Beberapa hari lalu ia merayakan hari lahirnya. Sesungging senyum merekah sejak awal ia membuka mata. Sapaan selamat pagi dan peluk cium diterimanya senang hati. Kedua matanya berbinar laksana kejora.
Dia lah gadis kecilku. Putri kedua yang lahir setahun lalu. Dari lima anak, dia lah yang paling istimewa.
Lahir tepat di usia kandungan yang jauh dari hpl membuatku bergidik ngeri saat itu. Habisnya ketuban dan tiadanya kontraksi yang berkelanjutan membuat dokter kandungan terbaik di RSIA As Salam memutuskan kelahirannya via sectio Caesar.
Aku yang selalu takut berhadapan dengan rumah sakit hanya bisa menghela napas panjang. Dalam ruang IGD yang dijadikan tempat transit menunggu giliran masuk ruang operasi aku merenung. Mencoba mengingatkan diri sendiri akan segala hal yang terjadi setahun terakhir.
Ada banyak cerita, suka dan duka dijalani selama kehamilannya. Ada perjuangan yang baru dimulai saat masuk trimester pertama. Sungguh begitu luar biasa saat itu kejadiannya.
Masuk ke trimester kedua semua berjalan lebih baik dari sebelumnya. Usia yang tak muda lagi membuatku insyaf harus menjaga janin ini lebih ekstra. Tak boleh gegabah. Meskipun ini bukan kehamilan pertama aku tetap semangat menjaga dan menjalaninya.
Trimester ketiga sebuah kejadian buruk menimpa. Kecelakaan lalu lintas membuatku terpaksa mengurangi aktivitas fisik. Pulang pergi diantar jemput ojek online. Sebuah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.
Akibat kejadian itu rupanya ketuban rembes. Itu sebabnya ia enggan keluar secara normal. Aku hanya menggelengkan kepala saat teringat wajah tegang dokter Win yang memeriksaku terakhir. Aku tahu ada yang tak beres. Namun, aku berharap ada keajaiban di sana. Sebuah keajaiban yang hanya ada di alam pikiranku saja. Karena hingga ujung hari berganti, keajaiban itu tak kunjung datang.

(Dokumentasi Pribadi)
Met milad putri kejoraku. Jadilah bintang kecil di dalam hidupku.
(Karadenan, 13 November 2020; 6:22 pm)
#Day06NovAISEIWritingChallenge
#gareulis_gln_jawabarat
#smafour
