Gaya rambutnya yang mirip teller Bank, mengingatkanku pada seorang artis Hollywood yang sangat terkenal yaitu Marilyn Monroe. Sepatunya yang berhak tinggi dan lancip itu membuatnya tampil beda di kelas. Mirip peragawati. Bila ia sudah mengajar, seisi kelas berubah layaknya kuburan. Sepi. Ya, kami semua seolah sepakat untuk tutup mulut selama ia mengajar bukan karena takut kepadanya. Tapi, karena kami sangat menghormati dan menghargainya. Kami sangat menyukainya.

Darinya aku dan kawan-kawan belajar tentang menulis karangan yang baik. Tata bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD menjadi fokusnya dalam mengajar. Ia tak segan-segan memberi hukuman bila tulisan siswanya tidak terbaca dengan baik. Bila ada siswa yang menggunakan tip-ex karena salah menulis pun akan dihukumnya. Tindakannya membuat kami sekelas selalu hati-hati dalam menulis.

Oh ya, apakah lantas karena itu kami diam? Tidak. Kami diam karena kami fokus pada tugas yang diberikan. Bila ada yang tidak dipahami kami pun berani bertanya. Beliau sangat senang bila siswanya mengangkat tangan untuk bertanya. Beliau juga tidak pelit nilai bila memang dianggapnya siswa tersebut berhak mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Pokoknya beliau adalah salah satu guru favorit di kelasku selama 2 tahun.

Pak Joni adalah guru Matematika pertamaku di kelas. Inilah guru yang paling banyak mengisi halaman diariku. Bahkan hingga hari ini pun namanya masih saja sering dibicarakan di grup alumni kelas.

Lelaki muda yang baru saja lulus kuliah itu mengajar setiap Senin sore di kelasku. Tampilannya yang gagah dan parlente seketika menyihir seluruh siswi di kelas. Aroma parfumnya semerbak menyeruak di ruang kelas tiap kali ia berjalan mondar mandir di dalam kelas. Tatapan matanya yang tajam seringkali membuat semua jantung siswa berdetak lebih keras dari biasanya. Duh, sampai segitunya ya. Ya iyalah, sudah mata pelajaran yang diajarnya bukan mata pelajaran favorit eh orangnya lumayan galak.

The killer man adalah julukan yang paling tepat untuknya. Tiap kali ia masuk kelas pasti ada saja siswa yang kena dipajangnya di depan kelas selama jam pelajarannya. Aku pun pernah mengalaminya. Menjadi pajangan kelas sekali seumur hidup adalah pengalaman yang tak pernah kulupakan.

Hari itu, nasibku sial. Saat ia masuk kelas, aku baru datang dari toilet. Matanya langsung melirik tajam. Dengan menunduk kubilang, “Maaf, Pak.” Ia langsung menyuruh duduk. Alhamdulillah. Selepas itu ia langsung menerangkan materi tentang pecahan. Baginya belajar matematika itu harus dibuktikan dengan logika. Ia tidak suka bila siswanya bisa menjawab karena hafal bukan karena paham. Ia memberikan contoh soal bila ia memiliki empat buah Apel merah dan ingin membagikannya kepada empat siswa maka berapa apel masing-masing yang akan diperoleh oleh keempat siswa? Serentak seisi kelas menjawab satu. Mengapa satu? Karena empat dibagi empat hasilnya satu. Mengapa hasilnya satu? Mengapa begitu? Terus ia mengejar kami dengan pertanyaan-pertanyaan baru. Ia baru berhenti bila dirasanya seisi kelas sudah paham dan bisa menjawabnya.

Tibalah giliranku. Ditanyanya soal yang sebetulnya mudah bagi siswa selevel Alfanus dan Ridwan. Mereka adalah dua cowok yang paling pintar di kelas. Tapi sayang, aku gelagapan saat menjawabnya. Jadilah aku dipajangnya di depan kelas. Persis di samping papan tulis dengan mengangkat sebelah kaki dan memegang kedua telinga. Duh, malunya.

Hingga aku kuliah S-1 pertanyaannya mengenai soal yang membuatku tenar sehari itu mengusik ketenanganku. Bagaimana caranya membuktikan nol dibagi nol sama dengan tak terhingga. Aku nggak bisa.

Meskipun mendapatkan kenangan seperti itu tak sedikitpun aku membencinya. Bukan karena ia guru laki-laki loh, ya. Bukan juga karena ia masih single dan ganteng. Bukan. Aku sadar aku memang pantas mendapatkannya. Aku memang tak secerdas Alfanus. Jadi pantas bila dihukum seperti itu. Dengan begitu aku jadi belajar lagi dan lagi.

Guru agama yang paling kuingat adalah guru yang mengajar di kelas dua. Ia tinggal di gang Mujair, Depok. Darinya aku belajar tentang sejarah peradaban Islam. Mengenal siapa Avicenna alias Ibnu Sina, Averos dll lalu jatuh cinta pada sejarah Islam abad pertengahan adalah akibat dari mengikuti pelajarannya yang berbeda dari guru-guru agama lainnya. Ups, jangan tanya siapa namanya. Sungguh aku tak ingat namanya. Tapi aku ingat gaya busananya. Ia bergamis lengkap tanpa make up sama sekali. Wajahnya cantik. Pola pikirnya mengisyaratkan ia adalah guru yang cerdas. Pandangannya sangat maju. Sangat maju. Ia satu-satunya guru yang berhasil membuka wawasan tentang berbagai hal dengan cara yang paling asyik dan menyenangkan.

Guru olahraga sejak zaman SD hingga SMA memang tak pernah masuk bursa untuk kutulis di buku harianku. Aku yang terlahir dengan fisik lemah dan kondisi jantung yang tidak senormal siswa lainnya membuatku sadar body bahwa aku tak akan pernah menjadi murid kesayangan guru olahraga manapun. Jadi memilih tidak menulis tentang guru olahraga adalah pilihan yang terbaik bagiku. Cukup aktif dalam pelajarannya, meraih nilai yang baik dan lulus saja sudah cukup membuatku bahagia.

Beda halnya dengan guru yang satu ini. Ibu Tetty adalah guru geografi kesayanganku. Tampilan fisiknya yang sangat mudah diingat adalah gaya rambutnya yang selalu dipotong Bob. Guruku yang mungil ini membawaku berselancar dari satu negara ke negara lainnya dengan sangat mudah. Gaya mengajarnya mengingatkanku kepada seorang guru di SD dulu. Dengan kemampuannya menggambar peta dunia aku bisa membayangkan dengan seksama bagaimana daerah yang sedang ia jelaskan dengan mudah. Oktavianus Ilata seolah kembali hadir di bayangan mata tiap kali Ibu Tetty mengajar. Dari keduanya aku belajar menggunakan imajinasi dengan sedemikian bebas. Bagaimana memandang sesuatu dari berbagai sudut pandang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya dan pertahanan keamanan adalah gaya belajar yang mereka tanamkan.

Dari semua guru bidang studi yang mengajar kelasku hanya satu guru yang membuat seluruh jantung siswanya berdegup lebih keras. Semua kaki bergetar di bawah kolong meja tiap kali telinga menangkap bunyi derap langkahnya; tik tok tok tok, dari kejauhan. Apalagi bila ada ulangan hari itu, keringat dingin mengalir menganak sungai membasahi kemeja. Tatapan mata penuh arti terpancar dari tiap wajah yang ketakutan. Duh, killer.

Senyumnya manis. Lipstik dan blush onnya merah merona. Rambutnya berjambul dan sedikit bergelombang. Kulitnya mulus, putih bersih. Parfumnya harum sekali. Tapi entah mengapa kok tak terlihat seperti Desi Ratnasari.

Suaranya keras dan kencang. Seisi kelas bisa mendengarnya dengan jelas. Apalagi bila doi sedang marah-marah. Waw, dijamin deh telinga yang ditutup gumpalan kapas pun masih bisa mendengar omelannya. Mantap, kan. Dua jam pelajaran bisa habis bila moodnya sedang tidak baik.

Materi yang paling sering diajarkannya adalah grammar. Entah di jam kbm biasa atau di kelas khusus pendalaman materi menjelang UN materi tersebut pasti diajarkannya berulang kali dengan cara yang sama. Bosan. Herannya, sekalipun diulang-ulang tetap saja cuma Alfanus yang bisa mengisi semua latihan soal yang diberikan. Yang lain? Tetap saja, stupid Perancis. Katanya, tiap kali memarahi kami sekelas.

Dua tahun bersamanya di kelas serasa dua abad. Tak ada kenangan yang manis yang bisa kurekam. Yang ada hanyalah rasa takut setiap kali bertemu baik di dalam maupun di luar kelas.

Ingatan terakhirku tentang dia adalah hal yang paling buruk. Siang itu seperti biasa aku membantunya merapikan administrasi kelulusan kawan-kawan sekelas. Yah, sekalipun ia galak kepadaku tapi ia selalu meminta bantuanku. Aku senang membantunya. Sekalipun deg-degan takut dimarahi.

Siang itu semua lembar ijazah telah kususun rapi. Semua yang diperlukan untuk kelulusan pun telah selesai. Esoknya aku kembali untuk cap tiga jari. Inilah awal rasa itu timbul. Di depan guru-guru ia berteriak memaki. “Dasar stupid Perancis, kamu tuh gimana sih?” Aku terhenyak. Kaget bukan alang kepalang. Aku yang dikenal baik, sopan dan pintar di kalangan guru hari itu diejek sedemikian rupa olehnya. Hilang sudah kebanggaanku. Hilang sudah rasa hormatku. Ditariknya jari jemarinya. Dicampakkannya seketika saat ia melihat tinta biru di jari jemari tersebut. “Mikir nggak sih kamu, tuh? Masa begini cara kamu cap tiga jari? Aduh ini salah. Bukan begini. Masa jari kamu hilang satu!” Sontak semua guru mendekatiku. Mereka ingin tahu apa yang sedang dipermasalahkan. Dengan terbata aku mencoba menjelaskan. Tapi hardikannya tak juga berhenti. Aku menyerah. Kutunjukkan ketiga jariku. Salah satu jariku memang tidak sama ukurannya dengan jari di sebelahnya. Jadi kalau aku paksakan naik posisinya maka akan terlihat sekali jomplangnya. Bila tidak ditarik ke atas maka cap nya hanya tampak sedikit. Serba salah. Tapi inilah jariku. Jari anugerah pemberian sang Khalik.

Sepulang sekolah aku diam. Tak ada canda tawa yang biasa ku bawa ke ruang keluarga. Kedua orang tua bertanya tapi aku hanya menggeleng. Biarlah ini jadi rahasia. Sejak hari itu ia adalah guru yang paling kubenci. Sudahlah materinya susah masuk ke otak, sikapnya pun kasar.

(Bersambung)
(12 September 2019; 11.30 am)

Laut, laut dan laut

Oleh: Neneng Hendriyani

Laut, laut dan laut
Di tepi rumah yang sama aku memandang
Tiada yang hilang meski nyiur sebatang
Gelombang tipis mencuci kakiku
Berkecipak penuh rindu
Nun di sana wajah yang sama
Baju yang sama memandang penuh pesona
hingga aku terjaga
Tak jua kutemukan rahasia siapa dia

Laut, laut dan laut
Di tepi rumah berdinding bambu
Aku seolah menunggu
Gelombang tipis mengajakku kembali
Telusuri jati diri

Ah laut, laut dan laut
Siapa kah gerangan?

(Bogor, 8 September 2019; 21:46 wib)