Oleh: Neneng Hendriyani, M.Pd.
Hari ini hari Minggu. Aku dan ketiga saudaraku pergi ke TK Semut. Kami berangkat pagi. Sesampainya di sana masih sepi. Kami bebas bermain semua alat permainan yang ada. Jadi ingat waktu masih di TK. Kami main ayunan, jungkat jungkit, dan perosotan bergantian. Hanya kakakku yang tidak ikut bermain. Dia lebih suka duduk menyendiri sambil membaca buku kesukaannya.

(Cerita ini diterbitkan bersama Cerita Aku di dalam buku ini)
Setelah dua jam puas bermain, kami baru daftar lomba. Adik bungsuku tidak ikut lomba. Usianya baru 3 tahun. Jadi tidak boleh ikut. Aku ikut lomba mewarnai untuk usia 10 tahun. Aduh, aku bingung mau mewarnai apa. Panitia hanya bilang bahwa aku boleh menggambar apa saja. Sementara adikku yang berusia 8 tahun ikut lomba mewarnai gambar yang sudah disiapkan. Ah, itu mudah sekali. Tinggal pilih warna saja. Pikirku dalam hati.
Akhirnya aku dapat ide. Aku akan menggambar lapangan sepak bola saja. Aku ingat pertandingan tadi malam. Ya, pertandingan paling mengesankan antara Malaysia vs Indonesia. Indonesia menang 2-0.
Saat semua peserta mengumpulkan karyanya, salah satu panitia bertanya kepadaku.
“Ini gambar apa?”
“Lapangan sepakbola”, jawabku.
“Kenapa menggambar ini?”
“Aku suka sepakbola. Aku senang tadi malam Indonesia menang lawan Malaysia.” Jawabku.
“Oh, kamu suka sepakbola, ya? Kenapa?”
“Aku suka lihat mereka berlari dan mencetak gol. Seru sekali. Aku juga suka bermain sepakbola di sekolah bersama teman sekelas.”
“Oh, begitu.”
Ia bingung dari semua peserta hanya aku yang beda gambarnya. Yang lain menggambar pemandangan di pantai, gunung, sawah dan perkotaan. Karena tema gambarku berbeda aku dapat hadiah darinya. Sekotak crayon besar. Keren sekali.
“Ini untuk idemu yang luar biasa”, katanya sambil menyerahkan hadiah.
“Terima kasih.”
Aku ijin keluar ruangan. Aku menemui Mama. Kusampaikan hadiahnya. Kulihat mata Mama bersinar.
“Mama bangga padamu. Alhamdulillah. Rajin berlatih, ya.” Mama memeluk dan menciumiku. Aku senang sekali.
Sementara menunggu adikku selesai aku kembali bermain di halaman TK Semut. Tak lama semua peserta dikumpulkan di aula. Aku dan adikku wajib ikut lomba lagi.Ini kali aku dan adikku ikut lomba mewarnai layang-layang. Kami tidak menggunakan crayon untuk mewarnai gambar di layang-layangnya. Panitia sudah menyediakan tiga buah cat air untuk masing-masing peserta. Yaitu cat air warna merah, kuning dan biru.
Lagi-lagi aku tak mengharapkan menang. Aku tahu pasti Mama dan Papa juga sama. Tahu kenapa? Karena ini pengalaman pertamaku ikut lomba menggambar dan mewarnai. Mereka hanya ingin aku belajar berperan serta dalam lomba tersebut. Jadi, aku tenang deh.
Dari ketiga warna cat air tersebut aku harus mencampuradukkan dua warna agar mendapat satu warna baru. Misalnya untuk mendapat warna jingga aku harus mencampur warna merah dan kuning di dalam sebuah palet. Wow, keren juga. Selanjutnya, aku mencoba mencampur warna biru dan kuning. Tralala, jadilah warna hijau. Ajaib. Pokoknya saat itu aku belajar mandiri mencampuradukkan dua warna untuk mendapatkan warna baru. Aku bebas mewarnai layang-layangku sesuka hati sesuai imajinasi.
Selesai mewarnai layang-layang aku tunjukkan hasilnya ke Mama dan Papa. Mereka menyuruhku menjemur layang-layang agar cat airnya cepat kering.
Saat pengumuman pemenang aku tidak menang. Juga tidak mendapat hadiah. Tapi aku tidak sedih. Layang-layang itu boleh kubawa pulang sebagai gantinya. Itulah hadiahku. Aku senang sekali. Aku akan menunjukkan layang-layang itu kepada kawan-kawanku di sekolah. Mereka pasti kagum. Nah, inilah kegiatanku pada hari Minggu. Bagaimana denganmu?
