
(Dokumentasi pribadi)
Menyebarnya wabah Covid19 rupanya tak hanya mempengaruhi ekonomi global tetapi juga rumah tanggaku. Dengan anak lima yang masih kecil kondisi ini membuat aku dan suami harus berusaha mencari peluang usaha baru agar bisa menutupi kebutuhan hidup sehari-hari.
Beruntung kami berdua memiliki semangat yang sama untuk mencari usaha meskipun minim pengalaman dan kemampuan.
Berbekal video tutorial maka jadilah kami peternak mencit alias tikus putih. Dengan latar belakang pendidikan teknik mesin suami membangun apartemen mencitnya seorang diri. Ketekunan dan kegigihannya belajar merawat mencit lambat laun membuahkan hasil.
Pertengahan Maret 2020 saat kami harus menjalani WFH (Work From Home) kami memulai usaha kecil ini. Dengan modal hanya lima ekor mencit dan satu bak plastik kecil kami bertawakal kepada Sang Pemberi rejeki. Kiranya Allah berkenan mengabulkan permohonan kami. Satu demi satu pembeli mulai berdatangan ke rumah.
Jangan tanya soal keuntungannya. Harga pakan yang mulai menanjak tidak seimbang dengan harga jual mencit membuat kami terpaksa menjual rendah ternak kami. Ini memang berat.
Ini memang berat. Namun, setidaknya kami masih punya aktivitas positif yang bisa membantu kami menutupi kebutuhan hidup sehari-hari, terutama uang jajan anak-anak.
(Karadenan, 8 Oktober 2020; 08:16 am)
#Day2AISEIWritingChallenge