Setangkai Bunga Bangkai

Oleh: Neneng Hendriyani

Cantik, menarik
Pulasan lipstik merona apik
Mata bulat full maskara
Tambah bulat bila sedang angkara

Ah, sepatu hak tinggi terdengar menjerit tiap kali mendekat
Hati tercekat semoga bukan hantu yang lewat

Dua jam pelajaran bak dua tahun di neraka
Tiada pernah dihargai cuma dapat caci maki

Oalah… bodoh bukan bawaan lahir
Datang karena ingin mahir
Tapi cuma sakit hati
Dan kesal yang menepi meronce laksana melati

Kaulah setangkai bunga bangkai
Mengajar tidak dengan hati
Pilih kasih, pilih nilai
Cuma dianggap rimbunan bambu
Lurus tinggi itulah idolamu

Kaulah alasanku
Hendak menjadi guru

(Cibinong, 31 Agustus 2019; 10.52)

Leave a Reply