Selaksa Rindu di Cangkir Senja karyaku ini tercatat sebagai salah satu dari 112 puisi yang ditulis oleh para penyair nasional dan internasional yang berasal dari ASEAN.



Selaksa Rindu di Cangkir Senja
Oleh Neneng Hendriyani
Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat
Lintingan daun teh menari di secangkir tanah liat
Menggeliat, meronta, mencumbu mesra
Menguar pekat memeluk renta
Linting demi linting berubah warna
Menyesap sepi di antara rongga
Nyanyikan kidung tak bernama
Sejauh netra memandang kelam
Lintingan daun teh kian memucat
Diseduh luruh dalam cinta
Mengayun lirih di dasar cangkir tua
Jauh di kaki senja dalam imajinasiku yang buta
Ya! inilah lintingan teh terakhir kita
Di bawah bianglala dalam senja yang kian memikat
Menggeliat, meronta, mencumbu mesra
Menyulam pusaran menguar pekat peluk jiwa
Hingga sisa satu kata: kau aku kita!
(Bogor, 13 Mei 2025)
Puisi ini kutulis saat berjalan-jalan menikmati sejuknya Pegunungan Teh di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Kutulis puisi tersebut dalam bahasa Inggris, ya.
A Myriad of Longings in the Twilight Cup
by Neneng Hendriyani
Beneath the rainbow wheel in the ever-enchanting twilight,
Tea leaves twirl in a clay cup,
Swaying, writhing, tenderly caressing,
Exuding a rich aroma, embracing the weary.
Leaf by leaf, they change color,
Sipping solitude in the spaces between,
Singing an unnamed hymn,
As far as the eyes gaze into the darkness.
The tea leaves grow ever paler,
Steeped and wilting in love,
Gently swaying at the bottom of an old cup,
Far at the foot of twilight in my blind imagination.
Yes! This is our final swirl of tea,
Beneath the rainbow wheel in the ever-enchanting twilight,
Swaying, writhing, tenderly caressing,
Weaving a vortex, exuding a rich embrace of the soul,
Until only one word remains: you, me, us!
(Bogor, May 13, 2025)
#tea #imajinasi #puisi #imagination #Twilight Cup #nenenghendriyani #selaksarindudicangkirsenja #antology #national #international #art #poem #slawi #tegal
