Barbie Pink Shoes : Cerita seorang Ballerina

Judul: Barbie Pink Shoes

Penulis: Alisonn Taylor

Editor/penyunting: Ulkutay Design Group

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

ISBN: 978-979-22-9373-9

Genre: Fiksi

Jumlah Halaman : 35 halaman

Kristyn adalah seseorang yang menginginkan menjadi Ballerina di dalam hidupnya. Di sana ia melihat Tara adalah penari paling hebat di sekolah Balet itu. Ia menjadi pameran utama dalam sebuah pertunjukan.

Suatu ketika Kristin mendapatkan giliran untuk menari. Ia mengikuti langkah tariannya. Namun, Kristyn merasa sedih.

Bersama Hailey, sahabatnya, ia pergi ke toko kostum untuk mendapatkan sepatu baru berwarna merah jambu. Kristyn menggunakan sepatu itu lalu kemudian ajaib ia berada di sebuah Dunia Lain yang membawanya ke dunia balet yang ajaib.

Kristyn bersembunyi ketika ratu salju datang dan ia menjadi ratu angsa. Seorang penyihir jahat ingin membunuh Kristyn dan mengubah Kristyn menjadi angsa namun Kristin dapat mematahkannya dengan menari balet dan melawan Ratu dengan tarian balet yang indah sehingga ia dapat kembali ke dunia nyata.

Cerita pada buku “Barbie Pink Shoes”  ini sangat dikenal di dunia bahkan pernah beberapa kali ditayangkan di TV nasional.

Buku “Barbie Pink Shoes” ini mengajarkan kesabaran, ketekunan, kejujuran, dan tanggung jawab. Buku ini sangat recommended untuk dibaca oleh semua kalangan.

Dear Olivia: Semesta Mendukung

Judul:  Dear Olivia

Penulis: Osceola Anthony

Editor/penyunting: Opie Meilana

Penerbit: Metagraf

ISBN: 978-602-6328-25-0

Genre: Fiksi

Jumlah Halaman : 130

Buku yang nggak tergolong tebal-tebal banget ini berisi cerita yang asyik punya, loh.

Buku berjudul “Dear Olivia” ini berisi nasihat buat kita semua bahwa akan ada saat di mana ketika kita menginginkan sesuatu, semua hal menjadi seperti kebetulan-kebetulan beruntun, yang memudahkan kita untuk mendapatkannya.

Mungkin karena itu, Paulo Coelho berkata, What you want something, all the universe conspires to help you to achieve it.

Bahasa gampangnya, semesta mendukung kita untuk mewujudkannya dengan mudah dan indah.

Namun, kita juga harus selalu ingat bahwa tidak semua apa yang diimpikan berkemungkinan menjadi nyata. Sebab tanpa sadar apa yang kita inginkan seringkali bukan apa yang kita butuhkan. Tak perlulah terlalu memusingkan konspirasi semesta, yang perlu dipikirkan adalah bermimpi tinggi dan berusaha mewujudkannya.

Begitulah kita diberi pilihan, be a dreamer and a doer atau hanya be a dreamer saja.

Buku ini menurut saya sangat menarik dan sangat recommended untuk dibaca remaja. Tahu mengapa?  karena selain berisi cerita karangan dari si penulis, buku  berjudul “Dear Olivia”  ini memiliki motivasi-motivasi untuk kehidupan sehari-hari, selain itu buku ini memiliki desain sampul yang sangat unik.

Tuhan Ijinkan Aku Pacaran: Buku yang Asyik Untuk Dibaca

Judul: Tuhan izinkan aku pacaran

Penulis: Fikri Habibullah

Editor/penyunting: Jumi Haryani

Penerbit: Gema Insani

ISBN: 978-979-077-231-1

Genre : Nonfiksi

Jumlah Halaman: 224

 

Buku bergenre nonfiksi ini dengan judul agak nyeleneh,  “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat relate sekali dengan kehidupan remaja SMA zaman sekarang, di mana banyak anak SMA yang sudah mulai merasakan yang namanya cinta kepada lawan jenis dan gandrung berpacaran. Akan tetapi bagi umat Islam apabila kita mencintai lawan jenis kita tidak boleh melampiaskan melalui perzinaan, contohnya berpacaran, dan dianjurkan untuk menikah .

Judul “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini terbilang agak nyeleneh karena meminta kepada Allah SWT hal yang sudah jelas dilarang.

Namun, percayalah teman-teman. Isi buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi tentang pengajaran-pengajaran bagaimana cara kita menyalurkan rasa cinta kita kepada lawan jenis namun dengan cara yang lebih syariah dan sesuai dengan kaidah-kaidah ketentuan ajaran agama islam. Tidak ada pembahasan bagaimana berpacaran secara Islam.

Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” ini berisi potongan-potongan ayat-ayat Al Quran yang membahas tentang cinta. Mungkin penulis bermaksud mengajak kita semua agar dapat mencintai karena Allah, bertemu karena Allah dan kemudian berpisah juga karena Allah SWT.

Buku “Tuhan Izinkan Aku Pacaran” sangat bagus untuk dikonsumsi oleh remaja SMA di mana pun berada.

Asya Story: Novel Remaja Yang Mengajarkan Tanggung Jawab

Judul: Asya Story

Penulis: Sabrina Febrianti

Editor/penyunting: Akmalia

Penerbit: Rain Book

ISBN: 978-623-90376-4-2

Genre: Fiksi

Jumlah Halaman:360

Novel setebal 360 halaman ini menceritakan seorang gadis bernama. Keluarganya sering memanggilnya dengan panggilan sayang Syasya. Teman-temannya memanggilnya Asya. Asya baru menginjak kelas 11 SMA. Ia termasuk gadis pendiam yang tidak terlalu menyukai keramaian atau bahkan obrolan, hobi yang pantas untuknya hanyalah membaca buku.

sebagai anak pertama dari tiga bersaudara, bisa dibilang Asya sedikit berbeda dari adik-adiknya. Bukan karena ia terlahir dengankondisi cacat fisik atau mempunyai kekurangan, melainkan karena sejak lahir ia diperlakukan berbeda. Bahkan saat adik-adiknya lahir pun ia tetap mendapatkan perlakuan yang berbeda.

Adik-adiknya selalu mendapat kasih sayang lebih, sedangkan ia? Untuk mendapat sapaan lembut dari kedua orang tua saja jarang. Terakhir, ia mendengarnya ketika adik-adiknya belum terlahir di dunia.
Dan, berbagai masalah pun hadir. Masalah yang mungkin tidak akan pernah dimaafkan oleh kedua orang tua mana pun di dunia. Asya hamil di luar nikah.

Novel “Asya Story” yang ditulis oleh Sabrina Febrianti ini memiliki sejumlah kelebihan. Pertama, novel ini mengangkat isu kekerasan seksual remaja yang mana bisa menjadi edukasi bagi para remaja supaya bisa lebih menjaga diri lagi dan menghindari pergaulan bebas. Kedua, mengajarkan kita tentang tanggung jawab, karena apa pun yang telah kita lakukan pasti ada pertanggungjawabannya. Ketiga, alur cerita yang sangat menarik, karena mampu membuat pembaca campur aduk dengan kisahnya

Kekurangan novel ini adalah adanya beberapa kata yang dinilai terlalu kasar yang diucapkan oleh tokoh. Ini kurang baik secara edukatif.

Novel ini cukup bagus untuk direkomendasikan kepada siapa pun.

Melodylan : Bukan Happy Ending Novel

Oleh Neneng Hendriyani

Judul : Melodylan

Penulis : Asri Aci

Editor/penyunting: Andhy pulung

Penerbit : Coconut books

ISBN : 9786026940674

Genre: Fiksi

Jumlah halaman: 328 hal

Keunggulan novel Melodylan ini dibandingkan novel lain yang pernah kubaca adalah feelnya sangat terasa. Alur ceritanya mudah dipahami dan tidak terlalu berbelit-belit. Ceritanya tidak membosankan. Bahasa dalam novel ini sangat ringan sehingga asyik dibaca di waktu senggang kapan pun dan di manapun.

Bagi penikmat novel yang happy ending sebaiknya jangan membaca novel Melodylan ini. Ini karena cerita di novel ini tidak berakhir bahagia karena tokoh utama pria dan wanita, yaitu Dylan dan Melody berpisah.

Namun demikian, sejujurnya novel ini sangat menarik dan sangat direkomendasikan untuk dibaca oleh remaja. Banyak hal yang  bisa didapat dari membaca novel ini.

H-5 MENUJU PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 7 Tahun 2022

Oleh Neneng Hendriyani

Setelah serangkaian kegiatan yang diikuti sejak awal Maret 2022, akhirnya 26 September 2022 keputusan final itu pun keluar. Dengan kop resmi milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dengan nomor surat  2616/B3/GT.00.08/2022 mengenai Pengumuman Kelulusan Hasil Seleksi Tahap 2 Calon Guru Penggerak Angkatan 7 yang ditandatangani oleh Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Drs. Praptono, M.Ed, resmilah aku menjadi salah satu peserta Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7 mulai 20 Oktober 2022 mendatang.

Beragam perasaan berkecamuk saat menerima surat tersebut. Ada rasa bahagia bercampur bingung. Bahagianya karena apa yang sudah diperjuangkan selama proses seleksi membuahkan hasil yang tidak mengecewakan semua pendukung. Ya, mereka yang menjadi pendukungku mengikuti program ini adalah atasan dan keluarga. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum yang juga PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 4 menyalamiku bahagia. Pun, Kepala Sekolah. Aku tak tahu hendak bagaimana sikap mereka bila aku tidak lulus seleksi program ini. Membayangkannya saja membuatku menahan napas.

Rasa bingung seketika memang terlihat di air mukaku yang saat itu sedang menguji penilaian projek P5 Tema 1 Gaya Hidup Berkelanjutan di lapangan utama sekolah. Terbayang betapa sibuknya nanti bila jadwal pelatihan sudah dimulai dan aku sendiri selain sebagai guru juga sebagai anggota Komite Pembelajar Kurikulum Merdeka. Alamak, bisa nggak ada waktu kosong buat nge-mall bersama sohib terkece deh.

Napas yang panjang menandai proses penerimaan yang agak sulit di dalam jiwaku. Sebagai ibu dari lima anak yang sedang butuh perhatian aku sadar betul proses pendidikan guru penggerak sedikit banyak akan menyita waktu yang sedianya kujadwalkan untuk mereka. Aku hanya bisa pasrah. Allah SWT pasti memiliki skenario terbaik bagiku. Ainul yaqin.

Beberapa jam setelah pengumuman resmi dirilis di berbagai media social dan WhatsApp group, secara alamiah aku kemudian bergabung dengan beberapa WhatsApp Group PGP (Pendidikan Guru Penggerak) 7. Ada yang tingkat nasional, provinsi, kabupaten, dan beberapa teman dekat. Kemaruk? Tidak juga. Sebagai pemula tentu saja aku haus informasi. Dari seluruh grup tersebut aku dan rekan-rekan seperjuangan saling berbagi informasi terkait beragam hal tentang PGP 7. Kesamaan tujuan menyatukan kami yang notabene berasal dari beraneka macam perbedaan; wilayah, bahasa, budaya, mata pelajaran, jenjang pendidikan, dan lainnya. Tujuan kami satu; daftar bersama, seleksi bersama, lulus pun bersama-sama. So sweet.

Hampir beberapa jam sekali semua grup itu aktif mewartakan perkembangan terakhir SIMPKB. Sepertinya seluruh grup itu menyita semua perhatianku. Beberapa informasi penting langsung kubintangi dan sisanya clear chat. Sesekali pula aku mengintip perkembangan SIMPKBku memeriksa apakah yang disampaikan rekan-rekan benar adanya. Ya, kami saling bertukar informasi tentu saja.

Lima hari lagi pembukaan resmi program pendidikan ini pun akan dibuka. Surat resmi yang lagi-lagi kuterima dari WhatsApp Group PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 7 tersebut membuatku tersentak. Jadwal resmi pembelajaran sudah rilis, Bung! Tidak ada lagi waktu santai.

Dengan nomor surat 2748/B3/GT.00.08/2022 mengenai Persiapan dan Jadwal Pelaksanaan PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 7 Tahun 2022 tertanggal 10 Oktober 2022 yang ditandatangani oleh Pejabat yang sama membuatku sadar sesadar-sadarnya. Ini bukan main-main. Aku harus berbenah.

Langkah awal menghadapi sederetan modul yang perlu dipelajari hingga akhir tahun 2022 ini adalah memeriksa ulang laptopku tercinta. Semua file terkait PGP (Pendidikan Guru Penggerak) Angkatan 7 ini kurapikan kembali. Beberapa bukti karya tulisku pun kuperiksa dan kurapikan. Bahkan, beberapa file pendukung kenaikan pangkat ke 4C pun tak luput dari sasaran pembenahan. Ya, aku tidak boleh main-main. Usiaku sudah tak lagi muda. Aku ingin menutup karierku dengan catatan gemilang, sebagai guru yang berhasil bergerak dan menggerakkan semua orang terutama siswa-siswaku. Menjadi teladan bagi mereka untuk terus mencari ilmu hingga akhir hayat. Menjadi long life learner yang sesuai dengan sunnah Rasul. Dalam hati aku berdoa, semoga Allah SWT memudahkan semua proses pendidikan ini dan memberikanku pertolongan dalam menyelesaikannya dengan hasil yang sangat memuaskan. Aamiin yra.

(Bogor, 15 Oktober 2022)

Sakit adalah Rahmat, Tips Sehat Ala Desi Anwar

 

Oleh Neneng Hendriyani

Sumber berita: goodreads.com

Untuk tetap menjaga dan merawat tubuh agar tetap sehat dan bugar maka kita perlu menanamkan mindset positif dalam otak kita. Semakin sering kita berpikir bahwa semuanya baik dan positif bagi kita maka kita akan semakin sehat dan bugar. Kita tidak akan merasakan sesuatu yang buruk terjadi kepada tubuh dan diri kita sendiri.

Begitu pula saat kita sedang sakit. Pikiran bawah sadar kita lah yang diperlukan untuk menjaga tubuh dan jiwa kita agar tetap sehat dan bugar.

Kita tidak boleh memandang penyakit yang sedang kita derita tersebut sebagai sebuah kutukan. Karena bila kita berpikir demikian maka kita akan semakin sulit untuk sembuh.

Kita harus berpikir bahwa penyakit yang sedang kita derita adalah sebuah berkah yang diberikan sang pencipta kepada kita. Lewat penyakit tersebut kita tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan diri dan tubuh kita sendiri. Kita jadi sadar bahwa apa yang selama ini kita lakukan mungkin salah. Maka itu kita perlu memperbaiki segala sesuatunya yang menimbulkan dampak negatif terhadap tubuh kita.

Dampak negatif yang dialami oleh tubuh biasanya adalah gejala-gejala yang menunjukkan bahwa tubuh kurang sehat dan kurang bugar. Selain itu, bila penyebab datangnya penyakit itu berat maka dampak negatif yang diterima dan dikirimkan oleh tubuh kepada kita adalah berupa penyakit. Berat ringannya penyakit ini tergantung kepada masalah yang kita hadapi sehari-hari. Semakin berat masalah yang dihadapi maka semakin berat penyakit yang diderita. Semakin ringan yang menimpa diri dan tubuh maka semakin ringan pula penyakit yang diderita.

Anggaplah penyakit tersebut sebagai hikmah. Dengan adanya penyakit tersebut maka tubuh mengirim sinyal agar kita berhenti sejenak dari aktivitas berat yang sedang dilakukan. Kita bisa beristirahat dengan tenang dan nyaman. Otak dan pikiran kita kembali rileks. Anggota tubuh lainnya pun kembali tenang tanpa beban. Semua organ dalam pun beristirahat. Semua sibuk memperbaiki diri dari dalam dengan nyaman dan tanpa cemas mengalami gangguan. Dengan cara ini ketika masa pemulihan selesai kita akan mendapati tubuh baru yang lebih fresh, sehat dan bugar. Sebuah tubuh yang siap diajak bekerja sama mencapai semua tujuan kita dengan kondisi yang betul-betul prima.

Kita harus mengurangi kesibukan dan merawat tubuh dengan baik. Dengan begitu tubuh akan kembali pulih, sehat, dan bugar.

Memang pada awalnya menanamkan semua ini dalam benak pikiran kita sulit luar biasa. Namun bila kita melakukannya dengan penuh kesadaran maka semua ini akan mudah diterima. Percayalah, tidak ada yang sia-sia dari semua kejadian yang dialami oleh tubuh kita, walaupun itu hanya sebuah penyakit. Selalu ada hikmah di balik setiap kejadian. Percaya, dan bertawakallah kepada Allah SWT.

Inilah Aku Seloyang Coklat Bertabur Meses

Oleh Neneng Hendriyani

 

Ini kali semuanya begitu sederhana

Layaknya seloyang coklat, manis pahitnya terasa meleleh hingga ke dasar

Keras, lembut menjadi endapan yang membekas

Menghapus batasan emosi dalam hitungan mesin waktu

Berpendar bersama ribuan bintang

Mengintip jutaan kisah masa depan

 

Ya, ini kali semuanya begitu sederhana

Taburan meses aneka warna adalah aku di atas loyang kehidupan

Merah membara bersama semangat yang tak pernah surut

Kuning terang bersama impian yang tak pernah hilang

Hijau lembut dalam tarian bayu memecah gelombang biru kenangan

Hitam pekat menutup selaksa jingga yang setia hadir bersama surya

 

Ini kali semuanya sederhana

Layaknya seloyang coklat bertabur meses aneka warna

Inilah aku di tengah samudera

Mengayuh sampan menuju dermaga

 

(Bogor, 9 Agustus 1982)

(07.12 wib)

BAGAIMANA MENJADI AYAH YANG MAMPU MENGEMBANGKAN KEDEKATAN DENGAN BAYINYA AGAR BISA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN EMOSIONALNYA?

Oleh Neneng Hendriyani

Menjalin kedekatan dengan seorang bayi yang baru lahir sampai ia menjadi kanak-kanak tidak hanya menjadi tugas seorang ibu tetapi juga tugas seorang ayah.

Mengapa kedekatan dengan seorang bayi perlu dilakukan oleh ayah? Hal ini dikarenakan ayah adalah figur yang tidak bisa hilang dari kehidupan awal bayi. Kehadiran ayah baik secara fisik maupun nonfisik tetap diperlukan baik dalam perkembangan kepribadiannya  maupun emosionalnya. Oleh sebab itu maka seorang ayah perlu menunjukkan perasaan dan juga memberikan perhatian kepada bayinya demi tumbung kembang sang buah hati.

Anggapan dimana perhatian dan sentuhan yang diberikan kepada bayi hanyalah tugas seorang ibu merupakan anggapan yang sudah usang pada saat ini. Untuk memberikan kesan positif sekaligus mengembangkan kemampuan emosional bayi yang baik maka ayah perlu membuka dirinya dan menunjukkan perasaannya kepada sang bayi melalui sentuhan.

Dilansir dari bidan_sahabatku ada 4 titik utama pada tubuh bayi yang perlu mendapatkan perhatian lebih dari sang ayah dalam rangka membangun kedekatan dan mengembangkan kepribadiannya. Keempat titik utama tersebut adalah ubun-ubun, dahi punggung tangan, dan kedua pipi bayi.

Seorang ayah dapat menunjukkan rasa cinta dan bangganya dengan sering mengecup ubun-ubun kepala bayi. Mengapa bagian ini menjadi penting untuk disentuh dan dicium oleh ayah alasannya sangat sederhana yaitu untuk menunjukkan bahwa ayah sangat peduli kepada perkembangan bayinya terutama dalam mengembangkan kemampuan menentukan keputusan mengenai baik dan benar dalam perjalanan hidup bayi hingga ia menjadi dewasa.

Titik berikutnya yang dapat disentuh ayah pada bayinya adalah dahi bayi. Bagian ini perlu mendapatkan perhatian dengan cara dikecup mesra. Perasaan sayang, perasaan diperhatikan, sekaligus perasaan dikagumi dapat dirasakan oleh sang bayi secara langsung ketika sang ayah mencium dahinya.

Bayi pada dasarnya sudah mengetahui orang-orang yang benar-benar menyayanginya dari sentuhan yang ia terima pada bagian tubuhnya. Oleh karena itu ia pasti memberikan respon terhadap sentuhan yang diberikan oleh ayahnya tersebut dengan mengerjap-ngerjapkan matanya atau tersenyum sumringah saat disentuh atau dicium.

Titik ketiga pada tubuh bayi yang perlu mendapatkan sentuhan dari ayah adalah punggung tangan bayi. Bagian ini adalah bagian yang menunjukkan bahwa ayah menghargai apa yang dilakukan sang bayi. Ia bangga dengan pencapaian keterampilan motorik bayinya.

Titik terakhir yang perlu mendapatkan perhatian khusus lainnya dari ayah adalah kedua pipi bayi. Kedua pipi bayi menunjukkan rasa sayang dan bangga kepada sang bayi.

Apabila Ayah senantiasa menyentuh keempat titik pada tubuh bayi seperti yang diuraikan di atas maka bayi akan tumbuh menjadi pribadi yang halus, lembut, penuh kasih sayang, dan mampu memiliki rasa empati kepada orang lain di sekitarnya. Dengan kata lain, kemampuan emosionalnya berkembang baik seiring kemampuan motoriknya.

Sebab itu, marilah para ayah rajin-rajinlah menyentuh keempat titik istimewa pada bayi anda.***