Tuhan Ijinkan Aku Pacaran: Buku yang Asyik Untuk Dibaca

Judul: Tuhan izinkan aku pacaran

Penulis: Fikri Habibullah

Editor/penyunting: Jumi Haryani

Penerbit: Gema Insani

ISBN: 978-979-077-231-1

Genre : Nonfiksi

Jumlah Halaman: 224

 

Buku bergenre nonfiksi ini dengan judul agak nyeleneh,  “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat relate sekali dengan kehidupan remaja SMA zaman sekarang, di mana banyak anak SMA yang sudah mulai merasakan yang namanya cinta kepada lawan jenis dan gandrung berpacaran. Akan tetapi bagi umat Islam apabila kita mencintai lawan jenis kita tidak boleh melampiaskan melalui perzinaan, contohnya berpacaran, dan dianjurkan untuk menikah .

Judul “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini terbilang agak nyeleneh karena meminta kepada Allah SWT hal yang sudah jelas dilarang.

Namun, percayalah teman-teman. Isi buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi tentang pengajaran-pengajaran bagaimana cara kita menyalurkan rasa cinta kita kepada lawan jenis namun dengan cara yang lebih syariah dan sesuai dengan kaidah-kaidah ketentuan ajaran agama islam. Tidak ada pembahasan bagaimana berpacaran secara Islam.

Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi potongan-potongan ayat-ayat Al Quran yang membahas tentang cinta. Mungkin penulis bermaksud mengajak kita semua agar dapat mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan kemudian berpisah juga karena Allah SWT.

Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat bagus untuk dikonsumsi oleh remaja SMA di mana pun berada.

Asya Story: Novel Remaja Yang Mengajarkan Tanggung Jawab

Judul: Asya Story

Penulis: Sabrina Febrianti

Editor/penyunting: Akmalia

Penerbit: Rain Book

ISBN: 978-623-90376-4-2

Genre: Fiksi

Jumlah Halaman:360

Novel setebal 360 halaman ini menceritakan seorang gadis bernama. Keluarganya sering memanggilnya dengan panggilan sayang Syasya. Teman-temannya memanggilnya Asya. Asya baru menginjak kelas 11 SMA. Ia termasuk gadis pendiam yang tidak terlalu menyukai keramaian atau bahkan obrolan, hobi yang pantas untuknya hanyalah membaca buku.

sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, bisa dibilang Asya sedikit berbeda dari adik-adiknya. Bukan karena ia terlahir dengankondisi cacat fisik atau mempunyai kekurangan, melainkan karena sejak lahir ia diperlakukan berbeda. Bahkan saat adik-adiknya lahir pun ia tetap mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Adik-adiknya selalu mendapat kasih sayang lebih, sedangkan ia? Untuk mendapat sapaan lembut dari kedua orang tua saja jarang. Terakhir, ia mendengarnya ketika adik-adiknya belum terlahir di dunia.
Dan, berbagai masalah pun hadir. Masalah yang mungkin tidak akan pernah dimaafkan oleh kedua orang tua mana pun di dunia. Asya hamil di luar nikah.

Novel “Asya Story” yang ditulis oleh Sabrina Febrianti ini memiliki sejumlah kelebihan. Pertama, novel ini mengangkat isu kekerasan seksual remaja yang mana bisa menjadi edukasi bagi para remaja supaya bisa lebih menjaga diri lagi dan menghindari pergaulan bebas. Kedua, mengajarkan kita tentang tanggung jawab, karena apa pun yang telah kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya. Ketiga, alur cerita yang sangat menarik, karena mampu membuat pembaca campur aduk dengan kisahnya

Kekurangan novel ini adalah adanya beberapa kata yang dinilai terlalu kasar yang diucapkan oleh tokoh. Ini kurang baik secara edukatif.

Novel ini cukup bagus untuk direkomendasikan kepada siapa pun.