Oleh Neneng Hendriyani
Menulis bagi sebagian besar orang adalah perkara yang sulit. Meskipun memiliki banyak sekali ide di dalam kepala namun tetap saja tidak mudah menuangkannya dalam bahasa tulisan yang mudah dipahami. Akibatnya bisa jadi tambah bikin pening dan akhirnya malas. Padahal awalnya begitu semangat dan percaya diri.
Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama tentu sjaa bergabung dengan sebuah komunitas menulis. Di dalam komunitas biasanya ada orang-orang yang sudah mahir dan bersedia berbagi pengalaman. Dengarkanlah sarannya. Amati gaya penulisannya.
Tips kedua yang paling umum dilakukan adalah menulis bersama-sama. Jenis tulisan yang dihasilkan adalah antologi. Antologi ini mengangkat satu tema yang sama dengan pilihan topik yang berbeda-beda. Sudut pandang dan gaya penulisan dari masing-masing penulis membuat antologi yang dihasilkan lebih beragam dan bermakna.
Ibarat dua sejoli, penulis antologi juga saling membantu peran masing-masing. Yang lebih baik dan mahir menulisnya membimbing teman yang belum mahir. Mereka saling mengisi celah yang kosong dan terlewatkan lewat tulisan yang dihasilkan.
Dari sisi biaya penerbitan pun antologi cenderung lebih murah. Biaya dapat disupport bersama-sama sehingga tidak membebani keuangan pribadi.
Selain itu, dari sisi marketing pun antologi lebih baik daripada buku solo. Dengan melibatkan seluruh penulis yang tergabung di dalam buku tersebut maka peluang buku itu laris manis di pasaran juga semakin besar.
Misalnya ada lima puluh penulis dalam satu antologi. Bila masing-masing berhasil menjual lima eksemplar sjaa maka total buku antologi yang dijual adalah 250 eksemplar. Ini adalah jumlah yang fantastis. Laba yang diperoleh pun lebih besar daripada bila menulis seorang diri. Karena peluang lakunya lebih besar.
Tambahan pula, lewat antologi biasanya penulis yang belum punya nama bisa ikut terkenal lantaran dia menulis dengan penulis yang sudah memiliki branding.
Nah, ayo tunggu apa lagi segera siapkan naskah terbaikmu dan terbitkan dalam antologi.
(Bogor, 9 Januari 2021)
#Day1AISEIWritingChallenge
