Catatanku

Ada banyak sekali yang berubah sejak 16 Maret 2020. Apalagi kalau bukan perubahan akibat pandemi Corona Virus Disease 19. Semua sekolah ditutup. Kegiatan belajar mengajar dipindahkan. Rumah guru menjadi pusat kendali pembelajaran. Rumah peserta didik menjadi ruang belajar. Sementara ruang kelas virtual pun dibangun dengan menggunakan banyak sekali aplikasi pendukung berbasis IT. Sebut saja google classroom, google form, zoho form, zoom meeting, dll yang ikut mewarnai hari-hari sebagian besar guru SE 421-455-DISDIK se bupati 23 maret 2020 SE KADISDIK PERPANJANGAN PJJ 3 SE ke 2 Gub SE Menag No. 6 Tahun 2020 SE Menteri Nomor 4 Tahun 2020 OK SE Menteri Pelaksanaan Pendidikan 24-03-2020 SE No.6 Tahun 2020 ttg ramadanSE No.6 Tahun 2020 ttg ramadandan peserta didik di Indonesia.

Selain itu pemberlakuan PSBB alias Pembatasan Sosial Berskala Besar untuk wilayah Jabodetabek pun sudah dilakukan. Tentu saja membawa berbagai macam dampak bagi masyarakat.

Berikut ini beberapa edaran dan surat resmi yang dikeluarkan selama #belajardarirumah, #bekerjadarirumah.

PANDUAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH BELAJAR DIRUMAH MASA C-19

SURAT GUBERNUR KPD BUPATI & WALI KOTA, HAL PERPANJANGAN PSBB TINGKAT DAERAH PROV JABAR

KEPGUB JABAR TTG PERPANJANGAN PSBB TINGKAT DAERAH PROVINSI JAWA BARAT

SE Menteri Pelaksanaan Pendidikan 24-03-2020

SE No.6 Tahun 2020 ttg ramadan

SE Menteri Nomor 4 Tahun 2020 OK

SE ke 2 Gub

SE Menag No. 6 Tahun 2020

SE KADISDIK PERPANJANGAN PJJ 3

se bupati 23 maret 2020

 

yang terbaru nih ya, gaes 🙂

SE 421-241-DISDIK

Surat Kadisdik tentang SOP Pelayanan Pendidikan 2 juni – 10 juli 2020

Se perpanjangan psbb sd 4 juni

SE ASN New Normal

 

 

Oemji

Seringkali aku merasa kesal tapi tak mampu meluapkannya. Semua ditahan saja di dalam hati. Hanya bisa menarik napas panjang. Lalu berjalan pergi.
Siapa lagi yang bisa membuatku demikian bila bukan kamu. Ya, kamu. Yang sudah merusak karyaku. Ah, kamu yang merasa jumawa mengobrak abrik segala yang kubuat. Berkata ringan seolah tak ada apa-apa. Padahal jauh di sini, aku sungguh kecewa.

Weit, ini bukan soal cinta. Ini soal kamu. Iya, kamu. Ah, kamu yang membuatku tak bisa berkata apa-apa. Selain, terserah.

(Karadenan, 29 Mei 2020)

SAHABAT SEJATI

oleh Neneng Hendriyani, M.Pd.

“Aduh. Tolong, tolong,” teriak seekor ikan Goby pada suatu hari.
Dari kejauhan kulihat ada seekor ikan Cod berenang mengejarnya dengan kecepatan penuh.
“Hei, mau ke mana, kau?” teriaknya sambil terus mengejar.
Goby yang malang, ia tak bisa berenang secepat ikan Cod. Saat ia berenang lurus menuju rumahnya seekor ikan Haddock, Sea Bass, dan Flatfish menghadangnya.
“Mau lari ke mana kamu sekarang?” ikan Cod mendekatinya.
“Ha, ha, ha. Ayo kita tangkap dan makan saja. Kebetulan aku belum makan,” usul ikan Haddock. Tubuhnya yang panjang dan runcing mulai mendekati Goby.
“Tunggu. Dia mangsaku,” ujar ikan Cod menghalau Haddock. Saat dilihatnya ikan Cod dan Haddock bertengkar memperebutkan ikan Goby, ikan Sea Bass alias kakap langsung berenang menangkap Goby. Beruntung tubuh Goby yang kecil masih bisa menyelinap ke luar saat kedua pemangsanya bertengkar. Usaha Sea Bass pun gagal. Namun nahas Flatfish yang berbentuk pipih itu berhasil mensejajarinya. Goby pun mempercepat renangnya.
“Tolong. Tolong,” teriaknya tersengal-sengal. Beberapa kali ia jatuh terjerembab di antara terumbu karang. Melihat mangsanya kabur, Cod beserta Haddock berenang mengejarnya.
“Kemari, kemarilah Ikan Kecil. Ayo sembunyi di sini,” ajakku saat ia melintas di depanku berulang-ulang kali. Aku tak tega melihatnya dikejar-kejar para pemangsanya yang kelaparan.
Ya meskipun aku hanya sebuah karang tapi aku memiliki cambuk. Aku bisa melindunginya. Ikan Cod, Haddock, Sea Bass, dan Flatfish tidak ada yang berani mendekatiku. Mereka takut dengan zat kimia yang kukeluarkan. Jadi ikan Goby itu akan aman bila ia bersembunyi di antara polip-polipku. Polip-polip ini mirip tangan bagi manusia.
Goby si Ikan Kecil yang lucu itu segera saja masuk ke terumbu karangku. Ia bersembunyi selama beberapa menit. Para pemangsanya kehilangan jejak. Setelah berputar-putar di atasku mereka pun pergi menjauh. Selamatlah Goby kecil.
Goby adalah sahabatku. Setiap hari ia pasti datang ke tempatku. Kepala dan tubuhnya semi transparan. Di sepanjang tulang belakangnya ada sisik putih yang membentang. Ia selalu membantuku membersihkan tubuhku. Dengan gerakannya yang gesit ia menghilangkan racun ganggang dan membersihkan lendirku.

(Ditulis ulang dengan judul dan isi yang sama dari Buku Berjudul 52 KISAH DONGENG FABEL
MENGINSPIRASI BUAH HATI; Neneng Hendriyani dkk)