PENELITIAN TINDAKAN KELAS, BUKTI KEBERHASILAN GURU?

PENELITIAN TINDAKAN KELAS, BUKTI KEBERHASILAN GURU? ini tayang pada 07 Januari 2021 pada halaman website resmi milik Disdik Provinsi Jawa Barat.

Penelitian Tindakan Kelas alias PTK adalah sebuah kegiatan pelatihan yang kerap dilakukan guru dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya. Selama pandemik ini guru pun tetap melakukannya dengan berbagai cara dan strategi untuk mencapai tujuan pembelajaran yang sudah ditentukan. Ada yang berhasil, ada pula yang gagal di tengah jalan. Semua memiliki kesulitan, konsekuensi, dan hasil yang berbeda-beda. Ini ditentukan oleh guru itu sendiri.

Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

GURU: PAHLAWAN PENDIDIKAN DI MASA PANDEMIC COVID19

Tulisan ini tayang sejak 06 Januari 2021 pada halaman website resmi milik Disdik Provinsi Jawa Barat.

Setiap kita berbicara tentang pahlawan kita akan menemukan banyak sekali pahlawan di sekitar kita. Salah satunya adalah guru. Selain sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, ia pun pahlawan pendidiknan di masa pandemik Covid19.

TANTANGAN BAGI GURU BAHASA INGGRIS DALAM MENGAJAR LISTENING COMPREHENSION PADA MASA PANDEMI COVID 19

TANTANGAN BAGI GURU BAHASA INGGRIS DALAM MENGAJAR LISTENING COMPREHENSION PADA MASA PANDEMI COVID 19 ditulis berdasarkan pengalaman penulis saat mengajar listening comprehension dari rumah. Dengan keterbatasan sumber daya yang dimiliki mengajar listening comprehension menjadi sebuah tantangan tersendiri. Semangat dan kerja keras benar-benar diperlukan.

Artikel utuh yang tayang sejak 2 November 2020 ini dapat dibaca langsung di disdik.com, ya. Semoga bermanfaat.

52 KISAH DONGENG FABEL MENGINSPIRASI BUAH HATI

Neneng Hendriyani … [et al.] ; editor, Saiful Amri CV Situseni 978-623-7837-12-1

DAFTAR PENULIS

Neneng Hendriyani
Saiful Amri
Ranem
Siti Nurjanah
Angga
Ummi Habibah
Sri Yamini
Nur Wendah Wati
Endah Lastiany
Wiwin Winarni
Hesti Dwi Agusdiyanti
Enung Sahidawati
Ai suryani
Siti Khodijah Nasution
Lily Nuraini Damayanty
Vivin Elviriana
Mahniar Sinaga
Hariyono
Ratna Suminar
Neti Muliati
Lestari
Agusriati
Harizal
Muhammad We
Rita Rosidah
Indri Saras
Retno Indrarsih Soerono
Siti Halimah
Siti Niswatun Hasanah
Desty Dwi Kayanti
Maria Aminiati
Almas
Nurul Wahidah
Lina Lihanawati
Wulaningsih
Faridhotin
Lily Suliyatiningrum
Ai Neni
Abas
Deuis Srihidayati
Nurkamilakamil
Siti Nurlatifah
Neni Amaliah
Sasha Ariyanto
Wawan Gunawan
Euis Kurniawati
Ika Dahliawati

DI SEPANJANG REL KERETA

DI SEPANJANG REL KERETA
Penulis : Neneng Hendriyani
Ukuran : 14 x 21 cm
ISBN : 978-623-322-041-5
Terbit : Januari 2021
Harga : Rp 92000
www.guepedia.com
Sinopsis :
“Dengar, ya. Lu enggak bisa main paksa soal hati, Yud. Gua udah bilang gua enggak nerima lu. Gua mau pulang sekarang. Lepasin gua….”
Demi mendengar penolakannya, Yudi naik pitam. Diraihnya tangan Nunu kasar. Ditariknya sepanjang jalan tanpa peduli dengan teriakan dan pukulan Nunu. Ia hanya ingin menunjukkan kepada semua anak Pertiwi bahwa mulai sore itu Nunu miliknya. Titik. Habis perkara. Ia sama sekali tak peduli dengan perasaan Nunu yang terluka. Ia pun tak peduli apakah cintanya diterima atau tidak. Yang penting sudah nembak. Beres.
Sementara itu Nunu mangkel sepanjang jalan. Perasaannya terhadap Aan juga surat-surat cintanya dari secret admirer membuatnya bingung memutuskan ke mana cintanya berlabuh. Sementara tiga bulan lagi ujian nasional akan tiba. Itu berarti ia harus memutuskan siapa yang akan ia terima. Yudi yang menyatakan cintanya lewat sebuah spanduk, Aan yang membuatnya jatuh di ballast rel kereta, secret admirernya yang membuatnya penasaran dengan puisi-puisi cintanya ataukah Ucup yang menjaganya selama ini.
GUEPEDIA
https://www.guepedia.com/Store/lihat_buku/MjAwMzI=
TOKOPEDIA
https://tokopedia.com/guepedia/di-sepanjang-rel-kereta
BUKALAPAK
https://www.bukalapak.com/…/46pzm8l-jual-di-sepanjang…
GUEPEDIA STORE
https://guepediastore.com/…/483…/di-sepanjang-rel-kereta
SHOPEE
Sedang gangguan
FACEBOOK
https://www.facebook.com/photo/?fbid=2676384396005457&set=a.1375179096126000&_cft[0]=AZXXv1z670L8chscI7vx-xNKK7IdA8Rac-QP3u5d5X6v8SsLC68yAVpQW4BbT651xgq6ysAQVtOM8vTh6z9AUrj6m7pbh7UHJjrcSpSDXSbsmg&tn_=EH-R
INSTAGRAM
https://www.instagram.com/p/CJsJ23dM_d9/
Untuk teman-teman di sini dapatkan
Promo diskon 20% ini berlaku pada 15 Januari 2021 – 20 Januari 2021

Mengenal Indie Publishing

Oleh Neneng Hendriyani

Buku yang sering bapak dan ibu gunakan di sekolah adalah hasil panjang dari sebuah proses.

Umumnya penulis membutuhkan waktu 1 bulan – 1 tahun untuk menulis 1 buku sebelum menyerahkan ke pihak penerbit.

Penerbit bertugas menerbitkan naskah buku yang diserahkan penulis.

Ada dua macam penerbit. Penerbit mayor dan indie publishing. Penerbit mayor adalah penerbit yang mencetak naskah penulis dengan cara membeli naskah tersebut untuk jangka waktu tertentu. Umumnya lima tahun. Penulis tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun untuk mencetak naskahnya di penerbit ini. Penerbit justeru memberikan royalti (bagi hasil) kepada penulis. Umumnya bagi hasil yang diberikan sebesar 5-10% per eksemplar.

Sementara itu indie publishing tidak membeli naskah penulis. Penulislah yang mengirimkan dan meminta indie publishing untuk mencetak naskahnya. Baik penerbit mayor maupun indie publishing sama-sama mencetak naskah dan mengurus ISBN untuk buku yang diterbitkannya.

Yang membedakannya hanya pada letak marketingnya saja. Di indie publishing, penulis lah yang menjual bukunya secara langsung kepada masyarakat. Tidak ada bagi hasil atau royalti penjualan. Namun demikian, laba yang diperoleh penulis umumnya lebih besar daripada yang diperoleh apabila naskah diterbitkan di penerbit mayor.

Mengapa demikian? Hal ini karena penulis bebas menentukan harga jual. Dia tidak perlu memikirkan memberi laba kepada pihak penerbit.

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah apabila ingin mencetak naskah buku di indie publishing penulis harus menyiapkan sejumlah uang untuk mengurus beberapa hal sebagai berikut. Yaitu, ISBN, lay out, editing, desain cover, cetak cover, dan cetak isi. Selain itu penulis pun harus membangun brand dan jejaring marketing sendiri.

Lalu keuntungannya selain bisa menjual semau penulis adalah penulis bebas memilih desain cover. Biasanya pihak indie publishing memberikan minimal dua pilihan cover. Penulis memilih yang paling disukainya. Selain itu apa pun genre tulisan dan kualitas tulisan tidak mempengaruhi keputusan pihak penerbit. Karena di indie publishing semua naskah bisa diterbitkan. Tidak ada kata penolakan seperti di penerbit mayor.

Nah, kalau Bapak dan Ibu mau mencetak naskah buku di penerbit mayor Bapak dan Ibu harus melakukan sejumlah langkah yang lumayan bikin kepala pusing. Pertama, analisis pasar. Pelajari jenis tulisan (genre) Yang sedang booming. Tulislah tentang genre yang booming tersebut. Kedua, pastikan naskah yang ditulis sudah sesuai dengan visi misi pihak penerbit. Jangan sampai salah kirim naskah. Ketiga, pelajari gaya selingkung penerbit. Sebagus apa pun naskah yang dimiliki bila tidak memenuhi gaya selingkung penerbit maka dipastikan naskah tersebut tidak layak cetak. Tidak layak cetak berarti tidak layak terbit. Keempat, pastikan tulisan Bapak dan Ibu sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bila tidak, maka mimpi menerbitkan buku di penerbit mayor bisa kandas. Kelima, perbanyak kesabaran. Biasanya waktu menunggu keputusan editor mengenai layak tidaknya, diterima tidaknya naskah Bapak dan Ibu bisa menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Nah, sudah ada gambaran mau menerbitkan buku di mana?

(Bogor, 9 Januari 2021)
(#9Januari_AISEIWritingChallenge)

Mas Ken dan Cerita Pagi Ini

Pagi ini Mas Ken ingin membuat brownies ubi ungu. Sebenarnya resep bolu ini berasal dari kawan dekatku yang juga sama-sama berprofesi sebagai editor. Namanya Ika Sari. Dia tinggal di Jogyakarta. Dia yang memberikan resepnya ini saat aku iseng melihat statusnya di WhatsApp. Karena kekurangan bahan maka resep yang diberikan terpaksa diubah olehku yang lalu dieksekusi anak laki-laki keduaku, Mas Ken.

Ubi ungu kukus yang kemarin sore tidak habis untuk cemilan itu dihaluskannya dengan bantuan sendok makan. Dengan tambahan sebutir telur, setengah sendok makan pengembang kue, dan tujuh sendok makan gula pasir jadilah ia adonan brownies.

Mas Ken sudah pandai dan cekatan merapikan dan menyiapkan peralatan membuat kue. Diolesinya loyang brownies dengan mentega sisa bolu sayur kemarin pagi. Dipanaskan ya oven di atas kompor. Setelah itu ia menuangkan adonan ke dalam loyang dan meletakkan loyang ke dalam oven yang sudah panas.

Senyumnya mengembang tatkala dilihatnya adonan mulai menguning. Diambilnya garpu dan ditusuknya adonan tersebut. Sayang masih lengket dan menempel di ujung garpu. Ditutupnya lagi pintu oven.

Aku memberi tahunya bahwa dia harus menunggu setidaknya 20-25 menit bila ingin mendapatkan brownies panggang yang benar-benar matang. Kecut dipandangnya jam dinding. Aku membujuknya untuk lekas mandi. Dia memang belum mandi saking semangatnya mencoba resep baru.

Sebelum membuat bolu dia sudah berjibaku di dapur sejak jam enam pagi. Dituangkannya tepung milky pudding yang kubeli di sebuah toko beberapa hari lalu. Berkali-kali dia bertanya bagaimana ini, bagaimana itu. Aku bilang, “Baca baik-baik petunjuk di kotaknya. Ikuti semuanya dengan benar. Kamu pasti bisa.”

Ternyata benar. Dia bisa melakukannya. Aku bangga dia berhasil membuatnya sendiri dengan bantuan petunjuk yang diberikan oleh produsen produk tersebut. Hasilnya, ada 5 buah gelas milky pudding yang dia letakkan di meja makan untuk menu sarapan kami bersama.

Usianya memang baru sembilan tahun dan baru kelas tiga SD. Namun, rasa ingin tahu dan keberaniannya mencoba sesuatu yang baru membuatku bangga. Inilah anak keduaku, Ken Jayawardhana.

#Day3December_AISEIWritingChallenge

Bolu Sayur Ala Pandemi

Ini kali bukanlah yang pertama aku membuat bolu. Meskipun tidak mengembang seperti pada umumnya bolu panggang tetapi rasanya tidak kalah enak dan mengenyangkan. Maklumlah. Ha ha ha.

Berawal dari sisa juicer buah dan sayur yang kuminum pagi ini bolu panggang ala Pandemi pun matang. Ya, semua bahannya ada di rumah. Tidak perlu mencari keluar dan sengaja membelinya di toko bahan kue. Cukup pakai semua bahan yang kebetulan ada di ruang dapur sederhana 1,5 x 2 meter. Dengan begitu nggak perlu repot ke luar rumah menggunakan masker dan mengambil resiko tinggi bertemu orang-orang yang tidak tahu apakah sehat atau sudah terpapar virus.

Cara membuatnya pun sederhana. Sebutir telur ditambah pengemulsi dan pengembang kue dikocok. Tak lupa masukkan gula dan margarin sesuai selera. Kocok terus hingga memutih. Takarannya sesuaikan dengan rasa manis dan gurih yang diinginkan. Setelah itu masukkan sisa juicer yang berupa ampas nanas, buncis, brokoli dan pakcoy. Ampas ini sebenarnya bukan ampas dalam arti yang sebenarnya, ya. Berhubung juice extractorku lagi ngadat jadi aku pakai juicer biasa untuk membuat jus. Maka hasil jusnya tidak sebanyak yang dihasilkan oleh juice extractor. Masih banyak nutrisi alias saripati yang tertinggal di ampas juice tadi. Nah, ampas inilah yang kugunakan sebagai tambahan bahan bolu.

Setelah semuanya diaduk rata barulah dituangkan ke dalam cetakan bolu yang sudah dilapisi mentega. Berikan irisan nanas dan parutan keju di atasnya. Lalu, panggang deh. Waktu pemanggangannya cukup 20-25 menit. Setelah matang, angkat dan dinginkan.

Mudah, kan?

#Day2AISEIWritingChallenge#december2020

Mengenal Carousell

Dua hari terakhir ini aku sedang keranjingan berselancar ke beberapa platform belanja online. Dari yang mengkhususkan diri menjual barang-barang baru dan berkelas hingga yang khusus menampung barang-barang layak pakai. Semuanya kupelajari dengan saksama.

Pilihanku akhirnya jatuh ke Carousell. Sebuah jaringan perdagangan online yang membuka pintu usaha bagi siapa pun dari rumahnya masing-masing. Semua barang yang awalnya dianggap tidak penting bagi si empunya di sini menjadi barang yang begitu didambakan bagi orang lain.

Banyak sekali barang berkelas yang dijual bebas dengan harga yang terjangkau. Ada yang masih baru, ada juga yang pernah dipakai. Meskipun pernah dipakai bukan berarti tidak layak pakai lagi. Barang-barang yang pernah dipakai (preloved/used) ini masih layak dipakai loh.

Banyak sekali alasan orang menjual barang-barang berkelas tersebut di sini. Kebanyakan karena tidak ada lagi tempat untuk menyimpannya. Ada juga yang mau pindah rumah sehingga terpaksa menjual barangnya. Ada juga yang sudah selesai kuliah dan tidak lagi ngekost. Ada juga yang sudah bosan. Intinya apa pun alasannya yang jelas barangnya benar-benar masih bagus.

Di sini selain aku bisa berbelanja aku pun bisa membuka toko online. Persis seperti di Tokopedia, Bukalapak, OLX dan lainnya. Tinggal pilih mau jual apa, tentukan kelompoknya, tentukan harganya dan jangan lupa alasan menjualnya, beres. Begitu mudah dan simple.

Untuk keamanan, insya Allah belanja di sini aman. Kita bisa berkomunikasi langsung dengan pedagangnya. Kita bisa mengajukan penawaran terhadap barang yang dijual. Bila pedagang setuju maka lanjut ke pengecekan ongkos kirim. Setelah mengirim sejumlah dana yang disepakati bersama dengan pedagang, resi pengiriman pasti dikirim ke kita.

Kalau masih takut belanja di sini karena takut ditipu menurutku wajar. Di platform apa pun yang namanya penipuan ya pasti ada. Semua tinggal kembali ke individunya masing-masing. Sejauh kita sendiri tidak pernah menipu atau berniat menipu insya Allah kita tidak akan ditipu.

Lalu apa bila kita ditipu apa itu berarti kita pernah menipu?

Pembaca yang baik ketahuilah satu hal. Apa pun kejadian buruk yang menimpa kita misalnya ditipu dalam perdagangan online itu sebenarnya adalah cara Allah SWT sedang mengajari kita sesuatu yang belum kita ketahui. Tetap berpikir positif dan berikan kepercayaan kepada semua orang. Dengan begitu kita akan merasa nyaman bertransaksi dengan siapa pun.

Berangkat dari pemikiran inilah maka aku pun memberanikan diri menitipkan asa di Carousel. Sejumlah buku yang menjadi koleksi sejak masih sekolah dulu kujual di sini. Ya, daripada mubazir tidak ada yang baca, selain rak bukunya juga sudah perlu diperbaiki maka alangkah lebih baiknya kutitip jual di sini dengan harga yang bersahabat.

Yuk, main ke sini dan belanja buku dengan riang dan tanpa lelah dari rumahmu.

Kumpulan Soal ulangan harian bahasa Inggris untuk SMA Kelas XI

Herbal treatment for high blood pressuressure

#dec1aiseiwritingchallenge
(Karadenan, 3 Desember 2020)