Oleh:Neneng Hendriyani
Revisi sampai mabok! Itulah motto kami di grup penulisan artikel yang kebetulan dapat bayaran. Iya lah dapat bayaran, wong nulis artikel itu nggak mudah, beib. Apalagi kalau ditentukan tema dan waktu pengumpulannya. Belum lagi harus dipastikan bebas unsur plagiat. So,wajar kan dibayar. Yah nggak besar sih tapi cukup lah. Tapi asli bikin mabok.
Meskipun dibayar per artikel tetap saja mabok. Lah gimana nggak mabok? tema yang diberikan itu bukan tema umum yang berkaitan dengan dunia pekerjaan sehari-hari. Kosa kata yang digunakan pun cenderung yang jarang digunakan pula.
Coba aja bayangkan. Sehari-hari ngajar anak SMK bagaimana berbahasa Inggris yang baik, eh giliran nulis artikel nggak ada yang berkaitan dengan pengajaran, kelas, siswa, apalagi kurikulum yang centil lantaran rajin ganti cover.
Selain tema dan waktu pengumpulan, ada hal lain yang membuat mabok. Saking maboknya sampai wegah lihat revisian yang numpuk. Glek. Hal ini adalah tata penulisan yang agak berbeda dari yang sudah dikenal dan lazim dilakukan. Jumlah kata yang harus persis sama dengan tugas yang diberikan juga penyumbang mabok berikutnya. Harus hati-hati dan super teliti menghitung jumlah kata yang ditulis sebelum mengirimkan ke kepala rombongan. Ini sangat menyita waktu dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Kelebihan sedikit saja, artikel langsung ditebak. Revisi lagi ya, kak. Kalau sudah begini jadi sedikit ilfil deh. Belum lagi rasa kesal terhadap diri sendiri yang muncul lantaran merasa gagal memenuhi target yang ditentukan.
Eit, jangan langsung bilang: “nggak apa – apa, kan dibayar.” Dengar ya, ini bukan soal bayaran juga loh tapi soal kepercayaan diri yang bisa naik turun macam wahana permainan yang bisa bikin semua isi perut keluar. Parah, kan.
Untungnya zaman sekarang sudah maju ya teknologinya. Ada aplikasi yang membantu untuk menulis dengan baik dan tepat. Tapi, tetap ya kita semua nggak boleh menaruh kepercayaan diri sepenuhnya kepada semua aplikasi tersebut. Kita harus menulis sendiri. Ini jauh lebih baik dan hasilnya lebih bagus. Maksudnya menulis dengan tetap mengetik menggunakan jari jemari. Ini membuat kita lebih fokus terhadap isi tulisan kita sendiri. Bila ada yang perlu direvisi kita bisa cepat melakukannya. Termasuk melakukan self editing.
Nah, kamu tertarik menulis artikel berbayar seperti aku? Kalau iya, siap – siap revisi sampai mabok ya.
(Cibinong, 4 Januari 2019)