|

Lewat Tulisan

“Ma, kok Mama nulis terus sih? Nggak bosen?” Tanyanya. Kuusap punggungnya. Malam kian larut. Detik demi detik terus berlari mengejar pagi. Dia masih terjaga menemaniku. “Sebentar, ya. Sebentar lagi. Ok.” Dia masih menunggu. Mau tidak mau aku harus menjawabnya. “Ini bukan soal setoran tulisan, Nak. Ini soal berbagi. Berbagi cerita, ide, pengalaman, impian dan juga…

|

Hari Pahlawan Buat Mas Ken

“Ma, kok pakai baju korpri? Kan biasanya Mama nggak pernah pakai sejak mengajar dari rumah?” Dia bertanya saat aku sedang asyik mematut di depan kaca. “Hm, hari ini Hari Pahlawan, Mas”. “Oh. Mengapa kita harus memperingati Hari Pahlawan? Memang kalau nggak diperingati nggak boleh, ya?” “Maksudnya?” “Iya, apa nanti dihukum bila nggak diperingati?” “Siapa yang…

|

Aku dan Dia

Dalam sebuah kompetisi menang dan kalah adalah hal biasa. Tak ada yang istimewa. Bagi pemenang ini bukan sebuah akhir perjuangan. Masih ada kompetisi lanjutan yang menunggu untuk ditaklukkan. Bagi yang kalah pun sama. Meskipun kecewa tetapi tetap harus menyimpan semangat baja. Esok lusa harus kembali turun ke gelanggang menguji kemampuan. Apakah masih sama, ataukah sudah…

|

Kisahku di Penghujung Tahun 2017

“Ma, mau ke mana? Kok bawa baju?” Tanyanya sambil menggenggam erat tanganku. “Aku ikut, ya?” Bujuknya. “Nggak, sayang. Abang di rumah, ya. Jaga adikmu. Mama nggak boleh bawa kalian.” “Memang Mama mau ke mana?” Dia mulai panik. Sudah bukan rahasia bila aku sering meringis kesakitan. Semua anakku tahu dan paham. Sejak kecil mereka terbiasa melihatku…

|

Ultah Pertama Si Cantik

Beberapa hari lalu ia merayakan hari lahirnya. Sesungging senyum merekah sejak awal ia membuka mata. Sapaan selamat pagi dan peluk cium diterimanya senang hati. Kedua matanya berbinar laksana kejora. Dia lah gadis kecilku. Putri kedua yang lahir setahun lalu. Dari lima anak, dia lah yang paling istimewa. Lahir tepat di usia kandungan yang jauh dari…

|

Anak Hebat

“Ma, kok diam aja sih dari tadi?” Tak ada sahutan. Aku masih berpura-pura tak mendengarnya. “Ma, Mama marah, ya?” Panik mulai kudengar. Kuintip raut wajahnya. Tak tega. “Kenapa tadi rumah berantakan, Bang?” “Oh, itu. Kirain ada apa.” Dia menarik napas. Lega sekali. “Aku tadi habis kerja kelompok di sini. Jadi, ya berantakan. Aku lupa beresin…