Mengapa Indie Publishing Lebih Digemari Penulis Pemula?
Continue reading “Mengapa Indie Publishing Lebih Digemari Penulis Pemula?”
Mengapa Indie Publishing Lebih Digemari Penulis Pemula?
Continue reading “Mengapa Indie Publishing Lebih Digemari Penulis Pemula?”
Oleh Neneng Hendriyani
Sejak digulirkannya kebijakan baru mengenai naik pangkat bagi ASN terutama tenaga pendidik, jumlah penulis yang berasal dari profesi ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini wajar karena banyak sekali komunitas profesi seperti IGI, PGRI, dan komunitas berbasis gerakan literasi yang mengadakan pelatihan menulis buku bagi para guru. Pelatihan ini tersebar tidak hanya di ibukota negara tetapi juga sampai ke seluruh penjuru tanah air. Tak hanya dilakukan secara tatap muka dengan duduk bersama di aula-aula gedung tetapi juga secara virtual dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, seperti zoom, YouTube, dan lain-lain.
Tujuan pelatihan-pelatihan tersebut sama. Yaitu membangun motivasi dan kesadaran para pelaku pendidikan untuk menulis buku.
Tak perlu banyak-banyak, cukup bisa menulis satu judul buku saja sudah membuat para panitia bangga dan bahagia. Nama-nama penulis baru tersebut pun dipajang di berbagai banner beda ukuran di berbagai tempat. Para pejabat daerah pun didorong memberikan penghargaan atas kerja keras para penulis pemula tersebut. Meskipun hanya secarik piagam penghargaan cukuplah itu semua memberikan kebahagiaan dan kebanggaan bagi guru penulis pemula.
Seiring bertambahnya jumlah guru yang terjun ke dunia tulis menulis maka pengetahuan mereka terhadap perbukuan pun dituntut untuk lebih luas. Mereka tidak hanya perlu mengantongi sejumlah kompetensi dalam menulis tetapi juga memahami anatomi buku dengan baik. Ini perlu dilakukan agar mereka sadar betul bagaimana menghasilkan buku yang benar-benar bagus dan berkualitas. Sehingga buku yang mereka tulis memiliki nilai lebih yang dapat berguna bagi masyarakat luas. Tentu saja tidak hanya terbatas memenuhi persyaratan kenaikan pangkat dan memenuhi angka kredit semata.
Pengetahuan dan pemahaman mengenai anatomi buku ini sangat ditekankan bagi para penulis. Tak terkecuali guru yang sudah bertekad terjun ke bidang penulisan. Dengan mengetahui anatomi buku maka diharapkan mereka dapat menulis sesuai dengan anatomi buku yang ingin mereka hasilkan.
Untuk lebih memahami apa itu anatomi buku mari simak penjelasan berikut.
Anatomi buku artinya bagian-bagian buku yang harus ada di dalam buku sebagai satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan. Layaknya anatomi tubuh manusia, anatomi buku ini menjelaskan tentang letak dan hubungan antar bagian buku.
Anatomi buku ini penting sekali bagi penulis dan pembaca. Anatomi buku bagi penulis jelas membantu penulis dalam menentukan apa saja yang perlu ditulis di tiap bagian anatomi tersebut. Sehingga kesalahan teknis penulisan karena kesalahan menulis pada bagian tertentu dapat dihindari.
Anatomi buku bagi pembaca pun jelas sangat penting. Pertama, anatomi buku membantu pembaca menemukan informasi yang diperlukan di dalam buku. Selain itu, pembaca juga bisa memilih bacaan yang diinginkan dan dibutuhkannya dengan cepat dengan menggunakan prinsip anatomi buku.
Kedua, anatomi buku membantu pembaca dalam menikmati isi buku dengan mudah. Selain itu dengan hanya melihat bagian yang penting dari bagian buku tersebut pembaca tahu bahwa buku tersebut memang worth buat dia.
Oke agar para penulis paham anatomi buku yuk simak penjelasan berikut ini.
Mari kita mulai dengan membahas anatomi buku dari bagian paling depan ya. Yaitu, sampul buku alias kover.

Kover atau sampul buku adalah bagian utama yang dilihat oleh pembaca. Ini adalah bagian yang harus digarap dengan serius oleh penerbit. Mengapa? Karena bagian ini benar-benar mewakili isi buku dan menentukan kualitas penerbit buku itu sendiri.
Pada bagian kover atau sampul terdapat judul buku, nama penulis yang menulis isi buku secara keseluruhan, nama penerbit yang menerbitkan buku, dan kode unik ISBN (internasional serial book number).
Desainer sampul atau cover designer memiliki tugas yang cukup berat dalam mencitrakan isi buku ke dalam selembar sampul buku.
Imajinasi yang kuat ditambah rasa estetika dibutuhkan untuk mendesain sampul buku yang bagus. Bagus saja tidak cukup sebenarnya. Sampul buku yang baik harus memenuhi kriteria di atas. Yaitu, berisi judul buku, penulis, penerbit, dan ISBN.
Desain sampul yang apik adalah bagian anatomi buku yang paling penting dan tidak bisa diabaikan. Bagaimana buku tersebut laris di pasaran juga bergantung dari sampulnya. Desain yang ciamik, keren, dan unik biasanya lebih marketable daripada yang biasa-biasa saja dan cenderung asal jadi.
Anatomi buku yang kedua adalah halaman pertama setelah sampul buku. Pada bagian ini terdapat judul buku, nama penulis dan logo penerbit. Halaman ini disebut halaman judul atau halaman Prancis atau France title.
Bagian ketiga dari anatomi buku adalah halaman kosong setelah halaman pertama tadi. Halaman kedua ini umumnya dibiarkan kosong oleh penerbit. Barulah pada halaman ketiga berisi halaman yang seringkali disebut halaman copyright atau halaman hak cipta. Halaman ini berisi judul buku, nama penulis atau penerjemah, nama penyunting/editor, nama desainer sampul, nama ilustrator, nama lay outer, identitas penerbit, ISBN, tahun terbit, cetakan atau edisi cetakan, nama pencetak (bisa jadi diisi dengan nama penerbit, kadang nama percetakan yang mencetak buku tersebut), jumlah halaman, dan periode terbitan buku.
Bila buku yang ditulis adalah buku hasil terjemahan atau saduran maka halaman ini berisi sedikitnya keterangan mengenai judul asli, nama penulis asli, dan nama penerbit asli buku tersebut. Pada bagian bawahnya biasanya terdapat kutipan yang berisi peringatan mengenai pelanggaran hak cipta.
Selanjutnya, halaman berikutnya dibiarkan kosong. Artinya hanya halaman sebelah kanan saja yang diisi. Nah halaman kanan ini diisi oleh kata-kata persembahan. Umumnya halaman ini dikenal dengan nama halaman persembahan atau dedication sheet. Penulis mencantumkan semua pihak yang menurutnya penting dan berarti baginya di halaman ini.
Tokoh-tokoh yang umum disebutkan di halaman persembahan adalah orang tua, pasangan hidup, anak, guru, teman, dan kolega.
Kata-kata yang biasa digunakan pada halaman ini adalah “Buku ini dipersembahkan untuk ….”
Apabila tidak ada tokoh yang ditulis di halaman ini bukan berarti halaman ini lantas tidak ada dalam anatomi sebuah buku. Penulis biasanya memanfaatkan ruang kosong pada halaman ini dengan menulis kalimat-kalimat motivasi, atau mutiara yang menjadi motto hidupnya. Intinya penulis ingin menyampaikan amanat atau pesan moral kepada pembaca mengenai sesuatu yang dianggapnya penting dan mewakili isi tulisan pada buku tersebut secara keseluruhan.
Setelah halaman persembahan maka halaman berikutnya adalah halaman yang boleh ada, boleh tidak. Halaman ini dinamakan halaman ucapan terima kasih. Mengapa dinamakan demikian? Karena pada halaman ini penulis mencantumkan semua nama tokoh yang telah berjasa kepadanya sehingga buku tersebut lahir dan sampai ke tangan pembaca. Nama-nama tokoh yang ditulis di sini umumnya lebih dari lima orang. Bila kurang dari itu maka penulis biasanya menuliskannya di bagian prakata.
Nah, bagian anatomi buku berikutnya adalah halaman sambutan. Tokoh yang memberikan sambutan dalam buku adalah tokoh yang dianggap penting dan memiliki kedudukan resmi. Misalnya penulis menulis buku yang diangkat dari kegiatan sehari-hari di sekolahnya, maka tokoh yang memberikan sambutan adalah atasan tempat dia bekerja di sana. Yaitu, kepala sekolah.
Halaman sambutan ini bersifat opsional, ya. Artinya boleh ada, boleh tidak. Penulis tinggal menyesuaikan saja.
Anatomi buku berikutnya adalah halaman pengantar. Dalam bahasa Inggris halaman ini disebut Foreword. Di sini orang yang dianggap kompeten pada tema yang diangkat di dalam buku tersebutlah yang menulis kata pengantar. Untuk antologi biasanya editor buku yang memberikan kata pengantar.
Sesudah kata pengantar barulah prakata. Halaman prakata diisi oleh penulis. Di sini penulis menyampaikannya rasa syukurnya kepada sang pencipta yang telah memberikannya kesempatan, kemampuan, dan lain sebagainya untuk menghasilkan karya berupa buku. Pada paragraf selanjutnya penulis biasanya menceritakan sekilas tentang isi bukunya, latar belakangnya, dan harapan terhadap buku tersebut.
Sesudah itu barulah kita masuk ke bagian anatomi buku preliminaries alias pendahuluan yang terakhir dari sebuah buku. Yaitu, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar.
Pada bagian daftar isi, daftar tabel, dan daftar gambar penulis hanya mencantumkan judul dan anak judul beserta halamannya saja. Ini berfungsi untuk memudahkan pembaca mencari informasi yang dibutuhkan secara cepat.
Itulah bagian anatomi buku pendahuluan alias preliminaries yang perlu diketahui penulis. Kini, mari kita simak penjelasan mengenai anatomi buku berikutnya yang tak kalah penting. Yaitu, bagian inti buku. Bagian inti buku ini terdiri atas bab, dan sub-subbab. Pada bagian inti buku ini penulis menulis berbagai hal secara runtut, jelas, dan tepat.
Setelah preliminaries alias anatomi buku awal, dan inti di atas barulah penulis masuk ke bagian anatomi buku yang paling akhir. Anggotanya adalah daftar pustaka, glosarium, lampiran, indeks, dan biografi singkat penulis.
Pada daftar pustaka penulis menuliskan semua sumber yang dijadikan referensi dalam menulis buku tersebut. Tata cara penulisan daftar pustaka ada beberapa macam. Sesuaikan dengan isi buku tersebut.
Glosarium adalah halaman khusus yang berisi daftar istilah yang dianggap belum familier. Sebagian orang menganggapnya sebagai kamus singkat. Pada bagian ini penulis memberikan penjelasan singkat mengenai istilah-istilah yang belum familier yang ditemukan di dalam naskah buku yang ditulisnya. Bagian ini bersifat opsional.
Lampiran terdiri atas beberapa halaman yang berada setelah glosarium. Isinya tentu saja berbagai hal yang dianggap penting dan mendukung isi buku.
Indeks adalah daftar kata atau istilah yang dikelompokkan oleh penulis secara alfabet di mana di ujung kata atau istilah tersebut terdapat nomor halaman. Nomor halaman ini berfungsi memudahkan penulis mencari kata atau istilah tersebut di dalam buku.
Biografi singkat penulis adalah anatomi buku terakhir yang perlu diperhatikan penulis. Pada bagian ini penulis tidak hanya menampilkan foto dirinya dalam bentuk close up tetapi juga narasi singkat mengenai perjalanan hidupnya. Umumnya penulis mencantumkan riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan, riwayat prestasi, bahkan nama-nama buku yang telah dihasilkan sebelumnya. Penulis mengakhiri tulisan di bagian anatomi buku ini dengan mencantumkan email atau nomor kontak yang bisa dihubungi pembaca.
Demikianlah penjelasan mengenai anatomi buku yang perlu diketahui penulis. Semakin penulis tahu anatomi buku maka penulis lebih mampu menghasilkan karya tulisnya dengan lebih baik.
(Bogor, 28 Mei 2021; 8:37 pm)
Oleh: Neneng Hendriyani
Menulis blog? Why not! Ini adalah jawabanku sejak pertama kali memutuskan kuliah pada program Pascasarjana 2010 lalu.
Saat itu ada satu mata kuliah yang mendorong mahasiswanya wajib membuat blog. Blog tersebut wajib diisi dengan berbagai tugas mata kuliah tersebut dalam bahasa Inggris.
Ada banyak tantangan yang dihadapi saat itu. Sebagai newbie tentu saja trial and error menjadi hal yang biasa dalam menulis blog. Terutama bagiku. Sudah menjadi kebiasaan untukku sendiri untuk langsung mengerjakan tugas dalam bentuk artikel berbahasa Inggris di blog secara langsung. Akibatnya, jaringan internet yang kurang stabil seringkali membuat down dalam merampungkan tugas tersebut. Belum lagi faktor lainnya seperti kesalahan penulisan dan penggunaan aturan penulisan yang baku turut serta menghantui pikiran bawah sadar saat itu.
Meskipun demikian, entah mengapa aku menyukai tantangan tersebut. Menulis langsung di dalam blog memiliki kesenangan tersendiri. Jauh berbeda bila sebelumnya menulis di Microsoft word lalu dipindahkan ke blog. Nggak percaya? Buktikan saja sendiri.
Lalu bagaimana bila tiba-tiba di saat menulis di blog penulis mengalami stuck?
Ada banyak tips yang bisa digunakan oleh penulis yang baru mencoba menulis langsung di blog. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Pertama, siapkan outline. Outline yang biasa kubuat untuk menulis blog adalah outline kasar. Yaitu sebuah outline yang hanya berisi tema, judul, dan poin-poin utama penulisan saja. Tidak ada sub-sub bagian dalam penulisan seperti yang selama ini ada di dalam daftar isi sebuah buku. Mengapa begitu? Karena dengan menggunakan outline kasar, aku merasa lebih mudah memasukkan berbagai hal secara bebas namun terikat dengan tema secara leluasa di blog.
Kedua, siapkan cemilan dan minuman yang cukup. Selama menulis di blog penulis akan lebih fokus menatap layar laptop atau komputer. Jarang sekali penulis yang bergerak meninggalkan perangkat keras tersebut hanya untuk alasan yang remeh. Termasuk mencari makanan dan minuman. Alasannya klise. Tanggung. Ya, tanggung mau ambil makanan karena ide lagi deras-derasnya mengalir. Bila ditinggal ke dapur khawatir lupa lagi apa yang mau ditulis. Hasilnya, penulis lebih memilih menahan lapar dan haus daripada meninggalkan bahan tulisannya di blog. Dampaknya tentu saja negatif bagi kesehatan tubuh penulis. Selain bisa menderita kelaparan juga bisa menderita sejumlah penyakit. Sebut saja, maag.
Ketiga, siapkan kondisi yang nyaman dan mendukung untuk menulis. Sebagian besar orang menyukai iringan musik dan lagu saat mengerjakan tugas. Termasuk menulis di blog. Pilih saja jenis lagu yang beatnya ringan dan lembut. Menurut sejumlah penelitian, irama musik yang tenang dengan beat ringan dan lembut ini membuat orang yang mendengarnya berada pada kondisi alfa. Ini adalah kondisi di mana otak manusia bisa lebih fokus dan tenang.
Sayangnya untuk tips ketiga ini kurang efektif bagiku pribadi. Lagu-lagu yang lembut nyaris tanpa hentakan justru membuat ngantuk. Solusinya, ku lebih suka memutar lagu-lagu yang sedikit keras dan nge-rock.
Keempat, tetapkan reward dan punishment pribadi. Meskipun kita sendiri yang menulis di blog bukan berarti lantas kita bebas semaunya menulis apa pun yang kita sukai loh. Kita tetap harus memperhatikan nilai-nilai luhur yang berkembang di masyarakat. Termasuk nilai sosial, budaya, dan agama yang diakui di masyarakat. Jangan sampai karena merasa bahwa kita pemilik blog maka kita bebas memasukkan berbagai unsur ke dalam tulisan kita tanpa memandang adanya keragaman suku, agama, ras dan antargolongan. Bila kita melanggar hal tersebut maka kita bisa menerapkan punishment terhadap diri sendiri. Caranya dengan melakukan introspeksi dan menghapus artikel yang telanjur tayang di blog. Sementara untuk reward yang bisa diberikan terhadap diri sendiri setelah berhasil menulis tulisan yang bagus dan bermanfaat bagi sesama adalah mendapatkan hal-hal yang kita sukai. Contoh, menikmati secangkir es krim sambil menonton drama favorit.
Kelima, bagikan link tulisan di blog ke semua jaringan media sosial yang dimiliki. Ini perlu dilakukan sebagai upaya nyata menghargai jerih payah diri sendiri dalam menulis di blog. Jangan pikirkan pendapat orang yang menerima link tersebut. Cukup bisikkan dalam hati bahwa ini adalah cara kita untuk mengajak semuanya membaca dan mengambil manfaat dari tulisan di blog. Usah pikirkan apa yang mereka sampaikan. Pikirkan saja ide-ide selanjutnya yang menarik untuk ditulis.
Dari kelima tips menulis di blog itu ada tips yang paling jitu yang perlu dilakukan. Yaitu, bacalah sebanyak-banyaknya sebelum menulis. Dengan banyak membaca maka penulis akan lebih banyak menguasai kosakata, pemahaman dan pengetahuan terhadap tema yang akan ditulis di blog.
Selanjutnya, tulislah apa yang penulis ketahui dan rasakan sesuai dengan gayanya sendiri. Usah menduplikat tulisan dan gaya orang lain. Itu tidak bagus dan jauh dari kata keren. Jadilah dirimu sendiri dengan menulis di blog. So, menulis di blog? Why not!
(Bogor, 27 Mei 2021; 8:15 pm)
Oleh Neneng Hendriyani
Namaku Nina. Nina Candrakirana. Kawan-kawan di kantor memanggilku Neng Nina. Sebenarnya aku tidak suka dipanggil dengan nama tersebut. Namun apa daya bila atasanku sendiri memanggilku demikian. Aku hanya bisa menghela napas panjang saja tiap kali ia memanggilku dengan sapaan seperti itu di depan teman-teman. Jangankan protes, menggeleng pun aku tak berani. Jadi, ya terima sajalah. Yang penting masih sopan.
Dilihat dari nama panggilan ini aku terkesan perempuan Sunda. Setidaknya berasal dari tanah Sunda. Sayang sekali hal itu tidak benar. Meskipun aku tak bisa menyebutkan suku bangsaku dengan tepat aku tetap bersikeras menolak disebut perempuan Sunda. Jangan tanya alasannya mengapa karena aku pun tak tahu. Yang aku tahu ibuku lahir di salah satu kampung di provinsi Jambi enam puluh tahun lalu. Lalu ia menghabiskan masa kanak-kanaknya hingga dewasa di kota kembang, Bandung. Ayahnya lahir dari sepasang suami isteri yang berbeda suku bangsa. Ibunya lahir di Sucen, Purworejo dan besar di Jambi. Sementara ayahku memiliki ayah yang lahir di Banten. Ibunya seorang penari topeng Betawi. Aku sendiri lahir di daerah yang kini tidak lagi bisa diakui sebagai wilayah administrasi Bogor. Jadi, suku bangsa apa aku ini? Inilah pertanyaan abadiku selama ini. Sebuah pertanyaan yang seringkali menggangguku. Jadi wajar kan kalau aku menolak diakui sebagai salah satu anggota suku bangsa tertentu. Aku pribadi lebih suka dipanggil orang Indonesia. “Dari mana kamu? Dari Indonesia.” Jawabku riang.
Ups, satu lagi. Karena aku mengaku bukan orang Sunda maka aku paling tidak suka dipanggil “Ceuceu”. Kesannya agak gimana gitu. Kasihan saja ke mereka yang sudah menyapaku sedemikian sopan tetapi aku tetap diam dan tidak menggubris lantaran tidak paham bahwa mereka sedang menyapaku. Ini efek shock culture, kurasa. Ya, begitulah. Aku orang Indonesia. Jadi, jangan panggil “Ceuceu”, ya. Pintaku di gerbang senja.
(Bogor, 05 Juni 2020)
Oleh: NENENG HENDRIYANI
Puisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia V masuk ke dalam kategori kata benda (noun). Maknanya beragam. Yaitu, ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Selain itu, puisi adalah gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup dan membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama, dan makna khusus. Tambahan, puisi adalah sajak.
Puisi toge adalah salah satu puisi kontemporer. Puisi ini lahir dari gagasan Edi Sudrajat (AA Roy).

(Foto Edi Sudrajat / AA Roy diambil dari media sosial)
Puisi Toge merupakan akronim dari Tiga Ornamen Genap.
Akronim adalah singkatan yang berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar (misalnya ponsel telepon seluler, sembako sembilan bahan pokok, dan Kemendikbud Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) (KBBI V).
Puisi ini lahir berdasarkan pemahaman atas Q.S. AL Baqarah: 156, Al Imran: 26-27, Al Alaq:1-5.
Arti puisi toge sendiri adalah T= Tiga = Tiga baris, O = Ornamen = Opat engang = 4 suku kata dalam setiap baris, GE = Genap = jangkep.
Untuk judul puisinya kita bisa menggunakan satu kata atau lebih. Puisi ini terdiri atas 3 bait puisi untuk setiap judul puisinya. Di dalam bait tersebut hanya terdiri atas tiga baris kumpulan kata di mana setiap barisnya hanya memiliki empat suku kata. Dengan kata lain, setiap baitnya hanya terdiri atas dua belas suku kata saja.
Puisi toge tetap memiliki diksi dan rima. Yaitu, pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan) (KBBI V) dan pengulangan bunyi yang berselang, baik di dalam larik sajak maupun pada akhir larik sajak yang berdekatan (KBBI V).
Contoh puisi toge:
Yuk belajar
Tetap sabar
Dan ikhtiar
Hilang duka
Dengan canda
Senyum bangga
Kupercaya
Yang setia
Hanya do’a
Tuti Masitoh_toge 02-01-2021
(Sumber: Masitoh, Tuti. 2021. Serpihan Kata di Balik Gumamku. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya)
Penjelasan:
Judul puisi: Penantian
Jumlah bait: 3
Jumlah baris per bait: 3
Jumlah suku kata per baris: 4
Yuk – be – la – jar
Te – tap – sa – bar
Dan – ikh – ti – ar
Nah, tertarik membuat puisi toge? silakan dicoba, ya. Tuliskan hasil karyamu di kolom komentar, ya.
(Cibinong, 18 Mei 2021)
Learn the particular features of procedure text
After reading this chapter, you are expected to be able to:
Procedure text is a text that is designed to describe how something is achieved through a sequence of actions or step. It explains how people perform different processes in a sequence of steps. It uses how to operate or use a product or tools, to make something new step by step completely.
Generic structure used in a manual or tips (procedural text) is:
Language elements used in procedure text are:
Steps of understanding Procedure Text:
Activity 1 (Reading and Writing)
Learn the following text of “How to Speak English Well”. Then, try to identify the social function, generic structure, and language elements used on the texts.
How to Speak English Well
Use these tips to improve your English.
You don’t need to be in an English-speaking country to surround yourself with English. Find ways to make English part of your everyday life at home, like writing your shopping list, reading the newspaper, listening to the radio, writing a diary in English, or listening to English on your cellphone while traveling to work.
Even if you don’t live in an English-speaking country, there are probably many foreigners living nearby. Find ways to meet native English-speakers; going to foreign bars and restaurants, joining sport and social clubs, or arranging language exchanges. You could even volunteer as a guide at a local tourist attraction to meet English-speakers from all over the world.
You don’t need native speakers to practice your English. Find a study partner, or form an English club and meet regularly to speak English. You can motivate each other, and you will learn by helping others with their problems.
Just reading English in textbooks can get boring. Try reading English texts written for and by native speakers. It will be a challenge at first but a lot more interesting once you can do it. If you can’t find English books or magazines, use the Internet to read the news in English every day.
Get online and you can be in contact with people from all over the world. Join chat rooms or forums, take an online English course, or find a pen pal to practice your English while learning about different cultures. With social media, it’s easier than ever to stay in touch with friends from all over the world.
Give yourself a reason for studying: do you want to get a promotion, be able to talk to your foreign colleagues, study abroad, or spend your next holiday in an English-speaking country? Set short-term as well as long-term goals, and keep track of your progress.
Train your ear by listening to English spoken at normal speed, even if you don’t understand everything. Also practice listening without seeing things written down and don’t be afraid to listen to things several times to catch any interesting or unusual vocabulary in there. It’s easy to find free English podcasts online and news agencies from most English-speaking countries have audio and video news available for free online.
If you like singing, then look up the words for your favorite English songs. Or if you remember what you see, write new words on ‘Post-it’ notes and stick them up around your house. Make funny example sentences or draw little pictures next to new vocabulary to help you remember it.
Find out about the people and the culture of English-speaking countries. Learning a language is not just about grammar and vocabulary: it’s about communicating with people who have different ways of thinking as well as speaking.
Learning a language does take work, but you’ll be more likely to stick to it if you are enjoying yourself. Play games, do crossword puzzles, sing songs, read comics, and don’t worry too much about making mistakes – making mistakes is often the way to learn best.
The answer:
| Title | How to Speak English Well
|
| Social function | To describe how to speak English well through some steps. |
| Generic structure | a. Goal/aim (or title): How to Speak English Well; To describe how to speak english well through some steps.
b. Materials: – c. Steps (the actions that must be taken): · Surround yourself with English · Make English friends · Find study partners · Use authentic materials · Get online · Set yourself realistic goals · Listen to real English · Find fun ways to learn new words · Learn about the culture · Whatever you do, have fun! |
| Language elements | a. Work steps use Present tense, especially for command sentence
b. use of technical terms c. size d. use first, second, next, and then, finally, at last |
Activity 2 (Reading and writing)
Learn the following manuals here and create your own manuals of learning something related to your program skill
OPERATE CNC MACHINE
In this procedure we will learn and try to operate a CNC machine. Starting from how to start the engine, enter the program, and turn off the engine properly. Before we do all the steps be sure to wear safe equipment!
How to start the engine
How to set materials and input program
How to turn of CNC machine
Some writing and speaking exercises that could be done by students in vocational high school are like the following exercises. As a teacher you can choose one of the items to deliver to your students.
Describe how to:
Remember the ways how to do the exercises of Procedure Texts:
_______2018. Plot the Course: Understanding Text Features in Fiction: Resources for the Adult Education Practitioner. Webinar Handbook, December 5, 2018. Institute for the Professional Development of Adult Educators. 3209 Virginia Avenue – Fort Pierce, FL 34981
Barwick, John. 2006. Targeting Text: Narrative, Poetry, Drama. Australia: Blake Edition.
Gerot, L., & Wignell, P. 1994. Making Sense of Functional Grammar: An Introductory Workbook. Antipodean Educational Enterprises Queensland.
Hyland. (N.D). 2002. Teaching and Researching Writing. London: Pearson Education Limited.
Linda, G., & Peter, W. 1995. Making sense of functional grammar. Antipodean Educational Enterpack (AEE). Australia.
Roberta L Sejnost, and Sharon M. Thiese. 2010. Building content literacy: Strategies for the adolescent learner. Thousand Oaks, CA: Corwin Press. http://www.adlit.org/article/39884/ (accessed March 6, 2021)
______ https://www.bedtimeshortstories.com/little-boy-with-a-slingshot (accessed March 10, 2021)
_______https://moralstories.top/read/little-boy-with-a-slingshotU (accessed March 2, 2021)
_______ https://www.pinterest.co.kr/pin/686236061942181539/ Accessed March 14, 2021.
_______Senior High School National Examination 2019)
_______www.structurechart/netfirms.com
_______http://schermerhorn.pbworks.com/w/page/111956431/Plot%20Structure
_______PUSPENDIK BALITBANG. 2019. Soal Ujian Nasional Mata Pelajaran Bahasa Inggris SMA/MA 2019/2020. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Page 3-4.
https://schermerhorn.pbworks.com/w/page/111956431/PlotStructure. (accessed March 2, 2021)
nb:
Tulisan ini diambil dari buku antologiku yang berjudul,
English Text Learning Materials and Their Exercises: Narrative, Recount, Procedure, and Report Text
Writers : Pietra Dorand, Nur Cholifah, Neneng Hendriyani, Ika Purnama Sari
ISBN : 978-623-6581-11-7
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out : tim CV
Cover designer : Cahsantri
First Print : April 2021
Publisher
Cakrawala Milenia Jaya
Bumi Karadenan Permai Blok AA8 No.11-12
Cibinong – Bogor Jawa Barat
cakrawalamileniajaya@gmail.com
https://cakrawalamj.co.id
Page vii+89
Oleh: Neneng Hendriyani, M.Pd.
Menjadi seorang guru sebenarnya bukanlah pilihan utama dan cita-cita bagiku. Namun karena lahir dari lingkungan keluarga besar pendidik membuatku menyerah memperjuangkan cita-cita awalku saat masih SMA dulu. Seorang wali kelasku sering kali menggodaku dengan mengatakan penampilan, gaya jalan, dan gaya bicaraku lebih cocok sebagai guru daripada profesi lainnya. Saat itu aku tertegun lantas melupakannya. Hingga kemudian datanglah hari di mana aku kemudian tanpa berpikir panjang berjanji kepada guruku tercinta, Jaya Rukmantara (alm). Dia lah sosok yang membuatku kemudian bekerja keras menguasai bidang ini selama delapan semester di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Ibn Khaldun, Bogor. Diwisuda sebagai lulusan terbaik saat itu membuatku tersadar bahwa ini bukan lagi lelucon hidup. Ini adalah jalan yang harus ditempuh, suka tidak suka.
Robert Lee Frost, penyair Amerika Serikat, dalam puisinya The Road Not Taken membuatku kembali berpikir bahwa menjadi guru adalah jalan lain yang harus diambil saat itu. Tepat usia 21 tahun aku memulai pengabdian sebagai CPNSD termuda di SMK Negeri 1 Cibinong. Sebuah sekolah yang mengantarkanku menjadi sarjana cum laude dengan skripsi tentang kemampuan berbicara bahasa Inggris dan linguistics sebagai obyek penelitianku selama tiga bulan. Di sekolah yang kemudian ditahbiskan sebagai salah satu sekolah terbaik, terfavorit, dan sekolah berstandar internasional itulah aku belajar menjadi guru di berbagai bidang keahlian seperti rekayasa perangkat lunak, multi media, teknik computer jaringan, teknik konstruksi kayu, teknik gambar bangunan, teknik pemesinan, teknik kendaraan ringan, teknik otomasi industri, teknik logam dan metalurgi dan teknik sistem jaringan. Di sana aku menyadari bahwa bahasa Inggris yang digunakan seyogianya adalah English for Specific Purposes bukan General English.
Mengajar siswa dari sepuluh bidang keahlian yang berbeda jelas memberikan pengalaman yang kaya untuk seorang pembelajar sepertiku. Perbedaan karakteristik mata pelajaran bengkel yang harus mereka kuasai memengaruhi karakter mereka dalam belajar bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Penguasaan TOEIC sebagai salah satu standar tolak ukur kemampuan berbahasa Inggris siswa sekolah menengah kejuruan membuatku harus membimbing dan mendampingi mereka secara penuh agar mereka mendapatkan skor yang tinggi dan meraih beasiswa mengikuti international test of TOEIC.
Kenakalan mereka sebagai siswa yang dahulu dikenal sebagai siswa STM (Sekolah Teknik Mesin) membuatku sadar aku harus tampil tegas, disiplin, dan menyembunyikan kelemahanku sebagai guru perempuan. Berdiri di depan mayoritas siswa laki-laki adalah tantangan terbesar bagiku di era 2003. Lambat laun kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan kejuruan membuat sekolah kemudian dibanjiri siswa perempuan. Sejak 2005 aku mulai mengajar beberapa siswa perempuan di kelas-kelas yang dikuasai oleh mayoritas siswa laki-laki. Menjembatani perbedaan gender dengan segala keunikannya saat itu adalah tugas lain sebagai guru yang kujalani.
Enam belas tahun ditempa di sekolah yang menuntut lulusannya berhasil direkrut perusahaan-perusahaan besar menjadikanku seorang yang tak henti belajar banyak hal. Inilah keuntungan menjadi guru. Dia belajar tak hanya dari kampus tetapi juga dari siswa-siswanya.

(Sumber: Dokumen CV Cakrawala Milenia Jaya)
Perkenalan dan hubungan yang intensif selama empat semester dengan para tokoh nasional Muhammadiyah yang mengajariku di bangku kuliah pascasarjana membuatku makin sadar bahwa menjadi guru bukan hanya sekadar menjadi sosok yang digugu dan ditiru. Guru adalah tiang pancang utama, sebuah pondasi bagi struktur kehidupan akademis manusia. Dia adalah seorang INSPIRATOR. Lewat guru seorang siswa bisa membuka dirinya dengan lapang. Lewat guru dia bisa mengungkapkan segala kekurangan dan kelemahannya dengan tenang. Lewat guru pula dia bisa menemukan jati dirinya yang hakiki sebagai manusia beriman. Gurulah cahaya kehidupan.
Kini, jalan yang awalnya tak sengaja kupilih telah menjadi medan juang utama. Tak ada jalan untuk kembali memulai menapaki jalan yang baru. I could not travel both. Dengan segala emosi, tanggung jawab moral sebagai guru, seluruh daya harus dikerahkan kembali untuk tak sekadar menggapai impian tetapi menggenggamnya erat. Jadilah guru Indonesia yang kuat, tabah, dan tetap menyalakan semangat sebagai inspirator bagi kebaikan sesama manusia. Selamat Hari Pendidikan! Bersama Kita Bisa! Indonesia Jaya!(*)
NB: Tulisan ini diambil dari buku antologi ku, Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan
Penulis: I Kadek Widya Wirawan, Rahmiati, Santi Eliyanti, Iso Suwarso, dkk
ISBN : 978-623-6581-14-8
Editor : Neneng Hendriyani
Lay out: Tim CV
Desain Sampul: Cahsantri
Cetakan Pertama, April 2021
Seharian beraktivitas seringkali membuat tubuh terasa lelah dan tidak nyaman. Bagian tubuh yang paling merasa lelah biasanya adalah kaki. Ya, kaki adalah bagian tubuh yang sering kita keluhkan setiap kali kita tiba di rumah. Banyak sekali orang yang tidak bisa beristirahat dengan nyaman lantaran kakinya sakit dan pegal-pegal. Tahukah kamu ternyata ada cara yang ampuh dan mudah untuk menghilangkannya?
Bila kamu memiliki garam di dapur kamu bisa menggunakannya sebagai campuran air hangat untuk mengurangi rasa lelah di kaki. Bila kamu tidak memiliki stok garam laut atau garam krosok kamu bisa menggunakan garam dapur loh. Ya meskipun takarannya sedikit berbeda setidaknya kamu masih bisa membuat sepasang kakimu kembali sehat dan segar.

Sumber: Koleksi Pribadi
Caranyaya mudah. Kamu tinggal mencampurkan sesendok makan garam dengan air hangat secukupnya ke dalam baskom, ember atau bahkan bak karet. Periksa suhunya. Jangan sampai airnya terlalu panas karena bisa merusak jaringan kulit. Campurkan sedikit air dingin hingga suhunya hangat-hangat kuku. Setelah itu rendamlah kedua kakimu hingga airnya dingin. Angkat dan keringkan kedua kakimu. Selanjutnya oleskan krim pelembab kulit yang paling cocok dengan jenis kulitmu. Kamu tidak perlu melakukan pijatan ringan dan lembut di kedua kaki. Cukup oleskan krim pelembab saja. Lalu nikmatilah waktumu dengan perasaan bugar dan segar.
Selamat mencoba cara sederhana menghilangkan lelah di kaki dengan air hangat dan garam dapur.