Administrasi Guru Bimbingan Konseling (BP/BK) di SMA

Administrasi merupakan suatu proses atau kegiatan yang terdokumentasi secara lengkap meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian sumber daya atau aset meliputi manusia, keuangan, material, dan informasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut KBBI, administrasi merupakan usaha dan kegiatan yang terstruktur dan bertujuan, mencakup berbagai aspek mulai dari penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi, kebijakan, kegiatan penyelenggaraan, tata usaha dan kerja sama. Menurut Sondang P. Siagian, administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Definisi yang diberikan oleh KBBI dan pendapat Siagian di atas juga selaras dengan pendapat George R. Terry, The Liang Gie, William H. Newman, dan Leonard D. White, yakni kegiatan yang berisi perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran yang dilaksanakan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Di lingkungan sekolah, terutama untuk Guru Bimbingan dan Konseling (BP/BK), administrasi berperan penting dalam mendukung pelaksanaan layanan BK yang sistematis, terukur, dan akuntabel.

Berikut adalah daftar administrasi yang idealnya dimiliki oleh guru BK di jenjang SMA, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan serta standar praktik profesi BK:

  1. Administrasi Umum
    • Program Tahunan BK (Prota BK)
    • Program Semester BK (Promes BK)
    • Silabus dan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)
    • Jadwal layanan BK
    • Daftar hadir siswa layanan BK
    • Daftar hadir guru BK
    • Agenda kegiatan harian BK
    • Notulen rapat/koordinasi BK
    • Instrumen evaluasi program BK

 

  1. Administrasi Layanan BK: Layanan BK di sekolah mencakup 4 layanan utama dan 3 kegiatan pendukung, yaitu

A.      Layanan Utama

§  Layanan Orientasi

§  Layanan Informasi

§  Layanan Penempatan dan Penyaluran

§  Layanan Konseling (individual dan kelompok)

Untuk masing-masing layanan tersebut, guru BK wajib memiliki Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) yang terdiri atas:

·         Jurnal pelaksanaan layanan

·         Evaluasi dan refleksi layanan

B.      Kegiatan Pendukung

§  Aplikasi Instrumen

Inventori minat

Tes bakat dan kepribadian

Angket kebutuhan siswa

§  Himpunan Data (Individual Inventory)

Data pribadi, akademik, sosial, dan karier siswa

Catatan perkembangan siswa

§  Konferensi Kasus dan Alih Tangan Kasus

Berita acara konferensi kasus

Formulir rujukan ke pihak luar

 

  1. Administrasi Penilaian dan Evaluasi BK
    • Format evaluasi proses dan hasil layanan BK
    • Laporan kegiatan BK bulanan/semester/tahunan
    • Rekapitulasi kasus dan penanganannya
    • Analisis kebutuhan layanan BK
    • Rekapitulasi hasil angket/inventori

 

  1. Administrasi Khusus

·         Kartu kendali siswa (konseling pribadi)

·         Catatan kasus individual

·         Formulir rujukan (internal/eksternal)

·         Dokumentasi kegiatan (foto, video, laporan kegiatan)

 

  1. Administrasi Kerja Sama

·         Surat undangan dan berita acara kerja sama (dengan orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, tenaga ahli)

·         Laporan hasil home visit

·         Dokumentasi kolaborasi dengan pihak luar (puskesmas, psikolog, LSM, dll)

 

Berikut ini Template administrasi BK/BP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
TEMPLATE ADMINISTRASI WAJIB GURU BK

SYARAT KENAIKAN PANGKAT & JENIS SK YANG DIPERLUKAN (berdasarkan Permenpan RB 21/2024)

📊 SYARAT KENAIKAN PANGKAT & JENIS SK YANG DIPERLUKAN (berdasarkan Permenpan RB 21/2024)

sumber:
permenpanrb-no-21-tahun-2024

Pangkat Golongan Jenjang Jabatan Fungsional AK Minimal SK Jabatan Fungsional yang Harus Dilampirkan
III/a → III/b III/b Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru (masih dalam jenjang Guru Pertama)
III/b → III/c III/c Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru
III/c → III/d III/d Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru
III/d → IV/a IV/a Guru Muda +100 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Muda
IV/a → IV/b IV/b Guru Muda +150 Tidak perlu SK baru (masih Guru Muda)
IV/b → IV/c IV/c Guru Madya +200 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Madya
IV/c → IV/d IV/d Guru Madya +200 Tidak perlu SK baru
IV/d → IV/e IV/e Guru Utama +200 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Utama

📝 Penjelasan Tambahan:

  • SK Jabatan Fungsional diterbitkan oleh instansi pembina atau pejabat pembina kepegawaian (PPK) sesuai jenjang jabatan yang baru dicapai.

  • Setiap kenaikan jenjang jabatan fungsional harus memenuhi syarat:

    • Angka Kredit Kumulatif

    • Lama waktu minimum dalam pangkat/jabatan sebelumnya

    • Kinerja baik

    • KTI dan PKB (untuk Guru Madya dan Utama)


📌 Ringkasan Penting:

Jenjang Jabatan SK Fungsional Baru Diperlukan Saat…
Guru Pertama Saat pertama kali menjadi guru
Guru Muda Saat naik dari III/d ke IV/a
Guru Madya Saat naik dari IV/b ke IV/c
Guru Utama Saat naik dari IV/d ke IV/e

Bogor Dari Masa ke Masa

Oleh Neneng Hendriyani

Dulu, Bogor adalah rimba megah,
Tempat para raja menjejak sejarah,
Di bawah panji Pajajaran
Kebijaksanaan mengalir dari balairung istana

Menjaga warisan purwa

Berpuluh-puluh tahun Gunung Salak tegak bersaksi,
Sungai Ciliwung lantang bersuara,
Menyaksikan zaman berputar cepat,
Dari kerajaan, penjajahan, hingga merdeka.

Bogor: subur, membentang
Padi menari di pelukan sawah,

Di ladang dan perbukitan

Petani menaruh jutaan impian

Panen mereka untuk masa depan.

Di perut bumi, tambang berbisik,
Emas, pasir, dan batu berlimpah,
Di tangan besi, roda berputar,
Pabrik-pabrik membangun peradaban.

Jauh di pelosok, terdengar suara palu dan gergaji,
Pengrajin bermain di atas mahoni,
Mengukir Bogor dalam karya nan indah,
Mewariskan seni hingga ke nusantara.

Kini, Bogor tak sekadar kenangan,
Ia tumbuh bersama zaman,
Di punggungnya generasi emas bersinar,
Menuntut ilmu, melangkah ke depan.

Bogor, Kuta Udaya Wangsa,
Benteng peradaban tak tergoyahkan,
Maju berdaya, sejahtera bersama,
Satu tekad, satu cita, satu bangsa.

Bogor, bukan sekadar kota,
Tapi rumah bagi jutaan warga

Merekam jejak, merawat harapan

Berjuang untuk masa depan gemilang.

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Bogor, Jejak Perlawanan

Oleh Neneng Hendriyani

Di kota ini, peluru berdesing menembus waktu,
Menggetarkan bumi dalam deru perlawanan,
Memanggil jiwa-jiwa yang rindu kemerdekaan

Dengan dan tanpa seragam,

Bersatu dalam komando perjuangan

Di tengah Tentara Pelajar berdiri tegap,
Mengangkat senapan di tangan yang gemetar,
Bukan karena takut,
Tapi karena cinta pada kota yang harus dibela.

Di Cibinong, sejarah tertulis dalam batu,
Museum perjuangan menjadi saksi,

Ratusan nyawa melayang sebagai bukti
Rakyat Bogor tak pernah sudi dijajah kembali
Darah para syuhada mengalir di setiap lorong,
Mengisahkan keberanian tak pernah padam.

Dulu, di kota ini kita bertempur melawan serdadu,
Kini, perang belum berakhir,
Musuh tak lagi berbaju
Tapi, berselimut kemiskinan dan ketidakadilan

Dimana buruh-buruh berteriak di terik mentari:

Meninju udara menuntut upah layak,
Di pabrik-pabrik yang berdiri megah,
Mereka menukar tenaga dengan harapan,
Lagi, keadilan masih bayang-bayang.

Sekolah-sekolah harusnya menjadi gerbang masa depan,

Bukan tembok tinggi bagi si papa,

Bogor tak boleh berhenti berjuang,
Agar ilmu tak menjadi hak segelintir insan.

Jabatan tak boleh jadi tahta selamanya,
Harus ada batas bagi kekuasaan,

Rakyat? Mereka bukan pion di papan catur,

Bukan remahan roti di piring penguasa

Sungguh! Perjuangan tak berakhir di monumen batu,
Ia hidup di hati yang menolak menyerah,

Bogor, kau tak hanya sekadar kota,
Kau medan juang yang terus membara

Dalam semangat: Kuta Udaya Wangsa!

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Bogor, Lukisan Masa

Oleh Neneng Hendriyani

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,
Di kaki Salak Pangrango:

Ciliwung, Cisadane, Cibeet, Kalibaru

mengalir syahdu cerita tempo dulu:

Danau biru tak pernah surut,
Cermin langit tempat rindu berlabuh,
Riak-riak kecil berlarian riang,

Di antara sauh, pedati ditarik pulang

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,

Di kaki Salak Pangrango, sawah luas menghampar megah,
Tarian angin di padi mengalun ramah,

Gelatik dan Manyar bernyanyi riuh rendah.

Kini, baja dan bata berdiri tegak berlomba
Pabrik-pabrik tumbuh menggantikan hijau ladang

Menyisakan asap sesak dalam kenangan

Jauh di sudut jalan, tetap terasa,
Hangatnya talas Bogor dalam genggaman,
Asap soto mie menari di udara,
Di meja bambu, tradisi tak pernah pudar.

Zaman bergulir, kota berbenah,
Dari Pajajaran ke lampu kota yang tak padam di tengah malam
kujumpai di setiap wajah,
Sisa-sisa sejarah yang tetap benderang dalam ingatan.

Di alun-alun, anggun meliuk,

Selaras kidung Pakuan menyeruak jiwa

Di antara gendang dan suling ku’ terkesima
Rajutan cerita: Kuta Udaya Wangsa!

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,

Tetap indah dalam perubahan,
Mengalir seperti Cisadane yang tak berhenti,
Menjaga warisan, menyambut masa depan,
Menjadi rumah bagi hati yang mencari jalan pulang.

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Sekotak Karya Untuk Negeri

Alhamdulillah, dapat kembali berkiprah di bidang yang paling kuminati, tepat di akhir masa penantian sebelum dilantik menjadi pendamping sekolah alias pengawas, sungguh membahagiakan. Ini adalah sumbangsih pemikiran yang bisa kuberikan untuk tanah air tercinta.
Semoga karya-karya sederhana dalam bentuk buku cetak maupun buku elektronik ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Waskitaningtyas, K., dan Heny Marwati. Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi). Ilustrasi oleh Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024. PDF. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/8987.

Juhri Al Banjary, Darmawati Paruki, Isbedy Stiawan ZS, Kumala Dewi Rimu, Neneng Hendriyani, et al. Jejak Seni dan Dakwah dalam Langkah Sang Pendiri AG. H. Abdurrahman Ambo Delle: Antologi Puisi. Disunting oleh Tri Astoto Kodarie. Sleman: Interlude, 2024. https://penerbitinterlude.id/2024/11/19/jejak-seni-dan-dakwah-dalam-langkah-sang-pendiri-ag-h-abdurrahman-ambo-delle/.

Hendriyani, Neneng, dan Adim Goekid, ed. Implementasi Prinsip Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Administrasi Sarana dan Prasarana [sumber elektronis]. Seri Administrasi Sarana dan Prasarana. Jakarta Timur: PT Duta Pustaka Indonesia, 2024. PDF. https://www.dutapustakaindonesia.com/product/efisiensi-dan-keberlanjutan/.

Aulia, Fadillah Tri, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan, K. Waskitaningtyas, dan Heny Marwati. Bahasa Indonesia. Ilustrasi oleh Khairin Nisa, R. Habibullah Ahmad, Ramdhan Hafidin, dan Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Muhammad Kodim dan Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-374-3.

———. Bahasa Indonesia [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-376-7. Diakses 15 Mei 2025. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/4727.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap) [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-375-0.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap). Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-373-6.

Hendriyani, Neneng. English for Future. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-347-3.

———. English for Future (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-346-6.

Ardianti, Dina, dan Neneng Hendriyani. Mahir Berbahasa Indonesia. Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-308-4.

———. Mahir Berbahasa Indonesia (edisi lengkap). Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-307-7.

Hendriyani, Neneng. Let’s Learn English for Life: English Textbook. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-296-4.

———. Let’s Learn English for Life: English Textbook (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-295-7.

Kridalaksana, I Made. Si Hijau: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-47-6.

Nuraini. Magrib di Ujung Kota: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-46-9.

Nuraeni. Jangan Menyerah: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-45-2.

Hendriyani, Neneng, ed. Writing Descriptive Text Using Sensory Words and Mind Mapping. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Pendampingan Berkelanjutan Sukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Sukses Pembelajaran Guru dengan Aplikasi Beesmart V 3.0: Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Nuraini et al. Kisah-kisah Motivasi Penyemangat Hidup. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Tirabidah. Sugesti dan Model Pembelajaran PBL dalam Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Teks Deskriptif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Rahayuningsih, Taty. Catatan Harian Seorang Pengawas. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suharno. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 3. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 2. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 1. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Panduan Membuat Materi Belajar Bahasa Inggris dengan Aplikasi Noncoding Geyser. Disunting oleh A. Mellyora. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. IPA dalam Puisi Toge: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. Matahari di Ujung Sumatera. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Felicia, Iing, dkk. Cerita Kita di Batas Kota. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Jafar, Sri Wahyuni, dkk. Tanah Kelahiranku: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Supriatni, Euis Ani. Bias Asa Kerinduan EAS: Puisi Dwi Bahasa. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Alawiyah, Tuti. Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Wirawan, I Kadek Widya, dkk. Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Mukmini, Sri, dkk. Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM: Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Dorand, Pietra, dkk. English Text Materials and Their Exercises: Narrative, Recount, Procedure and Report. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Lentera untuk Negeri: Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suwarso, Iso, dkk. Warna Warni PJJ Tanah Air: Antologi Pembelajaran Jarak Jauh. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Di Sepanjang Rel Kereta. Bogor: CV Kreatif Publishing, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Senyumnya Wanita: Kumpulan Catatan Kecilku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan yang Efektif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Alfitriyani, Nia, Indarini Dwi Pursitasari, dan Surti Kurniasih. Bioteknologi Berbasis Socioscientific Issues (SSI) untuk SMP/MTs. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng dan Sri Hartati Mulya. Kumpulan Soal Ulhar, UTS, UAS Bahasa Inggris Kelas XI SMA. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja [Sumber Elektronis]: Konsep dan Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja di Sekolah. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021. PDF.

Hendriyani, Neneng, dkk. 52 Kisah Dongeng Fabel Menginspirasi Buah Hati. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: CV Situseni, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Bukan Senyum Terakhir [sumber elektronis]. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020. PDF.

Komara, Kokom, dkk. Fajar di Penghujung Tahun: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Tiraswati, Dina Martha, Meita Tjumiatini, dan Deri Yustin Wulandari. Terpaut Rindu di Takamatsu. Disunting oleh Neneng Hendriyani. [Tanpa tempat terbit]: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng. Smafour in Students English Writing: Mendongkrak Motivasi dan Kemampuan Siswa Menulis Berbagai Teks Bahasa Inggris. Disunting oleh Cecep S. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

The Students of XI MIPA 8. The History of Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng, dkk. Untuk Anakku. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: Yayasan Guneman, 2019.

The Students of X MIPA 3 SMAN 4 Cibinong. Our Beloved Teachers in Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X IPA 2. Smafour Teachers Biographies. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 7 SMAN 4 Cibinong. Exculs in SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 2 SMAN 4 Cibinong. The Compulsory Rules of SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPS 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Characters Building through Good Habits Every Day. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 4 SMAN 4 Cibinong. Smafour in Events. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Our Beautiful Memories on Holiday. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Daerah Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Entrepreneurships. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Ujang Lukman. Pengawas Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Taty Rahayuningsih. Di Bawah Langit Pattaya. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fitriani, Khoirunisa. Sticky Note. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Hendriyani, Neneng. Albatros. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fahri. Bayang-Bayang Sang Guru. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Queen Mard. Be Hidden (Saat Cinta Menjadi Dilema). Disunting oleh Muhamad Budi Wahyu dan Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Yamini, Sri, et al. Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Enrichment Book for XI SMK Based on Curriculum 2013 Revision. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Mulyana, Yuliati. Fun Science: Bahan Ajar IPA SMP. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.
Jilid 1: ISBN 978-602-52072-4-2
Jilid 2: ISBN 978-602-52072-5-9
Jilid 3: ISBN 978-602-52072-6-6
Tanpa jilid: ISBN 978-602-52072-3-5

Irawan, Mamat. Hati yang Berbisik: Kumpulan Sajak. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. How Do Texts Work?: Social Function, Generic Structure and Language Features. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Janji Firly. Bogor: CV Situseni, 2017.

Sugiastuti, Sri, dan Neneng Hendriyani. Let’s Learn English Together. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1819. Our Best Friends in X Multimedia 1819. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1 SMKN 1 Cibinong. Our Field Trip Stories. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Komara, Kokom. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Sekolah Dasar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Perlukah Kita Jujur? Disunting oleh Boedy Why. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. Practical Guide to Develop HOTS in Language Learning and Assessment: Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Pratama, Galih Cahya. Sahabat Mirip Arwana. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Hendriyani, Neneng. Setangkup Rindu dari Masa Lalu. Bogor: CV Situseni, 2017.

Maluku Belajar. Syair yang Berbisik: Antologi Puisi Guru Pembelajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Disunting oleh Khoen Eka Anthy. Yogyakarta: CV Pustaka Mediaguru, 2017.

Andriany, Reny. 30 HBC: Kisahku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Antara Dusta, Kecewa, dan Maaf: Refleksi Menuju Idul Fitri

Oleh: Neneng Hendriyani

 

Sebagai manusia biasa, kita tak pernah luput dari kesalahan dan kekhilafan. Ada kalanya kita berbuat salah dan khilaf sehingga menyakiti sesama, dan ada kalanya kita yang disakiti, baik sengaja maupun tidak sengaja. Rasa sakit dan kecewa akibat terjadinya kesalahan dan kekhilafan sering kali meninggalkan bekas yang bertahan lama; bisa satu hari, satu bulan, satu tahun, bahkan satu windu. Bekas ini muncul begitu saja tanpa basa basi sebagai tanda bahwa kita makhluk fana yang memiliki rasa dan ego. Ketika rasa dan ego bertabrakan dengan kondisi riil, tentu tak mudah bagi kita mengelak dan meniadakan rasa sakit dan kecewa yang timbul dari kesalahan dan kekhilafan yang diperbuat baik oleh diri sendiri maupun orang lain.

Menjelang Idulfitri, kita kembali dihadapkan pada momentum suci yang bukan hanya dimaknai sebagai perayaan, tetapi juga ajang refleksi diri, introspeksi, dan rekonsiliasi dengan sesama. Memaknai Idulfitri sebagai hari kemenangan atas perang terhadap nafsu selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan membantu kita menengok lebih dalam kondisi rasa dan ego yang kita miliki. Kita tidak hanya perlu memikirkan kembali kesalahan dan kekhilafan yang telah kita lakukan terhadap sesama, namun juga terhadap diri sendiri. Berapa banyak akibat yang terjadi dari kesalahan dan kekhilafan tersebut memengaruhi kualitas kehidupan sosial kita? Berapa banyak tindakan menarik diri yang telah kita lakukan akibat kecewa menahun yang tersimpan dalam hati kita selama ini? Berapa banyak rasa kasih terhadap sesama hilang dari jiwa? Berapa banyak kita terluka? Semua pertanyaan ini bisa menjadi alasan untuk menemukan kembali makna sesungguhnya dari Idulfitri sebagai hari kemenangan terhadap nafsu melalui refleksi yang jujur.

Rerata penyebab kecewa yang muncul akibat kesalahan dan kekhilafan ditimbulkan oleh dusta. Menurut ajaran Islam, dusta adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Allah SWT telah memperingatkan dampak buruk dusta dalam Q.S. An-Nahl: 105:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” Sekecil apapun dusta yang dilakukan tetap saja mampu menimbulkan hilangnya kepercayaan dan keharmonisan dalam ruang sosial interaksi kita dengan sesama baik dalam keluarga, persahabatan, maupun masyarakat.

Dalam konteks refleksi menuju Idulfitri, mari kita renungkan kembali sejauh mana kejujuran telah menjadi bagian dari diri kita. Apakah kita pernah berdusta demi keuntungan pribadi, baik secara finansial maupun lainnya? Ataukah kita telah berlaku tidak jujur dalam kehidupan sehari-hari? Jika iya, mari kita bersihkan hati dari sifat dusta dan menggantinya dengan keterbukaan serta kejujuran.

Dari dusta yang telah dilakukan, baik sengaja maupun tidak sengaja, sekecil apa pun pastilah menimbulkan kekecewaan. Nah, kekecewaan ini  bisa menjadi pintu masuk bagi hadirnya amarah dan kebencian. Meskipun kekecewaan tidak selalu berdampak negatif karena nyatanya kekecewaan dapat menjadi pelajaran berharga yang menguatkan jiwa, kita tetap didorong untuk mengolahnya dengan bijak. Islam mengajarkan kita untuk menerima bahwa manusia memiliki keterbatasan. Kita telah dinasihati oleh Rasulullah SAW melalui sabdanya: “Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani). Jadi, walaupun kita merasa kecewa bukan berarti kita boleh marah dan benci. Untuk itulah, menjelang Idulfitri ini mari kita ingat kembali pernahkah kita membuat orang lain marah? Jika ya, jangan ragu untuk meminta maaf dengan tulus.

Sejatinya kata maaf menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ungkapan permintaan ampun atau penyesalan, yang mampu membawa pembebasan seseorang dari hukuman karena suatu kesalahan. Dengan kata maaf, kita telah mengakui kesalahan dan kekhilafan yang telah dilakukan. Dengan kata maaf, kita telah membebaskan diri kita dan orang yang kita sakiti dari rasa kecewa dan luka. Dengan kata maaf, kita melakukan rekonsiliasi terhadap diri sendiri dan orang lain. Dalam Islam, memaafkan dipandang sebagai amalan yang sangat mulia. Allah SWT dalam Q.S. An-Nur: 22 berfirman: “Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu?” (QS. An-Nur: 22).

Memaafkan bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan dan kebesaran hati. Mengapa demikian? Karena orang-orang yang memaafkan telah melewati banyak sekali perasaan tidak nyaman ketika disakiti, dan dikecewakan. Tak mudah bagi mereka yang disakiti dan dikecewakan memaafkan pelakunya. Rasa ingin membalas perbuatan tersebut sedikit banyak pasti muncul di dalam dirinya, namun mereka meredamnya sedemikian rupa agar tidak dilaksanakan karena tahu bahwa membalas perbuatan salah dan khilaf bukanlah solusi terbaik. Perbuatan tersebut justeru akan membawanya pada rasa sakit yang lebih dalam. Maka, memaafkan dan melepaskan rasa sakit menjadi pilihan yang paling bijak baginya. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki pribadi yang baik, dewasa, dan berjiwa ksatria. Dengan memaafkan, mereka telah membuka pintu ketenangan jiwa untuk dirinya sendiri dan juga pelakunya. Dengan tindakan tersebut mereka membebaskan pelaku dari rasa bersalah dan membebaskan dirinya dari dendam dan kecewa yang memberatkan hati.

Untuk itulah, menjelang Idulfitri mari kita berefleksi bersama merenungkan perbuatan kita selama ini. Mari memperbaiki kesalahan yang ada dan membuka lembaran baru dengan hati yang bersih. Mari kita jadikan momen Idulfitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri sendiri agar lebih baik, lebih jujur, lebih ikhlas, dan lebih pemaaf baik kepada diri sendiri maupun sesama. Pada akhirnya, kita semua akan meraih pembebasan dan kedamaian jiwa yang hanya bisa diperoleh dari jiwa yang merdeka dari praktik dusta, kecewa, dan dendam.

(Bogor, 30 Maret 2025, 07:44 WIB)

Ditulis ulang dari karyaku yang telah diterbitkan di kolom KAJI BERITADISDIK https://beritadisdik.com/news/kaji/antara-dusta–kecewa–dan-maaf–refleksi-menuju-idulfitri 

 

 

Hanya Karena Hape

Oleh Neneng  Hendriyani, M.Pd.

“Gila! Tujuh grup? Itu isinya sama semua?” Tanyanya dengan mata melotot.

Aku jadi merasa serba salah. Mau dijawab iya takut nggak percaya. Mau bilang nggak lah kenyataannya iya. Alah, persetan dengan tanggapannya akhirnya aku menganggukkan kepala dengan tetap memandangnya tajam. Nyeri rasanya ditanya sedemikian rupa seolah aku ini pembohong tingkat dewa.

“Itu semua di satu platform media sosial?” Tanyanya lagi sambil memajukan kepalanya hingga nyaris tinggal dua jengkal jaraknya dengan kepalaku. Benar-benar tak nyaman.

Aku mengangguk. Ini kali dengan membuang pandangan  ke jendela.

Hujan masih berlangsung disertai  angin kencang. Kulihat puluhan kendaraan bermotor masih berjibaku di jalan raya persis di seberang kantor tempat aku duduk saat ini. Entah berapa supir yang mendengus kesal lantaran jalannya dipotong pengendara motor itu seenaknya udelnya sendiri.

Orang di depanku masih terus mengejar dengan pertanyaan-pertanyaan bodohnya. Ingin rasanya kusiram wajahnya dengan  sisa kopi siang tadi. Sayang, niat jahat itu kukubur dalam-dalam saat tiba-tiba bayangan guru ngajiku muncul di kelopak mata.

Aku segera berdiri. Kutarik kerah bajunya.

“Mau tujuh, delapan, sembilan grup apa urusanmu? Mau ngehang mau nggak itu hapeku. Bukan hapemu. Berhenti mengurus urusanku.”

Dipegangnya kedua tanganku erat. Alhasil cengkeramanku melemah. Biadab! Orang ini makin keterlaluan.

“Apa maumu?”

“Hapus semua grup itu dan cukup sisakan satu saja!” Perintahnya.

“Mengapa kamu sewot banget sih dan memaksaku begitu?” Tanyaku.

“Bila kamu masih mempertahankan semua grup itu yang isinya orang-orang yang sama, buat apa? Kamu hanya menghabiskan waktu untuk membaca chat yang pada intinya sama.”

“Lalu masalahnya apa?” Aku masih bertahan.

“Masalahnya kapan kamu akan membaca dan membalas chatku?” Teriaknya.

Aku terganga! Mungkinkah? Tidak! Pasti tidak! Hati dan otakku terus bicara mengenai sikapnya yang aneh sekali sejak beberapa jam lalu. Ya, dia berubah setelah memeriksa isi hape kentang ini.

“Kok diam?” Selidiknya.

Aku masih menatapnya. Berusaha mencari kemungkinan yang paling mungkin di balik pupilnya yang kecoklatan. Tak ada tanda yang konon katanya tergambar  jelas di sana. Aku menggeleng membayangkan kemungkinan demi kemungkinan yang muncul.

“Berikan hapemu dan biarkan aku memilihkan grup terbaik untuk kau ikuti.”

Aku membiarkannya mengambil hape yang sejak tadi berada tak jauh dari jangkauannya. Percuma menghalangi pikirku.  Aku malas berdebat untuk hal yang tak bermanfaat.

 

(Bogor, 18 Oktober 2022; 19.51 wib)

Di Gerbang Waktu

Jika aku ditanya, adakah cinta sejati? Aku menjawabnya: ada. Yakin sekali aku menjawab ada. Mengapa? Karena cinta sejati hadir tanpa basa-basi. Tak perlu melihat rupa, apalagi asal-usul atau latar belakangnya. Ia hanya peduli pada rasa. Rasa yang mengikat kalbu. Rasa yang hadir karena memang haknya. Rasa ingin membahagiakan dan menjaga. Bukan rasa sebaliknya, yang merusak dan menghancurkan impian.

Di mana cinta sejati hadir? Cinta sejati hadir di hati. Ia mampu melewati hitungan masa. Tak peduli siang atau malam. Tak peduli kering atau hujan. Ia mampu bertahan. Tak terbilang tahun, apalagi hari. Ia mampu bertahan setia di titik di mana ia jatuh cinta pertama kali.

Mungkin kita berpikir bahwa cinta sejati hanya milik rakyat jelata yang tidak dipusingkan soal harga, pajak, dan permasalahan tetek bengek lainnya. Rakyat yang sederhana, yang bisa memeluk cintanya tanpa ragu dan banyak kata. Sebenarnya, cinta sejati bisa menjadi milik semua orang. Tak perlu memandang posisi atau perannya. Namun, bagi para raja, cinta sejati tak semanis madu belantara yang murni. Cinta bagi mereka terkadang adalah siksaan tak berperi. Laksana memegang bara di tangan. Tak mudah digapai dan dimiliki. Cinta yang hanya bisa ditahan di pandangan mata, disimpan di relung hati terdalam. Tak bisa sembarangan diucapkan, apalagi diobral habis-habisan.

Mengapa? Karena raja adalah penguasa. Tanggung jawabnya luar biasa besar. Cinta sejatinya belum tentu mampu membuat negaranya aman dan sejahtera. Ia bisa saja tenggelam dalam cinta dan melupakan rakyatnya. Maka, meninggalkan cinta sejati dalam bentuk nyata adalah solusi terbaik yang ia punya. Menyimpan dan merangkai semua kenangan menjadi satu-satunya pintalan harapan abadi baginya. Karena cinta sejati untuk para raja tak harus dimiliki. Cukup dirasakan dan dipuja dalam doa.

Bagi cinta itu, para raja bisa berkorban banyak hal, kecuali negaranya. Hidup yang sengsara, sepi, dan merana menjadi pilihan tak terhindarkan. Hanya rapalan doa yang mampu membuatnya bertahan, berdiri tegar di singgasananya. Melewati tahun demi tahun, berharap cintanya aman. Cinta yang membuatnya sadar bahwa hidup hanya sebentar. Menitipkannya ke semesta adalah pilihan yang bijak. Sehingga ia bisa menemuinya di suatu masa yang entah kapan. Sungguh.

Cinta sejati memang sering membuat orang buta, gila. Ia mampu membuat seseorang berbuat apa pun demi sang belahan jiwa. Termasuk menjaganya melewati masa yang luar biasa panjangnya. Maka, aku percaya, cinta sejati itu ada. Karena kamu adalah bukti nyata. Sebuah cinta yang tak bernama dari masa yang tak kuingat.

(Bogor, 27 Desember 2024)

Siapa bilang jatuh cinta itu mudah?

Ternyata, jatuh cinta tidak semudah membalikkan telapak tangan. Awalnya, kupikir setelah mengenal dan bergaul cukup lama, cinta akan hadir sesuai harapan. Namun, kenyataannya tidak demikian. Cinta hadir dan tumbuh subur bukan karena hitungan waktu atau banyaknya interaksi yang terjadi di antara kita, melainkan karena adanya chemistry yang kuat antara dua individu, serta kemampuan untuk saling menghargai dan menerima kekurangan masing-masing.

Aku pernah berpikir bahwa ketika sakit hati, kecewa, dan terluka, berlari kepada yang baru akan menyembuhkan segalanya. Hatiku akan terbuka kembali, siap menerima seseorang dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Ternyata, pikiran naif itu keliru. Terlebih saat kusadari, aku bukanlah yang pertama. Ada orang-orang yang lebih dahulu hadir, menyemai kasih, dan berjalan mesra bersamanya. Mereka bercerita dengan penuh kebahagiaan dan kebanggaan sebagai yang terpilih. Bahkan, ada yang berbisik pelan, meminta agar aku menjauh demi menjaga rapuhnya jiwa yang telah terluka.

Sayangnya, semua nasihat itu kuabaikan. Aku tetap berharap cinta akan hadir setulus dan sehangat matahari pagi. Aku masih menjajaki berbagai kemungkinan untuk tetap bersama, meskipun badai terus menggoyahkan tekadku. Aku yakin bahwa kebersamaan ini akan membawa kebaikan bagi kami berdua.

Namun, pada akhirnya, aku menyadari sesuatu. Berpegangan tangan dan berjalan berdampingan ternyata bukanlah cinta. Itu lebih merupakan upaya saling menjaga, meski aku sendiri bingung apa yang sebenarnya kami jaga. Kepura-puraan menjadi selimut abadi dari interaksi kami. Senyuman manis yang terlihat bukanlah untukku, bukan pula berasal dari hati. Hanya sekadar klise untuk menutupi maksud hati yang entah ditujukan kepada siapa.

Setelah menangis di kamar sempit, di bawah derasnya air yang mengalir, aku memutuskan sesuatu yang membuatku ragu. Kepura-puraan ini adalah sembilu yang terus melukai hati. Mencoba mengobati hati sendiri yang tak jelas bentuk lukanya ternyata sama sulitnya dengan mengobati luka yang ditinggalkan oleh orang sebelumnya. Luka itu memberi dampak besar bagi interaksi kami.

Penampilannya yang memukau, sikapnya yang super ramah, membuatku ragu untuk meragukan perasaannya padaku. Tutur katanya lembut, sorot matanya meyakinkan, genggaman tangannya erat, dan senyumnya tak pernah hilang. Siapa sangka semua itu hanya sandiwara? Di balik sikap manisnya, suara-suara mencicit tetap kudengar. Gestur yang tak nyaman tetap tertangkap netra. Pada akhirnya, tubuhku bereaksi secara alami. Sandiwara pun terus berlanjut. Kata-kata rindu menjadi seperti gincu—hanya topeng. Di balik itu, pisau siap menusuk saat lengah. Parah.

Kesungguhan, ketulusan, penghargaan, dan apresiasi yang kuberikan terasa sia-sia. Waktu, yang sering kupikir sebagai obat mujarab untuk membalut luka, ternyata tidak cukup. Aku sadar, berjalan berdampingan tidak selalu berarti saling memahami dan menjaga. Memberi dan menerima hanya menjadi ilusi yang melayang dalam angan.

Pada akhirnya, cinta yang kucari punah dan binasa. Menjadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya bukanlah solusi terbaik untuk menyembuhkan luka. Kembali bernegosiasi dengan yang pertama dan menerima segala kekurangannya justru menjadi obat paling mujarab. Dengan bangga dan bahagia, aku melangkah meninggalkan gerbang. Aku buang kepura-puraan dan berlari menjemput kejujuran.

Aku jujur pada diriku sendiri: aku pernah jatuh cinta, aku pernah bahagia, dan aku pernah kecewa. Namun, aku bangkit dari kekecewaan itu dan kembali merajut kasih. Bahagia ada di dalam benak dan hatiku.

(Bogor, 23 Desember 2024)

#cinta #pura-pura #mataharipagi #kecewa #jatuhcinta