Seberapa Penting Menulis Untukmu?

Seberapa penting menulis untukmu? itu adalah sebuah pertanyaan yang seringkali aku tanyakan kepada diri sendiri tiap kali akan mengikuti event-event penulisan. Jawaban spontan yang kudapatkan adalah motivasiku untuk melanjutkan atau justru meninggalkan event tersebut. Tahu kenapa? Karena bagiku menulis adalah berbagi kebaikan, harapan, dan impian. Bukan mengejar fatamorgana dan ketenaran sesaat. 


Seberapa penting menulis untukmu mungkin berbeda denganku. Keadaan dan latar belakang kehidupan kita pun tak pasti sama. Bukankah saudara kembar pun tak persis sama baik fisik maupun psikologisnya. Jadi, mengapa kita harus sama. Artinya, apapun alasanmu untuk menulis ya terima saja. Lanjutkan saja, jangan berhenti. 


Mungkin bagimu menulis itu begitu penting. Dengan menulis kamu bisa meringankan beban psikologis yang sedang kamu hadapi. Dengan menulis pun kamu bisa mendapatkan penghasilan yang cukup untuk biaya hidupmu. Dengan menulis kamu sudah menunjukkan eksistensimu sendiri. Teruskanlah. 
Bila kamu merasa senang dengan melakukannya, jangan ragu untuk meneruskannya. Mungkin saat ini kamu belum berhasil meraih jawaban dari pertanyaan seberapa penting menulis untukmu. Jangan khawatir. Suatu saat nanti kamu akan tersenyum bahagia kala mendapati bahwa jawabanmu itu membuatmu begitu berharga. 

Lewat Tulisan

“Ma, kok Mama nulis terus sih? Nggak bosen?” Tanyanya.
Kuusap punggungnya. Malam kian larut. Detik demi detik terus berlari mengejar pagi. Dia masih terjaga menemaniku.

“Sebentar, ya. Sebentar lagi. Ok.”

Dia masih menunggu. Mau tidak mau aku harus menjawabnya.

“Ini bukan soal setoran tulisan, Nak. Ini soal berbagi. Berbagi cerita, ide, pengalaman, impian dan juga harapan. Tulisan yang Mama tulis dan publikasikan di blog ini adalah kumpulan ide, pengalaman, impian dan harapan Mama selama ini. Ada banyak kisah yang tersebar di sini. Ada banyak informasi yang berguna di sini. Ada tentang kamu, juga yang lainnya.”

“Apa itu semua bermanfaat, Ma? Mending Mama belajar bikin kue aja deh dari YouTube. Kue buatan Mama kan bantet terus.” Bibirnya manyun.

Aku tertawa. Teringat beberapa hari lalu kue brownis yang kubuat bantet. Itu bukan kali pertama aku menghasilkan kue yang bantet. Aku sudah menonton video tutorialnya berkali-kali. Semuanya bahkan dicatat rapi. Tetapi hasilnya ya begitu terus. Tetap bantet.

Aku tak marah mendengar anakku berkata begitu. Dia belum paham. Suatu hari dia akan paham bahwa lewat tulisan kita bisa berbagi banyak hal yang bermanfaat untuk sesama.


(Dok.Pribadi)

Tulisan adalah sahabat terbaik. Dia menjadi karya yang indah saat kita menginginkannya menjadi indah. Dia bisa menjadi penasihat saat kita menulisnya dengan penuh kesadaran untuk menasihati seseorang yang kita cintai. Bahkan dia bisa menjadi wakil dari diri kita sendiri saat kita tidak bisa menyampaikannya secara langsung.

Jadi mari kita menulis dan berbagi. Lewat tulisan kita bagi kisah hidup yang bisa menjadi sumber motivasi dan inspirasi. Lewat tulisan kita titip harapan untuk masa depan. Lewat tulisan kita bisikkan semua harapan untuk orang-orang tersayang.

Jangan berhenti menulis. Teruslah menulis. Jangan merasa sibuk dan kehabisan ide. Ide ada di sekitar kita dengan bebasnya.

#Day10NovAISEIWritingChallenge
#gareulis
#hikmahmenulis
#lewattulisanmariberdakwah
#13nov2020
#0853pm