Kebutuhan untuk Monev TPPK Sekolah

TPPK atau Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di Lingkungan Sekolah adalah sebuah tim yang dibentuk oleh kepala satuan pendidikan untuk menjamin terciptanya lingkungan sekolah yang aman, nyaman bagi seluruh warga sekolah. Tim ini terdiri atas unsur guru, komite sekolah, dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan. Tugas utamanya adalah mencegah, dan menanggulangi tindak kekerasan yang terjadi di satuan pendidikan.

Berdasarkan Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan, serta dikaitkan dengan aspek iklim keamanan dan inklusivitas, terdapat berbagai macam bentuk tindak kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Secara umum, jenis kekerasan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori utama, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis/emosional, kekerasan seksual, perundungan (bullying), kekerasan siber (cyber violation), diskriminasi dan intoleransi, serta kekerasan berbasis gender dan seksualitas.

Kekerasan Fisik seperti memukul, menampar, menjambak, menendang, mendorong hingga jatuh, mengikat, menghukun fisik, menggunakan benda berbahaya (tongkat, batu, dll).

Kekerasan psikis/emosional yaitu menghina atau merendahkan martabat, mencaci maki, membentak, mengintimidasi, mempermalukan di depan umum, dan mengucilkan seseorang dari kelompok.

Kekerasan seksual yaitu pelecehan verbal bernuansa seksual, sentuhan yang tidak diinginkan, ekshibisionisme atau memperlihatkan hal tak senonoh, dan pemaksaan tindakan seksual.

Perundungan (bullying) yaitu tindakan yang dilakukan baik oleh sesama siswa atau oleh guru kepada siswa, guru kepada guru, kepala sekolah kepada siswa, kepala sekolah kepada guru. Perundungan dapat berupa fisik, verbal, sosial (mengucilkan), atau daring (cyberbullying). Umumnya dilakukan berulang kali dan bersifat merendahkan.

Kekerasan siber dilakukan dengan cara mengirim pesan atau gambar yang bersifat menyakitkan atau memalukan via media sosial. Contoh nyatanya adalah mengirim pesan yang berisi ancaman atau intimidasi daring, dan menyebarkan foto atau video tanpa izin.

Diskriminasi dan intoleransi yaitu tindakan seperti pelecehan atau perlakuan tidak adil yang dilakukan berdasarkan agama, ras dan etnis, gender dan ekspresi gender, disabilitas, status sosial ekonomi, yang secara umum bersifat tidak mengakomodasi keberagaman budaya atau berkebutuhan khusus.

Kekerasan berbasis gender dan seksualitas ini merupakan tindakan kekerasan yang berisi penolakan terhadap ekspresi identitas gender siswa, mengolok siswa karena orientasi seksual atau penampilan, dantidak memberikan ruang aman bagi siswa non-biner atau transgender.

Bentuk-bentuk kekerasan di atas dapat terjadi antar siswa, guru ke siswa, atau antarguru, dan bahkan melibatkan tenaga kependidikan atau orang tua. Untuk itulah penting bagi satuan pendidikan untuk membangun iklim sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak, menerapkan kode etik dan prosedur pelaporan, dan memastikan TPPK berfungsi aktif dalam pencegahan dan penanganan.

Monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Tim Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan (TPPK) di sekolah memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Melalui kegiatan ini, satuan pendidikan dapat memastikan bahwa TPPK benar-benar aktif dan menjalankan tugasnya sesuai dengan program kerja yang telah dirancang. Monev juga membantu satuan pendidikan dalam mendeteksi lebih awal potensi kekerasan, sehingga tindakan pencegahan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Selain itu, hasil monev memberikan masukan untuk memperbaiki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan yang sudah ada. Satuan pendidikan dapat mengevaluasi efektivitas prosedur, seperti alur pelaporan, mekanisme pendampingan korban, hingga penanganan terhadap pelaku kekerasan. Hal ini berdampak langsung pada penguatan tata kelola dan budaya satuan pendidikan yang lebih ramah, aman, dan menghargai keberagaman.

Monev juga berfungsi untuk memastikan bahwa satuan pendidikan mematuhi regulasi pemerintah, seperti yang tertuang dalam Permendikbudristek No. 46 Tahun 2023. Dengan demikian, satuan pendidikan tidak hanya melindungi warganya tetapi juga menunjukkan akuntabilitas kepada pengawas atau pihak dinas pendidikan. Selain sebagai dasar dalam menyusun kebijakan yang lebih baik, hasil monev dapat meningkatkan kepercayaan orang tua dan masyarakat terhadap komitmen satuan pendidikan dalam melindungi peserta didik dari segala bentuk kekerasan.

Administrasi yang perlu dipersiapkan oleh satuan pendidikan untuk monev adalah:

  1. SK Pembentukan TPPK
  2. Program Kerja TPPK (Tahunan dan Semesteran)
  3. Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi/Pelatihan
  4. Buku Kasus atau Laporang Penanganan Kekerasan
  5. Notulensi Rapat TPPK
  6. Laporan Monev Internal oleh Satuan Pendidikan
  7. Laporan ke Dinas/Pengawas

Jam Malam Untuk Peserta Didik di Jawa Barat

Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 51/PA.03/DISDIK tentang Penerapan Jam Malam bagi Peserta Didik:

JAM MALAM PESERTA DIDIK – JAWA BARAT

Menuju Generasi Panca Waluya: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer

📅 Mulai Berlaku: 23 Mei 2025

📍 Wilayah: Seluruh Jawa Barat

🔒 Aturan Jam Malam

Pukul 21.00 – 04.00 WIB
Peserta didik dilarang berada di luar rumah, kecuali:

  1. Mengikuti kegiatan sekolah atau lembaga pendidikan resmi
  2. Mengikuti kegiatan keagamaan/sosial (diketahui orang tua/wali)
  3. Bersama orang tua/wali
  4. Dalam keadaan darurat atau bencana
  5. Kondisi khusus lain (diketahui orang tua/wali)

👥 Siapa yang Dimaksud Peserta Didik?

🔹 Siswa SD, SMP, SMA/SMK, dan pendidikan khusus
🔹 Sedang dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan

🤝 Koordinasi & Pengawasan

🔹 Bupati/Wali Kota → Koordinasi dengan camat, lurah/kades, sekolah dasar, dan masyarakat
🔹 Dinas Pendidikan Provinsi Jabar → Koordinasi dengan SMA/SMK dan pendidikan khusus
🔹 Bersama Kanwil Kementerian Agama Jabar untuk pembinaan & pengawasan

📌 Tujuan:

Mewujudkan generasi unggul Jawa Barat melalui pembatasan aktivitas malam hari demi keselamatan, disiplin, dan pembentukan karakter.

SuratEdaranGubernur_Penerapan_Jam_Malam_Bagi_Peser_26052025000000 – 2025-05-26 11.00.07.197436

Pemimpin Transformatif Visioner: Kunci Sukses Pendidikan di SMA

Oleh: Neneng Hendriyani, S. Pd., M. Pd.


Buku Sekolah Masa Depan: Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Aman, Inklusif, dan Progresif

 

Perubahan cepat dalam pendidikan sejak pandemi COVID-19 hingga penerapan Kurikulum Merdeka memaksa pelaku pendidikan, khususnya di SMA, untuk beradaptasi guna mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kondisi pembelajaran jarak jauh (PJJ), yang memisahkan guru dan siswa dari fasilitas sekolah, mendorong pemimpin sekolah untuk mengembangkan strategi mengatasi tantangan aksesibilitas, interaksi, dan pengawasan pembelajaran di rumah. Upaya ini dilakukan agar potensi siswa terus berkembang sesuai amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Berbagai strategi yang diterapkan, seperti yang dijelaskan oleh Asha (2021), termasuk mengutus guru untuk mengikuti seminar atau pelatihan tentang teknologi informasi, serta belajar dari teman sebaya. Selain itu, diberikan bimbingan atau pendampingan secara kelompok maupun individual, serta penyuluhan kepada orang tua mengenai pentingnya penggunaan android dalam pembelajaran. Selain itu, pertemuan dengan wali murid diadakan untuk memberikan pengertian tentang pentingnya kerjasama orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka belajar dari rumah. Penggunaan teknologi informasi untuk menyampaikan materi pembelajaran, interaksi antara siswa dan guru, serta pengolahan nilai dan pelaporan hasil belajar pun telah diadaptasi, meskipun dengan tingkat keberhasilan yang beragam.

Berkaca dari pengalaman yang telah kita lalui bersama saat terjadinya pandemi COVID-19, penulis setuju dengan pendapat Asha (2021) bahwa pemimpin di satuan pendidikan merupakan ujung tombak dalam keberhasilan satuan pendidikan yang ia pimpin. Kepala sekolah memikul tanggung jawab terhadap kenyamanan dan ketertiban  lingkungan  sekolah  serta  warga  sekolahnya.  Rasa  aman  dan  nyaman  ini harus  dirasakan  oleh  guru,  siswa  dan  orangtua.

Itulah sebabnya, ketika Program Sekolah Penggerak, sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, dicanangkan pada tahun 2021 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, banyak kepala sekolah SMA mendaftarkan sekolahnya untuk menjadi bagian dari program ini. Dorongan utama mereka adalah rasa tanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan di satuan pendidikannya masing-masing. Program ini memberikan kesempatan untuk melakukan perubahan signifikan dalam pendidikan, sehingga banyak yang berharap dapat bergabung untuk memperbaiki kualitas pendidikan di sekolah mereka.

Sayangnya, tidak semua kepala sekolah berhasil mengikuti program nasional Sekolah Penggerak karena persyaratan ketat, seperti visi kepemimpinan yang kuat, komitmen terhadap inovasi, rekam jejak baik, dan kesiapan menerapkan prinsip merdeka belajar. Dari data resmi yang dimiliki oleh Kemendikbudristek diketahui bahwa dari 34 Provinsi dan 514 Kabupaten/kota pada tahap 1, terdapat 382 SMA, tahap 2 terdapat 628 SMA, dan tahap 3 terdapat 312 SMA. Total hingga saat ini sudah ada 1.322 SMA yang sudah menjadi sekolah penggerak di Indonesia. Artinya dari 14.445 SMA se-Indonesia, baru 9.15% yang menjadi Sekolah Penggerak. Ini menunjukkan bahwa program ini masih jauh dari target. Program ini bertujuan mengatasi dampak pandemi terhadap pendidikan dan mendukung visi “Pelajar Pancasila” untuk menciptakan generasi berdaulat, mandiri, dan berkepribadian.

Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik, mencakup kompetensi akademik dan karakter, untuk mencetak individu unggul berprofil Pancasila. Program ini didukung oleh sumber daya manusia berkualitas, termasuk kepala sekolah dan guru. Dengan pendampingan konsultatif dan asimetris berkelanjutan dari Kemendikbudristek, mereka mendapatkan pelatihan intensif dan coaching individual dari fasilitator. Pendekatan ini memastikan masalah segera teratasi, mendukung implementasi Kurikulum Merdeka sesuai pedoman. Hal ini menjadikan Sekolah Penggerak sebagai model unggulan dalam pendidikan nasional.

Pembelajaran di Sekolah Penggerak, yang dipimpin oleh Komite Pembelajaran, berfokus pada penguatan kompetensi dan pengembangan karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan indoor dan outdoor yang berpihak pada murid. Dengan menggunakan berbagai model, metode, dan teknik pembelajaran yang beragam, kegiatan ini menyesuaikan dengan kebutuhan murid, memperhatikan Voice, Choice, dan Ownership mereka, serta memanfaatkan semua aset sekolah. Selain itu, perencanaan berbasis data dilakukan dengan mengacu pada Rapor Pendidikan yang diterbitkan oleh Kemdikbudristek.

Perbedaan utama antara Sekolah Penggerak dan non-Sekolah Penggerak adalah penggunaan platform digital untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kompleksitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan murid. Berbagai kelebihan yang dimiliki Sekolah Penggerak memberikan dampak positif bagi masyarakat di lingkungan sekitar. Sekolah Penggerak berkontribusi dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan di daerah, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pendidik melalui program pendidikan dan pelatihan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh fasilitator Sekolah Penggerak, menciptakan pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid, serta membuka peluang bagi daerah untuk meraih penghargaan sebagai Daerah Penggerak Pendidikan. Selain itu, daerah tersebut juga dapat menjadi rujukan praktik baik dalam pengembangan Sekolah Penggerak.

Namun, persentase Sekolah Penggerak saat ini menunjukkan bahwa manfaat program tersebut belum dirasakan secara signifikan. Banyak kepala sekolah yang enggan terlibat dalam program ini karena berbagai faktor. Padahal, tantangan era industri 4.0, seperti pemanfaatan teknologi dalam pendidikan (Internet of Things, big data, dan kecerdasan buatan), perubahan iklim, pelestarian lingkungan, kesehatan global, perubahan pola kerja, dan perkembangan ekonomi digital, menuntut peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di jenjang SMA.

Hal ini penting karena siswa SMA harus segera bersiap melanjutkan studi ke perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Namun, apakah pendidikan yang diberikan di sekolah saat ini sudah cukup membekali mereka untuk memasuki dunia kerja? Apakah pendidikan tersebut mampu mendukung mereka bertahan di kampus pilihan masing-masing?

Di sisi lain, banyak sekolah masih beroperasi dengan pendekatan yang sama seperti sebelum implementasi kurikulum baru dan program-program unggulannya. Pertanyaannya, apakah semua langkah yang diambil sekolah sudah sejalan dengan visi dan misi pemerintah? Secara pribadi, saya masih meragukan hal tersebut.

Keraguan ini cukup beralasan. Salah satu faktornya adalah minimnya jumlah guru yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi. Misalnya, masih sedikit guru yang mahir menggunakan pembelajaran daring, aplikasi pembelajaran, atau metode interaktif berbasis digital. Keikutsertaan guru dalam program pendidikan dan pelatihan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun pihak swasta, sering kali bergantung pada dukungan kepala sekolah dan lingkungan sekolah. Bagi guru yang mendapatkan dukungan penuh dari kepala sekolah, pengembangan kompetensinya dapat berjalan dengan baik. Sebaliknya, guru yang tidak mendapatkan dukungan sering kali menghadapi kendala dalam meningkatkan kompetensi.

Keberhasilan proses pendidikan sangat dipengaruhi pula oleh ketersediaan sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Dengan tersedianya ruang kelas, laboratorium, lapangan olahraga, perpustakaan, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan berbagai fasilitas pendukung lainnya, proses pembelajaran yang menarik, menantang, dan menyenangkan bagi siswa dapat dilaksanakan secara optimal.

Sebaliknya, jika sarana dan prasarana tersebut tidak memadai, bagaimana siswa dapat mengembangkan soft skills, seperti kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, dan manajemen diri, serta hard skills yang diperlukan? Kekurangan sarana dan prasarana di sekolah dapat menjadi hambatan utama dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif.

Selain itu, tantangan yang dihadapi siswa setelah lulus sekolah juga tidak kalah berat. Tidak semua siswa memiliki akses ke perangkat digital atau koneksi internet yang stabil. Kondisi ini menghambat mereka dalam mengikuti pembelajaran secara maksimal, sehingga menyebabkan kurangnya kesiapan untuk bersaing di dunia kerja yang kini berbasis teknologi informasi dan bersifat tanpa batas (borderless).

Jonni (2023) menyatakan bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di era 4.0, terlebih dengan dampak pandemi COVID-19 yang masih dirasakan, diperlukan gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat. Menurut Jonni, kepemimpinan merupakan keterampilan esensial bagi kepala sekolah untuk mengarahkan guru mencapai kinerja optimal. Kinerja optimal ini, pada gilirannya, akan berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran yang diberikan oleh guru. Sebaliknya, kegagalan kepala sekolah dalam membangun kerja sama tim dapat berdampak negatif terhadap kinerja organisasi dan mutu pendidikan di satuan pendidikan yang dipimpinnya.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kepemimpinan diartikan sebagai “perihal pemimpin; cara memimpin.” Dalam literatur modern, definisi kepemimpinan semakin berkembang, menekankan pada pengaruh dan hubungan interpersonal. Misalnya, Yukl (2019) dalam artikelnya di Leadership Quarterly menjelaskan bahwa kepemimpinan adalah proses memengaruhi orang lain untuk memahami dan menyepakati tujuan yang harus dicapai, serta cara mencapainya secara bersama-sama. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan mencakup berbagai bentuk interaksi sosial, bukan hanya otoritas formal.

Pendapat ini sejalan dengan penelitian terbaru oleh Wang dkk (2021) yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology. Mereka menyatakan bahwa kepemimpinan efektif ditentukan oleh kemampuan seorang pemimpin untuk membangun hubungan emosional yang positif dengan tim, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan kolaboratif. Mereka juga menekankan pentingnya empati dan komunikasi sebagai inti dari kepemimpinan.

Lebih lanjut, Li dkk. (2020) dalam studinya yang dipublikasikan di Journal of Business Research menggarisbawahi pentingnya adaptabilitas dalam kepemimpinan modern. Mereka menemukan bahwa pemimpin yang mampu menyesuaikan gaya kepemimpinannya sesuai dengan kebutuhan individu maupun situasi lebih efektif dalam mencapai hasil organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang visi, tetapi juga fleksibilitas dan pemahaman konteks.

Pendekatan ini memperluas pandangan Maxwell (1998), yang menyebut kepemimpinan sebagai seni memengaruhi orang lain untuk mengikuti secara sukarela, serta Covey (1989), yang berfokus pada pengaruh daripada otoritas. Dengan kata lain, pemimpin masa kini harus mampu memadukan pengaruh interpersonal dengan pemahaman situasional untuk mencapai keberhasilan yang berkelanjutan.

Menurut Jonni (2023), gaya kepemimpinan merujuk pada cara seorang pemimpin menjalankan perannya dengan memanfaatkan keterampilan dan sikapnya. Gaya ini mencakup perilaku, komunikasi, serta interaksi seorang pemimpin dengan orang lain dalam usahanya memotivasi mereka untuk bertindak. Variasi gaya kepemimpinan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti motivasi, kekuasaan, dan fokus terhadap tugas atau individu tertentu. Secara umum, gaya kepemimpinan mencerminkan perilaku dan kemampuan pemimpin dalam memimpin, yang sering kali membentuk pola atau karakteristik tertentu.

Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah memiliki tanggung jawab besar untuk meningkatkan mutu pendidikan di satuan pendidikannya. Dalam menghadapi tantangan era 4.0, kepala sekolah perlu mengembangkan gaya kepemimpinan transformasional, visioner, dan autentik. Ketiga gaya ini, menurut Jonni (2023), berperan penting dalam mencapai tujuan organisasi dengan meningkatkan kinerja dan komitmen anggota tim, terutama di tengah kompleksitas era modern.

Lebih lanjut, Jonni menyarankan agar kepala sekolah memperhatikan sikap anggota tim terhadap tugas yang mereka emban. Sikap ini memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas kerja serta mutu pendidikan secara keseluruhan. Oleh karena itu, pengembangan gaya kepemimpinan yang tepat tidak hanya mendukung pencapaian tujuan organisasi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan.

Suminto (2017) sependapat dengan Jonnie (2023) yang menyatakan bahwa dalam organisasi kependidikan, salah satu model kepemimpinan yang efektif adalah kepemimpinan transformatif. Model kepemimpinan ini bersifat dinamis, di mana pemimpin selalu memberikan teladan kepada bawahannya melalui kharismanya. Begitu pula para bawahan, yang senantiasa termotivasi oleh pemimpin, sehingga tercipta sinergi yang harmonis antara pemimpin dan bawahan untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Menurut Mardizal dan Jalinus (2023), gaya kepemimpinan transformasional mampu menginspirasi, menawarkan solusi inovatif, serta memenuhi kebutuhan organisasi secara efektif dan fleksibel. Pendapat ini sejalan dengan definisi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang menyebutkan bahwa “transformatif” berarti bersifat berubah-ubah bentuk, rupa, macam, sifat, atau keadaan. Dengan demikian, seorang kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan transformatif adalah individu yang memiliki keyakinan diri yang kokoh, komitmen tinggi, visi yang jelas, ketekunan, kerja keras, sikap militan, konsistensi, kemampuan menghasilkan ide-ide besar dan mulia, serta kemampuan menyebarkannya kepada seluruh warga sekolah. Selain itu, pemimpin tersebut mampu memengaruhi dan membangkitkan emosi kuat terhadap tujuan organisasi pendidikan, memberikan wawasan dan kesadaran akan misi, membangkitkan kebanggaan, serta menumbuhkan kepercayaan di kalangan warga sekolah dan masyarakat.

Di sisi lain, gaya kepemimpinan visioner, menurut KBBI, adalah gaya kepemimpinan yang dimiliki oleh individu dengan pandangan atau wawasan ke masa depan. Oleh karena itu, seorang pemimpin satuan pendidikan yang memilih gaya kepemimpinan visioner merupakan sosok yang berpandangan maju, cerdas, cekatan, dan responsif terhadap perkembangan di sekitarnya, termasuk dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendapat ini didukung oleh penelitian terbaru yang menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dalam meningkatkan komitmen organisasi, membangun kepercayaan tim, serta memotivasi anggota untuk mencapai visi bersama. Misalnya, kepemimpinan visioner terbukti dapat mendorong kreativitas karyawan, menciptakan budaya organisasi yang inovatif, dan mengurangi ketidakpastian melalui penguatan kohesi tim (Brown, 2018; Lord dkk., 2020; Kouzes & Posner, 2020). Selain itu, gaya kepemimpinan ini berperan penting dalam mengintegrasikan teknologi dan strategi baru untuk menghadapi tantangan organisasi di era modern, termasuk dalam satuan pendidikan.

Berdasarkan uraian tersebut, solusi yang paling relevan dan efektif saat ini adalah mendorong kepala sekolah SMA untuk mengadopsi gaya kepemimpinan yang transformasional dan visioner. Gaya kepemimpinan ini akan mendukung mereka dalam menjalankan peran, tugas pokok, dan wewenang, serta dalam mengelola satuan pendidikan yang menjadi tanggung jawab mereka.*)

 

Referensi:

Asha, L. (2021). Strategi kepala sekolah dalam mengatasi permasalahan pembelajaran online di masa pandemi COVID-19. Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan, 8(2), 79–96. https://doi.org/10.32505/ikhtibar.v8i2.3135

Badan Pusat Statistik. (2023). Jumlah sekolah, guru, dan murid sekolah menengah atas (SMA) di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menurut provinsi. Retrieved from https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YTFsRmNubEhOWE5ZTUZsdWVHOHhMMFpPWm5VMFp6MDkjMw

Bennis, W. (1985). Leaders: The strategies for taking charge. New York, NY: Harper & Row.

Bennis, W., & Nanus, B. (1985). Leaders: Strategies for taking charge. New York, NY: Harper & Row.

Brown, J. M. (2018). Turning visions into results: Unraveling the paths of visionary leadership. Emerald Insights.

Covey, S. R. (1989). The 7 habits of highly effective people. New York, NY: Free Press.

Kotter, J. P. (1996). Leading change. Boston, MA: Harvard Business School Press.

Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (2002). The leadership challenge. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Kouzes, J. M., & Posner, B. Z. (2020). The leadership challenge (6th ed.). San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Li, Y., Wei, F., Ren, S., & Di, Y. (2020). Leadership adaptability: The key to team effectiveness in a dynamic environment. Journal of Business Research, 119, 54-65. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2020.07.045

Lord, R. G., et al. (2020). Visionary leadership in the digital era. Oxford Academic.

Mardizal, J., & Jalinus, N. (2023). Manajemen dan kepemimpinan kepala sekolah kejuruan.

Mardizal, J., et al. (2023). Model kepemimpinan transformational, visioner dan authentic kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di era 4.0. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(5), 2994–3003.

Maxwell, J. C. (1998). The 21 irrefutable laws of leadership. Nashville, TN: Thomas Nelson.

Nanus, B. (1992). Visionary leadership: Creating a compelling sense of direction for your organization. San Francisco, CA: Jossey-Bass.

Senge, P. (1990). The fifth discipline: The art & practice of the learning organization. New York, NY: Doubleday.

Suminto. (2017). Karakteristik kepemimpinan transformatif. Pedagogy: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 4(1). Retrieved November 5, 2024, from https://ejournal.upm.ac.id/index.php/pedagogy/article/view/42

Wang, Z., Xu, H., & Liu, Y. (2021). Emotional intelligence and leadership effectiveness: The mediating role of team cohesion. Frontiers in Psychology, 12, 6567. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2021.656711

Yukl, G. (2019). Leadership in organizations: Challenges in understanding leadership behaviors. Leadership Quarterly, 30(2), 111-123. https://doi.org/10.1016/j.leaqua.2019.01.001

 

Sumber:
Hendriyani, Neneng. “Pemimpin Transformatif Visioner: Kunci Sukses Pendidikan di SMA.” In Sekolah Masa Depan: Menciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Aman, Inklusif dan Progresif, edited by Arifah Suryaningsih and Nokman Riyanto, 101–110. Sleman, DI Yogyakarta: Madani Kreatif Publisher (Madani Berkah Abadi), 2025.

 

 

 

Administrasi Guru Bimbingan Konseling (BP/BK) di SMA

Administrasi merupakan suatu proses atau kegiatan yang terdokumentasi secara lengkap meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian sumber daya atau aset meliputi manusia, keuangan, material, dan informasi secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut KBBI, administrasi merupakan usaha dan kegiatan yang terstruktur dan bertujuan, mencakup berbagai aspek mulai dari penetapan tujuan serta penetapan cara-cara penyelenggaraan pembinaan organisasi, kebijakan, kegiatan penyelenggaraan, tata usaha dan kerja sama. Menurut Sondang P. Siagian, administrasi merupakan keseluruhan proses kerja sama antara dua orang atau lebih yang didasarkan atas rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.

Definisi yang diberikan oleh KBBI dan pendapat Siagian di atas juga selaras dengan pendapat George R. Terry, The Liang Gie, William H. Newman, dan Leonard D. White, yakni kegiatan yang berisi perencanaan, pengendalian, dan pengorganisasian pekerjaan perkantoran yang dilaksanakan demi mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Di lingkungan sekolah, terutama untuk Guru Bimbingan dan Konseling (BP/BK), administrasi berperan penting dalam mendukung pelaksanaan layanan BK yang sistematis, terukur, dan akuntabel.

Berikut adalah daftar administrasi yang idealnya dimiliki oleh guru BK di jenjang SMA, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Pendidikan serta standar praktik profesi BK:

  1. Administrasi Umum
    • Program Tahunan BK (Prota BK)
    • Program Semester BK (Promes BK)
    • Silabus dan Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL)
    • Jadwal layanan BK
    • Daftar hadir siswa layanan BK
    • Daftar hadir guru BK
    • Agenda kegiatan harian BK
    • Notulen rapat/koordinasi BK
    • Instrumen evaluasi program BK

 

  1. Administrasi Layanan BK: Layanan BK di sekolah mencakup 4 layanan utama dan 3 kegiatan pendukung, yaitu

A.      Layanan Utama

§  Layanan Orientasi

§  Layanan Informasi

§  Layanan Penempatan dan Penyaluran

§  Layanan Konseling (individual dan kelompok)

Untuk masing-masing layanan tersebut, guru BK wajib memiliki Rencana Pelaksanaan Layanan (RPL) yang terdiri atas:

·         Jurnal pelaksanaan layanan

·         Evaluasi dan refleksi layanan

B.      Kegiatan Pendukung

§  Aplikasi Instrumen

Inventori minat

Tes bakat dan kepribadian

Angket kebutuhan siswa

§  Himpunan Data (Individual Inventory)

Data pribadi, akademik, sosial, dan karier siswa

Catatan perkembangan siswa

§  Konferensi Kasus dan Alih Tangan Kasus

Berita acara konferensi kasus

Formulir rujukan ke pihak luar

 

  1. Administrasi Penilaian dan Evaluasi BK
    • Format evaluasi proses dan hasil layanan BK
    • Laporan kegiatan BK bulanan/semester/tahunan
    • Rekapitulasi kasus dan penanganannya
    • Analisis kebutuhan layanan BK
    • Rekapitulasi hasil angket/inventori

 

  1. Administrasi Khusus

·         Kartu kendali siswa (konseling pribadi)

·         Catatan kasus individual

·         Formulir rujukan (internal/eksternal)

·         Dokumentasi kegiatan (foto, video, laporan kegiatan)

 

  1. Administrasi Kerja Sama

·         Surat undangan dan berita acara kerja sama (dengan orang tua, wali kelas, guru mata pelajaran, tenaga ahli)

·         Laporan hasil home visit

·         Dokumentasi kolaborasi dengan pihak luar (puskesmas, psikolog, LSM, dll)

 

Berikut ini Template administrasi BK/BP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing.
TEMPLATE ADMINISTRASI WAJIB GURU BK

SYARAT KENAIKAN PANGKAT & JENIS SK YANG DIPERLUKAN (berdasarkan Permenpan RB 21/2024)

📊 SYARAT KENAIKAN PANGKAT & JENIS SK YANG DIPERLUKAN (berdasarkan Permenpan RB 21/2024)

sumber:
permenpanrb-no-21-tahun-2024

Pangkat Golongan Jenjang Jabatan Fungsional AK Minimal SK Jabatan Fungsional yang Harus Dilampirkan
III/a → III/b III/b Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru (masih dalam jenjang Guru Pertama)
III/b → III/c III/c Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru
III/c → III/d III/d Guru Pertama +50 Tidak perlu SK baru
III/d → IV/a IV/a Guru Muda +100 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Muda
IV/a → IV/b IV/b Guru Muda +150 Tidak perlu SK baru (masih Guru Muda)
IV/b → IV/c IV/c Guru Madya +200 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Madya
IV/c → IV/d IV/d Guru Madya +200 Tidak perlu SK baru
IV/d → IV/e IV/e Guru Utama +200 Perlu SK baru: Pengangkatan sebagai Guru Utama

📝 Penjelasan Tambahan:

  • SK Jabatan Fungsional diterbitkan oleh instansi pembina atau pejabat pembina kepegawaian (PPK) sesuai jenjang jabatan yang baru dicapai.

  • Setiap kenaikan jenjang jabatan fungsional harus memenuhi syarat:

    • Angka Kredit Kumulatif

    • Lama waktu minimum dalam pangkat/jabatan sebelumnya

    • Kinerja baik

    • KTI dan PKB (untuk Guru Madya dan Utama)


📌 Ringkasan Penting:

Jenjang Jabatan SK Fungsional Baru Diperlukan Saat…
Guru Pertama Saat pertama kali menjadi guru
Guru Muda Saat naik dari III/d ke IV/a
Guru Madya Saat naik dari IV/b ke IV/c
Guru Utama Saat naik dari IV/d ke IV/e

Bogor Dari Masa ke Masa

Oleh Neneng Hendriyani

Dulu, Bogor adalah rimba megah,
Tempat para raja menjejak sejarah,
Di bawah panji Pajajaran
Kebijaksanaan mengalir dari balairung istana

Menjaga warisan purwa

Berpuluh-puluh tahun Gunung Salak tegak bersaksi,
Sungai Ciliwung lantang bersuara,
Menyaksikan zaman berputar cepat,
Dari kerajaan, penjajahan, hingga merdeka.

Bogor: subur, membentang
Padi menari di pelukan sawah,

Di ladang dan perbukitan

Petani menaruh jutaan impian

Panen mereka untuk masa depan.

Di perut bumi, tambang berbisik,
Emas, pasir, dan batu berlimpah,
Di tangan besi, roda berputar,
Pabrik-pabrik membangun peradaban.

Jauh di pelosok, terdengar suara palu dan gergaji,
Pengrajin bermain di atas mahoni,
Mengukir Bogor dalam karya nan indah,
Mewariskan seni hingga ke nusantara.

Kini, Bogor tak sekadar kenangan,
Ia tumbuh bersama zaman,
Di punggungnya generasi emas bersinar,
Menuntut ilmu, melangkah ke depan.

Bogor, Kuta Udaya Wangsa,
Benteng peradaban tak tergoyahkan,
Maju berdaya, sejahtera bersama,
Satu tekad, satu cita, satu bangsa.

Bogor, bukan sekadar kota,
Tapi rumah bagi jutaan warga

Merekam jejak, merawat harapan

Berjuang untuk masa depan gemilang.

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Bogor, Jejak Perlawanan

Oleh Neneng Hendriyani

Di kota ini, peluru berdesing menembus waktu,
Menggetarkan bumi dalam deru perlawanan,
Memanggil jiwa-jiwa yang rindu kemerdekaan

Dengan dan tanpa seragam,

Bersatu dalam komando perjuangan

Di tengah Tentara Pelajar berdiri tegap,
Mengangkat senapan di tangan yang gemetar,
Bukan karena takut,
Tapi karena cinta pada kota yang harus dibela.

Di Cibinong, sejarah tertulis dalam batu,
Museum perjuangan menjadi saksi,

Ratusan nyawa melayang sebagai bukti
Rakyat Bogor tak pernah sudi dijajah kembali
Darah para syuhada mengalir di setiap lorong,
Mengisahkan keberanian tak pernah padam.

Dulu, di kota ini kita bertempur melawan serdadu,
Kini, perang belum berakhir,
Musuh tak lagi berbaju
Tapi, berselimut kemiskinan dan ketidakadilan

Dimana buruh-buruh berteriak di terik mentari:

Meninju udara menuntut upah layak,
Di pabrik-pabrik yang berdiri megah,
Mereka menukar tenaga dengan harapan,
Lagi, keadilan masih bayang-bayang.

Sekolah-sekolah harusnya menjadi gerbang masa depan,

Bukan tembok tinggi bagi si papa,

Bogor tak boleh berhenti berjuang,
Agar ilmu tak menjadi hak segelintir insan.

Jabatan tak boleh jadi tahta selamanya,
Harus ada batas bagi kekuasaan,

Rakyat? Mereka bukan pion di papan catur,

Bukan remahan roti di piring penguasa

Sungguh! Perjuangan tak berakhir di monumen batu,
Ia hidup di hati yang menolak menyerah,

Bogor, kau tak hanya sekadar kota,
Kau medan juang yang terus membara

Dalam semangat: Kuta Udaya Wangsa!

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Bogor, Lukisan Masa

Oleh Neneng Hendriyani

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,
Di kaki Salak Pangrango:

Ciliwung, Cisadane, Cibeet, Kalibaru

mengalir syahdu cerita tempo dulu:

Danau biru tak pernah surut,
Cermin langit tempat rindu berlabuh,
Riak-riak kecil berlarian riang,

Di antara sauh, pedati ditarik pulang

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,

Di kaki Salak Pangrango, sawah luas menghampar megah,
Tarian angin di padi mengalun ramah,

Gelatik dan Manyar bernyanyi riuh rendah.

Kini, baja dan bata berdiri tegak berlomba
Pabrik-pabrik tumbuh menggantikan hijau ladang

Menyisakan asap sesak dalam kenangan

Jauh di sudut jalan, tetap terasa,
Hangatnya talas Bogor dalam genggaman,
Asap soto mie menari di udara,
Di meja bambu, tradisi tak pernah pudar.

Zaman bergulir, kota berbenah,
Dari Pajajaran ke lampu kota yang tak padam di tengah malam
kujumpai di setiap wajah,
Sisa-sisa sejarah yang tetap benderang dalam ingatan.

Di alun-alun, anggun meliuk,

Selaras kidung Pakuan menyeruak jiwa

Di antara gendang dan suling ku’ terkesima
Rajutan cerita: Kuta Udaya Wangsa!

Bogor, kau hamparan hijau dalam pelukan kabut,

Tetap indah dalam perubahan,
Mengalir seperti Cisadane yang tak berhenti,
Menjaga warisan, menyambut masa depan,
Menjadi rumah bagi hati yang mencari jalan pulang.

(Karadenan, 27 Maret 2025)

Sekotak Karya Untuk Negeri

Alhamdulillah, dapat kembali berkiprah di bidang yang paling kuminati, tepat di akhir masa penantian sebelum dilantik menjadi pendamping sekolah alias pengawas, sungguh membahagiakan. Ini adalah sumbangsih pemikiran yang bisa kuberikan untuk tanah air tercinta.
Semoga karya-karya sederhana dalam bentuk buku cetak maupun buku elektronik ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia.

Waskitaningtyas, K., dan Heny Marwati. Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI (Edisi Revisi). Ilustrasi oleh Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2024. PDF. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/8987.

Juhri Al Banjary, Darmawati Paruki, Isbedy Stiawan ZS, Kumala Dewi Rimu, Neneng Hendriyani, et al. Jejak Seni dan Dakwah dalam Langkah Sang Pendiri AG. H. Abdurrahman Ambo Delle: Antologi Puisi. Disunting oleh Tri Astoto Kodarie. Sleman: Interlude, 2024. https://penerbitinterlude.id/2024/11/19/jejak-seni-dan-dakwah-dalam-langkah-sang-pendiri-ag-h-abdurrahman-ambo-delle/.

Hendriyani, Neneng, dan Adim Goekid, ed. Implementasi Prinsip Efisiensi dan Keberlanjutan dalam Administrasi Sarana dan Prasarana [sumber elektronis]. Seri Administrasi Sarana dan Prasarana. Jakarta Timur: PT Duta Pustaka Indonesia, 2024. PDF. https://www.dutapustakaindonesia.com/product/efisiensi-dan-keberlanjutan/.

Aulia, Fadillah Tri, Sefi Indra Gumilar, Alvian Kurniawan, K. Waskitaningtyas, dan Heny Marwati. Bahasa Indonesia. Ilustrasi oleh Khairin Nisa, R. Habibullah Ahmad, Ramdhan Hafidin, dan Dwi Nofyan Sansa Putra. Disunting oleh Muhammad Kodim dan Neneng Hendriyani. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-374-3.

———. Bahasa Indonesia [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-376-7. Diakses 15 Mei 2025. https://app.buku.kemdikbud.go.id/katalog/4727.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap) [sumber elektronis]. Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-375-0.

———. Bahasa Indonesia (edisi lengkap). Jakarta Selatan: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023. ISBN 978-623-118-373-6.

Hendriyani, Neneng. English for Future. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-347-3.

———. English for Future (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-346-6.

Ardianti, Dina, dan Neneng Hendriyani. Mahir Berbahasa Indonesia. Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-308-4.

———. Mahir Berbahasa Indonesia (edisi lengkap). Disunting oleh Adnan Suparid. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-307-7.

Hendriyani, Neneng. Let’s Learn English for Life: English Textbook. Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-296-4.

———. Let’s Learn English for Life: English Textbook (edisi lengkap). Disunting oleh Cucu Nurjamilah. Depok: CV Arya Duta, 2022. ISBN 978-623-273-295-7.

Kridalaksana, I Made. Si Hijau: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-47-6.

Nuraini. Magrib di Ujung Kota: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-46-9.

Nuraeni. Jangan Menyerah: Kumpulan Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2022. ISBN 978-623-6581-45-2.

Hendriyani, Neneng, ed. Writing Descriptive Text Using Sensory Words and Mind Mapping. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Pendampingan Berkelanjutan Sukseskan Gerakan Literasi Sekolah (GLS): Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Fadillah, Totoy. Sukses Pembelajaran Guru dengan Aplikasi Beesmart V 3.0: Best Practice. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Nuraini et al. Kisah-kisah Motivasi Penyemangat Hidup. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Tirabidah. Sugesti dan Model Pembelajaran PBL dalam Peningkatan Motivasi dan Prestasi Belajar Teks Deskriptif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Rahayuningsih, Taty. Catatan Harian Seorang Pengawas. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suharno. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 3. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 2. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Vol. 1. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

———. Buku Pendamping Bahasa Inggris: Sesuai dengan Kurikulum 2016. Disunting olehNeneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Panduan Membuat Materi Belajar Bahasa Inggris dengan Aplikasi Noncoding Geyser. Disunting oleh A. Mellyora. Surakarta: PT Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Merdeka Belajar, Merdeka Mengajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. IPA dalam Puisi Toge: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suryani, dkk. Matahari di Ujung Sumatera. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Felicia, Iing, dkk. Cerita Kita di Batas Kota. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Jafar, Sri Wahyuni, dkk. Tanah Kelahiranku: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Supriatni, Euis Ani. Bias Asa Kerinduan EAS: Puisi Dwi Bahasa. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Mozaik Kata (Antologi Puisi Toge). Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Alawiyah, Tuti. Pengembangan Instrumen Penilaian Praktikum di Laboratorium Kimia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Wirawan, I Kadek Widya, dkk. Refleksi Guru Indonesia di Hari Pendidikan. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Mukmini, Sri, dkk. Pembelajaran Teks Bahasa Inggris pada PJJ dan PTM: Procedure, Recount, Descriptive, dan Explanation. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Dorand, Pietra, dkk. English Text Materials and Their Exercises: Narrative, Recount, Procedure and Report. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng, dkk. Lentera untuk Negeri: Antologi Tokoh Pendidikan Indonesia. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Suwarso, Iso, dkk. Warna Warni PJJ Tanah Air: Antologi Pembelajaran Jarak Jauh. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021.

Hendriyani, Neneng. Di Sepanjang Rel Kereta. Bogor: CV Kreatif Publishing, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Senyumnya Wanita: Kumpulan Catatan Kecilku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pengelolaan Sekolah Menengah Kejuruan yang Efektif. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Alfitriyani, Nia, Indarini Dwi Pursitasari, dan Surti Kurniasih. Bioteknologi Berbasis Socioscientific Issues (SSI) untuk SMP/MTs. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng dan Sri Hartati Mulya. Kumpulan Soal Ulhar, UTS, UAS Bahasa Inggris Kelas XI SMA. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Sulipan. Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja [Sumber Elektronis]: Konsep dan Implementasi Pendidikan Karakter dan Budaya Kerja di Sekolah. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2021. PDF.

Hendriyani, Neneng, dkk. 52 Kisah Dongeng Fabel Menginspirasi Buah Hati. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: CV Situseni, 2020.

Tiraswati, Dina Martha. Bukan Senyum Terakhir [sumber elektronis]. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020. PDF.

Komara, Kokom, dkk. Fajar di Penghujung Tahun: Antologi Puisi. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Tiraswati, Dina Martha, Meita Tjumiatini, dan Deri Yustin Wulandari. Terpaut Rindu di Takamatsu. Disunting oleh Neneng Hendriyani. [Tanpa tempat terbit]: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng. Smafour in Students English Writing: Mendongkrak Motivasi dan Kemampuan Siswa Menulis Berbagai Teks Bahasa Inggris. Disunting oleh Cecep S. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

The Students of XI MIPA 8. The History of Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2020.

Hendriyani, Neneng, dkk. Untuk Anakku. Disunting oleh Saiful Amri. Bandung: Yayasan Guneman, 2019.

The Students of X MIPA 3 SMAN 4 Cibinong. Our Beloved Teachers in Smafour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X IPA 2. Smafour Teachers Biographies. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 7 SMAN 4 Cibinong. Exculs in SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 2 SMAN 4 Cibinong. The Compulsory Rules of SMAFour. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPS 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Characters Building through Good Habits Every Day. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI IPA 4 SMAN 4 Cibinong. Smafour in Events. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of X MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Our Beautiful Memories on Holiday. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Daerah Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

The Students of XI MIPA 1 SMAN 4 Cibinong. Smafour Students Entrepreneurships. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Ujang Lukman. Pengawas Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Tiraswati, Dina Martha, dan Taty Rahayuningsih. Di Bawah Langit Pattaya. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fitriani, Khoirunisa. Sticky Note. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Komara, Kokom, dkk. Antologi Puisi Karya Guru Nusantara. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.

Hendriyani, Neneng. Albatros. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Fahri. Bayang-Bayang Sang Guru. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Queen Mard. Be Hidden (Saat Cinta Menjadi Dilema). Disunting oleh Muhamad Budi Wahyu dan Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Yamini, Sri, et al. Bunga Rampai Goresan Pena Guru Jawa Barat. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Enrichment Book for XI SMK Based on Curriculum 2013 Revision. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Mulyana, Yuliati. Fun Science: Bahan Ajar IPA SMP. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.
Jilid 1: ISBN 978-602-52072-4-2
Jilid 2: ISBN 978-602-52072-5-9
Jilid 3: ISBN 978-602-52072-6-6
Tanpa jilid: ISBN 978-602-52072-3-5

Irawan, Mamat. Hati yang Berbisik: Kumpulan Sajak. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. How Do Texts Work?: Social Function, Generic Structure and Language Features. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Janji Firly. Bogor: CV Situseni, 2017.

Sugiastuti, Sri, dan Neneng Hendriyani. Let’s Learn English Together. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1819. Our Best Friends in X Multimedia 1819. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

The Students of X Multimedia 1 SMKN 1 Cibinong. Our Field Trip Stories. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Komara, Kokom. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru Sekolah Dasar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Perlukah Kita Jujur? Disunting oleh Boedy Why. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Kismani, Endah. Practical Guide to Develop HOTS in Language Learning and Assessment: Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Abad 21. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Pratama, Galih Cahya. Sahabat Mirip Arwana. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Situseni, 2018.

Hendriyani, Neneng. Setangkup Rindu dari Masa Lalu. Bogor: CV Situseni, 2017.

Maluku Belajar. Syair yang Berbisik: Antologi Puisi Guru Pembelajar. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2018.

Hendriyani, Neneng. Tips Mudah Menulis Proposal dan Laporan Penelitian Tindakan Kelas. Disunting oleh Khoen Eka Anthy. Yogyakarta: CV Pustaka Mediaguru, 2017.

Andriany, Reny. 30 HBC: Kisahku. Disunting oleh Neneng Hendriyani. Bogor: CV Cakrawala Milenia Jaya, 2019.

Hendriyani, Neneng. Bogor: Peninggalan Sejarah dari Masa ke Masa. Disunting oleh Esep M. Zaini. Bogor: CV Situseni, 2017.

Hendriyani, Neneng. Alih Kode dan Campur Kode: Strategi Siswa dalam Berbicara Bahasa Inggris. Disunting oleh Nining Suryaningsih. Bogor: CV Cipta Media Edukasi, 2017.