Jika aku ditanya, adakah cinta sejati? Aku menjawabnya: ada. Yakin sekali aku menjawab ada. Mengapa? Karena cinta sejati hadir tanpa basa-basi. Tak perlu melihat rupa, apalagi asal-usul atau latar belakangnya. Ia hanya peduli pada rasa. Rasa yang mengikat kalbu. Rasa yang hadir karena memang haknya. Rasa ingin membahagiakan dan menjaga. Bukan rasa sebaliknya, yang merusak dan menghancurkan impian.
Di mana cinta sejati hadir? Cinta sejati hadir di hati. Ia mampu melewati hitungan masa. Tak peduli siang atau malam. Tak peduli kering atau hujan. Ia mampu bertahan. Tak terbilang tahun, apalagi hari. Ia mampu bertahan setia di titik di mana ia jatuh cinta pertama kali.
Mungkin kita berpikir bahwa cinta sejati hanya milik rakyat jelata yang tidak dipusingkan soal harga, pajak, dan permasalahan tetek bengek lainnya. Rakyat yang sederhana, yang bisa memeluk cintanya tanpa ragu dan banyak kata. Sebenarnya, cinta sejati bisa menjadi milik semua orang. Tak perlu memandang posisi atau perannya. Namun, bagi para raja, cinta sejati tak semanis madu belantara yang murni. Cinta bagi mereka terkadang adalah siksaan tak berperi. Laksana memegang bara di tangan. Tak mudah digapai dan dimiliki. Cinta yang hanya bisa ditahan di pandangan mata, disimpan di relung hati terdalam. Tak bisa sembarangan diucapkan, apalagi diobral habis-habisan.
Mengapa? Karena raja adalah penguasa. Tanggung jawabnya luar biasa besar. Cinta sejatinya belum tentu mampu membuat negaranya aman dan sejahtera. Ia bisa saja tenggelam dalam cinta dan melupakan rakyatnya. Maka, meninggalkan cinta sejati dalam bentuk nyata adalah solusi terbaik yang ia punya. Menyimpan dan merangkai semua kenangan menjadi satu-satunya pintalan harapan abadi baginya. Karena cinta sejati untuk para raja tak harus dimiliki. Cukup dirasakan dan dipuja dalam doa.
Bagi cinta itu, para raja bisa berkorban banyak hal, kecuali negaranya. Hidup yang sengsara, sepi, dan merana menjadi pilihan tak terhindarkan. Hanya rapalan doa yang mampu membuatnya bertahan, berdiri tegar di singgasananya. Melewati tahun demi tahun, berharap cintanya aman. Cinta yang membuatnya sadar bahwa hidup hanya sebentar. Menitipkannya ke semesta adalah pilihan yang bijak. Sehingga ia bisa menemuinya di suatu masa yang entah kapan. Sungguh.
Cinta sejati memang sering membuat orang buta, gila. Ia mampu membuat seseorang berbuat apa pun demi sang belahan jiwa. Termasuk menjaganya melewati masa yang luar biasa panjangnya. Maka, aku percaya, cinta sejati itu ada. Karena kamu adalah bukti nyata. Sebuah cinta yang tak bernama dari masa yang tak kuingat.
(Bogor, 27 Desember 2024)
Appreciate it for this fantastic post, I am glad I detected this internet site on yahoo.
Good https://is.gd/tpjNyL
thanks
Good
thanks