
Kerap kali aku melihat
Lelaki tegap di sana
Mahkotanya tinggi menjulang
Bertabur emas dan pualam
Berdiri memandangku
Tiada pernah ia jemu
Kalungnya panjang
menghias dadanya yang bidang
Sepasang gelang berkepala ular naga
melingkari lengannya
Celana beludru dihias jarik batik berprada emas menyala
Diikatnya kuat dengan lambang wijaya kusuma
Sementara kedua kakinya dihias gelang bulat ksatria
Sebilah keris terselip di pinggangnya
Aku terpesona
Diam-diam ku menatapnya
Ada takut yang kurasa
Ingin lari bila jumpa
(Neneng Hendriyani, Bogor, 27 Maret 2018; pernah dipostkan di https://www.kompasiana.com/nenghendriyani/5ab9d9da16835f020e2dbdd4/lelaki-di-tangga-suci)
