Durian Untuk Ani

Oleh Neneng Hendriyani Wanginya begitu menusuk hidung. Bapak tak bisa berkata apa-apa saat terpaksa membawanya pulang ke rumah. Jangankan memakannya, menciumnya saja sudah membuatnya begitu menderita. Pusing tujuh keliling, katanya. Untuk meredam rasa mual yang terus menyodok ulu hatinya ia mengulum sebuah permen. Ia tak bisa menolak keinginan anak sulungnya saat meminta dibelikan buah keparat…