Berangkat dari sebuah pengalaman pribadi saat mendaki puncak Ijen beberapa waktu sebelumnya jadilah tulisan sederhana ini. Sebuah pertanyaan yang sangat menggelitik sepanjang track pendakian itu benar-benar mendorongku menulis tentang hal yang dianggap sepele ini; perlukah kita jujur?
Perlukah kita jujur kepada orang yang kita sayangi? Perlukah kita jujur kepada sahabat, teman, pacar, bahkan kepada Tuhan?
Terlalu dalam ternyata hasil perenungan dan studi pustaka mengenai hal sepele tersebut, sehingga akhirnya lahirlah buku ini. Sebuah buku yang ditujukan untuk pengingat diri sendiri, anak murid, rekan kerja, sahabat, kolega, dan masyarakat pada umumnya.

Copyright © 2018 Neneng Hendriyani, M.Pd. Hak Cipta Dilindungi Undang-undang All Right Reserved ISBN 978-602-52072-0-4 Editor: Boedy Why Desain Sampul & Layout Cover Dalam: Boedy Why Cetakan Pertama, Mei 2018 Cetakan Kedua, Juli 2018
Penerbit Cakrawala Milenia Jaya Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12 Cibinong – Bogor Jawa Barat cakrawalamileniajaya@gmail.com Hendriyani, Neneng Perlukah Kita Jujur/Neneng Hendriyani, M.Pd.; editor, Boedy Why -cet.1-2018 Ukuran: 14.8 x 21 Jumlah halaman xv+61
“Di buku Perlukah Kita Jujur ini penulis menyajikan apa saja jenis kejujuran yang harus kita lakukan dan bagaimana kita mengetahui ciri-ciri orang jujur serta apa saja faktor yang mempengaruhi kejujuran. Selain itu juga terdapat akibat apa saja yang diterima jika tidak jujur. Diantaranya yakni; jika kitatidak jujur maka kita akan mendapat laknat dari Tuhan Yang Maha Esa, akan dicap dan menjadi orang munafik, serta tidak mendapatkan teman. Oleh karena itu maka perlulah kita memahami buku Perlukah Kita Jujur ini dengan sebaikbaiknya. Sehingga kita akan memperoleh kehidupan yang baik sesuai dengan yang kita harapkan dan tidak bertentangan dengan norma kehidupan yang ada. Di sinilah nilai plus buku ini yang disajikan oleh penulis yang sangat istimewa sekali sehingga kita terbawa ke dalam diri supaya berbuat jujur. semoga buku ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca; (Arbain, Ketua Kanal Sagupegtas IGI)”.
Maaf ya, gaes. Buku keren ini cuma dipasarkan di