Oleh: Neneng Hendriyani
Yogya (Ku) Kembali! Tiap kali mendengar nama ini jantungku berdetak lebih kencang. Entah mengapa. Seperti ada sebuah energi yang memompa jantungku lebih cepat dari biasanya. Ada sesuatu yang melintas begitu saja bahkan hanya saat aku membayangkannya.
Yogya, begitu manis. Sangat manis untuk tidak diingat di hati. Yogya begitu indah. Meski keindahannya sebenarnya tak jauh berbeda dengan berbagai kota wisata lainnya di republik ini. Namun bagiku, Yogya lebih ngangeni ati.
Tiap kali teringat akan pesonanya aku mencoba berpikir logis. Selogis harapanku untuk rembulan yang tak pernah padam. Ia akan datang tiap waktu yang telah ditentukan.
Bila bukan karena biaya sendiri, biasanya aku mengunjungi Yogya lantaran urusan kedinasan. Ah, apa pun itu, dari mana asal muasalnya aku tak peduli. Selagi ada waktu dan kesempatan aku selalu bahagia. Ya, bahagia bisa mengunjunginya lagi.
Ya, Yogya kini (ku) kembali. Meski aku tak bisa mengunjungi tempatmu secara khusus setidaknya aku menginjakkan kakiku di wilayahmu. Menikmati udara yang mengalir bebas mengisi rongga paru-paru ku sejak petang kemarin. Menikmati kehangatan menu masakannya. Menikmati suasana hingar bingar yang khas di sepanjang trotoar mu. Sesuatu yang membuatku selalu kangen padamu.
Yogya, kau selalu punya tempat di hati.
(Hotel Merapi Merbabu, Yogyakarta, Rabu, 10 April 2019, pukul 08.22)