Di Lereng Ijen Aku Berdiri

Di Lereng Ijen Aku Berdiri
Oleh Neneng Hendriyani

Berdiri aku di lereng Ijen
Ketika air embun memeluk pasrah tubuh-tubuh pinus
Mencoba mendengar nyanyian purba
Tentang kamu, dia, dan mereka

Kematian adalah sejarah
Melingkari cincin waktu demi kata cinta
Menari di sela bebatuan
Mengecup mimpi dalam setiap tetesnya

Lewat reinkarnasi, aku melihat kau, dia, dan mereka
Di lereng asam, batu-batu terjal,
Tanah bersembunyi
Hawa panas
Cinta pun menggilas

Berdiri aku di lereng Ijen
Ketika air embun memeluk pasrah tubuh-tubuh pinus
Jiwaku meronta,
Gagal moksa

(Bogor, 07 Juni 2024)

Puisi ini lolos kurasi untuk kegiatan Jambore Sastra Asia Tenggara (JSAT) 2024 di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia yang diselenggarakan pada 24-26 Oktober 2024.

Terjemahan dalam bahasa Inggris:

On the Slopes of Ijen, I Stand
by Neneng Hendriyani

I stand on the slopes of Ijen,
When the dew’s water embraces the yielding bodies of pines,
Trying to hear the ancient song
About you, him, and them.

Death is history,
Encircling the ring of time with words of love,
Dancing among the rocks,
Kissing dreams in every drop.

Through reincarnation,
I see you, him, and them,
On the acidic slopes, among rugged stones,
The earth hides,
The air is hot,
Love crushes all.

I stand on the slopes of Ijen,
When the dew’s water embraces the yielding bodies of pines,
My soul writhes,
Failing to attain liberation.

(Bogor, June 7, 2024)

#ijen #kawahijen #banyuwangi #jamboresastra #nenenghendriyani #moksa #reinkarnasi

Undangan Jambore Sastra Asia Tenggara 2024

Undangan Jambore Sastra Asia Tenggara 2024 lagi-lagi digelar di Kota Banyuwangi. Ini kali kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Kesenian Blambangan akan dimulai pada tanggal 24 – 26 Oktober 2024. Pesertanya berasal dari Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Dilansir dari lampiran surat undangan JSAT 2024 Nomor : 235/DKB/VIII/2024 tanggal 31 Agustus 2024 , berikut ini adalah nama para penyair empat negara yang berhasil lolos kurasi dan berhak menghadiri puncak acara Jambore Sastra Asia Tenggara 2024:

  1. Abd. Sarno Arbara (Magetan Jatim)- Rindu Tanah, Batu dan Airmu
  2. Abdillah Danny (Mojokerto)- Muhriyono
  3. Abdul Halim (Kab Bangkalan)- Cinta Segi Empat Kaldera
  4. Achmad Nadzir (Banyuwangi)- Dalam Kekapan Belerang Purba
  5. Adziah Abd Aziz (Perak Malaysia)- Ijen Purba: Tanah, Air dan Batu
  6. Aguk Wahyu Nuryadi (Banyuwangi)- Banyu 7 Sumber
  7. Agus Takariyanto (Banyuwangi)- Membaca Batu – Mengigau Batu
  8. Agus Widiey (Yogyakarta)- Di Puncak Ijen
  9. Ahmad Zuawii (Melaka, Malaysia)- Orang Kecil di Kaki Ijen
  10. Akmal Rahman Hanif (Banyuwangi)- Anatomi Tubuh Purba
  11. Ali Satriefendi (Bekasi)- Ijen, Lewat Tengah Malam
  12. Alif Firdaus Rosyidin (Banyuwangi)- Rinonce Kaldera Ijen Purba
  13. Alif Raung Fidaus (Bondowoso)- Apa Kabar Ijen?
  14. Alina Sukesi (Madiun)- Ijen Purba
  15. Ameliyah Shafa (Sumenep)- Di Sela Kabut Purba
  16. Aminatul Hasanah (Sumenep)- Indahnya Menyelimuti Kata
  17. Aminuddin S Gadi (Sumba, Nusa Tenggara Timur)- Ziarah Rindu di Tanah Gandrung
  18. Ananda Fairus D.L (Jember)- Sebongkah Tawa Ijen Mengiringi Seranting
    Nyawa
  19. Anindyabarata (Yogyakarta)- Ijen Purba
  20. Antariksawan Jusuf (Tangerang Selatan)- Katakanlah Hai Ijen
  21. Anto Narasoma (Palembang)- Cintaku Pada Kaldera Kosong,
  22. April Artison (Klungkung Bali)- Di Kaki Gunung Ijen Jejakku Abadi
  23. Arfian Rizky Pratama (Kediri)- Kenangan Kemah Sastra
  24. Ari Basuki (Daerah Istimewa Yogyakarta)- Kawah Ijen Dini Hari
  25. Arif Haiqal Roslan (Selangor, Malaysia)- Izinkan Aku Tuhan
  26. Arif W (Gunung Kidul Yogyakarta)- Di Stasiun Kalisetail
  27. Azizah Mds (Kedah Malaysia)- Banyuwangi
  28. Bagus Likurnianto (Banjarnegara, Jawa Tengah)- Kawah Ijen, Biru Api
  29. Cinta Menyala di Dada Mereka
  30. Baharuddin Amir (Barru, Sulawesi Selatan)- Riwayat Tanah
  31. Bambang Kariyawan Ys (Riau)- Cerita-cerita Edelweis
  32. Bambang Widiatmoko (Bekasi)- Gandrung Kawah Ijen
  33. Barupawati Utamaju Baharum (Kuala Lumpur-Malaysia)- Bicara Sukma Lembah Ijen
  34. Budi Setiawan (Buset) (Purworejo)- Ijen yang Tekun Sendiri
  35. Chiesetiawati (Kuningan, Jawa Barat)- Doa dari Rongga Dada
  36. Chris Triwarseno (Semarang)- Sebuah Pertanyaan Purba
  37. Christiya Dewi Eka (Bekasi)- Janji pada Pukul Waktu Ijen
  38. Citra Sasmita (Bali)- Menyusur Garis Leluhur
  39. Cura Lara_Erli Norafiza Abu Hafiz (Johor Malaysia)- Manusia, Cinta, dan Kawah Ijen
  40. Daviatul Umam (Sumenep)- Melankolia Idjen Purba
  41. Dayangku Mastura (Sabah, Malaysia)- Gunung, Tanah
  42. Denok Ayu Uni Aisandi (Bekasi)- Kawah Ijen: Jiwa Kokoh, Cantik dan
    Tabah
  43. Denting Kemuning (Surabaya)- Lelaki Pemanggul Beban di Lembah Ijen
  44. Devika Nur Baity (Banyuwangi)- Garis Waktu Biru
  45. Dicky Firmanzah (Surabaya)- Tanah, Air, Batu dan Kamu
  46. Dr Muhammad Khairuddin Lim Tanjong (Malim Malaysia)- Setia dan
    Berani
  47. Dr. Dil Froz Jan (Selangor Malaysia)- Kota Tepi Sungai
  48. Dr. Roziah Ramli (Malaysia)- Aku Tidak Mahu Bermimpi Lagi
  49. Dwi S Wibowo (Bali)- Ijen Batukaru
  50. Dwi Tirta (Bondowoso)- Pemandangan Tak Terlupakan
  51. Dyah Dhomi Eko Wulandari (Banyuwangi)- Lontar Ijen Purba
  52. Edi S Febri (Batang, Jawa Tengah)- Kawah Ijen Melukis Kenangan
  53. Eko Wahyu Pratama (Banyuwangi)- Wisarga
  54. Elsa Fatimatus (Jember)- Memori ijen
  55. Emi Suy (Jakarta)- Perjalanan Menempuh Ijen Purba
  56. Endut Ahadiat (Padang)- Kawah Ijen dan Topeng Konah
  57. Erna Winarsih Wiyono (Bogor)- Kidung Ijen
  58. Estu Puji Handayani (Bondowoso Jawa Timur)- Tanah-Mu, Air-Mu, dan
    Batu-Mu
  59. Faidi Rizal Alief (Sumenep)- Tanah, Air, Batu, dan Puisi yang Baru
    Tumbuh
  60. Fatah Yasin Noor (Banyuwangi)- Senja Itu, Paltuding
  61. Ferdi Afrar (Sidoarjo, Jawa Timur)- Kopi dan Kaldera, Wengi Geni
  62. Fileski Walidha Tanjung (Madiun)- Larung Luka
  63. Firman Wally (Ambon)- Menjejaki Purba
  64. Gatot Hariyanto (Banyuwangi)- Ijen Purba Menggugat
  65. Gimien Artekjursi (Banyuwangi)- Pesona Ijen: Sampai Kapan Bertahan?
  66. Gurit Asmara Ruci (Tulungagung)- Menafsir Ulang Isyarat Purba Ijen
  67. Hairul Izuan Mohd Bidin (Kuala Lumpur)- Menggenggam Sekepal
    Belerang
  68. Hanifah Dwi Hermawati (Bondowoso)- Hamparan Sajadah Kaldera Ije
  69. Hanom Ibrahim Lubis- Silir Angin dan Deru Ijen Banyuwangi
  70. Hardjani, S.S. (Banyuwangi, Jatim)- Ijen
  71. Haryatie AB Rahman (Kelantan Malaysia)- Tanah yang Indah
  72. Helmy Khan (Sumenep, Madura)- Tubuh Penambang Lembah Ijen
  73. Herny Nilawati (Banyuwangi)- Singgasana Barong Ider Bumi
  74. I Nyoman Wirata (Denpasar)- Edelweiss Api Biru di Mata Kameramu
  75. Ibna Asnawi (Sumenep)- Telaga Ijen
  76. Ika Permata Hati (Temanggung)- Penambang Belerang dari Tanah
    Blambangan
  77. Ilhamdi Sulaiman (Medan)- Bunga-bunga Api
  78. Imam Akhbar (Medan)- Ijen Purba Mengurai Kisah
  79. Imam Budiman (Jakarta)- Membaca Manakib Ijen Purba
  80. Ina Herdiyana (Sumenep)- Menuju Kawahmu
  81. Indrayanto (Medan)- Kontemplasi di Puncak Ijen Purba
  82. Indri Yuswandari (Blitar Jatim)- Tanah Napas, Batu Jiwa
  83. Irawan Sandhya Wiraatmaja (Tangerang)- Di Sungai Kalipahit
  84. Irna Novia Damayanti (Purbalingga)- Memotret Kawah Ijen
  85. Isbedy Stiawan Zs (Lampung)- Cahaya Candi
  86. Ita Puspita Sari (Sumenep, Madura)- Neurotisme
  87. Izzatul Hikmah (Sumenep)- Ijen dan Sepertiga Malam dalam Diksiku
  88. Jesika Putri Dwiandini (DKI Jakarta)- Amarah Sang Ijen Purba
  89. Juli Prasetya (Banyumas)- Membaca Abad Kekosongan Ijen Purba
  90. Kasdi Kelanis (Sragen)- Kata Temanku
  91. Kasmawati Yakub (Jeneponto, Sulsel)- Hutan Cadas Hitam
  92. Kathirina Susanna Tati (Malaysia)- Keagungan Pencipta Langit dan Bumi, Keindahan Abadi, Harmoni yang Sempurna
  93. Khairul Umam (Sumenep)- Ijen dan Misteri yang Terus Berdengung
  94. Khalil Satta Èlman (Yogyakarta)- Kaldera
  95. Khurin In Noviarani (Gresik, Jawa Timur)- Tak Lekang Waktu
  96. Kurnia Effendi (Jakarta)- Amsal Kesendirian
  97. Lailah Nurdiana (Yogyakarta)- Kaldera Ijen Purba
  98. Leenda Madya (Semarang)- Menggali Harapan di Kawah Sunyi
  99. Litalia Putri (Banyuwangi)- Litani Puan Blambangan
  100. Lutpi Aulia (Sukabumi)- Tanah Jejak Erupsi
  101. M Anton Sulistyo (Jakarta)- Kawah Wurung, Pemandu Wisata
  102. M Firdaus Rahmatullah (Jombang)- Patokan
  103. M. Syahrul Shobirin (Banyuwangi)- Bebatuan Bercerita
  104. Mahendra (Bali)- Blues Ijen, Batu Gunung
  105. Masriyah Misni (Selangor)- Sekras Batu Jalanan
  106. Matroni Muserang (Madura)- Ijen, Tanah Kekasih
  107. Merawati May (Mukomuko, Bengkulu)- Surat Cintamu, Ijen, Ddi Atas Black
    Lava Ijen
  108. Mh. Dzulkarnain (Sumenep, Madura)- Montase Tubuh Ijen
  109. Michael Djayadi (Yogyakarta)- Hikayat Plalangan
  110. Moh. Ghufron Cholid (Sampang)- Subuh di Ijen
  111. Mohamad Saleeh Rahamad (Perak Malaysia)- Lelaki-lelaki Perkasa
    Banyuwangi
  112. Mohammad Saroni (Mojokerto)- Serpihan Surga
  113. Mohd Rosli Bakir (Pontian, Johor, Malaysia)- Lembah Ijen: Tanah, Air dan
    Batu
  114. Momo (Banyuwangi)- Kau yang Berdiri Di saana
  115. Muda Wijaya (Karangasem)- Lelaki Tuna Rungu dan Aku yang Menari di Kawah Ijen
    115. Muhammad Lutfi (Pati)- Wajah Ijen
    116. Muhammad Sheva (Yogyakarta)- Blues untuk Orang-orang Tambang
    117. Muhammad Syamsa (Boyolali)- Biru Purba
    118. Muhsyanur (Wajo, Sulsel)- Refleksi Ijen: Dialektika Eksistensi
    119. Mulyadi J. Amalik (Kota Surabaya)- Ijen dan Gusti Mahacinta
    120. Mundzir (Madura)- Semua tentang Dirimu
    121. Mustain Romli (Probolinggo)- Ijen dan Sejarah Cinta
    122. Muzayyana (Bondowoso)- Misteri Kehidupan di Puncak Ijen Purba
    123. Nabilatul Mu’tabarah (Sumenep, Jatim)- Kehangatan Surga di Ijen
    124. Nanang Suryana (Bogor)- Anatomi Ijen
    125. Nani Asiani (Banyuwangi)- Batu dan Para Nestapa
    126. Neneng Hendriyani (Bogor)- Di Lereng Ijen Aku Berdiri
    127. Neng Lilis Nuraeni (Subang, Jawa Barat)- Ijen dan Kenangan di Saku
    Bajumu
    128. Nor Faizah (Sumenep)- Deskripsi Virtual Lewat Mata
    129. Norasmah Binti Mounojij Noor (Negeri Sembilan)- Keranjang Usang
    130. Nuhbatul Fakhiroh Maulidia (Banyuwangi)- Kaldera
    131. Nunung Noer El (Banyuwangi)- Tapak Tangan Bumi Osing
    132. Nur Komar (Jepara)- Jejak-Jejak Tanah Tua
    133. JOni Hendri Tapung (Kampar, Riau)- Batu-batu yang Timpa Air
    134. Othman Bin Suhot (Singapura)- “Ijen Purba” Tanah, Air, Angin
    135. Qudwatul Imamah (Sumenep)- Kawah Ijen dan Segala Cintanya
    136. Ratih Ayu Puspitasari (Surakarta, Jawa Tengah)- Hikayat Alam Kasmaran
    137. Rayhanun Jannah (Aceh Utara)- Ijen: Si Lanang Desa
    138. Rezqie M. A. Atmanegara (Hulu Sungai Tengah, Kalteng)- Api Biru di
    Belahan Dada Ijen
    139. Riami (Malang)- Lagu Mars Ojek Troli Kawah Ijen
    140. Ridwan (Sukabumi)- Sesajen Ijen
    141. Rini Intama (Tangerang)- Ijen
    142. Rissa Churria (Banyuwangi)- Bumi Osing Tanah Kelahiran
    143. Romi Sastra (Jakarta)- Perjalanan ke Kaldera Purba
    144. Roslina (Sumatera Barat)- Ijen Purba Cinta dan Takdir
    145. Roso Titi Sarkoro (Temanggung)- Membaca Banyuwangi
    146. Rouzil Armiza (Negeri Sembilan Malaysia)- Gunung Ijen: Pesona Api Biru
    147. Rusdi El Umar (Sumenep)- Ijen Berkelopak Rindu
    DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN
    (DKB)
    Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 78 Banyuwangi, JawaTimur 68416
    │banyuwangidkb@gmail.com│ www.dkb.or.id
    148. Safiratul Khairoh (Sumenep)- Paras Ijen
    149. Sahar Bin Misron (Kualalumpur)- Kawah
    150. Sahbuddin dg. Palabbi (Jakarta)- Penggali Asa di Tanah Nirwana
    151. Saiful Bahri (Sumenep, Madura, Jawa Timur)- Kabut Waktu
    152. Salimah binti Shamsuddin (Lenggeng, Negeri Sembilan, Malaysia)-
    Impikan Hangat dan Pesona Alam Kaldera Ijen Purba
    153. Salamet Wahedi (Sumenep)- Jendela Hujan
    154. Samsudin Adlawi (Banyuwangi)- Api Surga
    155. Ibnu Din Assingkiri (Pulau Pinang Malaysia)- Aturan yang Sangat Indah
    156. Sapta Arif (Ponorogo)- Perkabungan Kencana Wungu
    157. Sausan Al Ward (Riau)- Batu Tertegun
    158. Selendang Sulaiman (Jakarta)- Setetes Air Pemecah Batu
    159. Setiyo Bardono (Depok)- Setinggi Apapun Mendaki
    160. Shield Sahran (Malaysia)- Sebagian Dariku
    161. Sindah Laili Nurjanah (Kediri)- Puisiku Letupan Ijen Purba
    162. Siti Khalifatur Rahma (Sumenep)- Riwayat Api Bermata Biru
    163. Soekosoroeeee (Purworejo)- Menerka Makna Api Biru
    164. Sri Lestari (Banyuwangi)- Menyisir Laku Tanah Ijen
    165. Sri Utami (Jember)- Tekad
    166. St Muanifah (Banyuwangi)- Sudut Kecil Kawah Ijen
    167. Sugik Muhammad Sahar (Pamekasan, Madura)- Napak Tilas di
    Semenanjung Blambangan
    168. Suhandayana (Surabaya)- Diorama Niskala Ijen Purba
    169. Sukardi Wahyudi (Kukar Kaltim)- Bumi Ibu kepada Air
    170. Sukron Hidayat (Bondowoso)- Kalipait: Bongkahan Cinta Nenek Moyang
    171. Sultan Musa (Samarinda)- Sempuri Ijen Purba
    172. Sunyoto Sutyono (Jember)- Silhuet Kehidupan di Ijen
    173. Supali Kasim (Indramayu)- Di Puncak Pendakian
    174. Sus S. Hardjono (Sragen)- Kawah Ijen Menyala
    175. Suyitno Ethex (Mojokerto)- Puncak Ijen Dini Hari
    176. Syafaat (Banyuwangi)- Pendar Lembah Ijen
    177. Syafaruddin Marpaung (Tanjungbalai)- Langkah di Tanah Belerang Ijen
    178. Syafia Asy Syafaqoh P.S (Bondowoso)- Simfoni Magis Api Biru
    179. Tata Irawati (Kutai Kartanegara)- Sang Giri Ijen nan Elok
    180. Tatan Daniel (Jakarta)- Di Jalan Menuju Ijen
    181. Tengsoe Tjahjono (Malang)- Dolmen
    182. Tirta Baiti (Banyuwangi)- Bencana Berujung Pesona
    183. Tjahjono Widarmanto (Ngawi)- Rahasia Batu
    184. Tri Wulaning Purnami (Sidoarjo Jawa Timur)- Bianglala Ijen Purba, Derap
    Ijen Purba
    185. Tria Achiria (Banten)- Di Ceruk-Ceruk Dinding Kaldera Ijen Purba
    186. Tutut Kismiati (Sidoarjo)- Sebagai Batu
    187. Udi Utama (Depok)- Banyuwangi Memanggil
    DEWAN KESENIAN BLAMBANGAN
    (DKB)
    Jl. Jenderal Ahmad Yani No. 78 Banyuwangi, JawaTimur 68416
    │banyuwangidkb@gmail.com│ www.dkb.or.id
    188. Uleceny (Sumbawa)- Debu dan Gerimis, Api pada Senjaku
    189. Umie Maisarah (Selangor, Malaysia)- Warisan Dunia
    190. Uswatun Hasanah (Banyuwangi)- Lembah Ijen, Harga Tetes Peluh
    Penambang
    191. Vironika Sri Wahyuningsih (Tangerang, Banten)- Kaldera dan Ibu Bumi
    192. Vito Prasetyo (Malang)- Lanskap Ijen Purba
    193. Wahyu Rizki Kurnaini (Banyuwangi)- Kemuning Berpijar Biru
    194. Warits Rovi (Sumenep)- Ijen yang Tiada Dua
    195. Willy Ana (Depok)- Kabut Ijen
    196. Yeti Chotimah, M.Arts (Banyuwangi)- Hikayat Kelahiran
    197. Yuliani Kumudaswari (Yogyakarta)- Abadi, Kaldera Bercerabut
    198. Zabidi Yakub (Lampung)- Saat Angin Sedang Birahi
    199. Zahwa Jihan Soraya (Banyuwangi)- Surat Tirtaganda
    200. Zickyn Chan (Mojokerto)- Gunung Ijen Purba

Adapun rundown acaranya adalah sebagai berikut:

surat undangan, lampiran dan rundown JSAT 2024 di Banyuwangi 24-26 Oktober 2024

Melejitkan Potensi Diri Sebagai Guru Penulis

Kegiatan ini berlangsung dalam tajuk Webinar Guru Belajar Indramayu Series 80 pada tanggal 7 Mei 2024, pukul 19.30 – 21.30 WIB. Kegiatan ini disiarkan langsung di YouTube https://www.youtube.com/@wisependidikanindonesia berkat kerjasama dengan Pengurus IGI Indramayu, Disdikbud Kab. Indramayu, Wise Pendidikan Indonesia, dan Kombel Samiaji.

Seperti biasa, saya dihubungi oleh admin sekaligus pengurus IGI Indramayu, Haryono, melalui pesan singkat WhatsApp pada tanggal 28 April 2024 untuk mengisi webinar pada tanggal tersebut.

Berbekal pengalaman dan sedikit ilmu hasil comot sana sini, maka pada malam Rabu tepat pukul 19.30 WIB saya pun berbagi praktik baik menjadi Guru Penulis. Kegiatan yang seharusnya ditutup pukul 21.30 WIB pun molor karena antusiasnya peserta dalam sesi tanya jawab seputar penulisan buku.

Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar dan sangat mengesankan.

 

Dokumen Penting Calon Pengajar Praktik Angkatan 11

Menjadi bagian dari transformasi pendidikan tanah air adalah sebuah kebanggaan bagi insan pendidikan. Itulah sebabnya, setelah menyelesaikan Program Guru Penggerak tidak sedikit yang berbondong-bondong mengikuti program seleksi pengajar praktik.

Berikut ini dokumen penting terkait Program Pengajar Praktik Angkatan 11.

Surat-Rekrutmen-CGP-A11_tahun-2023_ks_okSurat-Rekrutmen-CPP-A11_tahun-2023_ks_ok 3795_Pengumuman Seleksi Tahap 1 CPP11_Provinsi Riau

3802_Pengumuman-Hasil Seleksi CGP A11 T1-Provinsi Jawa Barat-1 3802_Pengumuman-Hasil Seleksi CGP A11 T1-Provinsi _231229_154032 3802_Pengumuman-Hasil Seleksi CGP A11 T1-Provinsi Riau

Kumpulan Dokumen Berharga Terkait Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7

File-file di bawah ini adalah file penting dalam pelaksanaan Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 7. Sila unduh bagi yang membutuhkan.

2581 Und. Pelatihan PPGP Angk. 7-PP 2582 Und. Pelatihan PPGP Angk. 7-CGP 2616_Pengumuman Hasil Seleksi Tahap 2 CGP_A7 Provinsi Jawa Timur 2665_2022-10-01 3280 – Pengumuman Hasil Seleksi Akademik PPG Daljab Tahun 2022 3515_Pengumuman_Seleksi_Tahap_1_CGP_A8_Jawa Barat 3515_Pengumuman_Seleksi_Tahap_1_CGP_A8_Jawa Tengah JADWAL CGP AK 7  d.-Pengumuman-CPP-thp-3-PGP-A7 Surat_Tugas_CGP_Angkatan_7_KCD_1_19102022_030243_signedSurat_Tugas__Lokakarya_5_CGP_A_7_30052023_082833_signedSurat_Tugas__Lokakarya_7_CGP_A_7_05072023_102913_signedSurat_Tugas__Lokakarya_7_CGP_A_7_Bagi_Pengawas_dan_Kepala_Sekolah_06072023_072015_signedSurat_Tugas_Pendampingan_Individu_5_Program_Pendidikan_Guru_Penggerak_PGP_Angkatan_7_22052023_104202_signedSurat_Tugas_PI_6_PGP_Angakatan_7_14062023_120320_signedSurat_Tugas_PP_CGP_A_7_25112022_014342_signedSurat_Tugas_Pendampingan_Individu_1_Program_Pendidikan_Guru_Penggerak_PGP_Angkatan_9_1_07092023_084543_signedSurat_Tugas__Lokakarya_7_CGP_A_7_Bagi_Pengawas_dan_Kepala_Sekolah_06072023_072015_signedSurat_Tugas__Lokakarya_7_CGP_A_7_05072023_102913_signedsurat lokakarya 7 panen raya 8 juli 2023surat lokakarya 22 oktober 2022_disdik kab bogorsurtug loka 7 disdik  d.-Pengumuman-CPP-thp-3-PGP-A7

Credential Pertamaku di Tahun 2024: St Brigid’s Poem

Mendapatkan sebuah credential dari sebuah instansi pemerintah adalah hal yang sangat membanggakan bagiku pribadi. Ini adalah sebuah pengakuan atas kreativitas yang kulakukan dan ini adalah bukti sebuah aktualisasi diri di bidang sastra. Memang hasilnya tidak sebaik yang pernah kuraih di tahun 2018, 2018, dan 2019 lalu. Namun, ini adalah bukti bahwa aku hanyalah manusia yang pernah mengalami banyak kejutan dalam hidup bahkan pernah merasakan roller coasternya kehidupan.

 

Menulis puisi dengan tema “The Future of Women” memang lumayan berat. Dari kaca mata sastra tidak  bisa seseorang menulis dalam waktu sekejap. Setidaknya ia memerlukan waktu untuk berkontemplasi dalam waktu yang cukup lama. Bagaimana ia mengartikan wanita itu sendiri dalam sudut pandangnya mempengaruhi bait puisi yang ditulisnya. Bagaimana ia merasakan denyut harapan wanita dan menggelorakannya dalam sebuah puisi juga merupakan tantangan yang luar biasa. Untuk itu salut dan hormat kepada pemenang kompetisi puisi yang diadakan oleh Kedutaan Besar Irlandia untuk Indonesia, Timor Leste, dan ASEAN.

Anda berhak dapat bintang!

Hai Perempuan Perkasa

Hai Perempuan Perkasa
Oleh: Neneng Hendriyani

Abad berganti, musim berlalu
Laksana angin setia menembus waktu
Bawa serta mimpi, juga asa masa mudamu
Merajut menata binar jiwa dalam senyum kilau dunia
Lihatlah ke muka!
Berjalanlah bersama
Sibakkan ego juga ambisi
Raihlah hangatnya mentari
Tiupkan gelora yang tak bisa mati
Obati jiwa, berikan cinta
Demi rumah dan waktu yang belum tiba
Di mana kilau dunia menjadi milik kita: perempuan-perempuan perkasa!
(Bogor, 8 Februari 2024)

O Mighty Woman
by Neneng Hendriyani

Centuries turn, seasons pass,
Like the faithful wind piercing through time,
Carrying dreams and the hopes of your youth,
Weaving and shaping the spark of the soul in the radiant smile of the world. Look forward!
Walk together,
Cast aside ego and ambition,
Embrace the warmth of the sun,
Breathe life into an unquenchable spirit,
Heal the soul, give love,
For the home and the time yet to come,
Where the world’s brilliance belongs to us: mighty women!

(Bogor, February 8, 2024)

 

Puisi ini telah kutulis dan kirimkan ke email resmi Embassy of Ireland, Jakarta, pada tanggal 08 Februari 2024 lalu dalam rangka mengikuti Kompetisi Puisi Untuk Merayakan St. Brigid “Masa Depan Perempuan”.

Tidak mudah memang menulis sebuah puisi dengan tema yang sudah ditentukan panitia. Namun demikian ini adalah sebuah aktivitas yang menyenangkan sekaligus menantang kreativitasku. Semoga di kesempatan berikutnya bisa berjaya lagi seperti tahun 2018 memenangkan sayembara penulisan puisi internasional untuk para penyair ASEAN.

#nenenghendriyani #poem #puisi #irlandia #ASEAN #poet #poem #bogor #woman #future #stbrigit

Menggali Penyebab Trauma, Kunci Kesembuhan Total Penderita Trauma

Seringkali kita tidak sadar ketika kita menjadi penderita trauma. Banyak sekali kejadian yang tidak mengenakkan terjadi dalam kurun waktu tertentu di masa lalu ternyata membuat kita berubah sedemikian rupa. Kita yang awalnya ceria tiba-tiba menjadi pemurung, menarik diri dari kehidupan sosial, dan cenderung apatis.

Kita bahkan tidak sadar ketika merasa bahwa kita sakit kepala karena kurang tidur, banyak pekerjaan, hingga akhirnya rajin meminum obat-obatan pereda rasa sakit untuk waktu yang cukup lama namun sayangnya sakit kepala itu tidak juga kunjung sembuh. Sampailah akhirnya kita mengalami ketergantungan terhadap merk tertentu dengan dosis yang semakin tinggi demi menyembuhkan rasa sakit yang lumayan mengganggu tersebut. Atau, kita yang tiba-tiba kehilangan rasa kantuk sementara jarum jam terus saja bergerak ke kanan dan baru menyadarinya bahwa siaran terakhir dari stasiun televisi favorit telah berakhir sejam yang lalu. atau, kita yang biasanya rutin pup setiap bangun tidur dan tiba-tiba tidak lagi pup sebelum dua  minggu berlalu.

Ya, mayoritas dari kita tidak menyadarinya bahwa ternyata semua hal yang terjadi di atas adalah gejala-gejala traumatis yang sedang kita hadapi akibat sebuah peristiwa buruk yang terjadi di salah satu fase kehidupan yang kita jalani.

Trauma adalah reaksi terhadap peristiwa atau pengalaman yang sangat menakutkan atau menyakitkan, baik secara fisik maupun mental. Kejadian traumatis ini bisa berupa pengalaman langsung, menyaksikan kejadian tersebut terjadi pada orang lain, bahkan mendengar cerita tentang kejadian tersebut.

Peristiwa yang dapat mengakibatkan peristiwa trauma di antaranya adalah pernah mengalami (1) kekerasan fisik, seperti pukulan, tendangan, penganiayaan, pelecehan seksual, (2) Kekerasan emosional, seperti dihina, dicemooh, diancam, diintimidasi, (3) Kehilangan, seperti kehilangan akibat meninggalnya orang yang dicintai, perceraian, atau bencana alam, (4) Kecelakaan, seperti kecelakaan kendaraan, atau kebakaran, dan (5) Ketidakamanan, seperti perang, pencurian, kerusuhan.

Semua orang bisa mengalami trauma, tak terkecuali anak-anak. Mereka adalah kelompok usia yang paling rentan terhadap trauma, di samping para dewasa akhir. Gejala traumatis yang mereka alami rerata sama. Yaitu:

  1. Gangguan emosional: Mengalami kilas balik atau gambaran yang jelas tentang kejadian traumatis secara berulang-ulang, sering mengalami mimpi yang menakutkan terkait kejadian traumatis, mudah merasa was-was, gelisah, cemas, dan sulit rileks, susah fokus (konsentrasi) dan mudah lupa, hilang ingatan, cenderung menghindari tempat, orang, atau hal-hal yang terkait dengan kejadian traumatis, mudah marah, sedih, atau apatis, menjadi lebih tertutup, menarik diri, atau melakukan tindakan destruktif.
  2. Gangguan fisik: mudah mengalami kelelahan, cepat mengalami sakit kepala, gangguan pencernaan, jantung berdebar, dan tubuh mengeluarkan keringat berlebih dari biasanya.

Gejala traumatis di atas dapat muncul segera setelah peristiwa traumatis terjadi, atau bertahun-tahun kemudian. Gejala-gejala ini dapat berlangsung sebentar atau berkepanjangan, tergantung pada tingkat keparahan trauma dan dukungan yang diterima oleh orang tersebut.

Sebenarnya tidak mudah untuk sembuh dari trauma. Banyak sekali faktor yang menjadi penyebab sulitnya para penderita ini sembuh total dan mampu menerima semua kejadian pahit tersebut sebagai bagian dari perjalanan hidupnya. Seringkali kita jumpai bahwa proses pemulihan dari trauma bisa menjadi hal yang sulit dan memakan waktu. Ada beberapa faktor yang dapat mempersulit pemulihan dari trauma, yaitu:
  1. Keparahan trauma: Trauma yang lebih parah dapat menyebabkan gejala yang lebih berat dan lebih sulit diatasi.
  2. Usia saat mengalami trauma: Anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua lebih rentan terhadap trauma dan lebih sulit untuk pulih.
  3. Faktor genetik: Ada bukti bahwa faktor genetik dapat berperan dalam kerentanan terhadap trauma dan pemulihan dari trauma.
  4. Faktor lingkungan: Orang yang hidup dalam lingkungan yang tidak aman atau tidak stabil lebih rentan mengalami trauma dan lebih sulit untuk pulih.
  5. Riwayat trauma: Orang yang pernah mengalami trauma di masa lalu lebih rentan mengalami trauma lagi dan lebih sulit untuk pulih.
  6. Dukungan sosial: Dukungan dari orang-orang terdekat dapat membantu seseorang merasa lebih kuat dan didukung, sehingga dapat mempermudah pemulihan dari trauma.
  7. Kesediaan untuk menghadapi trauma: Untuk pulih dari trauma, seseorang perlu bersedia untuk menghadapi trauma dan memprosesnya. Ini bisa menjadi hal yang sulit dan menakutkan, tetapi penting untuk dilakukan untuk dapat move on dari trauma.

Bagi penderita yang ingin pulih dari trauma cobalah beberapa tips di bawah ini:

  1. Dapatkan dukungan dari orang-orang terdekat. Bicaralah dengan teman, keluarga, atau orang yang Anda percayai tentang apa yang Anda alami. Dukungan mereka dapat membantu Anda merasa lebih kuat dan didukung. Hindari keinginan untuk berusaha tetap tegar, tersenyum dan menyembunyikan semua luka batin penyebab trauma tersebut. Alih-alih sembuh, hal tersebut justru dapat memperparah gejala traumatis yang akan dihadapi.
  2. Cari bantuan profesional. Terapi psikoterapi dapat membantu Anda memahami trauma dan mengembangkan mekanisme koping yang sehat. Obat-obatan juga dapat membantu mengurangi gejala trauma, seperti kecemasan dan depresi. Pastikan untuk mengonsumsi obat yang benar dalam jumlah yang tepat di bawah pengawasan profesional.
  3. Berikan diri Anda waktu. Proses pemulihan dari trauma bisa memakan waktu. Jangan berharap untuk pulih dalam semalam karena itu tetaplah untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan perasaan bahagia. Buang semua kecemasan karena kecemasan tidak dapat membantu masa depanmu, dan penyesalan tidak dapat mengubah masa lalumu.
  4. Bersabar dan jujurlah dengan diri sendiri. Berikan diri Anda kesempatan untuk belajar, jujur, dan tumbuh dari pengalaman ini karena semua hal buruk sejatinya dapat membuat pribadi menjadi lebih dewasa, kuat, dan bertanggung jawab.*)

Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional

Jabatan fungsional merupakan jenis jabatan yang berisi fungsi dan tugas yang wajib dijalankan seseorang terkait dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu yang dimilikinya. Misalnya,

  • Dokter
  • Guru
  • Dosen
  • Penyuluh pertanian
  • Peneliti
  • Perawat
  • Auditor
  • Pengacara
  • Konsultan

Di Indonesia, konsep jabatan fungsional ini diatur dalam:

  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan
  • Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.

Beberapa ciri khas jabatan fungsional antara lain:

  • Fokus pada keahlian dan keterampilan: Pejabat fungsional mengemban tugas berdasarkan keahlian dan keterampilan spesifik yang mereka miliki. Ini berbeda dengan jabatan struktural yang lebih fokus pada posisi dan hirarki dalam organisasi.
  • Pelayanan fungsional: Tugas utama jabatan fungsional adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat atau unit kerja lainnya. Pelayanan ini bersifat teknis dan berkaitan erat dengan keahlian mereka.
  • Kenaikan pangkat berdasarkan prestasi: Kenaikan pangkat dalam jabatan fungsional tidak ditentukan oleh jenjang struktural, melainkan berdasarkan prestasi dan kualifikasi yang dicapai melalui pengembangan kompetensi, pendidikan dan pelatihan, serta penilaian kinerja.

Pada Permen PANRB Nomor 1 Tahun 2023 pemerintah mengatur tentang jabatan fungsional yang terkait hal-hal sebagai berikut:

  1. Kedudukan JF adalah sebagai unsur pelaksana tugas pemerintahan di bidang pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
  2. Tanggung jawab JF adalah memberikan pelayanan fungsional yang berkualitas dan profesional.

  3. Tugas JF adalah melaksanakan kegiatan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.

  4. Klasifikasi JF terdiri atas JF keahlian dan JF keterampilan.

  5. Kategori JF terdiri atas kategori utama, kategori madya, kategori muda, dan kategori pemula.

  6. Jenjang JF adalah tingkatan JF yang menunjukkan tingkat kemampuan dan keterampilan Pejabat Fungsional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

  7. Pengusulan JF dilakukan oleh instansi pemerintah yang membutuhkan JF.

  8. Penetapan JF dilakukan oleh Menteri.

  9. Pengangkatan dalam JF dilakukan oleh pejabat yang berwenang di lingkungan instansi pemerintah
  10. Persyaratan pengangkatan dalam JF meliputi:
    • Persyaratan umum sebagai PNS
    • Persyaratan khusus sesuai dengan jenjang JF yang akan dipangku
  11.  Pengelolaan kinerja pejabat fungsional bertujuan untuk menjamin peningkatan kinerja Pejabat Fungsional.
  12. Pengelolaan kinerja pejabat fungsional meliputi:

    • Perencanaan kinerja
    • Pelaksanaan, pemantauan, dan pembinaan kinerja
    • Penilaian kinerja
    • Tindak lanjut hasil penilaian kinerja
  13. Kenaikan pangkat Pejabat Fungsional dilakukan berdasarkan prestasi dan kualifikasi yang dicapai melalui pengembangan kompetensi, pendidikan dan pelatihan, serta penilaian kinerja.

  14. Pemberhentian dari JF dilakukan karena:

    • Meninggal dunia
    • Pensiun
    • Dikembalikan ke jabatan semula
    • Diberhentikan dengan hormat
    • Diberhentikan tidak dengan hormat
  15. Kompetensi Pejabat Fungsional meliputi:

    • Kompetensi teknis
    • Kompetensi manajerial
    • Kompetensi sosial kultural
  16. Instansi pembina JF adalah instansi pemerintah yang memiliki tugas dan fungsi pembinaan terhadap JF.

  17. Tugas instansi pembina JF meliputi:

    • Menetapkan kebijakan dan standar kompetensi JF
    • Menyelenggarakan pembinaan teknis dan manajerial JF
    • Melaksanakan pembinaan organisasi profesi JF
  18. Organisasi profesi JF adalah organisasi yang dibentuk oleh Pejabat Fungsional untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan Pejabat Fungsional.

Permen PANRB Nomor 1 Tahun 2023 merupakan penyempurnaan dari peraturan menteri sebelumnya yaitu Permen PANRB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional. Permen ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme Pejabat Fungsional dan efektivitas pelayanan fungsional kepada masyarakat.