GELIAT PUISI ESAI DI INDONESIA

Oleh: Neneng Hendriyani*) Ini adalah tulisan perdanaku di Tribun Bali. Tulisan ini dimuat pada hari Minggu, tanggal 23 September 2018, Redite Umanis Kulawu, Caka 1940, halaman 4. Berikut ini tulisan selengkapnya di harian tersebut. Menulis memerlukan imajinasi, pemikiran, dan perenungan yang mendalam terkait peristiwa terkini maupun yang lampau. seseorang dituntut untuk memiliki pengalaman berbahasa yang…

CATATAN KENANGAN

Ada begitu banyak tulisanku yang tersebar di berbagai media selama ini. Menuliskannya kembali di sini adalah upayaku membuat semuanya terekam dengan baik. Selain itu juga agar jumlah yang membacanya lebih banyak. Sehingga lebih banyak lagi orang yang mendapatkan manfaat dari karya-karya sederhanaku tersebut. Semoga semua upaya ini mendapatkan keberkahan dan dapat memberi manfaat bagi semua…

Kisahku

KISAHKU Neneng Hendriyani Ini hari ku temui engkau Yang tak ku kenal dalam milyaran hariku Hanya karena darah yang sama Mengaliri sumsum tulangku Terbang aku menemuimu Singkirkan ego, jua dendam masa lalu   Ini hari setahun lalu Ku taburi bekas jasadmu Dalam jatuhan helai melati Rimbunnya kenanga dan air mawar yang suci Ku bawakan sejuta…

DUA PULUH TAHUN LALU

DUA PULUH TAHUN LALU oleh Neneng Hendriyani Di jalan yang sama dua puluh tahun lalu Anyelir semarak mekar mewangi menyambutku Turuni kereta kencana kala jingga menyapa Laksana Ratu di sisimu Selayang pandang mata kita bertemu Di pupil hitam terlukis wajahku Merah merona seketika Bak Anyelir di taman istana Hari-hariku mekar bersama sepoi angin Bawa biji…

HUJAN TERAKHIR DI BUMI BORNEO

HUJAN TERAKHIR DI BUMI BORNEO Oleh: Neneng Hendriyani Langit kian gelap Gemuruh kian terdengar memekakkan gendang telinga Menyebar aroma ketakutan Menghisap seluruh harapan Cemas, takut, bingung, marah?! Ya! Ingin marah, tapi pada siapa? Lihat! Hutan yang gundul, sungai yang kering, udara yang panas Air yang keruh Tak bisa hilangkan hausku Tak bisa hilangkan laparku Tak…

HUJAN TAK DERAS LAGI

HUJAN TAK DERAS LAGI Oleh: Neneng Hendriyani Hujan itu tak deras lagi Sejak mesin-mesin berlomba masuk hutan Beberapa tahun silam Nyanyian dedaunan, gemerisik angin petang diiringi tetabuhan suara hewan, gemulai tarian dahan panggil hujan tinggal kenangan Sejak hutan dirudapaksa Ribuan batang pohon rebah terkapar menyerah kalah Tak bisa cegah rumah burung jatuh dari pelukan, Tak…

HUJAN DI MATA AYU

HUJAN DI MATA AYU Oleh: Neneng Hendriyani Tiap hujan turun ia gembira Di bawah payung hitam ia lari ke taman kota Berdiri menanti ‘tuk ke sekian masa Seseorang yang entah ada di mana Tiap hujan turun jantungnya berdansa Menari di antara kelopak teratai Lompat sejauh ia bisa ke tepi kolam Berdiri menyambut seseorang yang entah…

Bertemu Hantu

Bertemu Hantu Oleh Neneng Hendriyani Ada amarah menyeruak jiwa Cepat memanas bergelora Dalam diam ku tahan segala Sumpah serapah jua seringai serigala Aku cuma menatap Berpikir selintas lari menjauh Kuhapus semua tentang dirimu Anggap saja bertemu hantu (28/11/2017, Lembah Hijau Resort Puncak) Meeting a Ghost by Neneng Hendriyani Anger surges within my soul, Quickly igniting,…

Buat J di Gunung Sahari

BUAT J DI GUNUNG SAHARI Oleh: Neneng Hendriyani Buat J di Gunung Sahari Kupahat namamu dalam prasasti Tiada lekang dalam bilangan masa Tiada hilang dalam gelombang kehidupan Tetap tersimpan di kotak pusaka Terjaga rapi seutuh jiwa Lembah hijau Ciloto 28/11/2017